Ternyata DIA Istri Terbaik

Ternyata DIA Istri Terbaik
foto tak senonoh


__ADS_3

setelah pesanan nada sampai di buru-buru ke kamar, nada membuka barang pesanannya belum sampai selesai nada membuka hp nada tiba-tiba berdering.


"nomor siapa ini mengirim pesan banyak sekali" batin nada.


nada membuka pesan yang dikirim nomor tidak di kenal.


"apa maksudnya ini" nada kaget melihat isi pesan tersebut.


dia kemudian melihat foto profil sang pengirim pesan di lihatnya potret foto profil pengirim adalah ninsya yang sedang berada di pantai bersama iqdam.


"dasar laki-laki dan perempuan sama saja, apa dia sudah gila mengirimkan foto seperti ini padaku, apa dipikir aku akan cemburu melihatnya" batin nada.


ternyata ninsya mengirimkan foto-foto ranjangnya bersama iqdam yang diambilnya saat malam iqdam tak sadarkan diri karena ninsya memberinya obat tidur.


tiba-tiba nada merasa mual lagi.


"aku harus mengeceknya" nada berlari ke kamar mandi dengan membawa test pack yang tadi sudah di pesan.


beberapa saat kemudian nada berada di kamar mandi nada menggunakan test pack sesuai petunjuk di kemasan, nada memejamkan matanya saat ingin melihat hasil test pack nya, nada perlahan-lahan membuka matanya dan melihat hasil test pack,


"YES" nada membungkam mulutnya saat testpack tertulis kata yes, dia menjatuhkan testpack nya.


"aku benar-benar hamil" batin nada bingung dengan keadaannya saat ini.


nada mengambil testpack nya dan kembali ke kamarnya.


"bagaimana ini, bagaimana aku bisa hamil" nada berbicara sendiri,


"apa aku harus kembali pada laki-laki itu karna anak ini" nada dilanda kebingungan sekaligus dilema, dia sebenarnya sudah hilang respect pada iqdam ,tapi mengetahui dirinya sekarang sedang hamil dia memikirkan nasib anaknya nanti.


"aku harus berbicara sama mas iqdam, aku harus mengatakan yang sebenarnya jika aku tengah hamil, mungkin ini jalan yang diberikan tuhan agar aku tetap bersama dia, dan mungkin dengan ini dia akan berubah" nada meyakinkan dirinya, nada kemudian mencari ibu panti dan mengatakan bahwa dia sudah siap bertemu dengan iqdam.


ibu panti yang mendengarnya sangat senang karna dia fikir nada sudah legowo dengan masalahnya, dan ibu panti berharap jika nada akan tetap bersama suaminya.


"beneran bu? nada sudah mau bertemu dengan suaminya?" tanya bunda vena diseberang telepon, ibu panti tadi langsung menghubungi bunda vena.


"iya bu, barusan nada bilang sama saya, nada sekarang sedang sakit lo bu" ibu panti mengatakan pada bunda vena.


"ya sudah bu terimakasih banyak sudah menjaga menantu saya, secepatnya saya dan anak saya akan segera kesana" bunda vena kemudian menutup teleponnya dan menghubungi iqdam.


ke esokan harinya saat bunda vena bersiap untuk menjemput nada, bunda menghubungi iqdam.

__ADS_1


"bund kita jemputnya nanti saja gimana, ini iqdam lagi darurat sekali" jawab iqdam yang dihubungi bunda vena.


"kita kan sudah janjian ,kamu gimana sih, ini kan tentang istri kamu, pumpung sekarang dia mau harusnya kamu berusaha dam" bunda vena menggerutu pada iqdam karena sebelumnya sudah janjian dan tiba-tiba iqdam bilang nggak bisa.


"kalau kamu nggak bisa sekarang bunda jemput nada sendiri, tapi nanti sore kamu haru sudah ada di rumah ,dan kalian harus menyelesaikan permasalahan kalian, mengerti?" kata bunda vena.


"iya bund iqdam janji" jawab iqdam.


"awas kalau kamu nggak tepati, bunda nggak mau bantu kamu lagi" bunda berkata dengan ketus karena kesal pada iqdam.


"iya bund, iqdam janji bund, trimakasih bundaku sayang" kemudian iqdam menutup teleponnya.


iqdam bersyukur karena mempunyai bunda vena yang selalu membantunya, dia nggak bisa karena harus mengurusi ninsya di rumah sakit dio. setelah urusan ninsya beres dia akan langsung ke rumah utama , kediaman wisnu tama.


"kamu nanti di sini dulu ,aku mau ke rumah ayah sampai malam" kata iqdam pada ninsya.


"mau apa kamu kesana ,kamu mau bertemu nada? nggak boleh aku mau kamu temani aku disini mas" jawab ninsya.


"kamu jangan terlalu manja sya, selama ini aku sudah menuruti semua permintaanmu, jadi mengerti aku sedikit saja , mengerti" setelah mengatakan hal itu iqdam keluar kamar ninsya.


"awas kamu mas, aku nggak akan biarin kamu dan nada bersatu lagi" batin ninsya.


setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit iqdam sampai di rumah ayahnya,


iqdam menunggu di rumah ayah sampai pukul 3 sore,


"ting, ting, ting" bel rumah berbunyi, bik tanti segera membukakan pintu.


"siapa bik?" tanya iqdam yang melihat bik tanti melintas disampingnya.


"tuan besar den" jawab bik tanti.


"ohh" iqdam hanya menjawab bik tanti dengan begitu, kemudian bik tanti pergi lagi ke dapur.


"kamu disini dam?" tiba-tiba ayah sudah ada di ruang keluarga.


"ayah" iqdam menyalami ayahnya.


"iya yah , iqdam nunggu bunda dan nada , kata bunda sudah mau sampai" jawab iqdam.


"kamu kenapa nggak ikut bunda pergi jemput istrimu?" tanya ayah kemudian duduk di depan iqdam.

__ADS_1


"silakan tuan" bik tanti mengantar kopi tuan wisnu.


"terimakasih bik" kata tuan wisnu.


"bagaimana? kenapa tadi nggk ikut jemput nada?" tanya ayah sekali lagi.


"em ada teman iqdam sakit yah" jawab iqdam gusar.


"kamu menyembunyikan sesuatu pada ayah?" ayah yang melihat ekspresi iqdam curiga.


"nggak yah iqdam nggak menyembunyikan apa-apa dari ayah"jawab iqdam cepat.


"beneran?" tanya ayah lagi.


"i iya yah" jawab iqdam lagi.


"oke kali ini ayah percaya sama kamu, tapi kalau sampai ayah tahu ada hal besar yang kamu sembunyikan, jangan harap kamu lolos dari kemarahan ayah" ancam ayah wisnu pada iqdam, iqdam hanya menganggukkan kepalanya.


mereka berbincang di ruang keluarga membicarakan hal lain, kali ini mereka membahas tentang urusan kantor juga kabar dari irham.


setelah hampir satu jam mereka berbincang sura bel pintu kembali berbunyi.


"tuan ada tamu di luar" bik tanti mengabarkan pada tuan wisnu dan iqdam.


"siapa bik?" tanya tuan wisnu.


"bibik juga nggak kenal tuan, wanita muda trus cantik, katanya mau bertemu tuan dan nyonya" jawab bik tanti.


"oh oke bik ,suruh tunggu sebentar saya akan segera menemuinya" jawab tuan wisnu.


"siapa kira-kira ya" kata tuan wisnu lirih.


"siapa yah?" tanya iqdam.


"ayah juga belum tau, kamu mau ikut ayah menemuinya?" ajak ayah pada iqdam, kemudian mereka berjalan menuju ruang tamu.


......................


hallo teman-teman bagaimana kabarnya..


masih setia kan nunggu scene yang bikin greget lagi....

__ADS_1


yuk ikuti terus episode selanjutnya, dijamin bikin greget bacanya, jangan lupa siapin tisu ya


🤭


__ADS_2