Ternyata DIA Istri Terbaik

Ternyata DIA Istri Terbaik
iqdam tak menggubris


__ADS_3

"ninsya buka pintunya" iqdam menggedor-gedor pintu kamara ninsya.


"nggak, kalau kamu masih berhubungan dengan wanita bernama nada itu, aku gak akan buka pintu dan aku nggak akan mau makan , biarin aku mati sekalian " jawab ninsya dengan berteriak.


"kamu ngomong apa sih, ingat kalau kamu lagi hamil, jangan berbuat yang tidak-tidak" kata iqdam.


"terserah, pokoknya kamu harus pilih salah satu antar aku atau wanita itu" jawab iqdam.


"kalau kamu nggak bukain pintu, aku pergi dari sini!" iqdam kesal karena ninsya terlalu egois, dia melangkah pergi dari kamar ninsya.


"pasti dia hanya menggertak ku" kata ninsya dengan percaya diri


"kenapa mas iqdam nggak ada suara, apa dia benar-benar pergi" batin ninsya.


setelah beberapa saat ninsya keluar dan melihat ternyata iqdam memang tidak ada disana,


"sialan dia pergi beneran" ninsya menggerutu sendiri.


"kenapa mas iqdam semakin sulit ku kendalikan, padahal aku sedang hamil harusnya dia tunduk padaku, arrggg" ninsya uring-uringan sendiri.


"apa yang di perbuat nada saat aku pergi ke USA kemarin sehingga mas iqdam menjadi begini, apa jangan-jangan" nada berfikir ke arah hubungan iqdam dan nada.


"nggak, nggak mungkin mereka melakukan itu, mas iqdam kan sudah janji jika tidak akan menyentuh nada" nk ninsya meyakinkan dirinya jika diantara iqdam dan nada tidak terjadi apa-apa.


"aku harus cari tau" kata ninsya kemudian menelepon seseorang.


iqdam yang tak masih kesal karena sikap ninsya pergi ke taman kota, dia berkeliling dengan mobilnya karena merasa jenuh.


"ya aku harus tetap menemui nada, aku harus menyelesaikan salah paham diantara kami, aku nggak mau berlarut-larut dalam masalah ini" fikir iqdam.


"kata dio kemarin kondisi ninsya sudah sembuh, jadi dia tidak akan melakukan suatu hal yang aneh-aneh lagi, apa aku harus mengakhiri hubunganku dengan ninsya" iqdam dilema dengan pikirannya sendiri, keadaan yang ia ciptakan sendiri dan kini dia sendiri yang kesulitan mengendalikannya.

__ADS_1


"tapi ninsya sekarang sedang hamil, ishh kenapa semuanya jadi begini, tak sesuai dengan rencanaku" iqdam mengacak rambutnya karena bingung.


ponsel iqdam berdering, panggilan masuk dari nomor yang tak di kenal.


"hallo" jawab iqdam.


"hallo tuan apakah benar ini dengan suami nyonya ninsya" kata seseorang diseberang telepon.


"ini siapa ya?" tanya iqdam.


"tuan kami dari pihak rumah sakit melinda, apakah benar ini dengan suami nyonya linda" tanya orang di seberang telpon lagi.


"rumah sakit! hmm ya saya suaminya ada apa memangnya?" tanya iqdam.


"kami ingin menginformasikan bahwa istri anda yang bernama nyonya ninsya sekarang ada disini, beliau mengalami pendarahan" kata seseorang di seberang telpon.


"pendarahan! ya aku akan segera kesana" setelah mendengar kabar jika ninsya mengalami pendarahan iqdam langsung meluncur ke rumah sakit yang menelepon tadi, setelah sampai dan bertanya pada resepsionis dia bergegas menemui ninsya.


"bagaimana keadaan kamu" tanya iqdam.


ninsya tidak menjawab, dia diam saja.


"tuan nyonya ninsya keadaannya masih lemah, saya akan menjelaskan keadaannya pada anda sekarang karna anda suaminya" kata dokter yang ada disamping ninsya.


"darimana anda tahu jika saya suaminya?" tanya iqdam karena dia belum pernah bertemu dokter ini, dan dia belum menanyakan apakah iqdam suaminya atau bukan.


"em nyonya ninsya memberitahu saya jika suaminya akan segera datang" jawab dokter itu sedikit gugup.


kemudian dia menjelaskan pada iqdam kondisi ninsya, dan mengapa ninsya bisa mengalami pendarahan, dia juga menjelaskan jika emosi ninsya tidak stabil selain karena hormon kehamilan ninsya juga pernah mengalami depresi dulunya, dan sia belum sembuh, iqdam sebenarnya kurang yakin dengan penjelasan dokter ini karena dio pernah mengatakan jika ninsya sudah sembuh total.


"apa anda mengerti bahwa nyonya ninsya harus dalam keadaan senang demi kesehatan dia dan bayi di dalam kandungannya" kata dokter.

__ADS_1


"iya dok saya mengerti" jawab iqdam.


iqdam kemudian pergi ke ruangan ninsya,


"kamu sengaja ingin menggugurkan kandunganmu?" tanya iqdam tiba-tiba.


"untuk apa kau peduli, bukankah kau ingin menemui nada, dan tak peduli padaku, jadi untuk apa anak ini ada" jawab ninsya menantang iqdam.


"kamu mengancam ku? kalau sampai terjadi apa-apa dengan anak ini, aku tak akan pernah memaafkan mu" kata iqdam


"ayo kita pindah ke rumah sakit dio" iqdam mengajak ninsya untuk pindah rumah sakit karena lebih percaya dengan keterangan dio.


"nggak aku mau disini" jawab ninsya tegas.


"kalau kamu masih tetap mau disini aku akan menyuruh orang lain yang menjagamu, aku tidak nyaman dengan rumah sakit ini" kata iqdam.


"dan jangan memaksaku untuk mengerti kamu kali ini" kata iqdam lagi kemudian berjalan keluar.


ninsya akhirnya di pindahkan ke rumah sakit dio praktek.


"sial, sial, sial, kenapa iqdam masih seperti ini, dia tak menggubris ku sama sekali, aku harus menjalankan rencanaku yang lain" kata ninsya.


ninsya kemudian membuka ponselnya lalu mencari kontak nada.


"kalau mas iqdam alot untuk menceraikan nada padahal sudah satu bulan mereka tidak bertemu, aku akan buat nada menggugat cerai kamu mas" ninsya tersenyum licik.


dia menekan kontak nada dan mengirim banyak pesan pada nada,


"hahaha jangan pikir aku akan kalas mas, dan jangan pikir kamu bisa lepas dariku, kalau aku tidak bisa memilikimu siapapun juga tak boleh memilikimu" kata ninsya setelah menjalankan rencana nya.


......................

__ADS_1


__ADS_2