
"malah ketawa lagi, ya kan sebenernya itu maunya kamu kan" kata thalita pada nada sambik memonyongkan bibirnya.
"iya deh iya, soalnya sekarang aku lagi banyak makan , banyak minum trus juga banyak tidur" jawab nada .
"yasudah aku pesen pakai go food aja ya" kata thalita.
"aku maunya langsung makan di tempat sambil lihat penjualnya yang bikin" kata nada.
"haduh kamu mau lihat abang-abang martabak bikin martabak, atau mirip abang siomay gimana ? awas nanti anak kamu mirip sama abangnya haha"kata thalita memperingatkan nada.
"gak papa mirip semangat kerjanya asalkan jangan mirip wajahnya wek hahaha" jawab nada.
"nah kalau abangnya ganteng mirip gak papa" timpal thalita.
"nggak boleh, harus mirip aku lah, jangan mirip orang lain deh" jawab nada.
mereka tertawa bersama-sama , dengan bersama thalita nada sedikit berkurang rasa sedihnya karena keadaannya, nada dan thalita pun keluar rumah untuk membeli makanan yang di inginkan nada.
"nad trus rencana kamu apa setelah ini?" tanya thalita saat mereka sedang menunggu pesanan siomay jadi.
"ya aku mau lebih serius lagi ngurus toko online kita lit, aku mau rencana untuk buka cabang toko offline terealisasi juga, jadi semakin banyak toko kita semoga semakin banyak juga pelanggan yang kita punya" jawab nada.
"terus masalah perceraian kamu?" tanya thalita lagi.
"besok aku mau ke pengadilan untuk daftarin perceraian aku, tolong temenin aku besok ya" jawab nada.
"hmm oke deh, semoga semua nya berjalan lancar nad, dan aku yakin kamu bisa bangkit menjadi lebih baik dan menjadi wanita kuat untuk anak kamu, oke" thalita mengacungkan jempolnya untuk menyemangati nada.
"amin terimakasih sahabatku tersayang" jawab nada.
"mbak ini pesanannya" kata tukang siomay yang memberikan pesanan mereka.
"terimakasih bang" jawab mereka bersamaan, mereka tertawa lagi.
setelah selesai dan kenyang dengan semua makanan yang di beli, mereka menaiki taksi untuk pulang ke kosan thalita. kali ini nada tidak memuntahkan isi perutnya, dia merasa lebih baik sekarang.
"oh ya nad besok kita berangkat jam berapa?" tanya thalita.
"hm jam 9 saja gimana?" jawab nada.
"oke " kata thalita.
__ADS_1
setelah sampai dirumah mereka ber istirahat, thalita yang tadi kekenyangan karena diajak wisata kuliner malam oleh nada langsung tidur saja, nada juga tertidur disamping thalita tiba-tiba nada bermimpi buruk, nada bermimpi tentang kecelakaan yang dialaminya dulu, dia terbangun dari tidurnya,
"astagfirullah, kenapa tiba-tiba aku mimpi tentang kejadian itu lagi" kata nada sambil mengelus dadanya, nada mengatur nafas karena terengah-engah.
setelah sedikit tenang nada kembali berbaring dan memejamkan matanya, tapi nada masih belum bisa tidur lagi, dia kembali membuka matanya.
"lebih baik aku ambil wudhu terus sholat dulu, siapa tahu nanti bisa tidur setelah sholat"
dia kemudian bangkit dan menuju kamar mandi.
nada kemudian mengambil mukena dan melaksanakan 2 rakaat shalat malam, setelah selesai dia berdoa.
"yaa allah semoga jalan yang ku pilih adalah jalan yang terbaik untuk hamba dan calon anak hamba, berikan hamba kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi ini semua, dan berikan hamba rezeki yang cukup untuk hidup hamba dan anak hamba ya allah, amin" doa nada.
setelah selesai sholat dan berdoa nada kemudian kembali berbaring untuk tidur ,sekarang hatinya lebih tenang, tak berapa lama nada sudah tertidur.
.
.
.
"sudah subuh ternyata, lit lita ayo bangun yuk sholat dulu, sudah subuh" nada menggoyang goyangkan tubuh lita.
"hmm" thalita hanya menjawab dengan deheman saja.
"anak ini ternyata belum berubah" batin nada.
"hmm aku punya ide" nada tersenyum dan kemudian turun dari kasur menuju kamar mandi, dia mengambil wudhu kemudian menggunakan mukenanya.
Nada menutup wajahnya dengan mukena dan mendekatkan ke wajah thalita,
"thalita, thalita, bangun ayo bangun ini saya" nada membesarkan suaranya.
"thalita, ayo bangun cepat cepat" kata nada lagi lebih keras.
thalita yang mendengar suara mencoba membuka matanya, belum sepenuhnya matanya terbuka dia melihat sosok putih besar di depan wajahnya.
"haaaaaaa hantu" sontak thalita sadar dan langsung turun dari ranjang dia menutupi dirinya dengan selimut sambil memejamkan mata dan mencari gagang pintu.
nada yang melihat tingkah thalita sontak tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
"eh tunggu kayak pernah dengar suaranya"thalita langsung membuka matanya setelah mendengar suara tertawa.
"wah aku dikerjain nih " batin thalita kemudian dia membuka selimutnya dan melemparkannya ke nada.
"sudah kuduga pasti kamu" gerutu thalita.
nada yang mendengar thalita semakin tertawa.
" sudah kuduga kok masih ketakutan" jawab nada.
"aku hanya akting wek" jawab thalita gengsi dibilang takut.
"oh akting ya, awas tuh dibelakang kamu " kata nada.
"apa" teriak thalita
"katanya akting kok kaget" ejek nada.
" iya deh takut aku , aku takut" kata thalita.
"yasudah sana ambil wudhu trus kita shalat subuh" perintah nada.
"baik ibu" jawab thalita kemudian berlari keluar kamar, dia tahu kalau dia masih disana pasti di timpuk bantal sama nada.
setalah selesai sholat mereka bersih-bersih rumah kos thalita dan memasak sarapan, mereka tertawa bersama karena mengingat masa-masa waktu mereka di panti asuhan dulu, mereka sangat dekat karena satu kamar dan selalu membantu ibu panti bersama.
setelah sarapan dan menunggu beberapa jam , jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi.
"jadi berangkat sekarang?" tanya thalita.
"jadi lah ini aku sudah siap dan sudah mempersiapkan semuanya"jawab nada.
"oke lets go kita daftar kebebasan buat kamu" semangat thalita menggebu-gebu
"kebebasan?" kata nada
"iya kebebasan dari pernikahan rumit mu dan dari laki-laki egois seperti suamimu itu" jawab thalita
"ohh iya betul betul ayo" nada juga jadi semangat
"kamu yang pintar ya nak, kamu sehat-sehat terus di dalam perut ibu,oke" kata nada sambil mengelus perutnya yang masih rata.
__ADS_1