Ternyata DIA Istri Terbaik

Ternyata DIA Istri Terbaik
iqdam curang


__ADS_3

dua bulan berlalu begitu saja, mereka bertiga tinggal dalam satu atap.


nada yang awalnya bertahan karena janjinya terhadap ayah wisnu kini goyah, hari-hari yang dilewati di apartemen begitu membosankan baginya, dia lebih menikmati hidupnya di kampus dan di toko nya, sekarang nada memiliki toko kecil sebagai kantor onlinenya.


tak jarang nada lebih memilih menginap di toko bersama thalita, dia berkeluh kesah dengan thalita, thalita sebagai sahabatnya selalu menyarankan nada lebih baik bercerai, namun karena beberapa hal nada belum bisa melakukannya.


di kampus hubungan nada semakin dekat dengan dirga, dirga selalu bisa mengukir senyuman di hari-hari nada.


sore ini ninsya pergi ke USA, dia disana selama 3 hari, dia berencana mengunjungi orang tuanya.


"kamu bener nggak mau aku temanin?" tanya iqdam


"nggak sayang, lagian aku cuma sebentar" jawab ninsya


"tumben dia nggak mau di temanin? biasanya kemana-mana mintanya nempel trus, ah sudahlah seharusnya aku senang, setidaknya 3 hari aku bebas dari sikap manjanya" batin iqdam.


iqdam kemudian mengantar ninsya ke bandara, setelah 1 jam menunggu akhirnya pesawat ninsya datang, ia pun berangkat, iqdam pulang dan sesampainya di apartemen dia melihat wanita yang begitu ia kenal turun dari mobil.


"bukankah itu nada" kata iqdam, dia juga melihat seorang laki-laki turun bersam nada


"siapa laki-laki itu? kenapa mereka terlihat sangat dekat ? " iqdam menggertakkan giginya melihat laki-laki itu membelai kepala nada sebelum pergi.


iqdam kemudian memarkirkan mobilnya dan langsung masuk ke apartemen.


nada yang melihat mobil dirga pergi juga bergegas masuk, ia bertemu dengan iqdam saat akan masuk ke lift.


sikap iqdam terlihat tidak seperti biasanya.


"kenapa dia, kenapa wajahnya seperti marah?apa dia habis bertengkar dengan ninsya? hmm bodo amatlah" batin nada.


di dalam lift tidak ada percakapan di antara mereka, nada yang menganggap iqdam marah karna bertengkar dengan istri keduanya itu bersikap santai, sedangkan iqdam yang terus mengingat kejadian di depan apartemen tadi seperti mau meledak.

__ADS_1


iqdam melihat nada yang senyum-senyum saat bermain dengan ponselnya.


sampai dilantai apartemen mereka iqdam langsung keluar dan masuk apartemen.


"ishh dia seperti anak kecil, bertengkar dengan istri ke duanya yang di bad mood in semuanya" kata nada.


nada masuk ke kamarnya lalu membersihkan dirinya, setelah selesai dia pergi ke dapur untuk mempersiapkan makan malam.


"tumben ninsya nggak muncul dan ngerecokin pekerjaan ku?" nada clingak clinguk karna sejak datang belum melihat madunya itu.


selesai masak ia menyiapkan makanan di meja makan, kemudian memanggil iqdam dan ninsya untuk makan malam.


nada baru melangkah ternyata sudah datang ke meja makan.


"makan dulu mas" nada menawari iqdam makan, kemudian mereka duduk saling berhadapan.


"ninsya mana mas?" tanya nada


"pergi" jawab iqdam singkat


" aku mau makan bukan mau wawancara" jawab iqdam ketus.


mereka akhirnya makan malam berdua hari ini.


"apa istri keduanya minggat karena mereka bertengkar, hah sudahlah itu urusan mereka bukan urusanku" batin nada, dia meneruskan makannya lagi.


setelah selesai makan dan mencuci piring nada pergi ke kamar untuk istirahat, tiba di depan pintu kamar nada tiba-tiba ada tangan yang mencekal lengannya.


"aku mau bicara sama kamu" kata iqdam


iqdam menarik tangan nada masuk ke kamar.

__ADS_1


"pelan-pelan mas, sakit tau" protes nada karena iqdam mencengkram lengannya sangat kasar.


"siapa laki-laki yang mengantarmu tadi sore?" tanya iqdam dengan raut wajah menahan emosi.


nada mengingat-ingat hal yang di pertanyakan iqdam.


"laki-laki? oh dia , dia dosen kelas ku?" jawab nada.


"dosen? haha dosen macam apa yang mengantar mahasiswanya dengan begitu intens dan membelai-belai pucuk kepala pula, jawab aku dengan benar siapa dia?" tanya iqdam dengan nada suara meninggi dan membentak, nada yang mendengar pertanyaan iqdam sontak kaget , dia heran kenapa iqdam bisa semarah ini hanya karena dia diantar oleh dirga, mereka padahal tidak melakukan apapun.


"kenapa kau diam? siapa dia sebenarnya? pacramu? atau bahkan dia pelangganmu di atas ranjang?" iqdam yang tak dapat membendung emosinya tak dapat mengendalikan perkataannya juga.


nada yang mendengar semua tuduhan iqdam sangat kaget, tanpa sadar tangannya melayangkan tamparan ke wajah iqdam.


"jaga kata-katamu mas, aku bukan wanita murahan seperti yang kau tuduhkan, selama ini aku diam dengan semua perlakuanmu ,aku pikir kamu akan menghargaiku tapi ternyata tidak , kau semakin liar, aku sudah muak dengan semua ini" jawab nada dengan nafas terengah-engah.


"buktikan kalau kau bukan wanita murahan, buktikan padaku sekarang" jawab iqdam menantang nada.


"maksudmu apa? bukti apa yang kau inginkan?" tany nada yang tak mengerti maksud iqdam.


iqdam tiba-tiba mendorong tubuh nada ke atas ranjang,


"kalau kau masih seperti ini dan menuduhku yang bukan-bukan, ceraikan aku! ceraikan aku sekarang juga" kata nada.


"ohh kau minta cerai? kenapa kau tiba-tiba minta cerai ,supaya kau lebih leluasa berhubungan dengan laki-laki itu? iya? aku tak akan membiarkan itu semua terjadi" iqdam yang semakin emosi mendengar jawaban nada mencengkram erat tangan nada, dia melepas kerudung nada dengan paksa.


"apa, apa yang kau lakukan mas" nada kaget mendapat perlakuan dari iqdam.


"yang ku lakukan yang seharusnya terjadi sejak lama, ini kan yang belum kau dapatkan dariku,sehingga kau mencarinya pada laki-laki lain" jawab iqdam dengan senyum anehnya.


"jaga batasanmu mas, kau sudah berjanji tidak akan menyentuhku saat kau masih bersama istri keduamu" nada memberontak sekuat tenaga, dia terus mengingatkan iqdam tentang perjanjian mereka, tapi iqdam sudah dikusai oleh emosinya, dia tak memperdulikan semua yang dikatakan nada, iqdam melepas pakaian nada dengan paksa, dia meluapkan segala emosinya ke tubuh nada, nada yang semakin lemas tak dapat lagi memberontak, dia hanya dapat menangis saat tubuhnya di jamah oleh iqdam.

__ADS_1


nada sadar sebenarnya ini bukanlah suatu dosa, iqdam adalah suaminya sendiri.


dia berhak atas dirinya, tapi bukan dengan begini caranya.


__ADS_2