Ternyata DIA Istri Terbaik

Ternyata DIA Istri Terbaik
nada ketemu


__ADS_3

"istri tuan, maksud tuan apa? saya saja tidak mengenal tuan bagaimana saya tahu keberadaan istri tuan" jawab dirga yang heran dengan tuduhan iqdam padanya.


"nada, nada aisha wiradinata adalah istriku, bukankah kemarin kau yang mengantarnya pulang, pasti kau ada hubungannya dengan istriku, kau bawa kabur kemana istriku?" kata iqdam , dirga sontak kaget mendengar nama yang disebutkan oleh pria tak dikenal yang ada dihadapannya.


"nada" ucap dirga


"ya nada dia istriku, anda tahu sekarang, sekarang katakan dimana dia" desak iqdam pada dirga.


"benarkah yang anda katakan tuan, setahu saya data nona nada aisha menyatakan bahwa di belum menikah" kata dirga yang tak percaya begitu saja ucapan iqdam.


iqdam kemudian merogoh ponselnya di saku jaz dan memperlihatkan bukti-bukti pernikahannya, awalnya dirga tak ingin mempercayainya namun setelah melihat semua bukti yang ditunjukkan dia percaya dengan ucapan iqdam.


dirga mencoba menenangkan dirinya, dia tak mau juga ikut emosi dalam hal ini, dia melihat situasi di sekitar mereka, mereka menjadi pusat perhatian warga kampus.


"oke tuan begini saja kita cari tempat untuk berbicara, disini lingkungan kampus, kalau kita seperti ini kita akan mempermalukan diri kita sendiri" kata dirga mencoba membujuk iqdam agar lebih tenang.


iqdam yang melihat situasi disekitar akhirnya menurut karena mereka memang sedang dilihat oleh banyak pasang mata.


"hmm baiklah" kata iqdam.


dirga kemudian mengendarai mobilnya di ikuti iqdam, mereka berhenti di tepi danau,


"sekarang kita sudah ada disini, katakan dimana istriku?" tanya iqdam lagi setelah turun dari mobil.


"saya tidak tahu dimana shasha sekarang tuan, terakhir bertemu dengannya kemarin saat mengantarnya pulang ke apartemen" jawab dirga apa adanya.


"shasha" kata iqdam mengernyitkan dahinya.


"ya shasha adalah panggilanku untuk nada" kata dirga lagi.


"wah mesra sekali kalian sampai punya nama panggilan" iqdam bertepuk tangan dengan raut wajah mengejek.

__ADS_1


"mesra! itu memang panggilan dari teman-temannya untuk dia dulu" jawab dirga yang heran karna ekspresi iqdam yang tidak mengenakkan.


"benarkah, lalu apa hubunganmu dengan istriku sehingga kau kerap mengantarnya pulang?" tanya iqdam lagi.


"aku adalah teman masa kecilnya, dan sekarang aku adalah dosennya di kampus" jawab dirga ketus.


tiba-tiba ponsel iqdam berdering,


"bunda, kenapa bunda meneleponku" batin iqdam setelah melihat nama yang tertera di ponselnya.


"hallo bund, ada apa" jawab iqdam .


"hallo dam, kamu dimana sekarang?" suara bunda diseberang telepon.


"aku lagi sama temen bund ada apa?" kata iqdam.


"bunda barusan di telpon sama ibu panti, katanya nada barusan sampai di sana" lata bunda diseberang telepon.


"eh tunggu dam, kamu nggak usah kesana dulu" kata bunda


"memangnya kenapa bund?" tanya iqdam lagi.


"kamu nggak usah khawatir, bunda yakin nada disana akan baik-baik saja, sepertinya nada juga butuh waktu untuk sendiri, biarkan dia disana menenangkan diri dulu" kata bunda tentang kondisi nada.


"tapi bund " belum sempat iqdam menyelesaikan bicaranya bunda menyela.


"sudah nggak usah tapi-tapian, turuti saja saran bunda, dalam rumah tangga hal seperti ini sudah biasa ada masalah, itu namanya cobaan berumah tangga , asalkan bukan karena orang ketiga bunda yakin hubungan kalian akan baik-baik saja" kata bunda.


deg!


kali ini perkataan bunda membuat iqdam tersentak, dia merasa perkataan bunda menyindirnya.

__ADS_1


"hmm iya bund, iqdam bakal turutin saran bunda" kemudian panggilan berakhir,


iqdam diam mencerna perkataan bunda


"bagaimana tuan? apa shasha sudah ketemu?" suara dirga membuyarkan lamunan iqdam.


"apa?" kata iqdam yang tak mendengar pertanyaan dirga.


"apa nada sudah ketemu?" dirga mengulang pertanyaannya tapi menggunakan nama nada.


"hmm sudah, maaf telah menuduhmu" kata iqdam.


"iya tuan saya mengerti posisi tuan, tapi saya sarankan pada tuan sebaiknya jangan berfikir negatif tentang istri anda, dia adalah wanita yang baik dan jauh dari prasangka buruk anda" kata dirga, dirga kemudian berjalan menuju mobilnya, iqdam yang mendengar kata-kata dirga mengingat perkataannya yang dilontarkan pada nada.


dirga memasuki mobilnya, sebelum dia melajukan mobilnya dia membuka kaca dan berkata


"satu lagi tuan, jaga dia baik-baik kalau anda tidak bisa melakukan hal itu, saya yang akan menjaganya lebih baik dari anda" dirga berkata seperti memberi peringatan pada iqdam, kemudian dirga berlalu pergi meninggalkan iqdam yang masih terpaku dan mencerna semua perkataan yang dikatakan bundanya dan juga dirga.


"kenapa kau tidak mengatakan kalau kau sudah menikah sha"dirga berbicara sendiri di dalam mobil.


"apa kau tidak bahagia bersamanya? sehingga kau kabur darinya" dirga menerka-nerka sikap nada yang sampai kabur dari rumah.


"aku harus mencari tahu tentang shasha dan laki-laki yang mengaku sebagai suaminya tadi" kata dirga.


......................


hallo teman-teman


gimana nihh nanti nada bakalan maafin iqdam nggak ya kira-kira?


yang mau tau lanjutannya yukk baca terus episode selanjutnya

__ADS_1


__ADS_2