Ternyata DIA Istri Terbaik

Ternyata DIA Istri Terbaik
Perkenalan jelek


__ADS_3

di taman belakang rumh


sambil menunggu cary yang menelepon keluarganya iqdam pergi ke taman belakang untuk memikirkan perkataan ayah bundanya, dia tidak mau menikah dengan orang yang tidak ia cintai , apalagi ada suatu hal yang dia belum bisa bicarakan kepada kedua orang tuanya tentang masalah yang dia alami di USA ,


"aku harus bicara sama dia, aku harus membujuk dia agar mau membatalkan perjodohan ini" iqdam berbicara sendiri ,kemudian merogoh ponsel di sakunya


"hallo bik, saya minta tolong bilang ke wanita yang dikenalkan bunda tadi untuk pergi ke taman belakang, bilang ada hal penting yang mau dibicarakan"


"maksud tuan non nada" tanya bik tanti


" iya siapakah itu namanya, sekarang ya bik" jawab iqdam kemudian


bik tanti mencari nada ke kamarnya tok..tok... " non ... non nada apakah ada di dalam"


bik tanti suaranya " iyya bik sebentar"


nada melangkah untuk membukakan pintu


" astagfirullah, demit,,,demit,,," bik tanti kaget ketika nada membuka pintu kamarnya


" bik ini aku nada bik,, bik tanti " nada menenangkan bik tanti yang memejamkan matanya 🧟


" buka mata bik, ini aku lihat ,,," suruh nada lagi


" ya allah non, kaget bibik tak pikir demit non" mengelus-elus dadanya


"demit apa bik?" tanya nada bingung


" demit itu hantu non, non nada sih lagian keluar kamar mukanya hitam begini ya kagetlah bibik non"jelas bik tanti


nada tertawa "ya ampun bik,,, bibik menjamin mata karna ngira aku hantu" nada tertawa karna kelakuan bik tanti selalu konyol


"ha'ah non" bik tanti mengiyakan ucapan nada


" hahaha,,, oh iya ada apa bik tanti malam-malam ke kamarku?" tanya nada


" oh iya bibik hampir lupa, non nada di panggil tuan muda ke taman belakang" jawab tanti


" tuan muda siapa bik ?"


" den iqdam non"


"tuan iqdam" nada kaget mendengar ucapan iqdam


" iya non"


" emm...anu aku..aku cuci muka dulu ya bik" nada masuk ke kamar untuk mencuci mukanya


" eh bik" kembali keluar


" ada apa non"


"anterin aku ke taman belakang ,aku kan belum tau bik nanti aku kesasar" pinta nada

__ADS_1


" siap non" mengacungkan jempol


5 menit kemudian nada selesai membersihkan wajahnya dan bersiap menuai iqdam


"kok deg,,dig ,,dug ser gini ya" nada grogi


" sudah non" tanya bibik


nada mengangguk


mari saya antar non


nada mengekor bik tanti sampai ke taman belakang


"permisi den, ini non nadanya" ucap bik tanti setelah smpai ke taman belakang rumah


" trimakasih bik, boleh tinggalkan kami berdua , aku mau bicara padanya" iqdam mengisyaratkan bik tanti untuk pergi meninggalkan mereka berdua


nada grogi ketika di taman tinggal mereka berdua


"aku kenapa sihh kok nervous begini" nada *******-***** tangannya


"langsung saja aku katakan" ucap iqdam tiba-tiba


"iya tuan"jawab nada


"apa kamu sudah tau tentang perjodohan antara kita" tanya iqdam lagi


"kamu kalau diajak ngomong lihat yang ngajak kmu ngomong "


"maaf tuan" kemudian nada mendongak ke atas untuk melihat wajah iqdam,


untuk pertama kalinya mereka saling bertatapan dengan jarak sedekat ini,


sejenak dalam hati iqdam


"matanya bening sekali, bibirnya indah dan mmm **** ,,, hihi apaan sih pikiranku ini" batin iqdam


"laki-laki ini begitu tampan, dan harum , jantungku semakin berpacu keras, apakah dia mendengar suara detak jantungku ini" nada juga kagum dengan ketampanan iqdam


kemudian iqdam memalingkan wajahnya "emmhh" dia berdehem untuk mencairkan suasana


"kamu kenapa setuju dengan perjodohan ini? tanya iqdam lagi


"karna ini perjanjian ayah saya dan tuan wira, saya anggap ini menjadi wasiat dari almarhum ayah saya tuan" jelas nada kepada iqdam


"apakah hanya itu?" " apakah ada hal lain yang membuatmu menerima perjodohan ini"


"sejauh ini alasan saya itu tuan"


"hahaha" iqdam tertawa mendengar jawaban nada


" berarti kamu tidak mencintaiku bukan?, kalau aku jadi kamu aku akan menolaknya, bukan menerimanya ,pasti ada udang dibalik batu dengan sikap penerimaan kamu ini""

__ADS_1


jelas iqdam


"maksud tuan apa? " nada bertanya pada iqdam karna tak tahu maksud dari perkataannya


"kamu masih bertanya maksud perkataan ku? aku mendengar dari bunda kau adalah wanita cerdas tidak mungkin kamu tak tahu maksud perkataan ku" jawab iqdam


"saya benar-benar tidak mengerti maksud tuan" jawab nada lagi dengan masih bingung


" berapa banyak yang kau mau?" tanya iqdam sambil menyodorkan selembar cek pada nada


" tulis berapapun yang kau mau dan katakan pada ayah bundaku kau menolak perjodohan ini"


"perjanjian ayahku dan ayahmu dilakukan karna ayahku berutang pada ayahmu, karna ayahmu sudah tiada jadi perjodohan ini juga tiada, tulis saja berapa yang kau mau, dan anggap hutang ayahku lunas" tegas iqdam


nada tak percaya iqdam mengatakan ini semua iqdam pikir nada mau menikah dengannya karna uang dia terus mencerna setiap perkataan iqdam, dia berusaha tenang dengan keadaan sekarang


"jadi maksud tuan saya mau menikah dengan tuan hanya karna uang?" tanya nada dengan menahan tangisnya, tangannya memegang cek kosong yang diserahkan iqdam padanya


" tentu, kau tidak mencintaiku bukan, lalu untuk apa selain uang ku kamu menikah denganku? iqdam masih mengatakannya ,dia tak menyadari perkataanya itu sungguh menyakitkan untuk nada


nada merobek cek yang ia pegang dan melemparkannya pada iqdam


" tak ku sangka pikiranmu begitu dangkal tuan IQDAM RENDRA WISNUTAMA (nada menyebutkan nama iqdam dengan lengkap) hati nurani mu juga mati, kau yang berpendidikan luar negri ternyata empati mu sudah tertinggal di luar negeri sana, jangan sombong dengan uangmu , jika memang kau tak setuju dengan perjodohan ini aku akan menolaknya dan pergi dari rumahmu ini tanpa sepeserpun uangmu,paham " nada berlari menuju kamarnya ia tak dapat membendung lagi air matanya, ia menumpahkan segala kesedihannya dan kecewanya.


"ayah ibu aku merindukan kalian" dalam tangisannya nada begitu merindukan sosok kedua orang tuanya


nada menangis di dalam kamarnya sampai ia ketiduran.


"apa dia tadi menangis? apa penilaian ku tentangnya. salah? apa aku terlalu kejam mengatakan isi hatiku padanya? " setalah dari taman iqdam terus memikirkan ucapan nada


" harusnya aku senang jika dia membatalkan perjodohan ini" batin iqdam lagi


" tuan apakah malam ini jadi istirahat di apartemen" tiba-tiba cary datang


" mmm,,, tidak car,,, ada yang mau ku bicarakan padamu, sini" pinta iqdam


kemudian iqdam menceritakan semua kejadian di taman barusan, dia meminta pendapat cary tentang perkataan nada tadi


" menurut saya tuan memang salah, tuan tidak semua pernikahan yang diawali tanpa cinta itu dilakukan karna uang " cary menasehati iqdam


" lah emang kamu pernah merasakannya" tanya iqdam


" tuan minta pendapat saya apa mau berdebat dengan saya?" tanya carry lagi


" nggak usah bicara formal car gak ada orang, kaya orang bijak lo" iqdam malah balik nyolot


" elo ya,,,,(cary melayangkan jitakan ke kepala iqdam, iqdam berhasil menghindar)"


" pokonya menurut gue lo harus minta maaf ke dia,lo bener-bener kelewatan"


((thor kok nada dibuat nangis sihh kasian))


((gapapa kok gaes biar dia jadi wanita lebih tangguh lagi ))

__ADS_1


__ADS_2