
MASIH DI KAMAR TANIA.
Waktu menunjukkan pukul 10:00 Pagi.
Terlihat Bara dan Tania yang masih tertidur dengan sangat pulas, di tempat tidurnya. Sepertinya sekarang ini mereka berdua sangat lelah dan juga capek, karena dari semalaman, dan bahkan dari kemarin sore, mereka berdua habis bertempur habis-hanisan di atas ranjang.
"Eummmmm,,,,," suara Tania yang tiba-tiba terusik dari tempat tidurnya.
"Aduuuuuh! Jam berapa sih, sekarang?" Ucapnya lagi, dengan suara serak khas orang baru bangun tidur, sambil mengambil jam di meja, disamping tempat tidurnya. Perlahan, ia pun mencoba untuk membukakan matanya.
"Y_ya ampun, udah siang bangeeeet!" Ucapnya, kaget.
"M_mas Bara, bangun mas! Udah siang banget mas, banguuuuun!" Ucapnya lagi, yang langsung membangunkan Bara suaminya itu, dengan sangat gugup dan tergesa-gesa.
"Eummmmm, ada apa sih sayaaang?" Ucap Bara, yang langsung saja membukakan matanya.
"Ini mas, lihat deh! Ini tuh udah siang bangeeeet! Emang sekarang, kita nggak ke Kantor?" Ucap Tania lagi panik, sambil buru-buru mengambil handuk, untuk mandi. Namun sayang, melihat Tania istrinya terburu-buru seperti itu, Bara malah justru langsung tersenyum, dengan sangat santainya.
"Kamu mau ke mana, sayaaang? Buru-buru banget kayak gitu?" Ucapannya.
"Loh! Kok mau ke mana sih, mas?" Ucap Tania, bingung.
"Ya mau mandi lah, mas! Sekarang kan, kita ini udah telat tau mas, ke Kantor!" Ucapnya lagi, mencoba untuk mengingatkannya.
"Lagian kan kata mas, mas paling nggak suka, kalau ada karyawan mas, yang datang terlambat, nggak punya etika, dan juga nggak disiplin!" Ucapnya lagi, yang ternyata memang benar-benar masih ingat semua disetiap ucapan-ucapan Bara suaminya itu, kepadanya. Kemudian, ia pun langsung buru-buru melangkah kembali, menuju kamar mandi tersebut, untuk mandi. Namun belum juga sempat ia melangkah, tiba-tiba Bara suaminya itu, sudah menarik tangannya.
"Eeeeeeh! Kamu mau kemana sih, sayang?" Ucapnya.
"Udah, kamu nggak usah buru-buru kayak gitu! Hari ini, kita bolos ngantor!" Ucapnya lagi serius, berbicara seperti itu. Sehingga Tania yang mendengarnya pun, seketika langsung kaget dibuatnya.
"B_bolos ngantor? M_mas Bara, serius?" Ucapnya gugup dan tak percaya. Karena sebagai istrinya, ia tau betul, bagaimana tegas dan disiplinnya, sikap Bara suaminya itu selama ini, yang tidak akan mungkin, kata-kata seperti itu, keluar dari dalam mulutnya, tanpa ada alasan yang pasti.
"Iya sayang, sekarang kita bolos!" Ucap Bara, lebih jelas lagi. Kemudian, ia pun langsung menarik tangannya kembali, dan menyuruhnya untuk duduk di pangkuannya.
"Soalnya sekarang ini, mas masih pengin berdua-duaan seharian di dalam kamar, bareng sama istri mas, yang paliiiiing, cantik ini!" Ucapnya lagi serius, sambil tersenyum dan mencubit gemas hidungnya.
"Jadi untuk hari ini, kita bolos ngantor! Kamu mau kan, sayang?" Ucap Bara, yang lagi-lagi berbicara seperti itu, sehingga Tania yang mendengarnya pun, semakin tak percaya lagi dibuatnya.
"M_mas Bara, mas Bara beneran? Mas Bara, ngajak Tania bolos?" Ucapnya.
"Iya sayang, hari ini kita bolos! Kamu mau kan sayang? Bolos ngantor, bareng sama mas?" Ucap Bara lagi, sambil tersenyum.
"Eeeeemmm mas Baraaaa, Tania mauuu! Bolos ngantor, bareng sama maaaas!" Rengek Tania, dengan sangat manjanya. Sehingga Bara yang melihatnya pun, seketika langsung tersenyum.
"Iya, sayaaaang," ucapnya dengan penuh perhatiannya, sambil mengusap-usap rambutnya dengan penuh kasih sayang.
"Oh iya mas Bara, tapi tunggu dulu! Kok mas Bara tumben sih, tiba-tiba nagajak Tania, bolos ngantor?" Ucap Tania, masih bingung.
"Kan bukannya, mas Bara itu orangnya disiplin banget yah? Selalu taat lagi sama aturan, iya kan?" Ucapnya lagi, penasaran.
"Iya sayang, tapi itu dulu! Sebelum mas, kenal sama kamu!" Ucap Bara, sambil tersenyum menggodanya.
"Dan sekaraaang, setelah mas kenal lebih dekat lagi sama kamuuu, semuanya jadi berubah! Setiap saat, bahkan setiap detik, mas jadi ingin selalu berduaan sama kamu, tanpa ada aturan!" Godanya lagi, sambil tersenyum dengan gombalnya.
"Iiiiiihhhh, mas Baraaaa! Gombal banget sih?" Rengek Tania, malu.
"Emang kenapaaa? Emang aslinya, mas kayak gini kok, orangnya!" Ucap Bara serius, kalau sebenarnya, sifat aslinya itu memang seperti itu. Namun perlu digaris bawahi, ia seperti itu, hanya dengan orang yang ia sayangi saja.
"Y_ya nggak papa, Tania cuma aneh aja, denger kata-kata gombal kayak gitu! Dari mulut, Om-om sombong, galak, kaku, dingin, kayak mas!" Ucap Tania, sambil tersenyum mengejeknya.
"Loh! Kok kamu gitu sih sayang, ngomongnya?" Ucap Bara, yang benar-benar tidak sadar diri, dengan sikapnya selama ini.
"Kan emang kenyataannya, kayak gitu mas! Pas pertama Tania kenal sama mas, mas ini bener-bener kelihatan kayak! Om Duda Sombong, tau nggak?" Ucap Tania lagi sambil tersenyum.
"Apalagi pas pertama Tania ini dijodohin sama mas, terus habis itu, kita menikah! Dalam hati Tania itu selalu ngomong,"
"Tania ini bener-bener, Terpaksa Menikahi Om Duda Sombong, tau nggak?" Ucapnya lagi, yang lagi-lagi berbicara seperti itu. Sehingga Bara yang mendengarnya pun, seketika langsung merasa bersalah kepadanya.
"Eeeemmmm, ma'aaaaaf!" Ucapnya, yang langsung memeluknya.
"Iyaaa, Tania maafin kok!" Ucap Tania, sambil tersenyum.
"Makasih yah, sayang?" Ucap Bara.
"Iya mas," ucap Tania lagi.
"Oh iya sayang, tapi ngomong-ngomong, sekarang kita mandi yuk!" Ucap Bara, yang tiba-tiba langsung saja mengajaknya seperti itu. Sehingga Tania yang memang benar-benar masih sangat polos itu pun, bingung.
"S_sekarang kita mandi?" Ucapnya.
"M_maksud mas Bara, sekarang ini, kita mau mandi bareng?" Ucapnya lagi gugup, dan sedikit ketakutan.
__ADS_1
"Iya!" Ucap Bara, yang malah justru dengan santainya menjawabnya seperti itu, sambil tersenyum.
"Iiiiiiiiiihhh! N_nggak mau, ah mas! Nggak mauuuu! T_Tania, malu maaas!" Rengek Tania, yang langsung saja menolaknya, dengan alasan seperti itu. Sehingga Bara yang mendengarnya pun, seketika langsung tersenyum lucu, dibuatnya.
"A_apa tadi kamu bilang, sayang? Maluuu?" Ucapnya sambil terus tersenyum, karena ia benar-benar merasa sangat lucu, mendengar apa alasannya itu.
"I_iya mas, Tania maluuuu!" Rengek Tania lagi.
"L_lagian, emang kalau orang udah menikah, mandinya juga harus bareng-bareng?" Ucapnya lagi, dengan sangat polosnya bertanya seperti itu. Sehingga Bara yang mendengarnya pun, seketika langsung tersenyum dibuatnya.
"Ya ampun, Taniaaa! Kamu ini polos banget sih?" Ucapnya dalam hati, sambil terus tersenyum memandangi wajah cantiknya.
"Beruntung banget kamu, Bara! Dapatin istri, yang bener-bener masih polos banget kayak Tania!"
"Karena untuk sekarang ini, benar-benar sudah sangat jarang, untuk perempuan seusianya, yang bener-bener masih polos kayak Tania, apalagi masih perawan!" Ucapnya lagi dalam hati, yang benar-benar sangat kagum akannya.
"Pokoknya semampu aku, bisa nggak bisa, aku ini harus bisa jagain Tania!" Ucapnya lagi dalam hati, sambil menatap dalam wajah cantiknya.
"T_Tania malu, maaaas!" Rengek Tania lagi.
"Ya ampun sayaaaang, ngapain harus malu? Kan mas juga udah pernah lihat semuanya, punya kamu! Masa masih malu, sih?" Ucap Bara, yang benar-benar lucu mendengar alasannya, yang sangat-sangat tidak masuk akal itu.
"Iya maaas, tapi Tania tetep mal,,,,,,," seketika ucapan Tania itu pun, langsung terpotong Karena dengan secara tiba-tiba, Bara suaminya itu pun langsung menggendongnya.
"Eeeeeeh! M_mas Bara," ucap Tania gugup.
"M_mas Bara, mau gendong Tania, ke man,,,,," lagi-lagi ucapannya itu pun, langsung terpotong.
"Udaaah, kamu ikut aja sama mas!" Ucap Bara.
"Sekarang, kita ke kamar mandi yah? Kita mandi bareng-bareng!" Ucapnya lagi sambil tersenyum. Kemudian ia pun langsung menggendongnya menuju kamar mandi tersebut.
"T_Tapi mas,,,," ucap Tania.
"Udaaaah, kamu diem!" Ucap Bara lagi, sambil terus berjalan menuju kamar mandi tersebut. Sesampainya mereka berdua di dalam kamar mandi tersebut, Bara pun langsung mencoba untuk membuka pakaian yang sedang Tania, istrinya itu kenakan.
"M_mas Bara, tapi mas,,,, Tania maluuuu!" Rengek Tania lagi.
"Udah, siniiii! Ngapain harus malu, sih?" Ucap Bara lagi. Kemudian, ia pun langsung mencoba untuk membuka kembali, semua pakaian yang sedang Tania istrinya itu kenakan. Hingga akhirnya, ia pun berhasil juga membuka dan melucuti semua pakaian tersebut dari tubuhnya, dan bahkan sekarang ini, Tania pun terlihat sudah berdiri dihadapannya, dengan keadaan tubuh tanpa busana sehelai pun.
"M_mas Bara, Tania maluuuuu!" Rengek Tania lagi, sambil menutupi kedua gunung kembarnya, dan juga bagian bawahnya itu, menggunakan kedua tangannya, yang seperti tidak mau terlihat olehnya sedikit pun. Sehingga Bara yang melihatnya pun, lagi-lagi tersenyum.
"Nih sayang, mas juga sekarang udah nggak pakai baju!" Ucapnya lagi, yang juga baru saja selesai membuka semua pakaiannya. Sehingga mereka berdua pun, sekarang ini sudah dalam keadaan berdiri berhadapan dan sama-sama tanpa busana sehelai pun. Kemudian dengan segera, Bara pun langsung buru-buru menggendongnya, dan membawanya menuju bathtub yang ada di dalam kamar mandi tersebut, untuk berendam dan mandi bersama-sama.
"Iiiiiihhhh, mas Baraaaa! Tania maluuuuu!" Rengek Tania lagi, yang sekarang ini sudah berendam di dalam bathtub tersebut, bersama dengannya.
"Ngapain harus malu sih sayaaaang, hah?" Ucap Bara sambil tersenyum, dan sengaja memuncrati wajah cantiknya itu, menggunakan air.
"Iiiiiihhhh, mas Baraaaaa! Basaaaah!" Rengek Tania lagi. Kemudian, ia pun langsung buru-buru membalasnya.
"Y_ya ampun sayang! Muka mas, basah sayaaang!" Ucap Bara, sambil tersenyum.
"Biarin aja!" Ucap Tania.
"Lagian mas duluan sih, yang sengaja basahi, wajah Tania pakai air!" Ucapnya lagi sambil tersenyum.
"Ooooh, jadi kamu mau balas mas nih, hah?" Ucap Bara lagi. Kemudian, ia pun langsung buru-buru membalasnya.
"Iiiiiihhhh, mas Bara! Jangan mas, jangaaaaan! Muka Tania, basaaaah!" Rengek Tania lagi. Kemudian, ia pun langsung buru-buru ikut membalasnya. Sehingga mereka berdua pun, terlihat sangat asyik bermain-main air, dan bahkan ia pun terlihat sangat asyik bermain-main sabun.
"Iiiiiiihhh! Mas Baraaaa, Tania nggak mau udahaaan! Tania masih pengin mandi, bareng maaaas!" Ucap Tania yang dengan secara tiba-tiba berbicara seperti itu. Sehingga Bara yang mendengarnya pun, seketika langsung tersenyum.
"Lucu banget sih kamu ini! Tadi aja malu-malu, sekarang aja udah tau rasanya, ketagihan terus pengin mandi bareng mas terus, kayak gini!" Ucapnya dalam hati, sambil terus tersenyum memandangi wajah cantiknya.
"Jangan udahan dulu yah, maaaas! Tania masih pengin mandi bareeeeeeng!" Ucap Tania lagi.
"Kenapa emaaang? Seneng yah, disabunin sama mas, sama dimain-mainin, ininya?" Ucap Bara sambil tersenyum menatap kearah kedua gunung kembarnya, dan juga bagian bawahnya itu, yang baru saja selesai ia sabuni, sambil ia maini.
"Iyaaaa, Tania seneng disabunin sama, maaaas!" Rengek Tania.
"Apalagi sambil dimainin-mainin ininya, enaaak!" Rengek Tania lagi, dengan sangat manjanya.
"Tania pengin disabunin, sambil dimainin ini nya lagi, maaaas!" Rengeknya lagi, yang sudah mulai ketagihan dengan permainan nakal dari Bara suaminya itu, yang sangatlah berpengalaman.
"Iyaaaa, nanti mas sabunin lagi, yaaah?" Ucap Bara dengan sabarnya, sambil mengusap-usap rambutnya dengan penuh kasih sayang.
"Tapi sekarang, kita udahan dulu mandinya!"
"Nanti kamu masuk angin loh sayang, kita kan udah berendam lama banget!" Ucapnya lagi.
"Iya mas," ucap Tania.
__ADS_1
"Ya udah nih sayang, pake handuk kamu!" Ucap Bara lagi, sambil memberikan handuk kimono, kepadanya.
"Oh iya sayang, tapi ngomong-ngomong, kamu jalannya masih sakit nggak?" Ucap Bara, dengan penuh perhatiannya.
"Masiiiiiih! Masih sedikit sakit, periiiiiiiih!" Rengek Tania, dengan sangat manjanya.
"Ya udah, nanti biar mas gendong!" Ucap Bara lagi, yang sekarang ini juga sedang sibuk memakai handuk kimono nya.
DI RUANGAN BERBEDA, DI RUANG KELUARGA.
"Mah, Bara sama Tania pada ke mana nih? Perasaan dari kemaren sore, mereka berdua nggak keluar-keluar dari kamar?" Ucap pak Ilham, yang dari tadi sedang duduk bersama dengan Ibu Risma istrinya, di ruangan tersebut.
"Tumben banget itu Bara, emang hari ini, dia nggak ke Kantor?"
"Oh iya, bener juga kata papah! Emang hari ini, Bara nggak berangkat ke Kantor?" Ucap Ibu Risma, yang juga baru saja mengingat hal tersebut.
"Ya udah deh kalau gitu, biar mamah panggilin mereka!" Ucapnya lagi, sambil buru-buru melangkah menuju kamar tersebut, untuk memanggilnya.
"Sayaaang, Tania!" Teriaknya, yang baru saja sampai tepat didepan pintu kamar tersebut. Kemudian, ia pun langsung buru-buru mengetuk pintunya. Tok! Tok! Tok!
"Sayaaaang, Taniaaaa!" Teriaknya lagi.
"Loh, kok nggak di jawab sih?" Ucapnya lagi bingung. Kemudian ia pun langsung mencoba untuk membuka pintu kamar tersebut.
"Pintunya nggak di kunci, tapi kok nggak dijawab?" Ucapnya lagi semakin bingung. Kemudian, ia pun langsung mencoba untuk masuk kedalam kamar tersebut.
"Lah, kemana anaknya?" Ucapnya lagi, yang sekarang ini sudah berada di dalam kamar tersebut.
"Emang mereka pada keman,,,,,," seketika ucapannya itu pun, langsung terpotong. Karena tiba-tiba, ia mendengar Tania putri tersayangnya itu, yang seperti sedang ngobrol di dalam kamar mandi.
"Loh, kok suaranya kayak lagi pada, di dalam kamar mandi sih?"
"Emang mereka berdua lagi pada ngap,,,,,,,," seketika ucapannya itu pun langsung terpotong. Ia pun kaget bukan main, karena dengan secara tiba-tiba, ia pun melihat Tania putri tersayangnya itu, yang sedang main gendong-gendongan dengan Bara suaminya, keluar dari dalam kamar mandi tersebut, dengan keadaan yang sangatlah mesra.
"Tapi beneraaan, nanti kita mandi bareng lagiiiiiiiii!" Rengek Tania, dengan sangat manjanya.
"Iya sayaaaang, nanti kita mandi bareng lagi!" Ucap Bara dengan sabarnya, sambil terus berjalan menggendongnya, keluar dari dalam kamar mandi tersebut.
"Terus nanti, kamu mau diapain lagi sayang, sama mas?" Ucapnya lagi.
"Tania pengin disabunin lagi, sama maaaas! Terus, Tania juga pengin di mainin ini nya lagi, sama maaas! Terus udah gitu, Tania juga pengin,,,," seketika ucapannya itu pun, langsung terpotong. Seketika, ia pun langsung kaget bukan main.
"M_mamah!" Ucapnya dalam hati gugup dan gemetaran, karena ia baru menyadari keberadaan Ibu Risma mamahnya, di dalam kamar tersebut.
"Terus kamu juga pengin, kamu juga pengin diapain lagi sama mas, sayang?" Ucap Bara, yang tidak melihat keberadaan Ibu Risma mamah mertuanya, di dalam kamar tersebut.
"Eeeemmmm? I_itu mas,,,,," ucap Tania, masih gemetaran, sambil terus menatap kearah Ibu Risma mamahnya, yang sekarang ini pun masih berdiri didalam kamar tersebut, sambil terus menatap kearahnya.
"Eeeemmm? I_itu,,,,," ucapnya lagi, semakin gemetaran.
"Eem itu, eem itu apa sayang?" Ucap Bara, yang benar-benar tidak melihat sama sekali, keberadaan Ibu Risma, mamah mertuanya, di dalam kamar tersebut.
"Eeeemmmm? I_itu mas,,,,," ucap Tania. Kemudian, ia pun langsung memejamkan matanya, dan langsung memeluk tubuh Bara suaminya itu dengan sangat eratnya, karena saking malunya.
"Eeeemmmm? I_itu ada mamah, mas!" Bisiknya kepada Bara suaminya.
"I_itu ada mamah?" Ucap Bara, bingung.
"M_mana mam,,,,,," seketika ucapannya itu pun, langsung terpotong. Seketika la pun langsung menelan salivanya, karena ia pun benar-benar kaget bukan main melihat keberadaan Ibu Risma mamahnya, yang sedang berdiri di dalam kamarnya.
"Ehemm!" Suara Ibu Risma pura-pura batuk.
"M_maaaas," rengek Tania yang sekarang ini masih berada di gendongannya, sambil terus memeluk erat tubuhnya, dan tidak berani menatap kearah Ibu Risma mamahnya itu sama sekali, karena saking malunya.
"M_mamah," ucap Bara gugup, namun ia mencoba untuk tenang.
"A_ada apa yah, mah? Kok pagi-pagi, mamah udah ke kamar Tania?" Ucapnya lagi.
"Oh, n_nggak! Mamah kesini, cuma mau ajak kalian berdua, untuk makan bersama!" Ucap Ibu Risma berbohong. Karena sebenarnya, ia pun benar-benar sangat gugup dengan semuanya.
"Y_ya udah, mamah sama papah, tunggu kalian di ruang makan, yah?" Ucapnya lagi. Kemudian, ia pun langsung buru-buru melangkah keluar dari dalam kamar tersebut, menuju ruang keluarga, dan meninggalkan mereka berdua di dalam kamar tersebut.
"Ya Tuhaaaan! Malu bangeeeet!" Ucap Tania, sambil menghela nafas pelan dan membuangnya kasar.
"Sssssstttt! Udah sayang, tenang!" Ucap Bara, yang mencoba untuk menenangkannya, meskipun sebenarnya, ia pun benar-benar sangat malu.
#####
Udah cukup yah, min! Kalau ini masih nggak lulus review lagi.
Wasalam,,,,,😔
__ADS_1