Ternyata DIA Istri Terbaik

Ternyata DIA Istri Terbaik
nasehat bunda


__ADS_3

hari ini ninsya berencana akan membuat iqdam lebih perhatian dengannya seperti dulu ninsya bangun lebih awal dari biasanya, ninsya memesan makanan melalui go food.


ninsya menyiapkan semua menu makanan di meja.


iqdam yang sudah bangun dari subuh hari melihat ninsya menata makanan di meja makan,


"sayang sini, kita sarapan dulu" ajak ninsya pada iqdam.


iqdam yang memang sedang lapar menurut saja, dia duduk ddi tempat yang disediakan ninsya, ninsy mengambilkan iqdam nasi dan sayur ke piring iqdam.


"gimana sayang? enak kan masakannya?" tanya ninsya


"hmm" iqdam hanya menjawab dengan deheman .


"em sayang hari ini kamu masuk kantor jam berapa?" tanya ninsya lagi.


"hari ini aku nggak ke kantor" jawab iqdam singkat.


"kamu cuti hari ini? temani aku shopping yuk" ninsya yang mendengar iqdam tak masuk kantor langsung memintanya untuk menemani belanja.


"hari ini aku mau ke rumah bunda, aku mau jenguk nada di panti asuhan" jawab iqdam, iqdam sekarang memang tak perhatian seperti dulu lagi pada ninsya, karena menurut catatan kesehatannya dia dinyatakan telah sembuh total.


"oh yasudah nanti pulangnya jangan malam-malam" kata ninsya, iqdam yang mendengar jawaban ninsya langsung menghentikan aktivitas makannya sejenak,


"tumben dia nggak protes" batin iqdam.


"kenapa kamu liatin aku seperti itu?"tanya ninsya yang melihat iqdam menghentikan makannya dan malah menatap dia dengan lekat.


"kamu tumben nggak protes seperti kemarin?" tanya iqdam.


"emm kan mbak nada juga istri kamu, kamu kan harus bersikap adil sayang, aku mau kamu menjadi suami yang baik buat aku juga mbak nada" jawab ninsya, dia akting seolah olah menjadi orang yang peduli dengan nada dan menjadi istri yang baik.


"ohh " iqdam tak ambil pusing lagi setelah mendengar jawaban dari ninsya, ninsya terlihat tersenyum setelah iqdam mempercayai kata-katanya.


setelah selesai dengan sarapannya iqdam kemudian bersiap untuk pergi ke rumah bunda, ninsya menyalaminya dan memeluk iqdam sebelum pergi.


"kamu hati-hati ya sayang, titip salam buat mbak nada ya" kata ninsya.

__ADS_1


kemudian iqdam pergi mengendarai mobilnya.


sesampainya di rumah bunda iqdam melihat ada 2 koper di depan rumah.


"koper siapa ini? siapa yang mau liburan ya?" batin iqdam, iqdam kemudian masuk dan melihat ayah, bunda ,irham dan juga carry di ruang tamu.


"assalamualaikum" ucap iqdam.


"walaikum salam" mereka berempat kompak menjawab salam iqdam.


"ayah bunda di depan kok ada koper siapa yang mau liburan?" tanya iqdam.


"oh itu bukan mau liburan , irham mau balik nerusin studinya katanya" jawab bunda.


"kok kopernya ada 2? yang satunya lagi punya siapa?" tanya iqdam lagi.


"carry, mulai sekarang carry akan ikut irham dan mendampingi irham disana" jawab ayah menyahuti pertanyaan iqdam.


iqdam yang mendengar jawaban ayah sontak terkejut, karena selama ini carry merupakan asistennya, tapi sekarang dia malah di suruh mendampingi irham.


"kok carry sih yah? kenapa bukan orang lain? carry kan asisten aku" protes iqdam.


"tapi yah"


"nggak usah tapi-tapian sekarang bukan saatnya kamu mikirin carry, dia bisa urus dirinya sendiri, sekarang kamu harus fokus untuk membujuk istrimu pulang" jawab ayah memotong protes iqdam.


"nahh betul itu, gimana sih kak bini cantik gitu bisa kabur, makannya jangan setiap hari prosesnya jadinya kan capek" ledek irham.


"diem lo "kata iqdam sambil melotot pada irham, irham yang melihat ekspresi kakaknya malah tertawa.


"sudah kalian ini tetap seperti anak kecil, kalau ketemu rusuh terus" kata bunda.


"anak manjanya bunda tuh", jawab iqdam menunjuk sang adik.


"lah emangnya kakak bukan anak bunda gitu? orang sama-sama anak bunda juga" jawab irham tak mau kalah dari kakaknya.


"sudah, bunda bilang sudah juga tetep di terusin, kamu irham cepet berangkat sekarang nanti ketinggalan pesawat" perintah bunda.

__ADS_1


irham melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya, jam menunjukkan pukul 8 , dan pesawatnya terbang jam 10 pagi ini.


irham dan carry berpamitan pada ayah bunda dan semua penghuni rumah, termasuk iqdam yang hari ini mampir ke rumah.


setelah kepergian irham, dan ayah juga berangkat ke kantor, bunda dan iqdam mengobrol berdua.


"kamu tumben ke sini dam?" tanya bunda vena.


"iqdam mau ngajak bunda buat pergi ke panti asuhan nada" jawab iqdam.


"kemarin kan bunda sudah bilang biarkan nada tenang dulu dam" jawab bunda mengingatkan perkataanya kemarin lusa.


"tapi iqdam harus berbicara sama nada bund, iqdam mau menyelesaikan semuanya, bunda tolong bantu iqdam ya" kata iqdam meyakinkan bundanya, bunda yang melihat putranya bersungguh-sungguh menjadi tak tega.


"gini aja bunda telepon dulu ibu panti dan menanyakan pada nada, nanti kalau kita kesana tiba-tiba dan nada tidak senang nada malah semakin menjauh lagi," saran bunda, iqdam yang mendengar saran bunda juga setuju.


kemudian bunda mengambil ponselnya dan menghubungi nomor ibu panti.


"hallo assalamualaikum", jawab ibu panti diseberang telepon.


"walaikumsalam bu" jawab bunda vena.


"oh iya bu vena, ada apa ya bu"tanya ibu panti.


"begini bu, saya dan anak saya suami nada mau berkunjung untuk mengunjungi nada, apakah nada sudah mau untuk menemui kami" tanya bunda vena.


"emm mohon maaf bu vena, hari ini nada baru mau keluar kamar, dan sudah mulai berbicara banyak, sebaiknya bu vena tunda dulu rencana mengunjungi nada, nanti kalau memang keadaan nada sudah lebih baik lagi dari sekarang saya pasti akan menghubungi bu vena" jawab ibu panti


"oh begitu ya bu, baik kalau begitu, saya titip nada ya bu, terimakasih banyak atas bantuannya bu" kata bunda pada bu panti, kemudian menutup teleponnya.


"gimana bund? apa kita bisa kesana sekarang?" tanya iqdam antusias.


bunda hanya menjawab pertanyaan iqdam dengan menggeleng.


"kamu sabar dam, memang wanita itu perlu waktu menenangkan hatinya untuk menghadapi sebuah masalah, bunda tau kamu khawatir dengan nada, tapi untuk sekarang kamu harus lebih bersabar lagi" nasehat bunda untuk iqdam.


"bunda memang tak tahu masalah apa yang kalian hadapi bersama, dan bunda tidak akan ikut campur karena kalian berdua sudah sama-sama dewasa dan ini rumah tangga kalian, jadi bunda yakin kalian sudah bisa menyelesaikan masalah ini, tapi satu hal dam yang bunda ingin sampaikan jangan pernah kamu berbuat curang dalam berumah tangga karena jika nanti kamu kehilangan pasanganmu penyesalan mu akan datang di akhir" kata bunda lagi,

__ADS_1


setelah iqdam selesai berbincang dengan bunda dan tak jadi mengunjungi nada iqdam akhirnya berkeliling kota dengan mobilnya, dan tak terasa sudah hampir malam iqdam berkeliling kota tanpa ada tujuan, dia akhirnya memutuskan untuk pulang ke apartemennya.


__ADS_2