
setelah resmi bercerai dari iqdam kini nada fokus dengan bisnis onlinenya, dia juga masih menempuh kuliahnya dengan mengikuti kuliah secara daring.
hari-hari berlalu masa kehamilan nada kini sudah menginjak usia 9 bulan, bisnis yang digelutinya kini berkembang pesat, selain itu nada juga telah membuka 4 cabang toko offline nya.
siang ini jadwal nada untuk periksa ke dokter kandungan, dengan di temani thalita nada mengantri di depan ruang periksa dokter kandungan.
"terimakasih tuan dan nyonya wisnutama, semoga dilancarkan untuk persalinannya besok ya" suara asisten dokter kandungan saat mengantarkan pasien keluar ruangan.
"iya terimakasih sus" jawab pasien dengan singkat.
"wisnutama?" nada seketika berbalik badan saat mendengar kata wisnutama.
"kamu kenapa nad?" tanya thalita yang berada disamping nada.
"emm gak papa kita pulang dulu yuk" jawab nada.
"pulang nad, kenapa pulang? kita kan antri dari tadi, 2 nomor lagi giliran kamu" tanya thalita bingung karena tiba-tiba nada mengajak pulang.
"udah pulang dulu deh, nanti aku jelasin"jawab nada menarik tangan thalita.
dengan perut besarnya nada berjalan sedikit terburu-buru hingga depan rumah sakit, sesampainya di depan dia menghentikan taksi, kemudian nada dan thalita menaiki taksi tersebut.
"kemana nona?" tanya supir taksi setelah mereka berdua duduk di belakang supir taksi.
__ADS_1
"em jalan dulu pak"jawab nada, supir taksi hanya menjawab dengan anggukan.
saat taksi mulai berjalan tiba-tiba terhenti karena ada mobil yang tiba-tiba berbelok.
"astagfirullah, kenapa pak?" tanya thalita pada sang sopir.
"em maaf non itu ada mobil tiba-tiba belok" jawab sopir apa adanya.
nada melihat mobil yang di maksud sopir taksi, matanya masih bisa mengenali mobil siapa yang berbelok tadi.
"hmm ternyata firasatku benar, untung saja aku tadi cepat-cepat pergi dari sana" batin nada.
"ceritain nad, kenapa kamu tiba-tiba ngajak pulang" tanya thalita pada nada.
"astagfirullah laper nad? kamu laper trus sudah antri dari tadi ngajakin aku pulang? kamu bercanda ya" mata thalita melotot dan mendekat ke nada.
saat nada akan menjawab tiba-tiba perutnya berbunyi
"kruk krucuk krucuk" suara perut nada, kebetulan sekali karna sebenarnya nada hanya mencari alasan pada thalita, bahwa sebenarnya dia mengajak pulang thalita karena dia mendengar nama wisnutama di sebutkan.
"etdah kamu laper beneran" kata thalita setelah mendengar suara perut nada.
nada hanya mengangguk mengiyakan kata thalita.
__ADS_1
"hemm yasudah pak ke restoran Mataram ya pak" suruh thalita pada sopir taksi.
"ngapain kesana lita?" tanya nada
"kita kesana main tenis dong, iyakan ya" thalita membuang nafasnya kesal pada nada.
"emang di sana ada tempatnya?" tanya nada lagi bingung dengan jawaban thalita.
"ya nggak adalah, kita kesana makan nada aisha wiradinata, MAKAN, makan kamu kan laper, ish " jawab thalita gemas dengan sahabatnya itu.
"hahahaha" nada malah tertawa melihat ekspresi thalita,
"haduh jabang bayi, nak semoga kamu tetap keren seperti ibu ya nanti" kata nada sambil mengelus perut besarnya.
"maksud kamu aku gak keren gitu, awas ya nanti kalau anak kamu mirip aku?" thalita memasang muka cemberut dan semakin membuat nada tertawa.
selang beberapa menit mereka sampai di restoran yang di maksud.
...****************...
hampir aja kan ya mereka ketemu?
coba kalau mereka ketemu lagi,
__ADS_1
gimana jika posisi kalian berada salah satu dari mereka, kira-kira apa yang akan kalian lakukan?"