Ternyata DIA Istri Terbaik

Ternyata DIA Istri Terbaik
kepulangan ninsya


__ADS_3

setelah kembali dari USA mengunjungi orang tuanya ninsya langsung bergegas pulang ke apartemen, dia merindukan iqdam suaminya.


ninsya sengaja tak menyuruh iqdam untuk menjemputnya ia ingin memberi kejutan pada iqdam,


ninsya tiba di apartemen malam hari, dia mengendap-endap masuk , melihat ruang tamu yang sepi dia sedikit heran,


"kenapa sepi sekali, dimana mas iqdam? mbak nada juga sepertinya nggak ada" batin ninsya, dia kemudian bergegas pergi ke kamar, sampai di depan kamar dia samar mendengar iqdam menelepon seseorang, setelah di dengar iqdam menelepon bundanya.


"ya sudah bund, iqdam tutup dulu telponnya ya" suara iqdam terdengar sampai luar kamar.


"oh dia telepon sama bundanya, pasti dia senang jika tahu aku sudah pulang "batin ninsya.


ninsya memegang kenop pintu dengan pelan-pelan,


"surprise" kata ninsya langsung membuka pintu kamar.


iqdam sedang berdiri menatap luar jendela apartemen setelah menelepon, iqdam yang mendengar suara seseorang mengira itu adalah nada bersemangat.


"nada" panggil iqdam spontan, iqdam kemudian menoleh pada pintu masuk kamar,


ninsya yang mendengar iqdam menyebut nama nada menjadi cemberut karena kesal,


"aku ninsya bukan nada" gerutu ninsya.


iqdam melihat yang datang ternyata bukan nada kembali tak bersemangat.


"hm iya" jawab iqdam singkat.


"kamu kenapa sih? kamu nggak senang aku pulang?" gerutu ninsya, iqdam tak langsung menjawab pertanyaan ninsya, dia malah berjalan keluar kamar.


"tunggu! kamu kenapa sebenarnya, jawab pertanyaanku, kamu nggak senang aku pulang, atau selama aku pulang kamu malah bersenang-senang dengan wanita bodoh dan ****** dari panti asuhan itu" kata ninsya dengan lantang karena marah iqdam mengabaikannya.

__ADS_1


"ninsya! jaga ucapan mu, dia wanita baik-baik" bentak iqdam pada ninsya, iqdam tak terima ninsya mengatakan jika nada adalah wanita bodoh.


"ohh wanita baik-baik ya, sekarang kamu membelanya, hebat kamu baru tiga hari aku meninggalkan kalian berdua, sikapmu sudah berubah seperti ini" ninsya bertepuk tangan karena sikap iqdam yang berubah drastis padanya.


iqdam terdiam menahan perkataannya, karena semakin dia menyela perkataan ninsya pasti akan berdebat semakin lama.


"mana dia, aku akan kasih pelajaran sama wanita ****** itu" kata ninsya sambil berjalan menuju kamar nada, ninsya belum tau kalau nada pergi dari apartemen sejak kemarin.


"kamu mau kemana? tunggu sya" iqdam mengejar ninsya dan meraih tangan ninsya.


"lepasin aku , aku mau kasih pelajaran sama wanita ****** dan penggoda itu" ninsya berusaha melepaskan cengkraman tangan iqdam.


"hentikan sya, hentikan nada tidak ada di kamarnya" kata iqdam yang terus menggenggam tangan ninsya.


"kemana dia? kamu melindunginya sekarang?" tanya ninsya dengan arogan.


"nada pergi, dia pergi ke panti asuhan dari kemarin, jadi stop sya, hentikan amarahmu yang tak beralasan ini" kata iqdam.


"apa katamu tadi sayang? mbak nada pergi ke panti asuhan" kata ninsya memastikan bahwa dia tak salah mendengar ucapan iqdam.


setelah ninsya tak berontak lagi iqdam melepaskan cengkraman tangannya.


"iya sya, nada kemarin pergi dan kata bunda dia pergi ke panti asuhan, dan akan menginap di sana" jawab iqdam


ninsya senang sekali mendengar jawaban iqdam, tanpa campur tangannya nada meninggalkan apartemen dengan sendirinya.


"kenapa tiba-tiba mbak nada pergi? memang ada masalah apa" tanya ninsya lagi


iqdam yang mendengar pertanyaan ninsya kaget, karena dia tak mungkin menceritakan masalah yang sebenarnya terjadi antara dia dan nada.


"kenapa diam sayang? ada masalah apa sampai mbak nada pergi ke panti asuhan dan menginap di sana?" tanya ninsya lagi yang belum mendapat jawaban dari iqdam.

__ADS_1


"sudahlah sya nggak perlu di bahas lagi, kamu baru pulang lebih baik kamu istirahat dulu, aku juga capek mau istirahat" kata iqdam mengalihkan pembicaraan.


iqdam kemudian masuk ke kamar lagi, ninsya yang mengetahui jika nada tidak ada di apartemen memanfaatkan situasi untuk berdua dengan iqdam.


"sayang" panggil ninsya.


"ada apa sya?" jawab iqdam dengan pertanyaan


"hm kan sekarang mbg nada gak ada disini, tinggal kita berdua , apa kamu nggak mau melakukan malam pertama denganku? selama kita menikah kita belum pernah melakukan hubungan intim kan" ninsya memeluk iqdam dari belakang, selama menikah mereka juga belum pernah melakukan hubungan suami istri, ketika ninsya menggodanya iqdam selalu beralasan pusing, capek atau apalah.


iqdam yang mendengar ajakan ninsya teringat kejadian kemarin malam saat dia memaksa nada untuk melakukan hubungan intim, dan hal itu yang membuat nada sekarang pergi dari apartemen.


"ayo sayang" ninsya melepas kancing kemeja iqdam satu persatu, iqdam yang tadinya melamun tersadar dan langsung menggenggam tangan ninsya untuk menghentikan aktivitas ninsya.


"aku sedang sakit kepala, aku tak bisa melakukannya sekarang" kata iqdam kemudian melepaskan pelukan ninsya.


ninsya kesal dengan sikap iqdam, selama 2 bulan menikah nasibnya dan nada sebenarnya sama, belum pernah melakukan malam pertama dengan suaminya.


"sayang" panggil ninsya lagi.


"stop sya, aku benar-benar sakit kepala, kita istirahat sekarang jangan membuat kepalaku lebih sakit lagi" kata iqdam menekankan.


ninsya yang mendengar iqdam terpaksa harus menurut karena sepertinya iqdam memang sedang banyak fikiran,


ninsya berbaring di samping iqdam, mereka saling membelakangi.


"ini adalah kesempatanku untuk mendapatkan iqdam sepenuhnya, apa aku harus menggunakan cara lama agar iqdam menurut lagi" kata ninsya di dalam hatinya.


"ya aku harus melakukannya, kali ini aku tidak boleh gagal seperti sebelumnya" kata ninsya lagi.


......................

__ADS_1


__ADS_2