Terpaksa Menikahi Om Duda Sombong

Terpaksa Menikahi Om Duda Sombong
BAB 15.


__ADS_3

"Aaahhh udah lah, lebih baik sekarang aku panggil Tania aja! Supaya dia cepet-cepet pakai baju! Aku harus ke kamar mandi sekarang! Bahaya nih kalau sampai keluar disini!" Ucapnya lagi dalam hati, kemudian ia pun langsung buru-buru menutup kembali pintu kamar tersebut, dan langsung pura-pura memanggilnya.


"Tania! Udah belum mandinya?" Teriaknya.


"M_ mas Bara?" Ucap Tania dari dalam kamar tersebut gugup dan panik.


"I_ iya mas ada apa?" Teriaknya sambil buru-buru menyudahi semuanya dan langsung buru-buru memakai pakaiannya kembali.


"Udah belum mandinya? Cepetan bukain pintunya! Mas kebelet pengin pipis nih!" Teriak Bara lagi berbohong, agar Tania istrinya itu cepet-cepet membukakan pintu kamar tersebut, dan ia pun bisa cepat-cepat masuk ke dalam kamar mandi yang berada di dalam kamar tersebut untuk melampiaskan semua nafsunya yang benar-benar sudah sangat tak tertahan itu.


"Aw, Sssttttt! Aduh, aduuuuh!" Ucapnya lagi yang semakin tak tahan sambil terus memegangi juniornya itu.


"Iya mas, sebentar! Nih Tania mau bukain pintunya!" Teriak Tania yang baru saja selesai memakai pakaiannya sambil buru-buru melangkah menuju pintu kamar tersebut dan langsung membukanya.


"Nih mas pintunya udah Tania buk,,,,,,,," seketika ucapan Tania pun terpotong, karena tiba-tiba Bara langsung menyerobotnya masuk kedalam kamar tersebut.


"Aw, Sssttttt! Aduh, aduh, aduuuh!" Ucapnya pelan, lagi-lagi ia mereunyi seperti itu sambil terus memegangi juniornya, sehingga Tania yang melihatnya pun bingung.


"Mas, mas kok kayak kesakitan? Mas enggak papa kan?" Ucapnya sedikit panik.


"Aw, Sssttttt! E_ enggak, m_mas enggak papa kok! M_ mas cuma kebelet pengin pipis aja!" Ucapnya lagi-lagi berbohong sambil buru-buru masuk ke dalam kamar mandi tersebut, dan langsung buru-buru menutup pintunya. Kemudian ia pun langsung buru-buru memulai permainannya itu.


"Aaaah ssstttttt! Aaaah sssttttt! Aaaaaaah!" Suara ******* Bara dari dalam kamar mandi tersebut yang sedang memainkan juniornya itu sendiri sambil terus membayangkan betapa seksi dan menggairahkannya tubuh Tania istrinya itu disaat tanpa pakaian seperti yang sempat ia lihat tadi. Yang suara desahannya itu pun terdengar seperti orang yang sedang sangat kesakitan, sehingga Tania yang memang masih sangat-sangat polos itu pun bingung mendengarnya.


"M_ mas Bara, m_ mas Bara beneran enggak papa kan?" Ucapnya gugup dan semakin panik, sambil berjalan mendekat kearah pintu kamar mandi tersebut, dan terus mendengarkan suaranya dari depan pintunya.


"Aw, Sssttttt! E_enggak Tan, m_mas Aw, Sssttttt! E_nggak papa kok!" Ucap Bara gugup sambil terus memainkan juniornya itu sendiri, dan terus membayangkan betapa nikmatnya jika seandainya sekarang ini ia sedang memainkan juniornya itu bersama dengannya, sambil meraba-raba bagian-bagian tubuhnya yang sangat seksi dan masih tersegel itu, sambil memainkan, menciumi, dan menjilati disetiap bagian-bagian intimnya. Hingga akhirnya ia pun berhasil mengeluarkan sesuatu cairan dari juniornya itu.


"Aaaaaaah!" Suara desahannya yang berhasil mengeluarkan sesuatu cairan tersebut dari juniornya, yang terdengar seperti orang yang semakin kesakitan lagi, sehingga membuat Tania pun semakin panik dibuatnya.


"T_ Tapi mas beneran kan? M_mas enggak pap,,,," seketika ucapannya pun terpotong, karena tiba-tiba Bara suaminya itu pun keluar dari dalam kamar mandi tersebut.


"Tania, mas pinjem handuk kamu dong!" Ucapnya dengan secara tiba-tiba meminta hal seperti itu kepadanya, sehingga membuatnya pun bingung.


"P_ pinjem handuk Tania? E_ emang buat apa mas?" Ucapnya.

__ADS_1


"Eh, tapi tunggu dulu! Itu kenapa mas? Kok celana mas basah! E_emang mas pipis di celana?" Ucapnya lagi dengan polosnya bertanya seperti itu, sehingga membuat Bara pun seketika langsung terdiam.


"Aduuuuuh, sial! Kenapa tadi aku keluar dari kamar mandi enggak lihat-lihat dulu sih! Tadi kan pas aku mainin ini aku, semuanya muncrat kena celana aku sampai basah!" Ucapnya dalam hati yang baru saja mengingatnya.


"Aaahh tapi udah lah! Lagian kan ini gadis brutal kayaknya masih polos deh, buktinya aja tadi pas aku cium dia, dia cuma bisa pasrah, diem aja kaku banget enggak bisa ngimbangin permainan dari bibir aku! Jadi mana mungkin ini gadis brutal tau kalau tadi aku ini habis ngapain aja didalam kamar mandi!" Ucapnya lagi dalam hati dengan sangat yakin, karena sebagai seorang duda beranak satu ia itu sudah sangat berpengalaman dalam hal seperti itu, dan ia pun sangat yakin kalau Tania istrinya itu bener-bener seorang gadis brutal yang masih sangat-sangat polos dan tidak tau dengan hal-hal seperti itu.


"M_mas, mas kenapa? K_kok mas diem?" Ucap Tania bingung melihatnya terdiam seperti itu.


"Oh e_enggak, mas enggak papa!" Ucap Bara gugup karena ia sedang berbohong.


"Y_ya udah mana handuk kamu? Mas pinjem!" Ucapnya lagi yang tiba-tiba berubah menjadi dingin kembali, lagi-lagi ia meminta hal seperti itu kepadanya, sehingga membuatnya pun semakin bingung dibuatnya.


"T_tapi buat apa mas? Kok mas pinjem handuk Tania?" Ucap Tania lagi.


"Ya buat mandi lah! Mau buat apa lagi?" Ucap Bara ketus.


"Yaelah mas, enggak usah marah juga kali! Kan Tania juga cuma nanya doang," ucap Tania kesal sambil cemberut.


"Ya habisnya kamu! Ngapain nanya-nanya kayak gitu!" Ucap Bara masih dingin.


"Terus kenapa sekarang mas tiba-tiba mau mandi?" Ucapnya lagi semakin bingung.


"Y_ ya emang kenapa kalau mas berubah pikiran, terus mau mandi! Enggak boleh?" Ucap Bara mencoba untuk mencari-cari alasan, karena ia terlalu gengsi jika harus mengakui kalau sebenarnya sekarang ini ia mandi karena ia mau membersihkan badannya seusai berperang melawan juniornya itu sendiri, setelah ia melihat betapa menggairahkannya tubuh seksinya itu saat tanpa pakaian seperti apa yang baru saja ia lihat tadi.


"Aaaahhhh udah lah, ngapain juga mas jelasin sama kamu! Enggak penting juga!" Ucapnya lagi.


"Udah mana shampo sama sabun kamu! Mas minta!" Ucapnya lagi, dengan secara tiba-tiba ia meminta hal seperti itu lagi kepadanya.


"Iiiiiihhhh! Enggak mau, enggak mau, enggak mau!" Ucap Tania sambil buru-buru menyimpan sabun dan sampo nya itu ke dalam tas miliknya.


"Udah siniiiii! Pelit banget sih kamu sama suami sendiri!" Ucap Bara sambil buru-buru merebut sabun dan shampo tersebut dari tasnya, kemudian ia pun langsung buru-buru membawanya masuk ke dalam kamar mandi tersebut.


"Iiiiiihhhh mas Bara, jangaaan! Nanti habis, harganya mahaaal!" Rengek Tania sambil cemberut karena ia benar-benar tidak ikhlas jika perawatan kecantikannya yang sangat ia butuhkan itu diminta olehnya. Namun sepertinya ia lupa kalau orang yang sedang meminta sabun dan meminta shampo miliknya itu adalah Sultan! Yang jangankan sabun, dan shampo, rumah mewah dan mobil mewah pun bisa dengan mudah ia beli sekarang juga.


"Nanti mas ganti!" Teriak Bara dari dalam kamar mandi tersebut.

__ADS_1


"Aaahhhh, segaaar!" Teriaknya lagi yang sudah mulai mandi sambil asyik memakai sabun dan shampo milik Tania istrinya itu yang memang terasa sangat segar dan beraroma sangatlah wangi, yang membuat Raya putri semata wayangnya itu pun sampai ketagihan dan ingin memiliki sendiri shampo dan sabun yang sama seperti miliknya.


"Iiiiiihhhh! Ngeselin banget sih mas ini!" Ucap Tania masih terus cemberut.


DI RUANG BERBEDA, DI RUANG KELUARGA.


Terlihat Pak Ilham, Ibu Savira, Ibu Risma dan juga Raya yang dari tadi masih menunggu Tania mandi.


"Mah, ngomong-ngomong Bara kemana nih? Yang nyusulnya enggak adaaa, yang disusulnya juga enggak ada," ucap Pak Ilham yang sudah lelah menunggunya terlalu lama.


"Tau itu Bara! Kemana kal,,,,,," seketika ucapan Ibu Savira pun terpotong, karena tiba-tiba ia melihat Tania yang turun dari kamar tersebut dan sedang melangkah menghampirinya.


"Ya ampun sayaaaang, kamu ini lama banget sih mandinya?" Ucap Ibu Savira kesal.


"Dari tadi itu mas Bara marah-marah tau enggak? Nungguin kamu kelamaan!" Ucapnya lagi.


"Ya maaf maaah! Soalnya tadi itu kan Tania habis berenang di pantai, jadinya kan badan Tania ini kotor," ucap Tania mencoba untuk menjelaskannya.


"Ya tapi kan enggak usah selama itu juga kali sayaaaang!" Ucap Ibu Savira lagi.


"Ya udah, ya udah enggak papa! Yang penting kan sekarang Tania ini udah selesai mandinya! Jadi sekarang kita kan udah bisa langsung pulang," ucap Ibu Risma sambil tersenyum.


"Oh iya sayang, tapi ngomong-ngomong Bara kemana?" Ucapnya lagi yang baru ingat kepadanya.


"M_ mas Bara ada kok mah, mas Bara lagi mandi diatas!" Ucap Tania.


"Ya ampun Baraaa! Tadi aja nyuruh kita semua untuk cepet-cepet pulang! Tapi kenapa sekarang malah dia yang mandi?" Ucap Ibu Risma tak habis pikir dengan tingkah laku Bara putranya itu.


"T_Tania juga enggak tau mah! Tapi tadi sih Tania lihat, kayaknya mas Bara pipis di celana deh!" Ucapnya lagi dengan polosnya menjawabnya seperti itu, sehingga membuat seisi ruangan tersebut pun kaget mendengarnya.


"A_apa! Pipis di celana?" Ucap mereka semua secara bersamaan dengan suara tinggi.


"I_iya mah, pah, soalnya tadi itu Tania lihat, celana mas Bara itu basah!" Ucap Tania lagi mencoba untuk meyakinkan mereka semua, sehingga membuat Ibu Risma pun langsung menghela nafas pelan dan membuangnya kasar.


"Aduh Baraaaa, Bara! Ada-ada aja sih itu anak!" Ucapnya yang sudah terlalu pusing dengan tingkah lakunya.

__ADS_1


__ADS_2