Terpaksa Menikahi Om Duda Sombong

Terpaksa Menikahi Om Duda Sombong
BAB 41.


__ADS_3

"Hiks,, hiks,, pokoknya sekarang juga, aku ini harus minta maaf sama Tania! Iya, pokoknya sekarang juga, aku ini benar-benar harus minta maaf, sama Tania!" Ucap Bara lagi sambil menangis, karena saking menyesalnya, dan sambil terus berjalan menuju kamar tersebut.


Hingga akhirnya berapa menit kemudian, ia pun mendapati kamar tersebut yang sedang dalam keadaan pintu terbuka, dan ia pun mendapati Tania istrinya, yang baru saja selesai mandi, dan sedang duduk tepat di depan cermin yang ada di dalam kamar tersebut, sambil asyik memakai krim perawatan kecantikannya.


"Na nanaaa, na nanaaaa,,,," Tania yang sedang asyik bernyanyi, sambil terus asyik memakai krim perawatan kecantikannya itu, tepat di depan cermin tersebut.


"Hiks,, hiks,, n_nggak, nggak mungkin!" Ucap Bara tak percaya, sambil terus menangis menatap kearahnya.


"Kamu ini benar-benar bego, Bara! Kamu ini benar-benar bego! Gadis seceria dan sepolos ini, tapi malah kamu bohongi, kamu ingkari janjinya dan kamu menikah dengan perempuan lain, bahkan kamu buat gadis seceria dan sepolos ini, menunggu kamu sampai sekarang?"



Ucapnya lagi yang benar-benar merasa sangat bersalah dan merasa sangat berdosa kepadanya. Karena selama ini, ia telah membohongi, mengingkari, dan bahkan ia pun telah membuat gadis seceria dan sepolos itu, yang tak lain adalah Tania, menunggunya hingga sekarang.


"M_mas Bara?"



Ucap Tania yang baru menyadari keberadaannya.


"S_sejak kapan mas Bara, berdiri di depan pintu kamar Tania? Emang mas Bara, nggak jadi pergi meeting?" Ucapnya lagi bingung. Namun sayang, mendengar pertanyaan darinya dengan raut wajahnya yang sebingung itu, Bara suaminya tidak menjawabnya sedikit pun. Ia malah justru langsung melangkah masuk ke dalam kamar tersebut, untuk menghampirinya, dengan tatapan mata kosong, dan raut wajah yang terlihat masih dipenuhi dengan dosa.


"M_mas Bara kenapa? K_kok muka mas Bara,,,,,,," seketika ucapan Tania itu pun, langsung terpotong. Karena dengan secara tiba-tiba, Bara suaminya itu pun langsung memeluknya dengan sangat erat, sambil mengencangkan suara tangisannya.


"Hiks,, hiks,, hiks,," suara Bara yang tiba-tiba mengencangkan suara tangisannya, sambil terus memeluknya semakin erat lagi. Sehingga Tania yang memang tidak tau, sebenarnya apa yang telah terjadi kepadanya itu pun, bingung. Dengan segera, ia pun langsung buru-buru melepaskan pelukannya itu, dari tubuhnya.


"M_mas Bara kenapa? Kok mas Bara, nangis sih?" Ucapnya panik, sambil menatap dalam wajah tampannya.


"Hiks,, hiks,," suara Bara yang hanya bisa menangis dan menangis, dan tidak bisa berkata-kata.


"M_mas Bara kenapa nangis, maaas? Mas Bara jangan diem ajaaaa, mas Bara jawab Taniaaaa!" Ucap Tania lagi semakin panik. Kemudian dengan secara tiba-tiba, ia pun langsung ingat akan perutnya, yang tadi itu sempat sakit.


"A_apa perut mas Bara ini, sakit lagi? Iya, perut mas Bara ini, sakit lagi?"


"M_mas Bara pengin diusap-usapin lagi, perutnya sama Tania?" Ucapnya lagi yang dengan sangat polosnya bertanya-tanya seperti itu. Sehingga membuat Bara pun, semakin merasa sangat bersalah dan semakin merasa sangat berdosa lagi kepadanya. Dengan segera, ia pun langsung memeluknya kembali dengan sangat erat.


"Hiks,, hiks,, maafin kakak baik, Tania! Hiks,, hiks,, maafin kakak baik!" Ucapnya sambil terus menangis, dan terus memeluknya semakin erat lagi. Dengan secara tiba-tiba, ia menyebut dirinya, dengan sebutan seperti itu. Sehingga Tania yang mendengarnya pun, semakin bingung lagi dibuatnya.


"K_kakak baik? M_maksud,,,," lagi-lagi ucapannya itu pun langsung terpotong.


"Sssttttt, udah Tania, udah! Biar mas jelasin nanti, yah! Biar mas jelasin nanti!" Ucap Bara lagi tergesa-gesa.


"Untuk sekarang, tolong biarkan kakak baik, peluk adik kecil kakak baik ini, untuk sejenak! Untuk melepaskan kerinduan, yang selama ini terpendam di dalam hati kakak baik, untuk adik kecil kakak baik ini!" Ucapnya lagi. Kemudian, ia pun langsung memejamkan matanya, sambil merasakan betapa hangat dan betapa nikmatnya, pelukannya itu.


"Eeeemmm, kakak baik bener-bener kangen banget, sama adik kecil kakak baik ini! Adik kecil kakak baik, yang dulu pernah kakak baik tolong! Dan kakak baik juga sayaaaang banget, sama adik kecil kakak baik ini, yang dulu pernah kakak baik gendong!" Ucapnya lagi sambil tersenyum, dan terus memeluknya semakin erat lagi. Dengan secara tiba-tiba, ia pun berbicara seperti itu, tentang kejadian 12 tahun yang lalu, yang sempat ia alami. Sehingga Tania yang memang benar-benar tidak tau, sebenarnya apa yang telah terjadi kepadanya itu pun, semakin bingung lagi dibuatnya.


"M_maksud mas Bara?" Ucapnya kaget, sambil buru-buru melepaskan pelukannya itu, dari tubuhnya.


"M_mas Bara bisa tau dari mana, tentang kejadian masa kecil Tania?" Ucapnya lagi dengan sangat gugup dan gemetaran. Karena sekarang ini, ia benar-benar sangat syok dan tak percaya, mengapa Bara suaminya itu, bisa sampai tau tentang kejadian masa kecilnya itu, saat ia bersama dengan kakak-kakak baik yang dulu pernah menolongnya, yang ternyata adalah Bara suaminya itu sendiri.


Melihat Tania gugup, bahkan sampai gemetaran seperti itu, Bara suaminya itu malah justru tersenyum. Bahkan ia pun malah justru terlihat sibuk merapikan helaian demi helaian rambutnya, yang sedikit berantakan, dan menutupi wajah cantiknya. Sehingga membuat Tania pun, semakin emosi lagi dibuatnya.


"M_mas Bara denger nggak sih, tadi Tania nanya apa?" Teriaknya.


"Jawab mas, jawab! Dari mana mas Bara bisa tau, tentang masa kecil Tania?" Teriaknya lagi lebih kencang bertanya seperti itu. Sehingga Bara yang mendengarnya pun, langsung buru-buru menenangkannya. Kemudian, ia pun langsung buru-buru mengambil ponsel miliknya, yang ia simpan di dalam sakunya.


"Kamu inget, sama kakak-kakak ini?" Ucapnya yang tiba-tiba langsung menunjukkan foto-foto remajanya dulu, dari dalam ponsel tersebut satu-persatu kepadanya.


"Terus ini?" Ucapnya lagi, sambil terus menggeser layar ponsel tersebut, dan menunjukkan foto-fotonya yang lainnya lagi, kepadanya. Sehingga membuat Tania pun, seketika langsung terdiam karena saking syok, kaget, dan tak percayanya dengan apa yang ia lihat itu. Bahkan karena saking syok, kaget dan tak percayanya, sampai-sampai ia pun langsung menangis.


"Hiks,, hiks,, n_nggak, nggak mungkin! Mas Bara bisa dapat dari mana foto kakak-kakak ini, mas? Hiks,, hiks,, mas Bara bisa dapat dari mana foto kakak-kakak ini? Hiks,, hiks,, jawab mas! Hiks,, hiks,, jawaaaab!" Teriaknya dengan suara yang sangat kencang, sambil menggoyang-goyangkan pundaknya dengan sangat kuat, agar Bara suaminya itu mau jujur, dan mau mengakui semuanya kepadanya. Karena untuk sekarang ini, adalah kali kedua, ia bisa menatap wajah tampan kakak-kakak baik tersebut lagi, setelah bertahun-tahun ia itu berpisah dengannya, meskipun semua itu hanya dalam sebuah foto.


"Hiks,, hiks,, mas Bara jangan diem aja, mas! Hiks,, hiks,, jawab Tania, mas! Hiks,, hiks,, jawaaaab!" Teriaknya lagi semakin kencang, sambil menangis-nangis histeris. Sehingga Bara yang melihatnya pun, seketika langsung ikut menangis. Kemudian, ia pun langsung memeluknya kembali dengan sangat erat.


"Hiks,, hiks,, kakak-kakak yang ada foto ini, mas Tania! Hiks,, hiks,, kakak-kakak yang ada di foto ini, mas!" Ucapnya sambil terus menangis dan terus memeluknya semakin erat lagi.

__ADS_1


"M_maksud mas Bara?" Ucap Tania dengan sangat gugupnya, dengan keadaan tubuh yang semakin gemetaran lagi.


"Iya Tania, kakak-kakak yang ada di foto ini, mas! Kakak-kakak yang ada di foto ini, mas!" Ucap Bara lebih jelas lagi menyebutnya seperti itu.


"Kalau kamu nggak percaya, sekarang biar mas ceritain kejadian dulu! Kejadian 12 tahun yang lalu, saat mas ini nolongin kamu, di taman!" Ucapnya lagi.


"Sekarang, coba kita berdua samain! Kejadian mas itu dulu, sama atau nggak, dengan kejadian yang dulu juga pernah kamu alami itu?" Ucapnya lagi mencoba untuk memberinya saran seperti itu, agar Tania istrinya itu semakin percaya lagi dengan ucapannya itu. Kemudian dengan segera, ia pun langsung menceritakan semua kejadian tersebut, dan menyamakan nya dengan kejadian yang dulu juga pernah Tania istrinya itu alami, sama atau tidak. Dan ternyata, kejadian mereka berdua memang benar-benar sama, dan Tania juga sangat yakin, kalau Bara yang tak lain adalah suaminya itu, Fix! Adalah kakak-kakak yang dulu pernah menolongnya, yang selama ini sedang ia cari-cari keberadaannya, yang sering ia sebut dengan panggilan 'Kakak Baik'


"Hiks,, hiks,, j_jadi ternyata, mas ini bener-bener kakak baik, yang ada di foto ini? Kakak baik, yang dulu pernah nolongin Tania? Hiks,, hiks,, dan kakak baik, yang biasa Tania sebut dengan panggilan, 'Kakak baik'?" Ucap Tania gugup, karena saking syok dan tak percayanya, sambil tersenyum dengan raut wajah yang sangat bahagia. Sehingga Bara yang melihatnya pun, ikut tersenyum bahagia dibuatnya.


"Iya Tania. Kakak baik yang ada di foto ini, mas! Mas ini yang dulu pernah nolongin kamu, dari Bullyan temen-temen kamu! Dan mas ini juga yang dulu pernah gendong kamu, saat kaki kamu ini terluka, dan berdarah!" Ucap Bara lagi mencoba untuk meyakinkannya, yang seyakin-yakinnya. Sehingga Tania yang mendengarnya pun, seketika langsung mengencangkan suara tangisannya.


"Hiks,, hiks,, hiks,,," suara Tania yang mengencangkan suara tangisannya, karena saking bahagianya. Akhirnya sekarang ini, ia bisa bertemu lagi dengan kakak baik yang dulu pernah menolongnya. Kemudian dengan segera, ia pun langsung memeluk tubuh Bara suaminya itu, dengan begitu eratnya.


"Hiks,, hiks,,, mas Baraaa, hiks,, hiks,, Tania sayang sama, hiks,, hiks,, kakak baiiiik! Hiks,, hiks,, Tania juga, hiks,, hiks,, kangen sama, hiks,, hiks kakak baiiiik! Hiks,, hiks,,, kakak baik nggak boleh pergi lagi, hiks,,, hiks,,, dari Taniaaaa!" Ucapnya yang langsung saja mengungkapkan perasaannya seperti itu, dan juga langsung saja melarang-larangnya seperti itu. Sehingga Bara yang mendengarnya pun, seketika langsung tersenyum dibuatnya.


"Iyaaaaa, kakak baik janji! Mulai dari sekarang, kakak baik nggak akan pernah pergi lagi, dari adik kecil kakak baik ini! Karena apa? Karena kakak baik juga sayang dan kangeeeeen banget, sama adik kecil kakak baik ini, yang sekarang udah gede nih, hah!" Ucapnya sambil terus tersenyum, dan mencubit gemas hidungnya. Karena sepertinya, sekarang ini ia sedang ingin manja-manjaan dengan Tania, istri manjanya itu.


"Iiiiiihhhh mas Baraaa, sakiiiiit! Jangan cubit-cubit, hidung Taniaaaa!" Rengek Tania dengan sangat manjanya.


"Iya iya, ma'aaaf!" Ucap Bara lagi, sambil tersenyum dan mengusap-usap rambutnya dengan penuh kasih sayang.


"Oh iya! Tapi ngomong-ngomong, tadi kamu ngomong apa? Kamu sayang sama siapa?" Ucapnya lagi, mencoba untuk menanyakan hal tersebut lagi kepadanya.


"Hiks,, hiks,, Tania, sayang sama kakak baik!" Ucap Tania lagi manja.


"Sayang sama kakak baik, apa sayang sama mas, niiiih?" Ucap Bara sambil tersenyum menggodanya.


"Nggak! Tania sayangnya, sama kakak baik! Tania nggak sayang, sama mas!" Ucap Tania lagi, yang langsung menjawabnya seperti itu. Sehingga Bara yang mendengarnya pun, bingung.


"Kok bisa sih, sayang sama kakak baik, tapi nggak sayang sama mas?" Ucapnya.


"Iya, bisa! Soalnya kan, kakak baik itu dulu udah pernah nolongin Tania!" Ucap Tania.


"Oohh gituuu! Tapi kok, sama mas kamu ini nggak sayang? Kan mas juga, udah baik sama kamu! Tadi pagi, mas juga udah nolongin kamu, iya kan?" Ucap Bara lagi, sambil tersenyum dan terus merapikan helaian demi helaian rambutnya, yang terlihat masih sedikit menutupi wajah cantiknya. Dan terlihat sangat memanjakan nya.


"Eeemmmm, kasihaaaan! Maafin mas, yaaah?" Ucapnya pelan, sambil mengusap-usap rambutnya lagi, dengan penuh kasih sayang.


"Iya mas, Tania maafin!" Ucap Tania.


"Tapi syaratnya! Mas nggak boleh galakin Tania lagiiii!" Rengeknya dengan sangat manja nya.


"Iyaaa. Mas janji deh! Mulai sekaraaang, mas nggak akan pernah galakin istri mas ini lagi! Kasihan, masih kecil!" Ucap Bara lagi sambil tersenyum menggodanya.


"Iiiiiihhhh, mas Baraaa! Tania ini udah gedeeee!" Ucap Tania yang lagi-lagi merengek seperti itu kepadanya. Sehingga membuat Bara pun, lagi-lagi tersenyum dibuatnya.


"Iya iyaaaa, istri mas ini, udah gede kok!" Ucapnya lagi berbohong, agar Tania istrinya itu senang.


"Oh iya! Tapi ngomong-ngomong lagi, tadi kata adik kecil kakak baik, adik kecil kakak baik yang sekarang udah gede, ini nih! Sayang kan, sama kakak baik?" Ucapnya lagi sambil tersenyum.


"Iya! Adik kecil kakak baik, yang sekarang udah gede ini, sayang sama kakak baik!" Ucap Tania lagi, sambil tersenyum dengan sangat manjanya.


"Eeemmmm, bener niiiiih? Adik kecil kakak baik, yang sekarang udah gede ini, sayang nih sama kakak baiiiiik?" Ucap Bara yang lagi-lagi bertanya seperti itu.


"Iya, bener! Adik kecil kakak baik, yang sekarang udah gede ini, sayang sama kakak baik!" Ucap Tania yang juga lagi-lagi menjawabnya seperti itu.


"Ya udah, kalau benar adik kecil kakak baik ini, sayang sama kakak baik! Sekarang, kakak baiknya minta cium dong!" Ucapnya sambil tersenyum, memandangi bibir seksi Tania istrinya itu.


"Iiiiiiihhhhh mas Baraaaa, Tapi kan Tania nggak bisaaa! Tania kan belum pernah cium mas duluaaan!" Ucap Tania dengan sangat polosnya menjawabnya seperti itu. Sehingga membuat Bara pun, lagi-lagi tersenyum dibuatnya.


"Hem, polos banget sih kamu ini!" Ucapnya dalam hati, sambil terus tersenyum memandangi wajah cantiknya.


"Ya udah, kalau kamu nggak bisa, biar mas yang ajarin, yaaah?" Ucapnya dengan penuh perhatiannya.


"Sekarang, kamu rangkul pundak mas!" Ucapnya lagi yang langsung menyuruhnya seperti itu. Yang kemudian langsung diikuti olehnya.

__ADS_1


"K_kayak gini mas?" Ucap Tania yang benar-benar tidak tau, seperti apa caranya mencium seorang lelaki.


"Iyaaa!" Ucap Bara.


"Sekarang coba, kamu sentuhin bibir kamu ke bibir mas, terus habis itu, kamu cium deh bibir mas!" Ucapnya lagi yang langsung menyuruhnya lagi seperti itu.


"T_tapi mas, Tania nggak bisaaa!" Ucap Tania, sedikit ketakutan.


"Pasti bisaaa. Nanti sama mas di ajarin! Ayo cepetan, sekarang cium mas!" Ucap Bara lagi dengan sabarnya.


"Y_ya udah! Tania coba yah mas? T_tapi beneraaan! Nanti sama mas, diajariiiin!" Rengek Tania lagi dengan sangat manjanya. Kemudian dengan perlahan, ia pun mencoba untuk menciumnya. Hingga akhirnya, ia pun berhasil dan bisa mencium seorang lelaki. Bahkan, ia pun terlihat sangat menikmati ciumannya itu, dan ia pun terlihat membalas setiap kali, Bara suaminya itu memainkan bibir dan lidahnya. Sehingga Bara yang merasa kan semua itu pun, tersenyum. Karena akhirnya, ia berhasil juga mengajari gadis sepolos Tania, untuk merasakan betapa nikmatnya rasanya ciuman itu, yang sebenarnya. Kemudian setelah puas dengan menciumnya itu, perlahan, Tania pun mencoba untuk menyudahinya.


"Kok sebentar banget siiiih, cium mas nya?" Ucap Bara pelan, sambil mengusap-usap rambutnya.


"Iyaaaa. Soalnya, Tania nya capeeek!" Rengek Tania yang masih dengan sangat polos nya, menjawabnya seperti itu. Sehingga membuat Bara pun lagi-lagi tersenyum.


"Oooohhh, capeeek?" Ucapnya.


"Iya, capeeek!" Rengek Tania lagi.


"Ya udaaah, nggak papa kok sayang,,," ucap Bara lagi, yang dengan secara tiba-tiba menyebutnya seperti itu. Sehingga Tania yang mendengarnya pun, seketika langsung gugup dibuatnya.


"M_mas Bara?" Ucapnya tak percaya, sambil menatap dalam wajah tampannya.


"Iya, kenapaaaa?" Ucap Bara lagi, dengan penuh perhatiannya.


"T_tadi mas Bara, panggil Tania apa?" Ucap Tania yang benar-benar ingin mendengar lagi, sebutan darinya itu.


"Sayang kan, emang kenapa?" Ucap Bara lagi, dengan sangat jelas menyebutnya seperti itu. Sehingga Tania yang mendengarnya pun, seketika langsung memeluknya kembali, dengan begitu eratnya.


"Eeemmmm mas Baraaaa, Tania seneeeng! Kalau mas Bara, panggil Tania ini, sayaaaang!" Rengeknya dengan sangat manjanya.


"Iyaaaaa," Ucap Bara, sambil terus mengusap-usap rambutnya, dengan penuh kasih sayang.


"Mas juga janji deh! Mulai dari sekarang, mas akan panggil istri mas yang manja dan bewel ini, sayang!" Ucapnya lagi sambil terus tersenyum. Kemudian tanpa basa-basi, ia pun langsung mengangkat tubuhnya, dan langsung menggendongnya.


"Eeeehh! M_mas Bara, emang mas Bara mau ngapain? Kok mas Bara, gendong Tania?" Ucap Tania bingung, sambil tersenyum.


"Eeemmm, mau ngapain yaaaah?" Ucap Bara yang juga ikut tersenyum.


"Mau pacaran, mungkin?" Ucapnya lagi, yang tiba-tiba menggodanya seperti itu. Sehingga Tania yang sedang tersenyum pun, seketika wajahnya langsung berubah menjadi merah, karena malu.


"Iiiiiihhhh, mas Bara apaan sih?" Ucapnya.


"Emang kenapaaa? Istri mas yang manja ini, malu yah? Mau pacaran sama suaminya?" Ucap Bara yang langsung menggodanya seperti itu. Karena ia tau betul, apa yang sedang Tania, istri manjanya itu rasakan sekarang ini.


"N_nggak, Tania nggak malu kok! Kata siapa, Tania ini malu?" Ucap Tania berbohong.


"M_maksud Tania ituuu, kita ini kan sekarang emang udah nggak pacaran! Kita ini kan sekarang, udah menikah!" Ucapnya lagi, yang tiba-tiba menjawabnya seperti itu.


"Nah itu sayang, maksud mas! Pacaran, setelah menikah!" Ucap Bara lagi sambil tersenyum.


"Biar kita berdua ini, bebas mau ngapain aja!" Ucapnya lagi, yang juga tiba-tiba berbicara seperti itu. Sehingga Tania yang sekarang ini masih berada di gendongannya itu pun, bingung.


"B_biar kita berdua ini, bebas mau ngapain aja? Emang kita berdua, sekarang mau ngapain?" Ucapnya.


"Eeeemmmm, mau ngapain yaaaah?" Ucap Bara yang lagi-lagi, sengaja membuatnya penasaran. Kemudian, ia pun langsung berbisik tepat di telinganya.


"Mau bikin Dede bayi buat Raya, boleeeeh?" Bisiknya sambil tersenyum. Lagi-lagi ia sengaja menggodanya seperti itu. Sehingga membuat wajah Tania pun, semakin merah lagi dibuatnya.


"Iiiiiihhhh, mas Baraaaaaaa!" Ucapnya yang langsung merengek-rengek seperti itu kepadanya. Sehingga membuat Bara pun, lagi-lagi tersenyum dibuatnya. Kemudian tanpa basa-basi, ia pun langsung menciumi bibirnya tanpa henti-henti, sambil menggendongnya melangkah menuju tempat tidurnya.


######


Haduh, kira-kira apa yang mau Bara lakukan sama Tania yah, guys? 😂

__ADS_1


Jangan lupa!


Like, Coment, Kasih ulasan, Vote, dan Kasih hadiah yah, guys! Supaya Author nggak mogok nulis, nih! 😍🙏


__ADS_2