Ternyata DIA Istri Terbaik

Ternyata DIA Istri Terbaik
kejuatan di dalam kejutan


__ADS_3

Tutt....tuuttt....' sambungan telepon terputus


Assalamualaikum " ucap tuan dan nyonya wisnutama


"walaikum salam " jawab bik tanti memegang lilin sambil membukakan pintu rumah


iqdam, irham dan cary sudah datang di halaman mereka bersembunyi dan menunggu ayah bundanya masuk rumah


" bik dari luar rumah kok gelap , ini bibik juga bawa lilin , apakah ada pemadaman listrik dan genset rumah rusak" tanya tuan wisnu


" emm ...sepertinya iya tuan ini saya makannya nyalain lilin" jawab bik tanti


"mari tuan nyonya saya antar soalnya gelap semua" ajak bik tanti


baru saja mereka jalan beberapa langkah lampu nyala dan banyak mawar putih berterbangan


"surprise.... selamat ulang taun bunda ku tersayang" iqdam ,irham, dan cary bersama seluruh penghuni rumah keluar


ayah dan bunda sangat terkejut dengan ini semua , ayah masih ingat sih kalau hari ini istrinya ulang tahun dan sudah menyiapkan kado , tapi bunda vena hari ini lupa kalau hari ini ulang tahunnya.


iqdam dan irham menghampiri bundanya dan memeluk bundanya


" lohh kalian kapan pulang, kok gak kasih tau bunda sih" tanya bunda sambil menerima pelukan dari anak- anak nya


bunda terharu dengan semua keluarga karna selalu ingat hari ulang tahunnya


" ini surprise bunda kalau dikasih tau jadinya kan nggak surprise, ya kan yah" jawab irham dengan mengedipkan sebelah mata untuk persetujuan ayah dengan ucapannya


" betul sekali" sambil mengacungkan jempolnya


" ayah juga tau ini" tanya vena pada suaminya


" ohh tentu tidak bun,,, hari ini kan ayah ngantor trus sama bunda trus" jawab wisnu


" jadi ayah nggak ingat kalau bunda ulang tahun" jawab vena ketus sambil memanyunkan bibirnya😏😏😏


" bunda nih negatif thinking aja, tentu ingat dong , masa sam istri kesayangan lupa" wisnu menggoda istrinya


" trus mana kadonya kalau ingat" pinta vena


" mmmm.... kadonya nanti dikamar ya bund, nggak enak ada banyak orang" goda wisnu lagi


"ih ayah nihh" vena mencubit suaminya


mereka tertawa bersama dan semua mengucapkan ulang tahun untuk bunda vena

__ADS_1


"yahh nanti kita mau dibikinin adek lagi yah kadonya" tanya irham menjahili ayah dan bundanya


" lah emang kamu masih mau punya adek lagi" jawab ayahnya dengan pertanyaan juga


" mau dong "


" tuhh mah irham nggak keberatan " wisnu terus menggoda istrinya


"hih kalian ini ....nggak ada adik-adik, bunda ini sudah nggak muda lagi, nggak pantes kalau punya anak lagi, kalau cucu sih waktunya ya yah" jawab vena sambil melirik suaminya


" ohh betul itu bunda, jadi gimana iqdam atau irham dulu yang mau kasih ayah dan bunda cucu?" tanya ayah kepada kedua anaknya


"tuhh kak ayah dan bunda minta cucu, buruan buatin, kakak kan sudah mateng nih, nanti keburu busuk lo kalau gak segera" ledek irham pada kakaknya


" diem lo bocil" iqdam menatap adiknya dengan tatapan balas dendam ( ( gini nih kira" ya gaes , kalau kalian gimana melotot nya))


" tuan nyonya silakan makan malam sudah siap" tiba-tiba bik imas menyilakan semuanya ke ruang makan dan menyudahi perang mata antara kakak dan adik yang bersifat berlawanan ini


mereka berjalan bersama sambil bersenda gurau


saat di ruang makan


" silakan bundaku tercinta" irham menyiapkan kursi bundanya untuk duduk


" dasar penjilat" ejek iqdam pada sang adik


ayah bunda tertawa melihat kelakuan kedua anaknya,


tiba-tiba penglihatan mereka dialihkan oleh suara kaki menuruni tangga, ya nada menuruni tangga untuk ke dapur bergabung bersama mereka untuk makan malam, nada sangat anggun menggunakan gamis navy dengan jilbab senada pakaian yang dikenakannya, mereka kagum dengan kecantikan nada


"sini nak, gabung bersama kami" bunda vena melambaikan tangannya untuk mengajak nada duduk di ruang makan


"siapa itu bund" tanya irham pada bundanya, masih tidak berkedip melihat nada


" cantiknya ,,,, itu bidadari apa yah" lirih irham lagi


"tuh mata kamu hampir jatuh ke piring makan" ucap iqdam pad irham


" dari tadi elo juga lihatin, mata lo juga hampir jatuh kan tadi , bilang aja juga kagum, dasar singa" balas irham


.


.


.

__ADS_1


"selamat malam semuanya" ucap nada


" malam nak, kamu duduk disebelah sana" tunjuk bunda vena pada kursi kosong di sebelah iqdam


"kok disini sih bund, disitu kan juga kosong" tunjuk iqdam pada kursi lain


"ishhh kamu apaan sih dam. udah nak tetap duduk situ saja" suruh bunda vena lagi


" baik bund" jawab nada kemudian menurut perintah dari bunda vena


kemudian mereka memulai makan malam mereka , setelah selesai mereka masih duduk disana nada membantu pekerjaan asisten rumah tangga untuk membersihkan piring kotor makan malam tadi, bunda vena melarangnya tapi nada bilang sudah terbiasa jadi bunda vena mempersilakannya, kemudian ayah wira dan bunda vena berbicara pada anak-anaknya dan menjelaskan kepada mereka kenapa nada bisa ada di sini


"apa maksud kalian aku akan menikah dalam waktu 10 hari?" tanya iqdam dengan suara sedikit keras


" ini sudah perjanjian ayah dan ayahnya nada dulu nak" jawab wira pada pertanyaan anaknya


" kenapa nggak tanya sama aku dulu yah, aku kan belum tentu setuju, aku tidak mau menikah dengannya aku tidak mencintainya" jawab iqdam dengan tegas dan sedikit marah


"nak,,, dia perempuan baik , ayah dan bunda sudah mendengarkan semua cerita dari semua pengurus panti dan temannya , nada adalah gadis yang baik dan tepat untuk kamu, kalau kamu belum mencintainya mungkin setelah kamu menikah dengannya cinta itu akan tumbuh dengan sendirinya" vena menenangkan anaknya dan meyakinkannya


"ayah dan bunda kan tau sendiri aku nggak pandai bergaul dengan orang baru, pokoknya aku nggak mau nikah sama dia, batalkan saja perjanjian ayah itu, lagian orang tuanya dia kan sudah tiada, anggap saja perjanjian itu juga nggak ada " jawab iqdam


" pokoknya kamu harus menikah dengan dia, mau tidak mau kamu ini sudah menjadi keputusan ayah dan bunda, kita bisa seperti sekarang ini karana jasa dari ayah nada ,mengerti kamu" tegas ayah wira pada iqdam


irham mendengarkan kedua orang tua dan kakaknya berdebat tentang perjanjian perjodohan antara kakaknya dan nada


" untung gue bukan anak sulung ,jadi aman,,, aman" sambil mengelus dada dan tersenyum 🤭🤭🤭


.


.


" berpikirlah dam dan setelah ini ayah kasih waktu kamu untuk bicara dengan nada untuk perkenalan kalian, semua persiapan pernikahan sudah ayah siapkan, jangan kecewakan ayah soal ini" wira mengatakannya pada iqdam kemudian pergi ke kamar


"pikirkanlah ya nak ini terbaik untuk kamu, bunda yakin kamu dapat kami andalkan" kemudian bunda juga menyusul ayah ke kamarnya


iqdam mengacak rambutnya dengan frustasi


" aku pulang kan untuk kasih bunda kejutan , tapi malah aku yang dikasih kejutan oleh ayah dan bunda, sial" iqdam mengambil ponsel dari sakunya kemudian menelpon asisten pribadinya


" hallo, siapkan mobil aku mau istirahat di apartemen hari ini" menutup teleponnya


irham menggoda kakaknya


" mau aja deh kak, lagian si nada-nada itu tadi cantik sapa tahu dalamnya lebih cakep"

__ADS_1


si irham langsung ngacir pergi takut diterkam singa


(( punya saudara kayak irham nggak kalian??? yang sukanya nambahin pusing ketika kita pusing)) ((kalau punya fix hidup kalian memacu adrenalin))


__ADS_2