
"aku minta cerai mas" kata nada tiba-tiba.
mereka semua melihat ke arah nada.
"talak aku sekarang mas" tegas nada lagi.
"m m maksud kamu?" iqdam terbata-bata karena tak percaya jika nada langsung meminta cerai padanya.
"apa kamu nggak dengar mas? ceraikan aku sekarang , aku tak mau lagi menjadi istrimu" jawab nada.
ayah dan bunda hanya diam mendengar nada, mereka tak mungkin menghalangi nada karena dalam hal ini nada tak pernah salah, iqdam putranya yang begitu egois dan maruk.
"kenapa kamu diam mas? kalau kamu nggak mau menceraikan aku, aku akan menggugat kamu di pengadilan" kata nada, kemudian nada melangkah pergi.
"tunggu nak, kamu mau kemana?" bunda vena menghentikan nada yang akan pergi keluar rumah.
"nada akan pergi bund" jawab nada yang menoleh pada bunda.
"bunda tau perasaan kamu saat ini, bunda tak akan menghalangi keputusanmu nak, bunda menghargai semua keputusanmu, tapi sekarang ini sudah mulai malam , menginap lah disini sayang"kata bunda.
"tidak bund, nada akan pergi ke rumah teman nada, bunda nggak usah khawatir, nada akan baik-baik saja bund" nada meyakinkan bunda vena.
__ADS_1
"hm kalau begitu bunda antar ya sayang, dimana rumah teman kamu?" bunda vena sudah kehabisan kata untuk membujuk nada, untuk sekarang dia hanya bisa mendukung semua keputusan nada saat ini.
"nggak perlu bund, nada naik taksi saja, bunda dan ayah jaga diri baik-baik ya, nada minta maaf jika saat jadi menantu ayah dan bunda nada banyak melakukan salah" kata nada, bunda yang mendengar perkataan nada langsung memeluk nada.
"kamu bukan menantu bunda sayang, kamu adalah anak bunda, kamu adalah yang terbaik nak, maafkan ayah dan bunda yang tidak bisa membuat kamu bahagia, ayah dan bunda telah gagal menjalankan wasiat ayah kamu" kata bunda yang menangis dalam pelukan nada.
iqdam tertunduk diam melihat kedekatan bunda dan istrinya itu.
sedangkan ninsya melengos kesal dan jengah melihat drama tak bermutu dimatanya itu.
nada kemudian melepaskan pelukan bunda mertuanya.
"ini semua bukan salah ayah dan bunda, semua ini sudah di takdirkan allah bund, nada beruntung sekali selama ini sudah diperkenalkan pada ayah dan bunda, terimakasih untuk semuanya ya yah bund, nada akan selalu menganggap kalian sebagai orang tua nada, dan mulai sekarang nada akan belajar hidup lebih mandiri dan kuat lagi, doakan nada ya bund" kata nada, kemudian nada berpamitan untuk pergi.
"kalau sudah berani pergi nggak usah balik-balik lagi" kata ninsya .
"tenang saja aku bukan kamu, setelah selama ini, hari ini aku baru tau warna asli dirimu, ternyata tak seindah yang diceritakan suami kita, eh suami kamu deh sekarang" balas nada menohok.
"kamu ya" ninsya geram pada nada karena sekarang nada lebih berani berkata-kata.
"ups ,hati-hati urat kemarahan kamu terlihat, nanti takutnya sekalian rahasia besar mu ikut kau tunjukkan juga, selamat menikmati menjadi istri tunggal tuan iqdam rendra wisnutama" kata nada kemudian pergi mengambil kopernya dan meninggalkan rumah wiradinata.
__ADS_1
.
.
.
setelah keluar dari kediaman wisnutama nada menaiki taksi online yang sudah menunggunya di luar gerbang.
"kemana non" kata pengemudi taksi online.
"sesuai aplikasi saja ya mbak" kata nada, kemudian dia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
"kamu dimana aku ke tempat kamu sekarang" tulis nada di pesan whatsapp pada thalita.
beberapa saat kemudian.
"aku masih keluar beli makan" balas thalita.
"kalau kamu mau datang, kuncinya aku taruh bawah pot bunga dekat pintu" pesan masuk dari thalita lagi.
"ok" nada yang membaca pesan thalita kemudian menutup ponselnya.
__ADS_1
dia menyandarkan kepalanya ke bangku mobil, nada kemudian mengelus perutnya yang masih rata.
"jika dia tak mengakui berhubungan denganku pasti dia juga tak mengharapkan kamu sayang, tapi kamu tenang saja ibu janji akan menjaga kamu dan membesarkan kamu, ibu akan berusaha sekuat ibu agar kamu tak kekurangan apapun, kamu sekarang adalah satu-satunya semangat ibu yang bisa membuat ibu kuat, bertahanlah bersama ibu nak" batin nada, nada tak ingin meneteskan air matanya hanya untuk mengingat laki-laki seperti iqdam, dia yakin iqdam tak pantas untuk ditangisi, yang dia inginkan sekarang mengubah hidupnya agar lebih baik lagi, nafa juga memutuskan untuk tak bertemu dengan keluarga wisnutama untuk menyembunyikan kehamilannya.