
"siapa yah?" tanya iqdam.
"ayah juga belum tau, kamu mau ikut ayah menemuinya?" ajak ayah pada iqdam, kemudian mereka berjalan menuju ruang tamu.
sesampainya di ruang tamu yang berada disana adalah ninsya.
ninsya yang melihat tuan wisnu langsung berdiri dan menyapa.
"selamat sore ayah, bagaimana kabar anda hari ini?" sapa ninsya pada tuan wisnu.
"siapa kamu?" tanya ayah wisnu pada ninsya, dia memang pernah menyelidiki tentang ninsya, tapi dia belum pernah bertemu ninsya atau sekedar melihat potretnya.
"kamu kenapa disini?" iqdam langsung mendekat pada ninsya.
"eh sayang, aku disini ingin mengunjungi mertuaku" jawab ninsya.
"apa maksudmu?" tanya tuan wisnu masih santai.
"iya ayah saya kesini ingin mengunjungi ayah dan bunda sebagai mertua saya" jawab ninsya dengan senyuman.
"ninsya diam, ayo keluar, bukankah harusnya kamu di rawat" iqdam mencekal tangan ninsya dan ingin menyeretnya keluar.
"aku nggak mau, aku bosan dirumah sakit,aku masih ingin disini" ninsya mempertahankan dirinya, dia tak ingin mengikuti perintah iqdam.
"tunggu, biarkan saja dia, ayah ingin tahu apa yang ingin dia katakan" ayah memberi arahan tangannya pada iqdam untuk membiarkan ninsya dulu.
"katakan, apa yang kamu maksud dengan menyebutku ayah mertua"kata ayah, dia kemudian duduk dan mendengarkan apa yang akan dijelaskan oleh wanita muda dihadapannya.
"saya adalah istrinya iqdam yah, jadi saya berhak dong datang kesini,dan memanggil ayah, sama seperti istri iqdam yang pertama, karena saya juga adalah menantu rumah ini " kata ninsya.
tuan wisnu yang mendengar ucapan ninsya malah tersenyum lalu berkata,
"siapa yang memberimu hak? lalu sejak kapan kamu menjadi istrinya iqdam? karna setahuku aku menikahkan dia hanya satu kali dengan perempuan bernama nada aisha wiradinata, jadi menantuku adalah nada bukan kamu" jawab ayah wisnu dengan tegas.
"tapi aku juga istrinya, kami menikah sudah 3 bulan lebih, jadi saya juga menantu sama seperti nada" jawaban ninsya tak kalah ketus karena ayah wisnu ternyata tak membelanya.
"sudah sya ayo kita pergi" iqdam masih mencoba mengajak ninsya untuk pergi.
"biarkan dia mengatakan semuanya, ini kah yang kamu katakan pada ayah kamu tidak menyembunyikan apapun dibelakang ayah".kata ayah menatap tajam pada iqdam, iqdam seketika menundukkan kepalanya karena merasa bersalah.
__ADS_1
"mas aku istri kamu juga ya, lagian kamu bilang gak mencintai wanita itu lebih baik kalian bercerai bukan, toh wanita itu sekarang sudah meninggalkan kamu sudah lebih dari satu bulan" kata ninsya pada iqdam.
"jadi yah" belum sempat ninsya menyelesaikan perkataannya.
"jangan panggil aku ayah, kamu mungkin mengatakan jika kamu istrinya iqdam, tapi aku tak mau menganggap mu sebagai menantu, mengerti!, katakan apa maumu sampai datang kesini" ayah wisnu memperingatkan pada ninsya dengan tatapannya yang tegas.
ninsya menelan salivanya "kenapa dia terlihat menakutkan, kenapa tak seperti iqdam yang mudah ditaklukkan" batin ninsya.
"em baiklah tuan, saya kesini ingin memberikan kabar gembira pada keluarga ini" jawab ninsya.
iqdam yang mendengar jawaban ninsya kaget,
"apa dia akan mengatakan semua pada ayah" batin iqdam.
"kabar apa?" tanya ayah.
"saya sekarang sedang hamil anaknya iqdam, jadi saya kesini mau meminta tuan untuk lebih baik menyuruh mereka bercerai" kata ninsya dengan penuh percaya diri dan senyum kemenangan.
kali ini ayah kaget dengan ucapan ninsya.
"hamil! apa benar yang dia katakan dam" tanya ayah pada iqdam, iqdam tab berani menatap ayahnya, dia diam seperti tak mampu menjawab pertanyaan ayah.
iqdam kemudian menganggukkan kepalanya.
ayah yang semula santai menanggapi ninsya kini sedikit emosi,
"keterlaluan kamu dam, ayah tak menyangka kamu menjadi laki-laki yang begitu ceroboh" kata ayah dengan ekspresi kecewanya.
"bagaimana tuan?" tanya ninsya.
"bagaimana apanya ha?" jawab tuan wisnu.
"bukankah mas iqdam dan nada lebih baik bercerai, lagi pula mereka selama ini tak pernah melakukan hubungan suami istri, nada dirumah hanya bertugas melayani kami, bukankah itu menyiksa mereka berdua, lebih baik bercerai bukan" kata ninsya lagi.
ayah wisnu sangat marah mendengar penjelasan ninsya, dia terngiang-ngiang dengan perkataan ninsya yang menjelaskan sikap iqdam pada nada dan caranya memperlakukan nada.
"iya kan mas, katakan pada ayahmu yang sebenarnya jika kamu belum pernah menyentuh nada bukan, aku tahu mas kamu punya perjanjian itu dengan nada kan, ayo katakan " ninsya terus memojokkan iqdam, iqdam tak mungkin bilang iya karena dia sudah pernah melakukannya pada nada.
"kalau kamu diam berarti semua yang dikatakan wanita ini benar dam" kata ayah.
__ADS_1
belum sempat iqdam menjawab pertanyaan ayah tiba-tiba "bruk" suara benda jatuh dari arah pintu masuk, terlihat buah jeruk yang berjatuhan dilantai, mereka bertiga melihat sosok orang yang berdiri di sana, terlihat nada dengan matanya berkaca-kaca.
"kamu sudah datang mbak, sini gabung bersama kami" kata ninsya melambaikan tangannya pada nada, senyum jahatnya seperti mengatakan bahwa "akulah pemenangnya".
"ayo sayang masuk" bunda vena yang tadi masih menerima telepon mengajak nada masuk, dia belum mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
"kamu kenapa sayang, kenapa semua jeruknya jatuh?" tanya bunda vena ,kemudian melihat sofa ruang tamu dan melihat 3 orang ada disana.
nada mengepalkan tangannya untuk menahan emosinya.
"aku gak boleh nangis, ini bukan akhir dari semuanya" batin nada menguatkan dirinya sendiri.
"aku harus menjadi wanita kuat demi bayiku" kata nada lagi.
"loh ada tamu rupanya" kata bunda vena, ninsya yang mengetahui ternyata nada datang bersama ibu mertua mereka dia buru-buru berdiri dan mendekat, kemudian ninsya menyalami bunda vena.
"bunda bagaimana kabarnya" ninsya juga langsung memeluk bunda vena,seperti orang yang akrab.
"sini biar saya bantu" kata ninsya sambil mengambil jeruk yang berserakan di lantai.
bunda vena sempat heran dengan wanita yang ada di depannya, karena dia belum pernah bertemu sebelumnya, tapi kenapa sikapnya seperti orang yang sudah akrab saja.
"terimakasih nak, yuk sayang masuk" bunda vena kemudian mengambil kantong plastik berisi jeruk dari ninsya, dan menggandeng nada juga untuk masuk.
ninsya yang melihat kemesraan antara bunda dan menantunya itu kesal,
"saya juga menantu anda" kata ninsya yang melihat bunda vena berjalan menggandeng nada,
bunda menghentikan langkahnya untuk mencerna kata-kata yang di ucapkan ninsya.
"dan saya sedang hamil anaknya mas iqdam, sekaligus cucu anda" kata ninsya lagi, bunda tiba-tiba melepaskan kantong plastik berisi jeruk yang tadi di jatuhkan nada.
......................
gimana nih teman-teman? gregetan nggak sih seandainya ketemu ninsya,
kalau kalian nih yang pernah punya pengalaman sama orang ketiga komen dong gimana cara menghadapinya,
berbagi pengalaman itu indah lo,
__ADS_1
siapa tau bisa jadi pelajaran untuk yang lain