Ternyata DIA Istri Terbaik

Ternyata DIA Istri Terbaik
ternyata dia adalah


__ADS_3

setelah sampai di ruang dosen dirga mempersilakan nada duduk.


dirga duduk ditempat duduknya sambil memegang sebuah kertas.


"kamu tau kenapa kamu saya panggil kesini" tanya dirga,


"nggak tau pak, memangnya ada apa ya pak?" Jawab nada.


dirga tersenyum mendengar jawaban nada, sebenarnya dirga memanggilnya karena hanya ingin mencari kesempatan berdua dengan nada.


"bagaimana pak? apa ada hal penting yang ingin anda sampaikan sehingga memanggil saya kemarin" tanya nada, karena pak dosen ini tak menjawab pertanyaannya, dia malah senyum-senyum sendiri seperti orang aneh.


"nada aisha wiradinata, usia 20 tahun, hobi membaca"kemudian dirga membaca isi dari kertas yang dipegangnya.


" kenapa dia membaca biografi ku" batin nada tak mengerti dengan sikap dosen barunya itu.


"orangnya periang ,singel, pemilik toko online shop, ?" lanjut dirga.


nada hanya mengangguk ketika dirga membaca semua biografi tentangnya.


"apa setelah ini kamu ada kelas?" tanya dirga.


"tidak pak, memangnya kenapa?" jawab nada.


"hari ini saya mau mentraktir kamu makan" jawab dirga.


"makan ,lah siapa sebenarnya dosen baru ini? kemarin dia bayarin makan aku di kantin sekarang dia mau ngajak aku makan, jangan-jangan dia sebenarnya tukang sedekah makanan, dia mungkin kasihan melihatku yang kurus begini, dia pikir aku ini kekurangan gizi makannya selalu memberiku makanan gratis" batin nada mengira-ngira.


"kamu mau kan?" tanya dirga pada nada.


"saya sudah makan pak tadi pagi, jadi nggk usah ya pak" jawab nada.


dirga yang mendengar penolakan nada kemudian berkata.


"itu kan tadi pagi, sekarang sudah siang dan waktunya makan siang, dan kamu harus mau, ayo" ajak dirga.


"tapi pak"


"tidak ada tapi-tapian ," dirga mengulurkan tangannya.


nada yang melihat sikap dirga merasa aneh saja. dia menolak uluran tangan dirga karena tidak ingin satu kampus heboh karena ini.


"saya jalan sendiri saja pak" kata nada.


kemudian mereka berjalan keluar ruangan dosen, sampai di parkiran mobil dirga membukakan pintu mobil dan mempersilakan nada masuk.


"kita mau makan di mana pak memangnya?" tanya nada pada dirga.


" nanti kamu tau sendiri" jawab dirga.


mobil dirga melaju melintasi jalanan kota, beberapa saat kemudian mobil dirga berhenti di depan sebuah restoran bernuansa klasik.


dirga turun dan membukakan pintu mobil untuk nada.


nada sempat terdiam melihat restoran yang kini di datanginya.

__ADS_1


deg!


"restoran ini? kenapa dia mengajakku ke restoran ini?" batin nada.


jantung nada berdetak kencang, matanya tiba-tiba saj berkaca-kaca. dirga yang melihat ekspresi nada langsung memegang tangan nada.


"kita masuk dulu, nada" dirga menuntun nada untuk memasuki restoran.


dirga dan nada memasuki restoran , dirga mengajak nada untuk duduk disebuah tempat yang sudah dipesannya.


"kamu mengingat tempat ini kan?" tanya dirga.


"siapa kamu sebenarnya pak? kenapa kamu mengajakku ke sini" tanya nada yang mengelap matanya karena dari tadi air matanya ingin keluar saja.


"lihat disana nad" dirga menunjuk ke sebuah ayunan yang ada di pinggir danau.


restoran yang mereka datangi memang terletak di dekat danau,restoran ini dulunya merupakan restoran ayah nada, kecelakaan yang di alami orangtuanya 10 tahun lalu terjadi ketika mereka pulang dari restoran ini, karena dulunya restoran ini bermasalah.


nada mengikuti arah tangan dirga.


nada teringat sesuatu tentang seseorang di ayunan itu.


"apa kau laki-laki itu?" tanya nada.


"kau mengingatnya sha?" tanya iqdam yang antusias dengan pertanyaan nada yang ternyata masih mengingatnya.


"kemana saja kamu selama ini? kenap baru sekarang kamu datang padaku?" tanya nada pada dirga, nada ingat sekarang dirga adalah teman masa kecilnya. restoran ini adalah saksi dari pertemanan mereka dulu, karena ayah dirga dan ayahnya nada adalah teman dekat, tapi karen ada suatu hal masalah pekerjaan mereka berselisih paham. tanpa ada penyelesaian keluarga dirga pindah ke kota seberang, sejak saat itu mereka tidak pernah bertemu lagi.


Flash back of


.


.


.


"aku juga janji ga, sampai kapanpun kamulah sahabat terbaikku" jawab nada kecil.


"apa nanti kita akan menikah?" tanya nada kecil, dulu nada menyukai dirga karena menurutnya hanya dia sahabat yang selalu ada buatnya dan bisa membuatnya bahagia.


"nanti kalau kita sudah dewasa aku janji akan datang untuk melamar kamu dan mejadikan kamu ratu dalam hidupku" kata dirga kecil.


nada kecil sangat bahagia mendengar perkataan dirga,dulu pertemuan dirga dan nada sangat intens sehingga mereka menjadi sedekat ini.


.


.


.


flash back of


"aku datang untuk hal ini sha, aku akan menepati janjiku" kata dirga.


"janji? janji apa ga"tanya nada.

__ADS_1


"janjiku untuk melamar mu, aku akan menikahi mu sha"kata dirga menggenggam erat tangan nada.


deg!


menikah, nada terkejut mendengar kata menikah, dia teringat dengan iqdam, sontak nada melepaskan genggaman tangan dirga.


"gak, aku gak bisa menikah denganmu" kata nada.


dirga juga kaget mendengar jawaban nada,


"kenapa sha, bukankah selama ini kamu tak memiliki kekasih, dan bukankan kamu juga sama denganku menunggu waktu bertemu?" tanya dirga.


nada bingung menjawab pertanyaan dirga, dia tidak mungkin mengatakan padanya tentang pernikahannya, tapi di sisi lain yang di katakan dirga benar, bahwa dia sebenarnya menanti pertemuannya dengan dirga.


"maaf ga aku gak bisa jelasin ke kamu, tapi untuk sekarang aku gak bisa" jawab nada.


dirga melihat nada yang sepertinya menyembunyikan sesuatu, tapi dia berusaha mengerti, mungkin pertemuan ini masih mendadak sehingga nada belum siap untuk di ajak menikah.


"oke, kita nggak usah bahas masalah pernikahan dulu, tapi kamu masih mau kan berteman dengan ku?" tanya dirga dan menunjukkan jari kelingkingnya tanda persahabatan mereka.


nada mengangguk dan menyambut tangan dirga.


mereka berdua bersenda gurau dan mengingat kenangan masa kecil mereka.


tak terasa waktu sudah menunjukkan 4 sore,


"sudah sore nih, kita pulang yuk" ajak nada.


"oke ,yuk aku antar?"dirga menawari nada.


nada diam dan berfikir sejenak.


"gimana?" tanya dirga lagi.


"ayuk"


mobil dirga melaju,


"kami sekarang tinggal dimana?" tanya dirga.


"di apartemen xxxx" jawab nada.


"kamu sekarang tinggal disana?sama siapa" tanya dirga.


"aduh kenapa aku ngomong sih,bodoh banget nad nad" batin nada.


"hmmm sama temanku" jawab nada.


tak lama kemudian mobil dirga sampai di depan apartemen , nada turun diikuti juga dengan dirga.


"makasih yah sudah anterin aku"kata nada.


"aku nggak disuruh mampir nih?" tanya dirga .


"emm kapan-kapan saja ya, hari ini aku capek banget, aku langsung mau istirahat" jawab nada memberi alasan.

__ADS_1


"oke deh sha kalau gitu, aku balik duluan ya" kata dirga sebelum masuk mobil dirga mengusap kepala nada.


tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperhatikan mereka.


__ADS_2