
nada yang melihat iqdam dan ninsya mulai bermesraan lagi acuh saja, ia segera pergi ke kamar mengemasi barang-barangnya untuk pindah ke kamar tamu.
"wanita itu kenapa sayang"tanya ninsya pada iqdam.
iqdam tak mendengar ninsya bertanya matanya melihat nada yang bergegas pergi ke dalam kamar.
"sayang, kok kamu bengong sih" ninsya menepuk lengan iqdam karena tak menjawab pertanyaannya.
"hm apa sya ,kamu tadi bertanya apa" tanya iqdam yang kaget lengannya ditepuk ninsya.
"nggak jadi deh " wajah ninsya cemberut karena mendapati iqdam memandang nada dan tak mendengar pertanyaannya.
"oh" iqdam hanya menjawab nya singkat.
iqdam kemudian berjalan ke kamar,
"kamu mau kemana?" tanya ninsya
"istirahat dikamar aku capek banget hari ini"jawab iqdam.
"aku ikut" ninsya kemudian mengikuti iqdam yang berjalan ke kamar. saat mereka masuk ke kamar nada sudah selesai membereskan semua pakaiannya. ninsya tersenyum puas melihat nada berkemas, dia mengira nada akan pergi dari apartemen ini.
"kamu mau pergi ke mana mbg malam-malam begini?" tanya ninsya dengan lembut.
"nggk kemana-mana" jawab ninsya yang mulai berjalan keluar kamar, iqdam menahan tangan nada.
"kamu mau kemana?" tanya iqdam.
"ih aku tadi kan sudah jawab, aku gak kemana-mana" jawab nada sedikit kesal karena harus mengulangi jawaban yang sama.
"trus kenapa barang-barang mu kau bawa?" tanya iqdam lagi.
" lah terserah aku lah ,barang-barang aku bukan barang mu" kata nada.
"kamu kalau ditanya itu jawab sesuai pertanyaan gak usah bertele-tele" iqdam meninggikan suaranya.
"kok kamu bentak aku sih , aku kan cuma mau pindah ke kamar tamu" kata nada yang kaget mendengar suara iqdam meninggi.
"oalah dia cuma mau pindah ke kamar tamu , aku kira mau minggat dari sini" batin ninsya kecewa ternyata nada tidak pergi.
__ADS_1
"kenapa kamu ke kamar tamu?" tanya iqdam.
"ish dia ini, pura-pura lupa atau bagaimana sih" batin nada
"ya kan kamar ini mau digunakan untuk calon pengantin baru , kan lebih baik kalau aku pindah ke kamar tamu , nggak mungkin dong aku disini " kata nada lantas berlalu pergi keluar kamar.
"hm wanita ini sadar juga ternyata, baguslah kalau begitu, kalau sekarang kamu keluar dari kamar ini lain waktu kamu akan kubuat keluar dari apartemen bahkan hidup iqdam" tawa ninsya dalam hati seperti memenangkan suatu hal.
iqdam yang melihat nada akan keluar kamar ingin mengejarnya namun ditahan oleh ninsya.
"mau kemana sih sayang, lebih baik bantu aku menyusun barang-barang ku dikamar ini" ajak ninsya pada nada.
ketika sampai di pintu kamar nada berhenti kemudian berkata.
"ingat ya, kalian belum sah menjadi suami istri , dosa besar jika kalian tidak bisa menahan nafsu malam ini" nada memperingatkan kepada mereka berdua.
sontak iqdam melepas pegangan tangan ninsya yang sedari tadi menempel di lengannya, ia merasa tersindir karena kata-kata nada.
nada menyusun semua pakaian dan barang-barangnya di kamar tamu.
di kemudian berbaring di atas kasurnya,
nada mengambil ponselnya, dia membuka berbagai game di ponselnya, ketika jarinya memainkan ponselnya dia tidak sengaja mengklik galeri, dia terdiam melihat potret pernikahannya 2 hari lalu.
"2 hari lalu aku menjadi seorang istri, tapi 2 hari lagi juga aku akan di madu, kemana jalan cerita ini akhirnya?" nada bertanya-tanya
"sebaiknya dari sekarang aku memikirkan rencana kehidupanku selanjutnya, aku nggak mungkin diam begini, jika mas iqdam tidak pernah mencintaiku sampai nanti, lebih baik aku meminta cerai padanya, aku harus bisa menjelaskan pada ayah dan bunda tentang ini, aku yakin mereka akan mengerti situasi ini" kata nada, kemudian dia meletakkan ponselnya kembali dan tidur.
.
.
adzan subuh berkumandang telinga nada samar-samar mendengar, kemudian ia perlahan-lahan membuka matanya, ia kemudian meraih ponselnya ia lihat sekarang sudah jam 04.00.
" sudah subuh ternyata" ia bangkit dari tidurnya kemudian berjalan ke kamar mandi, mad mengambil air wudhu kemudian melaksanakan sholat subuh.
setelah selesai nada pergi ke dapur untuk memasak, nada melewati ruang tamu, matanya tertuju pada seseorang yang terbaring di sofa ruang tamu.
"siapa itu?"nada yang melihat ada seseorang di ruang tamu kemudian ia menyalakan lampu ruang tamu.
__ADS_1
"mas iqdam, semalam dia tidur di sini, kupikir dia akan tidur bersama calon istrinya itu" batin nada.
"ah mas bodoh lah, lebih baik aku masak saja" nada yang melangkahkan kakinya beberapa meter dari tempat iqdam tidur baru teringat suatu hal.
"oh iya ini kan sudah subuh , mas iqdam mungkin belum sholat" nada kemudian mundur lagi untuk membangunkan iqdam.
"mas , mas iqdam ,sudah subuh waktunya sholat" nada berjongkok dan menepuk-tepuk lengan iqdam ,tapi iqdam belum kunjung bangun.
"orang ini kenapa susah banget di bangunin" nada yang kesal karena iqdam tak kunjung bangun kemudian berdiri, saat nada berdiri tiba-tiba dia kehilangan keseimbangan sontak tubuhnya terjatuh di atas badan iqdam.
iqdam tersentak karena tubuhnya seperti tertimpa sesuatu. di membuka matanya dan melihat nada sudah berada di atasnya.
pandangan mereka bertemu, sejenak mereka terdiam dan saling pandang.
"jantungku, kenapa jantungku berdebar begini?" batin nada.
iqdam yang melihat wajah nada begitu dekat sangat mengagumi kecantikan nada,
"kenapa dia cantik sekali, matanya begitu indah, dan tatapannya menyejukkan hati. trus kenapa juga jantungku tiba-tiba berdebar begini? apa aku mulai menyukainya" iqdam juga merasakan jantungnya berdebar lebih kencang dan adik dibawah sana juga tiba-iba berdiri.
"sial! kenapa dia tiba-tiba berdiri juga" batin iqdam
tiba-tiba mereka tersadar nada kemudian bangkit dan langsung berdiri, iqdam juga kemudian duduk .
"mmm mas sudah subuh waktunya sholat" kata nada yang menyembunyikan kegugupannya.
"hmm iya" iqdam lebih terlihat tenang walaupun sebenarnya jantungnya juga tak kalah berdebar hebat.
"sekalian bangunin ninsya untuk sholat juga , aku mau memasak dulu" kata nada lagi
"apa kamu sudah sholat" tanya iqdam
"sudah"jawab nada singkat
Iqdam memperhatikan gerak-gerik nada yang terlihat salah tingkah.iqdam tersenyum karena nada terlihat lucu saat sedang gugup.
iqdam kemudian berdiri dan menyentuh tangan nada, dia sengaja melakukannya untuk menggodanya, nada yang mendapat perlakuan demikian sontak menepis tangan iqdam.
Iqdam kemudian langsung menarik nada dalam pelukannya karena sikap nada ini, ia berkata
__ADS_1
"kenapa? aku kan suamimu, harusnya kau senang bukan jika ku sentuh, kita selama ini bahkan belum pernah melakukan ini, apa kau menyukainya" kata iqdam .
nada kaget dengan sikap iqdam tapi setelah menatap iqdam dan mendengar kata-kata iqdam ia kemudian teringat dengan perjanjian mereka tadi malam.