Terpaksa Menikahi Om Duda Sombong

Terpaksa Menikahi Om Duda Sombong
BAB 21.


__ADS_3

"N_nggak, nggak mungkin! J_jadi ternyata, gue ini magang di perusahaan, mas Bara?" Ucapnya lagi masih gugup, dan masih tak percaya dengan semuanya.


"J_jadi ternyata, perusahaan yang gede, luas, tinggi, dan mewah ini! Perusahaan milik keluarga mas Bara? Perusahaan yang tadi pagi sempat mba Ayu, dan juga mamah Risma ributkan?" Ucapnya lagi dalam hati, yang langsung mengingat kejadian tersebut, antara Ayu dan Ibu Risma tadi pagi.


"Kalau kayak gini ceritanya, berarti keluarga Almarhum papah Arga itu kaya banget dong! Buktinya aja, perusahaannya segede ini! Udah gitu, semua karyawan disini juga kelihatannya sopan dan hormat banget sama mas Bara! Berarti ternyata, mas Bara itu orang yang sangat penting, dan sangat berpengaruh banget untuk perusahaan ini dong?" Ucapnya lagi dalam hati yang baru tau, dan baru menyadari betapa kayanya keluarga Pak Arga, Almarhum Ayah dari Bara, suaminya.


"Pantes aja, mas Bara itu kelihatan dingin dan sombong banget! Ternyata karena keluarga mas Bara itu, sultan?" Ucapnya lagi dalam hati, namun bukannya senang mendengar kabar tersebut, ia malah justru langsung meghela nafas pelan dan membuangnya kasar.


"Kalau kayak gini ceritanya! Bisa semakin terancam lagi gue magang di perusahaan ini! Secara kan, mas Bara itu nggak suka banget sama gue!" Ucapnya lagi dalam hati, semakin pusing lagi dengan semuanya.


"Eh semuanya, lihat deh! Itu bukannya Pak Bara Putra Wijaya, yah? Pengusaha muda yang sangat sukses, dan juga sangat tampan, yang sekarang ini sedang viral dimana-mana karena keberhasilannya, dan juga ketampanannya?" Ucap salah satu dari anak magang di dalam ruangan tersebut, heboh. Karena ia pun baru melihat dan baru menyadari siapa itu sebenarnya Presdir di Perusahaan tempat ia magang tersebut.


"Oh iya yah, bener juga kata loh! Presdir di perusahaan ini tuh, bukannya Bara Putra Wijaya? Pengusaha muda yang sangat sukses, dan juga sangat tampan, yang sekarang ini sedang viral dimana-mana karena keberhasilannya, dan juga ketampanannya?" Sambung yang lainnya lagi, yang juga baru sadar, dan melihat siapa itu sebenarnya Presdir di Perusahaan tempat ia, dan teman-temannya itu magang.


"Iya bener banget, dia itu Pak Bara Putra Wijaya! Pengusaha muda yang sangat sukses, dan juga sangat tampan, yang sekarang ini sedang viral dimana-mana karena keberhasilannya, dan juga ketampanannya!" Sambung yang lainnya lagi, yang bener-bener sudah sangat yakin siapa itu sebenarnya Presdir di perusahaan tempat ia, dan juga teman-temannya itu magang.


"Waaah, kalau kayak gitu! Berarti sekarang ini kita semua beruntung banget dong, bisa magang di perusahaan milik Pak Bara! Pengusaha muda yang sangat sukses, dan juga sangat tampan, yang sekarang ini sedang viral dimana-mana!" Sambung anak magang yang lainnya lagi, sambil tersenyum karena saking senangnya bisa magang di perusahaan tersebut. Dengan secara tiba-tiba mereka semua heboh berbicara seperti itu, tentang Bara suaminya, sehingga Tania yang dari tadi masih terbengong pun bingung mendengarnya.


"Eh! Sinta, Tari, Nita, kok mereka semua pada kenal sama mas Bara sih?" Ucapnya yang keceplosan menyebutnya dengan panggilan seperti itu, sehingga teman-temannya itu yang mendengarnya pun tersenyum karena saking kaget mendengarnya.


"A_apa Tan, tadi loh sebut? M_Mas Bara?" Ucap Sinta tak percaya mendengar sebutan darinya itu.


"Loh sebut pengusaha sesukses dan setampan Pak Bara, yang sekarang ini adalah Presdir di perusahaan tempat kita magang ini! Dengan sebutan, Mas?" Ucapnya lagi yang benar-benar tak percaya dengan sebutan darinya itu.


"Tau nih Tania, loh harus hati-hati loh! Jangan asal main sebut-sebut Pak Bara dengan sebutan kayak gitu!" Sambung Nita yang langsung menegurnya seperti itu, karena sebagai sahabatnya, ia tau betul kalau Tania itu ada seorang gadis yang sangatlah ceroboh.

__ADS_1


"Aduuuuuh, kenapa gue bisa sampai keceplosan kayak gini sih? Mereka semua kan nggak tau, kalau ternyata gue sama mas Bara itu udah nikah!" Ucapnya dalam hati panik.


"Tan, kok loh dikasih tau malah diem sih? Bukannya dengerin!" Ucap Nita lagi.


"Oh, i_iya deh sorry! M_maksud gue, P_Pak Bara!" Ucap Tania gugup.


"Oh iya! T_tapi ngomong-ngomong, kok mereka semua bisa pada kenal sih sama mas,,,, Eh! P_Pak Bara maksudnya!" Ucapnya lagi-lagi bertanya seperti itu, sehingga membuat semua teman-temannya itu pun tersenyum heran mendengarnya.


"Ya ampun Taniaaa, Tania! Siapa sih di Indonesia, orang yang nggak kenal dengan pengusaha muda, yang setampan dan sesukses Pak Bara, yang sekarang ini sedang trending, dan viral dimana-mana?" Ucap Tari.


"Tau nih Tania, masa loh nggak kenal sih sama Pak Bara! BARA PUTRA WIJAYA, pengusaha muda yang sedang trending, dan viral karena ketampanan, dan juga kesusksesannya dalam bidang bisnis!" Sambung Sinta yang benar-benar tau tentangnya.


"Tau loh Tan! Makanya dong, loh itu jangan nonton Drakor mulu! Sekali-kali loh itu juga harus nonton, dan mengikuti berita bagaimana dengan perkembangan rakyat di Indonesia sekarang ini! Masa dengan pengusaha muda sesukses dan setampan Pak Bara, loh ini nggak tau sih?" Sambung Nita mencoba untuk menasehatinya seperti itu.


"Tau nih Tania, gimana sih loh! Masa sama Pak Bara aja loh nggak tau!" Sambung Tari yang juga benar-benar tau tentangnya, kemudian ia pun langsung terbengong, sambil tersenyum memandangi betapa tampannya wajah Bara, Presdir di Perusahaan tersebut.


"Iya, bener banget kata loh! Pak Bara itu aslinya emang, ganteng bangeeeeeet! Bahkan lebih ganteng lagi dari yang sering kita lihat di televisi! Gue sampai nggak bisa berkata-kata lagi nih, ngeliat nya!" Sambung Nita yang terdengar seperti sangat tau tentangnya, sehingga membuat Tania pun seketika langsung terdiam.


"J_jadi ternyata, mereka semua juga kenal sama mas Bara?" Ucapnya dalam hati yang baru tau tentang itu.


"Tania, Tan! Gilaaaaa, Pak Bara itu aslinya emang ganteng banget yaaah?" Ucap Nita lagi, mencoba untuk meminta pendapat kepada Tania sahabatnya.


"Beneran deh, gue sampai bener-bener nggak bisa berkata-kata lagi ngeliatnya!" Ucapnya lagi sambil terus tersenyum, dan terbengong karena saking terpana dan terpesonanya dengan ketampannya itu, sehingga membuat Tania pun langsung tersenyum kesal mendengarnya.


"Hemm! Apa nya yang ganteng? Orang jelek kayak gitu juga!" Ucapnya tak terima dengan pendapat dari teman-temannya itu.

__ADS_1


"A_apa tadi loh bilang Tan? Cowok seganteng Pak Bara, loh bilang nggak ganteng?" Ucap Sinta kaget mendengar pendapat darinya itu.


"Loh udah gila kali yah Tan! Masa cowok seganteng Pak Bara, loh bilang nggak ganteng sih?" Ucapnya lagi tak terima.


"Tau loh Tan, ada-ada aja sih loh!" Ucap Tari yang juga tak terima dengan pendapat darinya itu.


"Udah, udah! Kalian semua nggak usah pada ribut! Terserah Tania aja deh mau berpendapat apa! Yang jelas kita semua kan juga tau, kalau Pak Bara itu aslinya! Eeemmm, ganteng bangeeeeeet!" Ucap Nita lagi-lagi memuji-mujinya seperti itu, sambil terus tersenyum memandangi wajah tampannya itu.


"Sayang banget yaaaah? Laki-laki sesukses dan setampan Pak Bara, harus ditinggal pergi begitu aja sama mantan istrinya! Cobaaa aja, kalau gue yang jadi istrinya! Udah pasti setia deh gue sama pak Bara!" Ucapnya lagi,


"Jangan kan loh! Gue juga udah pasti setia deh, kalau gue jadi istri pengusaha sesukses dan setampan Pak Bara!" Sambung Tari.


"Nggak papa deh, kalau gue harus dijadiin istri ke dua juga! Gue pasti akan tetep setia." Ucapnya lagi, ngarep.


"Uuuuuh, mimpi kali loh!" Sambung Sinta, yang geli mendengar haluan dari teman-temannya itu.


"Yeeeee, emang kenapa? Sirik aja loh!" Ucap Tari tak terima, kemudian ia pun langsung terbengong lagi, sambil terus memandangi wajah tampannya itu.


"Benaran deh, gue bener-bener masih nggak percaya! Kok bisa yah, pengusaha sesukses dan setampan pak Bara, ditinggal pergi begitu aja sama mantan istrinya!" Ucapnya lagi-lagi berbicara seperti itu, sehingga Tania yang dari tadi sedang kesal pun lagi-lagi langsung keceplosan.


"Ya jelas aja lah, ditinggal sama mantan istrinya! Lagian mana ada sih, perempuan yang bisa bertahan hidup sama laki-laki pelit, kasar, dingin, kaku, nggak ada romantis-romantisnya sama sekali kayak mas Bara! Lama-lama gue juga kabur jadi istrinya!" Ucapnya dengan sangat jelas berbicara seperti itu, sehingga membuat teman-teman se gank nya itu pun kaget sekaligus bingung mendengarnya.


"A_ apa Tan? T_ tadi loh ngomong apa? Lama-lama gue juga kabur jadi istrinya?" Ucap Sinta.


"I_iya Tan, loh tadi ngomong apa? Lama-lama gue juga kabur jadi istrinya? Maksudnya?" Sambung Tari.

__ADS_1


"Oh e_ enggak, g_ gue enggak ngomong kayak gitu kok!" Ucap Tania dengan sangat gugup. Kemudian ia pun langsung terdiam.


"Aduuuuh, mati gue! Kenapa gue bisa sampai keceplosan lagi kayak gini sih? Bisa bahaya nih kalau sampai Sinta, Tari, apalagi Nita si mulut ember ini tau kalau ternyata gue ini udah nikah sama Om-om gila dan enggak jelas, yaitu mas Bara!" Ucapnya dalam hati panik.


__ADS_2