Ternyata DIA Istri Terbaik

Ternyata DIA Istri Terbaik
pengadilan agama


__ADS_3

setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit nada dan thalita sampai di pengadilan agama.


"kamu sudah siap?" tanya thalita.


nada mengambil nafas dalam-dalam dan menghembuskannya untuk memantapkan hatinya.


"siap" jawab nada dengan semangat.


"lets go" kata thalita.


thalita kemudian menggandeng tangan nada untuk masuk ke tempat pendaftaran.


"selamat pagi ada yang bisa kami bantu?" sapa resepsionis pengadilan.


"saya mau mendaftarkan perceraian bu?" jawab nada.


"apa nyonya sudah membawa semua dokumen yang dibutuhkan?" tanya resepsionis itu lagi


"sudah bu, semuanya sudah saya siapkan" jawab nada.


"baik nyonya silakan duduk kami akan menyiapkan formulir untuk anda isi" kata resepsionis tadi.


"baik bu" nada kemudian duduk dan menjawab semua pertanyaan yang di tanyakan resepsionis, mulai dari data diri nya dan suami serta alasan yang membuatnya mendaftarkan gugatan cerai untuk suaminya.


"sudah selesai nyonya, ibu nanti akan ada agenda sidang mediasi satu minggu lagi" kata resepsionis itu.


"terimakasih bu" kata nada.


"sama-sama" jawab resepsionis.


setelah selesai pendaftaran nada dan thalita kemudian pulang ke rumah.


sesampainya di rumah,


"panas banget nad, kamu mau minum apa?" tawar thalita.


"es jeruk manis" jawab nada.


"oke" thalita kemudian pergi ke dapur membuatkan es jeruk untuk dirinya dan thalita.

__ADS_1


"silakan bumil cantik" thalita menyuguhkan pada nada.


"terimakasih" jawab nada.


"eh nad suami kamu itu bagaimana sih?" thalita tiba-tiba menanyakan tentang iqdam.


"bagaimana gimana maksud kamu?" nada bingung menjawab pertanyaan thalita.


"ya tampangnya lah ganteng apa nggak gitu" kata thalita.


"ya ganteng sih, dia sebenarnya pekerja keras sayang sama keluarga tapi" nada menghentikan kata-katanya.


"tapi kenapa nad?" tanya thalita.


"ya tapi itu dia nggak bisa tegas trus juga nggak adil sama aku, aku rasa dia itu kalau sama ninsya nurut sekali, apapun yang dikatakan ninsya pasti dia berusaha menurutinya" kata nada menceritakan tentang iqdam.


"jangan-jangan suami kamu kena pelet wanita bernama ninsya itu lagi" kata thalita mengira-ngira.


"hus apaan sih kamu, zaman sekarang memang masih ada pelet-pelet gitu, lagian mas iqdam dan ninsya memang sudah menjalin hubungan jauh sebelum aku menikah dengan dia" kata nada.


"ohh gitu, kamu nggak menyelidiki bagaimana masa lalu mereka?" tanya thalita lagi.


"sudahlah nggk usah bahas mereka, nanti mereka kesandung lagi kalau kita bahas-bahas mereka" kata nada lagi.


"hahaha kamu bisa saja nad" jawab thalita.


"lah kata orang kan gitu, kalau kita ngomongin orang nanti orang yang kita omongin bisa-bisa kesandung sesuatu" kata nada.


"trus kamu percaya gitu?" jawab thalita.


"nggak hahaha", kata nada sambil tertawa.


saat mereka sedang bergurau tiba-tiba ada telepon masuk ke hp thalita.


"sebentar ya" kata thalita, kemudian keluar menerima telepon.


"oke" nada mengacungkan jempolnya.


.

__ADS_1


.


.


"kamu apa kabar?" kata seseorang diseberang telepon.


"baik kamu sendiri bagaimana?" jawab thalita


thalita berbincang dengan teman diseberang telepon sekitar 15 menit, setelah thalita berbicara dia menutup ponselnya dan berjalan masuk rumah lagi.


"kamu dapat hadiah?" tanya nada yang masih di dalam ruang tamu.


"hadiah! hadiah apa" jawab thalita heran karena tiba-tiba nada menanyakan hal yang aneh.


"la trus kenapa senyum-senyum sendiri setelah menerima telepon?" jawab nada.


"ih kamu , aku tadi telpon sama temen aku , kok dapat hadiah sih" jawab thalita kesal karena tadi dia pikir nada serius.


"ya kan mungkin saja teleponnya bunyi begini, selamat saudari thalita anda mendapatkan cek resmi senilai 500 juta dari PT bla bla bla bal hahaha" kata nada .


"oh kamu sering ya dapat panggilan seperti itu sampai hafal kata-katanya?" tanya thalita.


"hahaha iya betul" jawab nada.


"hahaha trus kamu jawab apa kalau dapat uang segitu?" kini ganti thalita yang bertanya.


"ya aku jawab oh terimakasih mas mbak uangnya buat mas dan mbak saja hahaha" jawab nada.


thalita yang mendengar jawaban nada semakin tertawa terpingkal-pingkal.


"udah udah perut aku sakit" kata nada.


"kenapa sakit? sakit bagaimana?" thalita tiba-tiba panik mendengar perut nada panik.


"anak aku capek denger ketawa kamu " jawab nada.


"eh denger ketawa mak nya kali, kan kamu yang ketawanya kenceng banget" kata thalita.


......................

__ADS_1


__ADS_2