
Setengah jam kemudian,,,,
MASIH DI KAMAR BARA.
Terlihat Tania yang dari tadi sedang duduk diatas ranjang mewah nan besar milik Bara suaminya, sambil asyik memainkan ponselnya.
"Kamu belum tidur?" Ucap Bara yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi, sambil berjalan melangkah menuju tempat tidur tersebut.
Mendengar pertanyaan darinya, alih-alih menjawab, Tania malah justru langsung membuang muka, sambil cemberut. Karena sepertinya sekarang ini ia benar-benar masih sangat kesal kepadanya.
"Ditanya sama suami kok malah cemberut!" Ucap Bara sok-sokan menasehatinya seperti itu. Namun tanpa ia sadari, akhirnya ia mengakui juga, kalau sekarang ini ia itu adalah suaminya.
"Suami, suami apaan? Masa suami nggak ada baik-baiknya sama istri! Masa istrinya sendiri dikata-katain mulu! Manja lah, bandel, kayak anak kecil, cengeng, brutal, centil, bawel, cerewet!" Ucapnya dalam hati yang mengingat betul ejekan apa saja yang Bara suaminya itu selalu lontarkan kepadanya.
"Udah sekarang kamu tidur, udah malam! Besok kamu kesiangan loh ke kantor!" Ucap Bara yang sekarang ini sudah berbaring di atas ranjang tersebut, tepat disampingnya.
Mendengar perintah darinya, alih-alih mendengar, lagi-lagi Tania pun masih terus cemberut. Kemudian ia pun malah justru langsung beranjak dari tempat tidur tersebut, dan langsung melangkah untuk pergi menjauh darinya.
"Eeehhh! Kamu mau kemana?" Ucap Bara yang tiba-tiba langsung menarik tangannya.
"Lepasin!" Ucap Tania masih nagmbek.
"Iya nanti mas lepasin, tapi kamu mau kemana?" Ucap Bara lagi dengan tegas.
"Tania mau bobo di kamar Raya aja! Tania nggak mau bobo dikamar mas!" Ucap Tania sambil terus cemberut.
"Eeehhh! Nggak bisa, nggak bisa, nggak bisa! Emang kamu mau? Kalau nanti kita berdua sampai kena marah lagi sama mamah, gara-gara kita berdua ini tidur pisah ranjang?" Ucapnya lagi yang tiba-tiba langsung mengingatkannya seperti itu, sehingga Tania yang mendengarnya pun seketika langsung terdiam, dan tidak bisa berbuat apa-apa.
"Iiiihhh!" Ucapnya kesal. Kemudian dengan sangat terpaksa, ia pun akhirnya berbaring lagi diatas tempat tidur tersebut tepat di sampingnya. Namun selama ia berbaring disampingnya, ia berbaring dengan posisi yang terus membelakanginya.
"Kamu kenapa, tidurnya menghadap kesitu terus?" Ucap Bara.
"Kamu tenang aja! Mas nggak bakalan ngapain-ngapain kamu kok, jadi kamu nggak usah takut!" Ucapnya lagi mencoba untuk mengingatkannya seperti itu.
"Maaf kalau tadi mas udah khilaf, ngelakuin kayak gitu sama kamu!" Ucapnya lagi. Dengan secara tiba-tiba ia meminta maaf dengan alasan seperti itu. Sehingga Tania yang sekarang ini sedang ngambek pun, semakin ngambek dan kesal lagi dibuatnya.
"A_apa tadi mas Bara bilang? Maaf kalau tadi mas udah khilaf, ngelakuin kayak gitu sama kamu?" Ucapnya dalam hati tak percaya mendengar alasannya itu.
"J_jadi, setelah semua yang telah mas Bara lakukan ke Tania tadi, setelah mas Bara puas bermain-main dengan semua bagian-bagian terpenting dalam diri Tania ini, j_jadi ternyata semua itu, hanya karena Khilaf?" Ucapnya lagi dalam hati tak percaya dan tak habis pikir dengan alasannya itu. Kemudian ia pun langsung menghela nafas pelan dan membuangnya kasar.
"Mas Bara ini bener-bener suami yang keterlaluan!" Ucapnya lagi dalam hati benar-benar tak terima dengan semuanya. Kemudian ia pun langsung buru-buru menghadap kearahnya, dengan tatapan mata yang sangat tajam.
"Mas Bara! Maksud mas Bara itu apa minta maaf,,,,," seketika ucapannya itu pun langsung terpotong, ia pun kaget bukan main, karena tiba-tiba ia melihat Bara suaminya itu yang ternyata justru malah sudah tertidur dengan sangat pulas. Sehingga membuatnya pun seketika langsung tersenyum kesal, heran, dan benar-benar tak habis pikir lagi dengan kelakuannya itu.
"Mas Baraaaa! Mas Bara ini emang benar-benar suami yang nggak punya hati yah!" Ucapnya lagi kesal sambil menatap sinis kearahnya.
"Lihat aja! Setelah mas Bara puas menyakiti hati Tania dengan kata-kata kasarnya! Sekarang malah dengan mudahnya, mas Bara bisa tertidur sepulas ini, seperti nggak punya salah?" Ucapnya lagi tak percaya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, dengan raut wajah yang sangat kesal.
Sambil terus menatap kearahnya yang sekarang ini memang terlihat sudah sangat terlelap dalam tidur.
"Iiiiiihhhh!" Teriaknya yang benar-benar seperti sudah habis kesabarannya, menghadapi Bara suaminya itu yang super cuek, kaku, dan super dingin itu. Dan bahkan sekarang ini, ia pun terasa seperti ingin mencakar-cakar wajahnya yang seperti tak berdosa itu. Kemudian dengan segera, ia pun langsung buru-buru menghela nafas pelan dan membuangnya kasar.
"Sabar Tania, sabaaaar!" Ucapnya lagi mencoba untuk menenangkan dirinya sendiri. Hingga akhirnya beberapa menit kemudian ia pun bisa tenang, dan ia pun langsung berbaring lagi di sampingnya.
__ADS_1
"Iiiihhh! Dasar mas Bara!" Ucapnya lagi greget sambil menatap kearahnya.
"Coba aja kalau nggak ngeselin! Padahal kan aslinya, mas Bara ini ganteng!" Ucapnya lagi dengan sangat jelas menyebutnya seperti itu, sambil terus memandangi wajah tampannya itu yang memang terlihat sangatlah tampan.
"Udah ayo cepetan bobooo, jangan muji-muji mas terus kayak gitu! Besok kamu kesiangan loh ke kantor!" Ucap Bara yang tiba-tiba berbicara seperti itu, sambil terus memejamkan matanya. Karena ternyata dari tadi ia itu belumlah tidur, dan bahkan ia pun mendengar semua ucapnya itu tadi.
"M_mas Bara,,,," ucap Tania kaget dan panik, karena ia benar-benar takut kalau sampai Bara suaminya itu mendengar ucapannya itu tadi, yang memang sebenarnya ia pun sudah mendengarnya.
"M_mas Bara belum bobo?" Ucapannya lagi dengan sangat gugupnya, sambil menatap dalam wajah tampannya yang masih terus memejamkan matanya.
"Udah ayo bobooo!" Ucap Bara lagi menyuruhnya seperti itu, kemudian dengan matanya yang masih terus terpejam, ia pun langsung memeluknya. Sehingga Tania yang sekarang ini sedang berada didalam pelukannya itu pun, DEG! Seketika jantungnya pun langsung berdetak dengan sangat kencang, bahkan karena saking kencangnya, sampai-sampai Bara suaminya itu pun bisa merasakan detak demi detak jantungnya itu yang seperti sedang perang.
"Heeemm!" Bara yang langsung tersenyum karena lucu mendengar suara detak jantungnya itu, karena sebagai seorang duda beranak satu yang sudah sangat berpengalaman sepertinya, ia sudah sangat tau dengan apa yang sedang Tania istri polosnya itu rasakan sekarang ini.
"I_ini serius? S_sekarang ini, T_Tania bobonya! Dipeluk sama mas Bara?" Ucap Tania dalam hati gugup dan tak percaya dengan semuanya, bagaimana mungkin ia tidak gugup dan tidak percaya dengan semuanya, jika sekarang ini adalah kali pertama ia tidur dipelukan seorang lelaki, setelah ia dewasa seperti sekarang ini.
"Kamu lagi mikirin apaaaa? Udah ayo cepetan bobo!" Ucap Bara yang lagi-lagi menyuruhnya seperti itu, sambil mengeratkan pelukannya. Sehingga Tania yang merasakan betapa erat pelukannya itu pun, seketika langsung tersenyum manja dibuatnya. Kemudian dengan segera, ia pun langsung buru-buru membalas pelukannya itu, sama dengan eratnya.
"Eeeemmmm!" Ucapnya dengan sangat manjanya, sambil terus mengeratkan pelukannya itu ke tubuh Bara suaminya. Sehingga membuat Bara pun lagi-lagi tersenyum lucu, melihat tingkah lakunya.
"Ternyata, seneng juga yah punya suami? Bobonya jadi anget! Jadi ada yang peluk-pelukin Tania kayak gini!" Ucapnya lagi dalam hati, sambil tersenyum dengan raut wajah yang sangat bahagia. Karena sekarang ini ia benar-benar baru tau betapa nikmatnya mempunyai seorang suami. Namun sepertinya ia belum tau, kalau kenikmatan yang sekarang ini sedang ia rasakan itu belum seberapa, karena kenikmatan yang sekarang ini sedang ia rasakan itu, baru permulaan untuk pasangan suami istri. Apa jadinya jika ia sampai merasakan betapa nikmatnya malam pertama, apalagi dengan kelihaian permainan dari Bara suaminya itu, yang memang sangatlah jago bermain di atas ranjang?
"Tania bener-bener baru tau! Kalau mas Bara ini, ternyata paling bisa bikin yang enak-enak!" Ucapnya lagi dalam hati, yang dari tadi sore sudah dibuat terbang melayang-layang olehnya, sambil terus tersenyum memandangi wajahnya yang sangatlah tampan itu. Namun sepertinya ia juga belum tau, kalau Bara suaminya itu bukan hanya paling bisa bikin yang enak-enak, tapi Bara suaminya itu pun paling bisa dan bahkan paling jago bikin anak 😂✌️
"Mau sampai kapan kamu mengagumi, dan memandangi wajah tampan mas terus kayak gitu? Udah cepetan bobo! Nanti mas terbang nih, kamu kagumi mas terus kayak gitu!" Ucap Bara dengan percaya dirinya, sambil terus memejamkan matanya. Dengan secara tiba-tiba ia berbicara seperti itu, sehingga Tania yang dari tadi sedang memandangi wajah tampannya itu pun, seketika langsung tersenyum malu dibuatnya.
"Iiiihhh! Mas Bara ini apaan sih? GR!" Ucapnya. Kemudian ia pun langsung buru-buru menyiapkan diri untuk tidur.
Hingga akhirnya pagi pun tiba,,,,,,
"Eummmm, jam berapa sih nih?" Ucap Bara yang baru saja terbangun dari tidurnya, sambil mencari-cari jam yang ia taruh di atas meja kamarnya itu.
"Aduuuuh! Udah siang banget, mana sekarang ini Tania masih mandi lagi!" Ucapnya lagi panik.
"Taniaaa! Udah belum mandinya?" Teriaknya.
"I_iya mas sebentaaaar! Ini Tania lagi pake sabun duluuuuu!" Jawab Tania dari dalam kamar mandi.
20 Menit kemudian,,,,,
"Aduuuuh! Lama banget sih itu gadis brutal mandinya?" Ucap Bara lagi yang semakin panik.
"Taniaaa! Udah belum? Lama banget sih!" Teriak Bara dengan suara yang lebih kencang lagi, karena ia sudah mulai kesal menunggunya cukup lama.
"I_iya sebentar mas! Sebentar lagi juga Tania selesai kok mandinya! Ini Tania lagi pakai sabun duluuuuu!" Jawab Tania lagi-lagi menjawabnya dengan alasan seperti itu. Sehingga membuat Bara pun semakin kesal dibuatnya.
"Aduuuuh! Sebenarnya itu gadis brutal mandi atau apa sih? Kok bisa sih, mandi sampai lama banget kayak gini? Masa mandi dari tadi masih pakai sabun mulu!" Ucapnya heran.
"Mana udah siang banget lagi kayak gini! Bisa-bisa telat nih nanti aku ke kantor!" Ucapnya lagi sambil mondar-mandir di depan pintu kamar mandi tersebut.
"Taniaaa! Udah belum?" Teriaknya lagi.
"I_iya maaas, ini Tania udah selesai kok! Tania lagi pakai handuk duluuuu!" Jawab Tania.
"Aduuuuh!" Ucap Bara semakin panik dan kesal, sambil terus mondar-mandir di depan pintu kamar mandi tersebut.
"Aaaahh, udah deh! Dari pada aku kesiangan kayak gini, mendingan sekarang aku masuk aja! Lagian Tania juga udah selesai kan mandinya?" Ucapnya lagi sambil buru-buru masuk ke dalam kamar mandi tersebut. Namun sesampainya ia didalam kamar mandi tersebut, tiba-tiba ia pun dibuat kaget dan kesal oleh kelakuan Tania istrinya itu.
__ADS_1
"A_apa?"
Ucapanya dalam hati tak percaya, sambil terus menatap kearahnya, yang ternyata sampai sekarang pun belum selesai mandi, dan ternyata malah justru terlihat sedang sangat asyik berendam di dalam bathtub miliknya, sambil asyik bermain-main air dan bermain-main sabun.
"Eeemmmm, wangiiiiiii,,,"
Ucap Tania dengan sangat santainya, sambil tersenyum dan terus asyik beramin-main air dan juga bermain-main sabun, di dalam bathtub tersebut. Sehingga Bara yang melihatnya pun, seketika langsung menghela nafas pelan dan membuangnya kasar.
"Taniaaa! Kamu ini sebenarnya lagi ngapain sih?" Ucap Bara dengan suara yang sangat kencang, karena ia benar-benar sangat kesal dengan tingkah lakunya yang benar-benar seperti anak kecil itu.
"M_mas Bara! M_mas Bara ngapain? K_kok mas Bara masuk ke kamar mandi?" Ucapnya gugup dan tergesa-gesa karena saking kagetnya, sambil buru-buru menutupi bagian dadanya yang sedikit tidak terendam oleh air, menggunakan tangannya.
"A_pa tadi kamu bilang? Ngapain mas masuk ke kamar mandi?" Ucap Bara semakin marah mendengar pertanyaan konyolnya itu. Kemudian dengan segera ia pun langsung melangkah mendekat kearahnya.
"Kamu ini ternyata dari tadi bohong yah sama mas!"
Ucapnya lagi sambil menunjuk ke arahnya, dengan raut wajah yang sangat marah.
"Tadi kamu ngomong sama mas, katanya kamu lagi pakai sabun, katanya kamu udah selesai mandinya!" Ucapnya lagi.
"Tapi ternyata, sekarang mas lihat kamu! Kamu malah lagi asyik-asyikan berendam di dalam bathtub kayak gini, sambil asyik mainin sabun, sambil asyik mainin air?" Ucapnya lagi yang benar-benar tak habis pikir lagi dengan tingkah laku Tania istrinya itu. Kemudian ia pun langsung menghela nafas pelan dan membuangnya kasar.
"Ya ampun Taniaaa! Kamu ini bener-bener,,,,,," seketika ia pun langsung terdiam, dan tak bisa berkata-kata, karena sekarang ini ia benar-benar sudah tidak tau lagi bagaimana caranya menghadapi sikap Tania istrinya yang sangat manja dan labil itu.
"Iiiihhh mas Baraaa! Tapi kan Tania nggak lagi mainin sabun maaaas, Tania juga nggak lagi mainin air! Tania ini kan sekarang lagi mandiiiii!" Teriak Tania ngambek, kerena ia benar-benar tidak terima mendengar tuduhan dari Bara suaminya itu, karena menurutnya sekarang ini, ia itu sedang mandi, dan tidak seperti apa yang Bara suaminya itu tuduhkan kepadanya itu tadi.
"Aaaah, udah deh terserah kamu aja! Kamu lagi mandi kek, kamu lagi mainin sabun kek, kamu lagi mainin air kek, terserah! Yang jelas sekarang juga, cepetan kamu pakai handuk kamu, kamu keluaaar! Karena sekarang juga, mas mau mandi!" Ucap Bara dengan jelas menyuruhnya seperti itu.
"Iiiiihhhh! Tapi kan sekarang Tania belum selesai mandinya maaaas, badan Tania ini kan sekarang masih banyak sabuuuuun!" Rengek Tania.
"Ya udah makannya jangan mainin sabun mulu! Cepetan bilas! Mas mau mandi nih, udah siang tau!" Ucap Bara.
"Y_ya udah! T_tapi mas menghadap ke belakang duluuuu!" Rengek Tania lagi menyuruhnya seperti itu.
"Ya udah cepetan!" Ucap Bara dengan raut wajah yang benar-benar sangat kesal. Kemudian ia pun langsung buru-buru berbalik badan untuk membelakanginya. Hingga beberapa menit kemudian, Tania istrinya itu pun akhirnya selesai juga mandinya.
"U_udah!" Ucap Tania kesal sambil terus cemberut.
"Ya udah sana keluar! Mas mau mandi dulu!" Ucap Bara lagi yang langsung menyalakan shower yang ada didalam kamar mandi tersebut, dan langsung buru-buru mengambil semua peralatan mandinya.
"Eeehhh, tapi tunggu dulu!" Ucap Tania.
"Aduh Taniaaa, ada apa lagi siiiih?" Ucap Bara semakin kesal.
"I_itu kan, bukannya peralatan mandi milik Tania yah mas? S_sabun sama shampo itu kan, milik Tania!" Ucap Tania sambil menatap kearah sabun dan shampo milik nya, yang diambil oleh Bara suaminya itu untuk mandi.
"Iiiihhh mas Baraaa! Pantes aja sabun sama shampo Tania tinggal sedikit! Berarti dari kemaren-kemaren, mas Bara yang udah ngabisin?" Ucap Tania semakin ngambek lagi, sambil terus cemberut.
"Ya ampun Taniaaa! Timbang masalah sabun sama shampo doang, kamu ini ribet banget sih!" Ucap Bara.
"Tapi kan seharusnya! Kalau mas mau pakai sabun sama shampo Tania, mas itu ngomong dulu dong sama Taniaaa! Kalau mas nggak ngomong dulu, itu kan namanya nyoloooong?" Ucap Tania yang lagi-lagi merengek-rengek mempermasalahkan masalah seperti itu, sehingga membuat Bara pun lagi-lagi langsung menarik nafas pelan dan membuangnya kasar.
__ADS_1
"Ya udah, ya udah! Kamu nggak usah ngambek terus! Besok biar mas ganti!" Ucap Bara yang lebih memilih untuk mengalah, dari pada nanti jadi ribut.
"Enggak mau! Mas mah suka bohong! Pas kemaren juga mas ngomongnya, mas mau gantiin sabun sama shampo Tania, yang mas pakai di Villa! Tapi ternyata, sampai sekarang juga mas belum ganti-gantiin!" Ucap Tania yang ternyata sangatlah kuat Indra pengingatanya itu.