Terpaksa Menikahi Om Duda Sombong

Terpaksa Menikahi Om Duda Sombong
BAB 11.


__ADS_3

Pagi pun tiba,,,,,


MASIH DI RUMAH BARA.


Waktu menunjukkan pukul 07:00 Pagi.


Terlihat Bara yang dari tadi sedang merayu Raya putri semata wayangnya yang dari tadi sedang ngambek.


"Raya sayaaaang, Raya nggak boleh ngambek terus kayak gini, yaaah! Bukanya kata Raya, Raya ini sayang banget yah sama Oma?" Ucap Bara mencoba untuk menasehatinya dengan sangat pelan, agar Raya putri semata wayangnya itu mau mengerti dan mau menerima keadaan.


"Enggak mau! Raya nggak mau berhenti ngambek, kalau papah tetep mau menikah sama tante-tante pilihan Oma!" Ucap Raya marah sambil terus cemberut.


"Loh, kok sekarang Raya si anak cantik papah jadi kayak gini sih? Enggak mau nurut sama papah!" Ucap Bara masih terus merayunya.


"Biarin! Habisnya papah bohongin Raya sih!" Ucap Raya lagi sambil terus cemberut.


"Semalam papah udah janji sama Raya, katanya papah mau menikah sama kakak-kakak cantik yang kemarin udah nolongin Raya! Tapi sekarang papah malah menikah sama tante-tante pilihan Oma! Raya nggak mau, Raya nggak mau punya mamah baru selain kakak cantik!" Ucapnya lagi masih terus ngambek, ia tidak tau sama sekali kalau ternyata tante-tante yang ibu Risma atau Oma nya itu jodohkan dengan Bara Ayahnya adalah kakak-kakak cantik itu sendiri, kakak-kakak cantik yang kemarin sempat menolongnya yang tak lain adalah Tania.


Satu jam kemudian,,,,


DI VILLA TERELITE DAN TERMEWAH MILIK BARA YANG BERADA DI JAKARTA.


Terlihat keluarga pak Ilham yang sudah siap untuk menikahan Tania Putri tersayangnya itu dengan Bara, dan sedang menunggu keluarganya datang di Villa tersebut untuk menikahkannya pagi ini juga.


"Mah, kenapa sih Tania harus menikah di tempat semewah dan seelite ini? Kenapa coba Tania enggak menikah di rumah aja!" Ucap Tania bingung, sambil menengok ke kanan dan ke kiri seisi Villa tersebut yang memang terlihat sangatlah mewah dan elite, bahkan dari Villa-villa mewah yang pernah ia kunjungi, Villa tersebutlah yang paling terelite dan termewah.

__ADS_1


"Lagian kan pernikahan Tania ini juga cuma pernikahan siri, enggak usah repot-repot nyewa tempat semewah dan seelite ini juga kali mah!" Ucapnya lagi, ia berbicara seperti itu karena ia tidak tau sama sekali kalau ternyata Villa mewah dan elite tersebut adalah milik Bara calon suaminya.


"Udah sayang, kamu ini nggak usah banyak protes! Mamah sama papah dan juga Tante Risma itu sengaja memilih tempat ini untuk menikahkan kamu dan Bara, karena tempat ini itu tempat yang paling nyaman dan aman dari publik, dan sekalian agar kamu sama Bara itu bisa bulan madu disini!" Ucap Ibu Savira. Ia berbicara seperti itu karena memang benar, Ia, Pak Ilham, dan juga Ibu Risma sengaja memilih Villa mewah nan elite milik Bara tersebut sebagai tempat untuk menikahkan putra-putrinya, agar pernikahannya itu aman dari publik dan tidak ada satu orang pun selain keluarganya yang tau tentang pernikahan tersebut, dan sekaligus sebagai tempat untuk putra dan putrinya itu bulan madu. Karena seperti yang kita tau, mereka semua mau merahasiakan pernikahan tersebut dari siapapun sampai nanti Tania itu lulus dari sekolah.


"Ya iya sih mah aman dari publik, tapi emang Mamah sama Papah nggak mikirin budgetnya apa? Pasti budget nya kan gede banget mah?" Ucap Tania lagi.


"Sayaaang, kamu ini ngomong apa sih? Kita ini kan nggak nyewa Villa ini! Villa ini tuh kan milik Bara, calon suami kamu!" Ucap Ibu Savira mencoba untuk menjawabnya seperti itu, sehingga membuat Tania pun seketika langsung terdiam tak bisa berkata-kata karena saking kagetnya.


"A_ apa! V_ Villa elite dan mewah ini milik mas Bara mah?" Ucapnya gugup karena saking syok dan tak percayanya mendengar ucapan Ibu Savira mamahnya itu.


"Iya sayang, Villa ini tuh kan milik Bara, calon suami kamu! Emang kamu enggak tau?" Ucap Ibu Savira lagi.


"E_ enggak mah, T_ Tania enggak tau!" Ucap Tania masih gugup, kemudian ia pun langsung terdiam lagi.


"Gilaaaa, jadi Villa mewah dan elite ini ternyata punya Om-om gila dan nggak jelas itu! Kalau gitu berarti Om-om gila dan enggak jelas itu kaya banget dong?" Ucapnya dalam hati masih tak percaya, kemudian ia pun langsung terdiam sambil tersenyum nyinyir.


"Lihat aja yah Om! Meskipun Om itu orang kaya, gue nggak akan pernah takut sama Om! Gue akan tetep ngelanjutin rencana gue buat balas dendam sama,,,,,," seketika ucapnya itu pun terpotong.


"Eh, Tania, Tania! Itu Tante Risma, Bara juga putrinya udah pada datang!" Ucap Ibu Savira tergesa-gesa sambil menatap kearah mereka bertiga yang sedang berjalan masuk menghampirinya, menghampiri Tania dan juga menghampiri Pak Ilham yang sekarang ini sudah duduk tepat di hadapan Pak penghulu.


"Oh iya bener, mereka udah pada datang!" Ucap Pak Ilham sambil tersenyum menatap kearah mereka semua.


"Mana mah, pah? Emang mereka udah pada dat,,,,,,,," seketika ucapan Tania pun terpotong, kemudian ia pun langsung terdiam sambil terbengong, karena ia melihat Bara calon suaminya yang sedang berjalan menghampirinya, menghampiri Ibu Savira, dan juga menghampiri Pak Ilham dengan penampilannya yang sangat-sangat gagah, tampan, mempesona, dan berwibawa.


__ADS_1


Sehingga setiap perempuan mana pun yang melihatnya, pasti akan terpana dan terpesona.


"Aduuuuh! Kenapa lagi-lagi gue jadi canggung banget kayak gini sih setiap kali ngeliat Om-om gila dan nggak jelas itu!"



Ucap Tania dalam hati bingung dengan perasaannya itu yang lagi-lagi berubah menjadi seperti itu setiap kali bertemu dengannya, kemudian ia pun langsung menghela nafas pelan dan membuangnya kasar.


"Aduuuuh! Tenang Tania, tenang Taniaaa! Ini semua kan cuma nikah main-maiiiiin." Ucapnya lagi dalam hati tegang.


"Kalau gue baru ketemu aja udah canggung banget kayak gini! Gimana nanti kalau gue udah bener-bener nikah sama di,,,,,,,," Lagi-lagi ucapnya itu pun terpotong.


"K_ Kakak cantik?" Ucap Raya yang sekarang ini sudah berdiri tepat dihadapannya, bersama dengan Bara, dan juga Ibu Risma, dengan suara tinggi karena saking kaget dan tak percayanya melihat Tania yang tak lain adalah kakak-kakak cantik yang kemarin menolongnya bisa ada di dalam Villa milik Bara Ayahnya.


"R_ Raya? I_ ini bukanya Raya kan?" Ucap Tania yang juga gugup sambil tersenyum karena ia pun sama kaget dan tak percayanya melihatnya bisa ada di tempat tersebut.


"Iya kakak cantik, ini Raya!" Ucap Raya sambil tersenyum dengan raut wajah yang sangat bahagia.


"B_berarti calon mamah Raya itu, kakak cantik dong! T_ternyata kakak cantik yang mau menikah sama papah Raya!" Ucapnya lagi sambil terus tersenyum dengan raut wajah yang semakin bahagia.


"Eeeeh, tunggu dulu, tunggu dulu! Maksudnya apa ini sayang? Kakak cantik?" Ucap Bara bingung.


"I_ iya pah, kakak cantik! Papah ini sekarang mau menikah sama kakak cantik, kakak cantik yang kemarin Raya ceritain ke papah! Kakak cantik yang udah gambarin wajah papah sama wajah Raya yang bagus itu!" Ucap Raya mencoba untuk menjelaskannya dengan sangat gugup, karena saking senangnya akhirnya apa keinginannya itu akan terwujud.


"M_ maksudnya? J_ jadi, Om-om ini papah Raya?" Ucap Tania gugup karena saking kaget dan tak percayanya dengan semuanya, kemudian ia pun langsung terdiam sambil tersenyum karena bingung, heran, kaget, dan syok dengan semuanya.

__ADS_1


"Ternyata dunia ini sempit banget yah?" Ucapnya dalam hati.


__ADS_2