
malam pertama iqdam dan nada terlewat begitu saja.
di kediaman wisnutama
pak wisnu dan istrinya berbaring di kamar mereka.
"bunda kenapa senyum-senyum" tanya wisnu pada istrinya
"hehe,,,yah bunda ngebayangin kalau nanti kita sudah punya cucu dan bunda nanti akan di panggil oma, pasti menyenangkan sekali ya yah"jawab bunda vena dan menoleh pada suaminya.
"iya bund, ayah juga sudah berpikiran kesana, semoga iqdam dan nada bisa segera memberikan kita cucu kalau bisa banyak ya bund"
" aminnn" bunda mengaminkan doa ayah.
"jadi ingat masa-masa dulu ya bund" kata ayah
" masa apa yah?" tanya bunda menimpali perkataan ayah.
" yah dulu waktu baru nikah sama bunda, bunda beda banget pada waktu itu " jawab ayah
"memang bedanya apa yah? "tanya bunda vena lagi
"yaa kan bunda dulu pendiem banget, jadi kelihatan manis,cantik dan anggun" jawab ayah sambil membayangkan ketika dulu mereka baru saja menikah, ayah dan bunda dulu menikah juga dijodohkan oleh orang tua mereka.
"oh maksud ayah sekarang bunda bawel gitu? trus bunda juga nggak cantik lagi? gitu ya yah?" bunda menatap ayah dengan tatapan merajuk.
" ayah kan nggak bilang gitu bund" jawab ayah
"memang nggak bilang tapi memang itu kan maksud ayah " bunda mengerucutkan bibirnya seperti anak kecil yang minta es krim namun tidak di belikan.
"memang nggak berubah sikap wanita itu dari dulu, tetap suka merajuk " batin ayah
"nggak bund ,bunda tetep cantik dong, sebawel apapun bunda ,bunda tetap istri ayah yang terbaik kok, dan yang paling ayah cintai" ayah memuji bunda agar tidak marah lagi.
"alah gombal" jawab bunda
"kok gombal ,ini beneran bund" jawab ayah ,
bunda menoleh pada ayah ,melihat ekspresi ayah yang lucu dan terus menggodanya
akhirnya bunda tidak merajuk lagi, mereka bersenda gurau dan bernostalgia mengingat masa-masa muda mereka dalam menjalani pernikahan yang indah dan langgeng sampai sekarang.
__ADS_1
"ayah"panggil bunda suaminya itu.
"ada apa bund?" sahut ayah.
"em menurut ayah apa iqdam akan bisa mencintai nada ?" tanya bunda vena pada suaminya.
"bisa lah bund nada kan anaknya cantik dan kepribadian baik" kata wisnu menjawab pertanyaan istrinya.
"tapi ayah lihat nggak sih kalau sejak mereka bertemu, mereka belum pernah bertegur sapa" kata bunda sambil mengingat kapan iqdam dan nada pernah bertegur sapa.
"hm iya sih bund tapi sekarang mereka sudah menjadi suami istri, dan iqdam juga memilih untuk tinggal sendiri di apartemen dengan nada, jadi mereka kan nanti sudah banyak mengobrol, bunda nggak usah khawatir iqdam kan sudah dewasa ,pasti dia juga sudah mengerti tanggung jawab terhadap hidupnya" kata ayah meyakinkan bunda agar tidak selalu khawatir masalah putra dan menantunya itu.
"semoga ya yah" jawab bunda.
"lebih baik kita tidur bund, besok ayah ada pertemuan di kantor" ajak ayah pada bunda karena malam semakin larut dan ayah sudah merasa ngantuk.
bunda hanya menjawab dengan anggukan kepala , kemudian mereka tidur.
.
keesokan harinya nada bangun , ia melihat bahwa dirinya berada di kasur,.
"hm aman pakaianku masih utuh seperti kemarin" nada bernafas lega.
kemudian nada melihat kearah sofa dan melihat sosok iqdam sedang tertidur di sofa dan dalam keadaan duduk.
"apa dia yang memindahkan aku kesini? kok aku nggak kerasa ya dipindahin ke sini" nafa bertanya - tanya dalam hatinya.
beberapa saat kemudian adzan subuh berkumandang .
"sudah subuh ternyata"kemudian nada turun dari tempat tidur dan melangkah pergi untuk mengambil air wudhu, nada akan melaksanakan sholat subuh, nada berhenti di depan iqdam yang masih tertidur, nada berniat untuk membangunkan iqdam.
"tampan sekali dia" kata nada dalam hati yang kagum dengan ketampanan suaminya. nada senyum- senyum sendiri memperhatikan suaminya yang sedang tidur, ia membayangkan betapa bahagianya jika memiliknya seutuhnya.
"ih apaan sih pikiranku, aku kan mau membangunkannya kenapa jadi mikir yang tidak-tidak" kata nada memukul-mukul kepalanya pelan karena memikirkan hal yang bukan-bukan.
"tuan,,, tuan iqdam bangun, sudah subuh " nada membangunkan iqdam tapi iqdam sepertinya tak mendengar nada.
berkali-kali nada memanggil nam suaminya itu namun iqdam belum juga bangun.
"kok dia masih nggak bangun" kata nada
__ADS_1
nada kemudian memberanikan diri untuk menyentuh iqdam agar dia bangun.
nada sempat ragu " nanti dia marah nggak ya aku bangunin "nada berfikir lagi
"ah kan aku sudah menjadi istrinya dan ini sudah kewajiban ku untuk mengingatkannya " kemudian nada menepuk-nepuk lengan iqdam.
" tuan sudah subuh,ayo bangun" setelah beberapa kali menepuk lengan nya iqdam baru terbangun .
iqdam mengucek-kucek matanya , dia tersentak karna nada ada di depannya.
" kamu ngapain disini" iqdam bertanya pada nada yang masih berdiri di depannya.
"mmm saya membangunkan tuan" jawab nada , nada gugup ketika iqdam terus menatapnya.
"memang ada apa kamu membangunkan aku"
tanya iqdam lagi
"sudah subuh tuan mari kita sholat" jawab nada .
iqdam kemudian meregangkan tubuhnya agar tubuhnya terasa enteng, iqdam yang sudah sadar sepenuhnya baru mendengar ternyata adzan subuh memang telah berkumandang.
"ohh,,, ya sudah kamu sholat dulu nanti gantian " jawab iqdam menyuruh nada untuk melaksanakan sholat dulu.
" sebaiknya kita sholat jamaah saja tuan, lebih banyak pahalanya?" pinta nada
"hmmm yaa" iqdam kemudian bangkit dari duduknya dan berjalan ke kamar mandi.
mereka bergantian untuk mengambil wudhu, iqdam kemudian berganti baju dengan baju koko dan nada memakai mukenanya.
"kenapa dia semakin tampan saja " batin nada yang melihat suaminya.
"kenapa kamu melihatku seperti itu" tanya iqdam yang mendapati nada terbengong melihat dirinya.
"mmm nggak papa kok tuan" sontak nada menundukkan kepalanya , ia ketahuan memandangi iqdam .
kemudian mereka berdua melaksanakan sholat subuh berjamaah.
......................
...gimana nih temen-temen? bener nggak kalau suami itu terlihat semakin tampan jika berbaju koko, yang setuju angkat tangan dong☝️...
__ADS_1