
"menantu! cucu! apa maksud mu nak" tangan bunda bergetar mengulang kata-kata ninsya.
iqdam dan ayah wisnu menghampiri bunda,
"cukup sya, hentikan semua ini" bentak iqdam
"kenapa mas? memang ini kebenarannya bukan, saya adalah istri kamu juga, bahkan sekarang saya sedang mengandung anak kamu" kata ninsya.
"iqdam apa benar yang dikatakan wanita ini" bunda menggertakkan giginya menahan amarahnya.
"bunda tenang dulu, kita duduk ya bund" kata iqdam memegang bahu bunda sebelah kiri.
"jawab!" bentak bunda
"i iya bund, maafin iqdam" kata iqdam dengan menunduk.
plak
tamparan keras mendarat di pipi iqdam, tangisan bunda pecah
"bunda tak menyangka kamu berbuat seperti ini, apa kurangnya nada padamu sehingga kau mengkhianatinya? kau menikahi orang lain di belakang nada, apa karena ini selama ini nada pergi?" kata bunda, nada memegang kedua bahu bunda vena agar bunda lebih tenang.
"bunda, tenang bund, lebih baik kita bicarakan baik-baik, kita duduk dulu bund" ajak nada pada bunda.
"tapi nad" bunda menatap nada
nada dengan tenang menuntun bunda vena untuk duduk, mereka berlima duduk di ruang tamu.
"sekarang ceritakan pada kami apa yang sebenarnya terjadi di antara kalian" kata ayah wisnu.
ayah wisnu dan bunda vena menatap iqdam dan ninsya, dia tak mau melepas genggaman tangan nada.
"biar saya saja yang cerita " sahut ninsya, dia berdiri dan melipat tangannya, kemudian ninsya mulai berbicara.
__ADS_1
"aku dan mas iqdam sudah menjalin hubungan lama, dan mas iqdam berencana untuk serius denganku, tapi tiba-tiba wanita murahan ini merebut mas iqdam dariku" kata ninsya sambil melihat nada dengan pandangan merendahkan.
"nada bukan wanita murahan dia adalah wanita pilihan kami untuk mendampingi anak kami, seharusnya kamu sadar diri siapa yang murahan disini" sahut bunda tegas.
"jaga bicaramu ninsya, aku tak pernah merebut mas iqdam darimu, aku dan mas iqdam dijodohkan oleh orang tua kami, dan ayah bunda sudah tahu tentang itu semua" sahut nada, dia tak terima jika dia disebut sebagai wanita yang merebut mas iqdam dari ninsya.
"kalau bukan wanita murahan kenapa kamu mau menikah dengan orang yang belum kamu kenal, lalu kamu bolak balik di antar sama laki-laki lain ke apartemen, bukankah itu murahan plus kegatelan" ninsya mengungkit perihal nada yang diantar dirga waktu itu.
"laki-laki lain apa maksud kamu" tanya nada.
"kenapa kalian semua menatapku seperti itu? kalian tak percaya padaku kalau wanita ini punya laki-laki lain, aku punya buktinya" tanya ninsya yang menerima tatapan tak suka dari semua keluarga iqdam termasuk iqdam,
"saya yakin karena kamu tak pernah bisa mendapatkan mas iqdam makannya kamu mencari lelaki lain untuk kamu jadikan cadangan nantinya kan" kata ninsya, sambil menggeser layar ponselnya untuk mencari foto nada di antar dirga waktu itu, setelah menemukannya ninsya memperlihatkan foto nada saat di antar dirga pulang kepada mereka semua.
"lihat ini mas, kamu lihat dia punya laki-laki lain selain kamu, apa yang ku katakan padamu selama ini bukanlah hoaks, apa wanita seperti ini masih mau kamu jadikan istri, ceraikan saja dia mas" ninsya mencoba menghasut iqdam.
nada santai menanggapi foto yang diperlihatkan ninsya pada semua orang karena memang dia tidak ada hubungan apa-apa dengan dirga.
"aku sudah tahu, dan dia bukan kekasihnya tapi dosennya di kampus" jawab iqdam.
"dari mana kamu tau mas?" tanya ninsya.
"aku pernah bertemu dan berbicara dengannya" jawab iqdam.
"bertemu dirga, kenapa mas iqdam bisa bertemu dengan dirga" batin nada , dia bertanya-tanya kenapa suaminya bisa bertemu dengan dosennya yang ternyata teman masa kecilnya itu.
"sekarang kamu sudah mengerti kan semua tuduhan mu tentang menantuku adalah fitnah, jadi sekarang lebih baik kamu pergi dari sini, aku nggak mau punya menantu seperti kamu" kata bunda pada ninsya, bunda sudah sangat kesal dengan wanita yang ada di hadapannya ini.
"nggak, aku nggak mau pergi, aku sekarang sedang mengandung anak mas iqdam dan ini adalah cucu kalian, jadi aku harus tetap bersama mas iqdam" jawab ninsya.
"kau yakin itu cucu kami" ayah yang dari tadi hanya duduk diam menonton kini mulai bersuara.
"apa maksud anda, aku hanya berhubungan dengan mas iqdam jadi ini memang anaknya mas iqdam" jawab ninsya, ninsya sebenarnya kaget kenapa ayah mertuanya bisa bertanya hal itu.
__ADS_1
"buktikan" kata ayah wisnu.
"apa yang harus saya buktikan, perlu anda ketahui bahwa selama pernikahan mas iqdam hanya menyentuhku, dan dia sama sekali tak pernah menyentuh wanita itu, dia jijik pada wanita murahan itu, mas iqdam sendiri yang mengatakannya padaku"kata ninsya dengan menunjuk-nunjuk nada.
nada yang mendengar ucapan ninsya kali ini merasa sakit hatinya.
"ayo katakan mas bahwa kamu jijik dengan wanita ini, kamu tak sudi menyentuhnya bukan, aku mendengar sendiri jika kalian pernah punya kesepakatan itu, dan tujuan kalian membuat kesepakatan itu untuk kalian bercerai nanti bukan, ayo mas jawab" ninsya kaki ini memojokkan iqdam, iqdam pernah mengatakan pada ninsya jika dia tidak akan menyentuh nada, tapi bukan karena jijik pada nada, tapi karena sebuah kesepakatan.
"jawab mas" kata ninsya lagi, semua orang melihat ke arah iqdam, iqdam terlihat bingung, nada juga terus menatap iqdam.
"katakan mas, keputusanku tergantung jawaban kamu sekarang ini" batin nada, nada terlihat jadi cemas menunggu jawaban yang keluar dari mulut iqdam.
"kenapa ninsya membicarakan masalah ini" batin iqdam.
"ayo jawab mas" kata ninsya lagi yang melihat iqdam masih terdiam, sesaat kemudian iqdam malah mengangguk.
bunda langsung mengeratkan genggamannya pada nada, bunda sungguh kecewa dengan semua cerita yang ia ketahui hari ini.
"tuh kan , bagaimana pendapat kalian, bukankan mas iqdam dan wanita murahan ini sebaiknya bercerai, kalau mereka saja tak pernah berhubungan apa gunanya menikah" kata ninsya dengan lantang, dia tersenyum puas dengan anggukan iqdam.
"maafin aku nada, setelah ini aku akan menjelaskan semuanya pada kamu, aku yakin kamu akan mengerti" batin iqdam.
nada yang melihat iqdam memberi jawaban dengan anggukan serasa disambar petir, dia tak percaya bahwa iqdam mengiyakan semua perkataan ninsya, padah dia telah mengambil keperawanannya, bahkan dengan paksa.
nada menahan amarahnya, dia bukan tipe menggebu-gebu seperti ninsya.
"aku minta cerai mas" kata nada tiba-tiba.
mereka semua melihat ke arah nada.
......................
hayo gregetan sama siapa nih teman-teman?
__ADS_1
siapa yang kalau emosi pengen cakar-cakar ðŸ¤