Ternyata DIA Istri Terbaik

Ternyata DIA Istri Terbaik
sikap ninsya


__ADS_3

iqdam semakin merapatkan wajahnya ke nada, ketika bibir mereka hampir bersentuhan nada mendorong iqdam, iqdam terjungkal ke sofa.


"apa-apaan kau ini" kata iqdam yang kaget dirinya tiba-tiba di dorong .


"kau yang apa-apaan mas, apa kau sudah lupa dengan perjanjian kita semalam?" kata nada.


"perjanjian?" iqdam mengingat kejadian semalam.


"ish kau diam, baru saja semalam kita membuat kesepakatan, tapi sekarang kau sudah mulai melupakan itu" nada berdecih pada iqdam karena lupa dengan perjanjian mereka tadi malam.


"kesepakatan apa itu" tiba-tiba saja suara ninsya terdengar di ruang tamu.


mereka sontak melihat ke arah suara itu.


"ninsya" kata iqdam, ninsya berjalan mendekat kepada mereka.


"kesepakatan apa yang dimaksud wanita ini sayang?" tanya ninsya lagi.


"bukan apa-apa sya,dia hanya asal ngomong" jawab iqdam.


"asal ngomong bagaimana , jelas-jelas tadi aku mendengar wanita ini membahas tentang kesepakatan" kata ninsya.


ketika iqdam akan menjawab ninsya nada tiba-tiba menyahutnya.


"sudah-sudah, nggak usah berdebat lagi, lebih baik kalian sholat dulu, keburu habis waktunya" setelah mengatakan hal itu nada bergegas pergi ke dapur karena malas berdebat dengan mereka berdua di subuh hari begini.


ninsya sebenarnya masih penasaran dengan kesepakatan yang dibahas iqdam dan nada tadi, tapi dia tak bisa memaksa mereka bercerita karena iqdam mengajaknya untuk sholat subuh dulu, ninsya sebenarnya tidak biasa melaksanakan sholat subuh, biasanya dia akan bangun sekitar jam 8 pagi


, tapi karena ia akan menikah dengan iqdam maka ia harus menjadi wanita yang baik dan sholeh untuk iqdam ,ia tak mau kalah dengan nada.


nada memasak di dapur dengan penuh semangat, dia hari ini memasak menu ayam goreng mentega dan capcay. ninsya tak membantu nada, dia tidak pernah melakukan pekerjaan rumah selama ini.


setelah selesai nada menyiapkan makanan di meja kemudian dia mandi.


iqdam yang dikamar telah siap dengan setelan jaz kantornya bersiap untuk sarapan.


"wangi sekali, apa yang dia masak pagi ini" kata iqdam yang mencium wangi masakan dari arah dapur.


ninsya juga sudah rapi dengan pakaiannya, hari ini dia akan pergi ke tempat praktek dokter dio untuk check up kesehatannya.


ninsya melihat iqdam yang sudah rapi,


"kita berangkat sekarang sayang" kata ninsya,


"kita sarapan dulu"jawab iqdam.


"sarapan! memangnya kamu mau makan masakan wanita itu" kata ninsya sewot

__ADS_1


"kan dia sudah masak ,kasian kalau nggak dimakan"jawab iqdam .


" ya kan dia bisa makan sendiri, aku mau makan di luar ,aku nggak mau makan masakan wanita benalu itu, nggak selera aku" ninsya cemberut karna iqdam mau makan masakan dari nada.


"kok gitu sya? kamu marah? aku kan cuma mau makan masakan dia karena aku mau menghargai dia memasak buat aku"


"ya aku marah" ninsya menjawab singkat agar di dibujuk iqdam.


iqdam menghela nafas dan berkata


"jangan marah ,hari ini kita kan mau check up kesehatan kamu, nanti kalau kamu marah-marah hasilnya tidak makin baik lo, kamu mau dirawat di rumah sakit lagi, lagian kamu nggak cantik kalau kamu cemberut begitu"


"trus aku harus gimana?" tanya ninsya


"ya senyum dong biar kelihatan cantiknya" jawab iqdam dengan lembut.


ninsya yang mendengar kata-kata iqdam berbunga-bunga hatinya, kemudian dia tersenyum .


"aku mau sarapan dirumah tapi kamu harus janji setelah kita ke dokter dio kita jalan-jalan ke mall lalu nonton bioskop, gimana?" pinta ninsya .


"hmm okke" iqdam mengacungkan jempolnya, mereka berdua keluar kamar dan menuju meja makan nada ternyata sudah berada disana.


iqdam yang melihat penampilan nada heran karena sudah nada sudah berpakaian rapi, nada sudah duduk di tempat makan, dia sudah memulai sarapannya.


"kamu mau kemana dengan pakaian seperti itu?" tanya iqdam


"kuliah" jawab nada singkat.


"jam berapa kamu berangkat" tanya iqdam lagi.


"jam setengah 7 " jawab nada.


iqdam melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya, jam menunjukkan pukul 06.15


"15 menit lagi dong" kata iqdam


nada hanya mengangguk menjawab pertanyaan iqdam ,ia terus menyendokkan makanan ke mulutnya.


"sama siapa kamu pergi ke kampus?" tanya iqdam.


"ojek online" jawab nada.


"ojeknya laki-laki apa perempuan?" tanya iqdam lagi.


nada yang sedang sarapan jengkel karena iqdam terus bertanya padanya.


"kamu kenapa sih mas tanya terus , aku lagi sarapan, nanti nggak selesai-selesai kalau kamu tanya terus" jawab nada.

__ADS_1


"kamu tinggal jawab pertanyaanku apa susahnya" kata iqdam


"hm perempuan. ada lagi nggak yang mau kamu tanyakan?" tanya nada.


iqdam tak menjawab ia langsung duduk di depan nada , ninsya duduk di samping iqdam.


"ish dasar laki-laki" batin nada.


ninsya melihat makanan yang tersaji dimeja , dia mengejek makanan yang dimasak nada.


"kamu yakin sayang mu makan makanan ini? terlihat tidak higenis dan berselera" kata ninsya.


nada yang mendengar kata-kata ninsya sebenarnya kesal, tapi dia tak mau meladeninya dengan marah-marah.


"ya kalau nggak suka nggak usah makan ,aku juga nggak masakin buat kamu kok" jawab nada sambil melanjutkan sarapannya.


"sayang lihatlah dia, dia tak memperbolehkan aku makan" ninsya memasang wajah cemberutnya lagi.


"Haduh dia mulai akting lagi" nada membuang muka malas karna melihat sikap ninsya.


"nad kamu nggak boleh gitu sama ninsya, dia kan tamu di sini,bersikaplah lebih baik" kata iqdam malah membela ninsya.


nada semakin kesal dengan jawaban iqdam , dia segera menyelesaikan sarapannya dan akan pergi dari ruang makan.


"kamu mau kemana" tanya iqdam yang melihat nada malah beranjak pergi dan tak menjawab kata-katanya.


"berangkat, aku sudah kenyang melihat drama mu dengan calon istrimu itu"


jawab nada kemudian pergi keluar.


iqdam sebenarnya mau menghentikan nada tapi tidak jadi, karena dia belum sarapan dan ingin merasakan masakan nada yang dari tadi menarik indra penciumannya.


ninsya mengambilkan makanan untuk iqdam dan dirinya sendiri, mereka kemudian sarapan berdua.


" lezat , ini benar-benar lezat, tak kalah dengan nasi goreng waktu itu" batin iqdam, iqdam sangat lahap menyantap sarapannya.


ninsya yang melihat iqdam sempat heran ,karena selama mengenal iqdam ia tak pernah melihat iqdam makan selahap ini.


"sayang makannya pelan-pelan dong " kata ninsya.


"hmm" iqdam hanya menjawab ninsya dengan itu.


dia kemudian menyendokkan makanan ke mulutnya juga.


mata ninsya terbelalak , dia tak bisa memungkiri bahwa masakan nada memang enak.


"dia ternyata pandai memasak juga ,aku gak boleh kalah sama dia, awas saja kamu" batin ninsya yang kesal karena makanan nada enak, dia juga kesal karena iqdam terlihat sangat menyukai masakan nada.

__ADS_1


......................


__ADS_2