
setelah berbincang berbagai hal mobil yang ditumpangi irham sudah sampai dikediaman wisnutama. mereka turun dari mobil dan memasuki rumah ,semua keluarga menunggu kepulangan nada di ruang keluarga
"assalamualaikum" nada mengucapkan salam ketika memasuki rumah, kemudian bik tanti membukakan pintu
"walaikum salam non, kok baru pulang dari tadi tuan dan nyonya khawatir non belum pulang-pulang non" ucap bik tanti karna memang tuan dan nyonya nya sedang
khawatir karna nada belum pulang
" bik" irham dibelakang nada mengagetkan bik tanti
" ehhhh ayam den irham,,ayam den" bik tanti latah ketika kaget
" mana ayam nya bik ,,tangkap bikk yukk tangkap" irham malah menyahuti perkataan bik tanti karna dia memang suka jahil pada siapapun apalagi pengasuhnya dari kecil itu
"eh yok yok den yok yok"
nada tertawa melihat keakraban assiten rumah tangga dan tuan mudanya ini , mereka seperti tidak ada jarak dan sudah menjadi keluarga sendiri
" udah den bibik capek tertawa trus" bik tanti sambil ngos-ngosan mencoba berhenti tertawa
"hahaha okke bikk" tangan irham
" mari non, tuan dan nyonya sudah menunggu di ruang keluarga " ajak bik tanti pada nada
" lah aku nggak diajak bik , aku di anggurin nihh ada anak baru" protes irham sambil mengerucutkan bibirnya
" ehh iya,, monggo aden ku terhormit aden irham rendra wisnutama,,,, jeng jeng jeng" bik tanti menjawab protes tuan mudanya dengan gurauan
" kok terhormit bik" protes irham lagi
" lah trus gimana den" tanya bik tanti sambil menahan tawanya
"TERHORMAT dong" irham menjawab sambil menekan ucapannya
" nahh tuhh aden bisa bilang sendiri" jawab bik tanti ((pasti seru ya gaes punya asisten rumah tangga berjiwa pelawak gini))
mereka bertiga tertawa bersama seperti habis menonton pertunjukan lawak
DI RUANG KELUARGA
semua berkumpul di ruang keluarga menanti kepulangan nada.
"lohh kok kalian bareng" tanya bunda vena yang melihat kedatangan irham dan nada
" iya bund tadi irham ketemu mbak nada di halte bis trus hujan lebat lagi, ya udah deh irham ajak pulang bareng aja" jawab irham apa adanya
" kamu gak papa kan sayang" bunda vena memeluk nada karna khawatir
iqdam yang melihat suasana ini hanya membuang muka malas
__ADS_1
" tuh kan anaknya baik-baik aja , gitu aja seluruh rumah khawatir udah kaya dia gk pulang berbulan-bulan" batin iqdam
" lahh jadi irham gak ditanyain nihh bund?? irham kan juga anaknya bunda " protes irham
(( irham tukang protes juga ya gaes))
" kamu kan udan biasa pulang lebih malam lagi ,lagian kamu kan anak cowok bisa melindungi diri" jawab mama vena
" nada ganti baju dulu ya bund ,baju nada agak basah ini" nada pamit untuk ganti baju
" iya nak sekalian kamu siap-siap kita habis ini fitting baju pengantin trus makan malam di luar, kayaknya hujannya udah reda juga" ucap bunda vena
"FITTING BAJU" nada dan iqdam kompak kaget mendengar bunda mengucapkan fitting baju
bunda vena langsung mengangguk
"wihhh kalian kompak berarti emang ngebet nikah nihh udah jodoh ,langsung gas yahh bund mereka udah gak sabar tuhh" ledek irham sambil tertawa lepas ,
carry dan juga yang lain juga tertawa mendengar ucapan irham mereka sepemikiran dengan irham kali ini
" bisa diam gak bocil" bentak iqdam
" enak aja bocil sekarang aku udah kuliah udah kagak bocil lagi kak week" ekspresi irham
" awas kamu ya" iqdam mau mengejar adiknya mau di jitak kepalanya
" kaburrrr,,,, bund aku ganti baju dulu ,,,ada sina merana yang ngebet pengen dinikahin bund" irham segera berlari menuju kamarnya sebelum kakaknya sampai menerkamnya
" yasudah sayang cepat ganti baju ,bund tunggu disini " ucap bunda vena pada nada
kemudian nada menaiki tangga untuk menuju kamarnya, pikirannya membayangkan pernikahan yang akan dijalani tinggal menghitung hari lagi
setelah selesai membersihkan diri nada merias wajahnya dan bersiap untuk turun
" aku yakin nggak ya dengan pernikahan ini? apa aku yakin kuat memiliki suami yang super cuek kayak dia, apa aku batalkan saja pernikahan ini" nada bertanya dalam hatinya namun kemudian dia teringat pesan di surat yang ditulis ayahnya
" aku harus yakin ini pilihan ayah dan wasiat ayah , aku yakin ayah tak salah memilihkan dia untuk hidupku, walaupun berat rintangannya aku harus yakin" nada meyakinkan dirinya dan dia harus membuktikan bahwasanya penilaian iqdam tentang dirinya salah besar, dia akan berusaha menjadi istri yang baik untuk iqdam.
.
.
diruang keluarga iqdam masih ragu untuk pergi fitting baju pengantin
" ayah bunda apa nggak sebaiknya ditunda aja pernikahan ini , iqdam belum siap yah" ucap iqdam pada ayahnya
"nak yakinlah ini terbaik untukmu , yakinkan hatimu kamu harapan ayah satu-satunya untuk membalas budi ayah pada pak wira, dia orang yang sangat berjasa bagi kita , ayah yakin jika kamu mai berusaha mencintai dan menerima nada kamu akan menjadi laki-laki paling beruntung telah memiliki dia" ucapan ayah wisnu membuat iqdam terdiam.
iqdam langsung mengingat betapa menderitanya keluarganya dulu karena semua usahanya gagal dan semua teman dan keluarga menjauhi mereka, dan hanya pak wiradinata yang mau menolong mereka saat itu, hingga keluarganya berhasil seperti sekarang.
__ADS_1
" baiklah yah bunda iqdam akan mencobanya" jawab iqdam pasrah
" cobalah dengan sepenuh hatimu, ayah dan bunda yakin nada merupakan gadis yang baik dan tepat untuk hidup kamu nak" ucap wisnu lagi
beberapa menit kemudian nada menuruni tangga dengan balutan gamis dan hijab yang cantik dan anggun
iqdam menatap kagum akan kecantikan nada
" kayak beda orang aja,cantik sekali" iqdam langsung mengalihkan pandangannya untuk menetralkan perasaannya
"subhanallah cantik dan anggun sekali kamu sayang ,kamu memang calon menantu terbaik nya ayah dan bunda" bunda vena memuji kecantikan nada
" dam kamu satu mobil sama nada biar carry yang bawa mobil ayah dan bunda " perintah bunda vena pada iqdam
" dam" panggil bunda lagi karena iqdam masih diam ketika diajak berbicara
"emm iya bund" jawab iqdam cepat
"irham bareng kak iqdam bund" tiba-tiba irham muncul
"kamu bareng ayah bunda" iqdam menjawab pertanyaan irham dengan spontan
ayah,bunda,carry, dan nada kaget mendengar jawaban cepat iqdam
" kok aku deg-deg an gini dia ngomong gitu" batin nada
" cieee yang mau berduaan , bilang nya nggak mau ternyata ng..." belum selesai irham ngomong dibungkam mulutnya sama iqdam
" bocil nggak usah rewel" bisik iqdam
" emmm,,, orry-orry" terdengar suara irham tapi kurang jelas karna mulutnya masih ditutup tangan iqdam
kemudian iqdam melepas tangannya dari mulut irham
"pisss kak" tangan irham
" yasudah siap semua ,yukk kita berangkat " ajak ayah pada mereka
" bik tanti titip rumah ya" pesan mama vena yang mengantar mereka ke depan rumah
" baik nyonya, hati-hati dijalan nya" balas bik tanti
( ( hai gaes kira-kira gimana baju pengantin yang cocok untuk nada))
(( cocok semua deh thor kan cantik))
(( yapp betul))
((yukk lanjut yang penasaran kecantikannya))
__ADS_1
((SCROLL BAWAH gaes))