Ternyata DIA Istri Terbaik

Ternyata DIA Istri Terbaik
Ayah sakit


__ADS_3

"ya aku mendengarnya , kau calon istri nya iqdam rendra wisnutama kan" jawab nada menyebutkan nama iqdam dengan lengkap.


nada terus menyendokkan makanan ke mulutnya sampai tidak ada sisa makanan di piringnya, ia tidak mempedulikan dua manusia di hadapannya. setelah selesai nada langsung pergi ke kamar tanpa bicara sepatah kata, iqdam mengerti jika mungkin nada marah, iqdam kemudian menyusul nada ke kamar.


"kamu mau kemana" tanya iqdam yang melihat nada mengemasi pakaiannya.


"pergi" jawab nada singkat


"aku mengerti kau marah tapi dengarkan penjelasan ku dulu" iqdam menahan tangan nada yang terus memasukkan pakaiannya ke dalam koper.


nada menepis tangan iqdam yang menyentuhnya.


"penjelasan seperti apa itu? apakah penjelasan bagaimana kamu menikahi kekasihmu nanti" nada berkata sambil melanjutkan mengemasi pakaiannya.


"jika saja aku mengetahui kau sudah memiliki seseorang yang akan kau nikahi aku pasti akan menolak perjodohan ini, kenapa kamu tidak menjelaskan dari awal tentang wanita itu, kau bahkan sempat menuduhku yang bukan-bukan karena menerima perjodohan ini" kata nada yang semakin membuat iqdam merasa bersalah.


"soal perkenalan kita malam itu aku minta maaf, tapi tentang ini pahamilah aku, mengerti, kembalikan lagi semua pakaianmu ke tempat semula, dan jangan pernah meninggalkan apartemen ini, patuhi aku sebagai suamimu" kata iqdam yang tak lagi menahan kegiatan nada , iqdam kemudian pergi untuk kembali ke ruang makan.


"cih suami, sungguh egois sekali dia, dia mau memadu aku saat dia baru saja mengucapkan ijab qobul dengan ku. dan aku yang harus memahaminya , dia sebenarnya manusia apa bukan" batin nada yang masih tidak mengerti dengan sikap iqdam yang menurutnya seenaknya sendiri.


tiba-tiba ponsel nada berdering , nada kemudian mengambil ponselnya,


"irham, kenapa irham tiba-tiba menghubungiku " nada mengusap air matanya dan menenangkan dirinya ,kemudian mengangkat panggilan dari irham.


"hallo kak, apa kak iqdam bersamamu?" tanya irham diseberang telpon.


" hmm mas iqdam lagi makan ,memangnya ada apa" tanya nada yang mendengar suara irham sepertinya khawatir.


"bilang kak iqdam untuk ke rumah sakit rahmawati sekarang" jawab irham .


"rumah sakit? kenapa ke rumah sakit memangnya siapa yang sakit?" tanya nada lagi.


"ayah kak, ayah tadi tiba-tiba pingsan di kantor, ini aku dan bunda lagi nunggu ayah diperiksa, kakak dan kak iqdam tolong segera kesini ya"


"oke oke kakak segera kesana" nada kemudian menutup telponnya dan segera mengambil tas , ia langsung keluar kamar dan menuju ruang makan, ternyata iqdam dan ninsya sudah tidak ada disana.


"ishh kemana sih mas iqdam" nada kemudian menuju ruang tamu apartemen , mereka juga tidak ada disana.

__ADS_1


ketika nada hendak keluar mencari mas iqdam tiba-tiba.


" mau kemana kamu" suara iqdam langsung menghentikan langkah nada yang akan keluar apartemen. nada yang mendengar suara iqdam langsung menoleh .


"kamu dari mana saja sih mas" tanya nada


"dari balkon ,memang kenapa?" jawab ninsya yang tiba-tiba menyahut dari belakang iqdam.


nada tak menjawab pertanyaan dari ninsya dia langsung menarik tangan iqdam mengajaknya untuk keluar apartemen


ninsya yang melihat hal itu langsung menahan tangan iqdam yang satunya.


"tunggu, mau kamu bawa kemana mas iqdam , mas iqdam akan pergi bersamaku hari ini, kami akan pergi ke bioskop jadi dia nggak bisa ikut dengan mbg sekarang"


"mas ayo ikut aku kerumah sakit, irham baru saja meneleponku katanya ayah pingsan di kantor dan sekarang sedang dibawa ke rumah sakit" nada tak menghiraukan protes dari ninsya ,dia terus menarik tangan iqdam agar ikut pergi bersamanya.


"ayah pingsan? kapan? dan dirumah sakit mana irham membawa ayah?" iqdam kaget mendengar perkataan nada, karna selama ini ayah sepertinya baik-baik saja kenapa tiba-tiba ayah pingsan.


"di rumah sakit rahmawati kata irham, mas tanyanya nanti saja yang penting sekarang kita kesana ,biar tahu keadaan ayah sekarang" kata nada


"nonton bioskopnya kapan-kapan saja sya, kami dengar sendiri kan kalau papa sakit, aku akan menjenguk papa bersama nada dulu" jawab irham pada ninsya.


"trus kalau kamu pergi sama dia aku gimana sayang, masak aku di tinggal sendiri sih" rengek ninsya sambil bergelayut di lengan iqdam.


"sya kan aku perginya nggak lama, kamu malam ini disini dulu ya, kan ayah sakit, untuk sekarang aku belum bisa bawa kamu kesana bunda kan belum tahu mengenai kita, kamu sabar dulu disini ya, nanti setelah ayah baik-baik saja aku janji bakal nurutin keinginan kamu" iqdam menenangkan ninsya dengan lembut karna memang keadaan ninsya masih belum pulih sepenuhnya.


"kamu janji sayang" kata ninsya


"iya aku janji" jawab iqdam meyakinkan ninsya, ninsya yang awalnya akan menangis menjadi setuju.


"mas kalau kamu mau mesra-mesra an sama dia aku berangkat duluan ke rumah sakit" nada yang malas melihat kelakuan iqdam dan ninsya kemudian berjalan keluar dari apartemen.


"pergi duluan kalau mau pergi, bilang saja cemburu padaku kan mbg" kata ninsya tersenyum puas karna perlakuan iqdam padanya.


nada yang sudah memegang kenop pintu tidak menghiraukan ucapan ninsya, dia terus melangkahkan kakinya untuk keluar apartemen.


"sudah sudah, sya aku pergi dulu ya, kamu jaga diri baik-baik disini" kata iqdam kemudian keluar apartemen mengikuti nada.

__ADS_1


"tunggu nad, kamu cepet banget jalannya" iqdam mengejar langkah nada dan mereka berjalan sejajar, kemudian memasuki lift bersama.


"nanti kamu tunggu di depan apartemen aku akan mengambil mobil dulu di parkiran " kata iqdam


nada yang masih jengkel dengan sikap iqdam tadi hanya diam saja, ia tak menjawab perkataan iqdam.


"kamu denger aku kan" kat iqdam


"kamu marah" tanya iqdam lagi


"nggak ngapain juga aku marah, memang ada hak untuk aku marah padamu" jawab nada


"trus kenapa wajahmu seperti itu, apa kamu cemburu" tanya iqdam lagi, belum sempat nada menjawab pintu lift sudah terbuka.


nada langsung keluar dan menuju halaman apartemen , sedangkan iqdam ke parkiran mobil untuk mengambil mobil.


mereka kemudian menaiki mobil dan menuju rumah sakit tempat ayah dirawat.


selama perjalanan tidak ada pembicaraan antara mereka.


10 menit kemudian mobil iqdam sampai di rumah sakit rahmawati.


"permisi sus" nada yang memasuki rumah sakit langsung menuju tempat resepsionis.


"iya mbak, ada yang bisa saya bantu" kata resepsionis itu.


"pasien bernama wisnutama yang masuk ke rumah sakit sekitar jam 6 tadi ada ruangan mana ya?" tanya nada


"sebentar ya mbak kami cek dulu " resepsionis itu kemudian mencari data pasien yang dimaksud nada.


"pasien atas nam tuan wisnutama berada diruang perawatan VIP ruang anggrek 2 mbak, anda lurus trus ambil arah ke kanan mbak " kata resepsionis itu pada nada dan menunjukkan ruang rawat yang dimaksud.


iqdam yang baru memarkirkan mobilnya langsung menghampiri nada.


"dimana ayah" tanya iqdam pada nada.


"ayah diruang anggrek kata resepsionis tadi" mereka kemudian berjalan menuju ruang yang dimaksud .

__ADS_1


__ADS_2