Ternyata DIA Istri Terbaik

Ternyata DIA Istri Terbaik
kemana nada?


__ADS_3

saat iqdam menjamah nada dia hanya berfikir bahwa semua yang di katakan ninsya padanya adalah kebohongan ,dan dia harus membuktikannya sendiri.


beberapa waktu lalu ninsya pernah mengatakan padanya jika nada mempunyai laki-laki lain, nada pernah di antara oleh seseorang ke apartemen, namun waktu itu iqdam tak menggubrisnya, karna mungkin ninsya hanya cemburu pada nada.


"dia, dia masih perawan? berarti dia tak membohongiku" iqdam melihat bercak merah di atas ranjang nada.


dia kini merasa bersalah pada nada telah menuduhnya yang bukan-bukan.


"aku, aku minta maaf nad" kata iqdam yng melihat nada masih menangis setelah dia menjamahnya dengan paksa.


"maaf, percuma kata maaf mu itu, kau benar-benar lelaki biadab, lelaki yang egois, laki-laki banyak omong dan janji, semua perkataanmu ternyata dusta" kata nada dengan amarahnya.


"pergi kau, pergi kau dari sini", nada mengusir nada dari kamarnya.


"aku minta maaf nad, aku khilaf" iqdam mencoba membujuk nada.


"pergi! pergi kataku, pergi! aku muak dengan semua omong kosongmu, pergi!" iqdam kemudian pergi keluar agar nada memiliki waktu untuk menenangkan diri.


setelah iqdam keluar kamar nada menangis lagi.


"aww" nada merasakan sakit di sekujur tubuhnya, dia mencoba melangkahkan kakinya untuk pergi ke kamar mandi.


"kenapa sakit sekali" katanya.


sampai di kamar mandi nada mengguyur seluruh tubuhnya, di menggosok tubuhnya sedikit keras, dia merasa jijik mengingat semua perlakuan iqdam padanya.


"kupikir dengan aku mendengar semua katamu kau jug akan menepati janjimu, ternyata aku salah besar ,kau tetaplah laki-laki egois" gerutu nada, dia meratapi nasibnya yang selalu tak sesuai dengan keinginannya.


setelah dari kamar mandi nada kembali ke kamar dan berganti pakaian, tubuhnya masih kelelahan, dia berbaring di atas ranjang hingga tertidur.


keesokan harinya iqdam keluar dari kamarnya, dia merasa haus,dia melangkahkan kakinya ke dapur, dia melewati kamar nada yang masih tertutup rapat,

__ADS_1


"apa dia sudah bangun, mungkin saja dia sudah di dapur" batinnya.


iqdam kemudian meneruskan langkahnya untuk pergi ke dapur, sesampainya di dapur iqdam tak menjumpai nada dan tak melihat makanan tersaji di atas meja dapur.


"jam berapa ini? tumben dia belum menyiapkan makanan, apa dia masih tertidur?" iqdam bertanya-tanya dalam hatinya.


selesai makan dia kembali ke kamarnya, di lihatnya ponselnya, tertera jam 06.30 di ponselnya.


"sudah jam segini kenapa dia belum bangun? apa dia masih sakit karena semalam" batin iqdam, kemudian dia pergi ke kamar nada untuk mengecek kondisinya.


tok tok tok iqdam mengetuk pintu kamar nada beberapa kali tapi tidak ada jawaban dari dalam,


"tidak di kunci" iqdam memegang knop pintu kamar nada, dia kemudian masuk dan melihat kamar nada yang sudah rapi, semua sprei dan berantakan semalam sudah tak ada lagi.


"nad, nada kamu dimana?" panggil iqdam , iqdam kemudian mengecek kamar mandi tapi nada juga tidak ada di sana.


"kemana dia sebenarnya pagi-pagi begini? apa dia sudah berangkat ke kampus " batin iqdam.


"kenapa lemarinya kosong?" mata iqdam melotot melihat isi lemari nada yang kosong tak ada sehelai pakaianpun disana.


"pergi kemana dia dengan semua pakaiannya?" iqdam bergegas mengambil ponselnya dia menghubungi ayah dan bundanya.


"hallo dam" suara bunda di seberang telepon


"hallo bund, bunda dimana sekarang" tanya iqdam.


"ya dirumah lah pagi-pagi begini memangnya bunda mau kemana" jawab bunda.


"emm bunda, apa nada pergi ke sana?" tanya iqdam lagi.


"nada! nggak dam, dia nggak kesini ,memangnya kenapa?" tanya bunda balik.

__ADS_1


"nggak kok bund nggak papa" jawab iqdam.


"kamu lagi bertengkar ya sama nada?" tanya bunda.


"hmm ada salah paham sedikit bund, tapi nggak papa kok, yasudah iqdam mau cari nada dulu,mungkin dia pergi ke kampus bund" kata iqdam


"iya, semoga salah paham kalian cepat selesai ya" jawab bunda.


kemudian iqdam menutup teleponnya, dia kemudian bergegas keluar dan mengendarai mobilnya untuk pergi ke kampus nada.


"pasti dia ke kampus" batin iqdam, iqdam mengendarai mobilnya sedikit ngebut.


20 menit kemudian iqdam sampai di kampus nada, dia celingak-celinguk mencari keberadaan nada.


iqdam kesana kemari hampir mengelilingi seluruh gedung kampus tapi dia masih belum menjumpai nada.


"kemana dia sebenarnya, kalau dia nggak ada disini lantas pergi kemana dia?" iqdam bertanya-tanya pada dirinya sendiri, dia bingung harus mencari nada, selain di kampus dia tidak tahu kebiasaan nada pergi kemana, dia juga tidak tahu siapa saja teman-teman nada.


iqdam kemudian keluar kampus untuk mencari nada lagi, tapi sesampainya di depan gedung kampus tubuhnya menabrak seseorang.


"maaf, maaf tuan" kata laki-laki yang bertabrakan dengan iqdam.


"oh oke gak " belum sempat iqdam menyelesaikan kata-katany dia terkejut melihat wajah laki-laki yang ditabraknya.


"kau" kata iqdam sedikit membentak.


"iya tuan, apa tuan mengenal saya?" tanya laki-laki itu.


"kau pasti tahu dimana istriku bukan" kata iqdam yang tiba-tiba mencengkram kerah dirga.


"istri tuan, maksud tuan apa? saya saja tidak mengenal tuan bagaimana saya tahu keberadaan istri tuan" jawab dirga yang heran dengan tuduhan iqdam padanya.

__ADS_1


__ADS_2