
"Shoping? bukannya 2 hari lalu kamu sudah shoping? masak sekarang sudah mau pergi shoping lagi?" tanya iqdam.
"ya kan aku mau shoping lagi, kamu gak mu menemani aku? kalau kamu gak mau aku berangkat sendiri" kata ninsya.
"bukan gak mau sya, kamu kan lagi hamil , kata dokter juga kamu harus bed rest supaya kandunganmu lebih sehat, kamu juga tahu sendiri setiap kali pulang shoping perutmu kan kram dan pendarahan " jawab iqdam
"justru dengan shoping aku bisa lebih baik, aku nggak stres, dan mood aku baik lagi tau, kamu mau nggak temenin aku? jangan ajak aku berdebat kalau mau ayo sekarang juga, kalau nggak aku berangkat sendiri" kata ninsya.
iqdam hanya menghela nafas
"hm yasudah ayo, tapi nggak usah lama-lama," iqdam akhirnya mengalah .
"oke sayang" jawab ninsya dengan sikap manjanya karena iqdam mu menemaninya.
mobil iqdam melaju ke jalan menuju mall, setelah beberapa menit mereka sampai.
ninsya dengan semangat memasuki mall untuk berbelanja sedangkan iqdam hanya mengekor dibelakang ninsya.
ninsya berbelanja semua barang yang disukainya, mulai dari baju, tas, sepatu dan lainnya.
saat iqdam berjalan mengikuti ninsya dia kurang fokus dengan jalannya dan tak sengaja menabrak seseorang.
"bruk"
"maaf, tuan maaf, saya tidak sengaja" kata iqdam.
iqdam membantu laki-laki itu mengambil beberapa buku yang jatuh.
"iya nggak papa saya juga salah" jawab laki-laki yang di tabrak iqdam.
setelah mengambil buku-buku yang jatuh mereka berdua berdiri bersamaan dan saling menatap satu sama lain.
__ADS_1
"kamu" kata iqdam saat melihat laki-laki yang bertabrakan dengannya tadi.
"oh anda tuan rendra wisnutama" jawab dirga, ya laki-laki yang ditabrak iqdam adalah dirga.
"sayang ayo, kok kamu malah berhenti disini aku mau lihat perhiasan di sana" tiba-tiba ninsya datang dan menarik tangan iqdam, tapi iqdam masih menahannya.
"wanita ini memanggil sayang, bukannya dia suaminya shasha, siapa wanita ini sebenarnya, dan dia, dia sedang hamil, apa shasha tahu tentang ini semua" batin iqdam melihat ninsya yang bermanja pada iqdam.
"sebentar sya" kata iqdam.
"kamu, bukannya kamu kekasihnya nada" kata ninsya setelah melihat laki-laki yang ada di depan suaminya.
"bukan, saya dosennya nada bukan kekasihnya" jawab dirga.
"oh dosen, saya pikir kekasihnya, kalau saya ninsya istrinya mas iqdam" ,kata ninsya tiba-tiba memperkenalkan dirinya.
"siapa" jawab dirga.
"siapa yang nanya" jawab dirga kemudian berlalu pergi.
"apa, hey kamu tunggu, sini kamu" kata ninsya yang merasa tersinggung dengan sikap dirga
"udah sya kamu apa-apaan sih, ini tempat umum jangan bikin kehebohan disini, ayo tadi kamu mau beli apa lagi aku temenin" kata iqdam menenangkan ninsya yang berteriak sehingga orang-orang disekitar memperhatikan mereka.
"sebel aku sama dia, awas aja kalau sampai ketemu lagi" gerutu ninsya.
"sudah ayo" ajak iqdam.
setelah puas berbelanja semua barang-barang yang disukainya mereka bergegas akan pulang, tapi saat ninsya melangkah turun dari tangga depan mall sepatu hak nya terpeleset, ninsya jatuh tersungkur, darah segar keluar membasahi kakinya, ninsya mengerang kesakitan,
"sakit mas, tolong ow sakit" ninsya kesakitan dengan memegangi perutnya, iqdam yang melihat ninsya mengeluarkan banyak darah menjadi panik, beberapa orang yang ada disekitar langsung berkerumun dan ada yang berusaha menolong.
__ADS_1
"darah sya, ayo kita ke rumah sakit" kata iqdam mengangkat tubuh ninsya di bantu beberapa orang pengunjung mall, ambulance sudah ada di depan mall karena ada yang menghubungi, ninsya masuk ke ambulance di temani iqdam
"sakit sekali mas perut ku, tolong mas, ini sakit sekali" rintih ninsya.
"kamu sabar ya, kamu kuat ya" iqdam memeluk ninsya.
di dalam ambulance ninsya yang mengeluarkan semakin banyak darah pingsan di perjalanan,setelah sekitar 10 menit ambulance sudah sampai di rumah sakit.
ninsya masuk ruang UGD, iqdam menunggu ninsya di luar, tak lama kemudian perawat keluar dari ruang UGD
"Keluarga nona ninsya" kata perawat itu, iqdam yang mendengar panggilan perawat langsung pergi mendekat
"iya saya sus" jawab iqdam.
"anda siapanya pasien" tanya suster itu lagi
"saya suaminya sus" jawab iqdam singkat.
"oh iya tuan, mari ikut saya menemui dokter" kata perawat itu kemudian berjalan dan di ikuti oleh iqdam.
iqdam memasuki ruangan dokter
"silakan duduk tuan"kata dokter.
"baik dok,jadi bagaimana keadaan em em istri saya dok?" tanya iqdam
"hm begini tuan, kami mohon maaf pada tuan anak yang dalam kandungan istri tuan sudah tiada, dan kami akan melaksanakan prosedur operasi untuk mengangkat bayi tuan" kata dokter itu.
deg!
iqdam bagai disambar petir
__ADS_1