
"P_Pak Bara, maafin saya yah Pak! S_saya bener-bener lupa!" Ucap Dina lagi yang benar-benar merasa sangat bersalah.
"Ya udah saya maafin! Tapi sekarang juga, tolong kamu keluar dari dalam ruangan saya!" Ucap Bara yang benar-benar terlihat masih sangat marah, sehingga Alex yang dari tadi masih berdiri didalam ruangan tersebut pun, seketika langsung tersenyum, karena lucu. Karena ia itu memang tidak pernah semarah dan setegas itu terhadap semua karyawan-karyawanya, dan bahkan ia itu adalah sosok seorang CEO yang sangat santai terhadap semua karyawan-karyawannya itu.
"I_iya Pak, baik! Sekarang juga saya keluar dari dalam ruangan Bapak!" Ucap Dina yang terlihat masih sangat gugup dan ketakutan. Kemudian dengan segera, ia pun langsung buru-buru melangkah keluar dari dalam ruangan tersebut, meninggalkan Bara dan Alex hanya berdua.
"Pak Baraaa, gilaaaa! Tegas banget sih sama karyawan-karyawannya?" Ucap Alex sambil tersenyum meledeknya.
"Udah deh, kamu itu nggak usah banyak omong! Mau ngapain kamu pagi-pagi kesini?" Ucap Bara yang justru langsung bertanya seperti itu.
"Eits! Santai brooo!" Ucap Alex yang masih terus meledeknya, kemudian ia pun langsung buru-buru mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.
"Nih! Gue kesini bawa data-data penting dari perusahaan loh! Yang kemaren loh suruh asisten gue, untuk cek ulang semuanya!" Ucapnya lagi serius, sambil memberikan semua data-data tersebut kepadanya, yang kemudian langsung buru-buru dicek kembali olehnya.
"Terus gimana nih hasilnya?" Ucap Bara sambil terus mengecek-ngecek data-data tersebut lagi.
"Kalau berdasarkan pengamatan gue sama asisten gue sih,,, kayaknya emang bener deh kecurigaan loh itu! Kalau di perusahaan loh ini, ada seseorang yang mencoba untuk korupsi!" Ucap Alex serius. Ia berbicara seperti itu, karena beberapa waktu lalu, Bara sahabatnya itu curiga terhadap angka pengeluaran dan pemasukan di perusahaannya itu, yang seperti tidak sama antara data-data asli, dengan data-data salinannya, sehingga ia pun langsung buru-buru menyuruh Alex sahabatnya itu, untuk meminta tolong kepada asistennya, yang memang sangat ahli dalam bidang seperti itu, untuk mengecek ulang seluruh data-data pengeluaran dan pemasukan di perusahaannya itu.
"Soalnya, angka-angka pengeluaran dan pemasukan di perusahaan loh ini, itu emang bener-bener jauh berbeda banget, antara data-data sali dengan data-data salinannya!" Ucapnya lagi mencoba untuk menjelaskan.
"Oh gitu!" Ucap Bara.
"Tapi kira-kira siapa yah? Yang udah Berani-beraninya korupsi di perusahaan peninggalan bokap gue ini!" Ucapnya lagi, khawatir.
"Kalau siapa orangnya sih, gue sama asisten gue juga belum tau! Tapi yang jelas, kita jangan gegabah dulu asal menuduh seseorang! Lebih baik kita dalami dulu aja penyeledikan ini, sampai bener-bener terbukti siapa sebenarnya pelakunya!" Ucap Alex mencoba untuk menyarankannya seperti itu.
"Iya sih, bener juga kata loh! Kita ini jangan gegabah asal main tuduh seseorang dulu!" Ucap Bara yang langsung sependapat dengannya.
__ADS_1
"Tapi gue ini sekarang bener-bener penasaran banget! Gue ini bener-bener pengin tau, sebenarnya siapa itu pelakunya?" Ucapnya lagi yang benar-benar sudah sangat penasaran, sebenarnya siapa orang yang sudah dengan beraninya korupsi di perusahaan peninggalan Almarhum Ayahnya itu.
"Ya udah loh tenang aja! Serahin aja semuanya sama asisten gue! Kalau untuk menangani masalah kayak gini, asisten gue itu ahlinya!" Ucap Alex mencoba untuk menenangkannya.
"Ya udah yah kalau gitu, gue cabut dulu!" Ucapnya lagi. Kemudian ia pun langsung buru-buru melangkah keluar dari dalam ruangan tersebut, namun belum juga sempat ia keluar, tiba-tiba langkahnya sudah terhenti.
"Oh iya! Kok gue bisa sampai lupa sih?" Ucapnya.
"Kenapa loh? Kok berhenti?" Ucap Bara bingung.
"Aduh Baraaa, kok gue bisa sampai lupa yah!" Ucap Alex sambil berjalan kembali menghampirinya.
"Ini loh Bara, sebenarnya dari tadi itu gue mau nanya sama loh!" Ucapnya lagi.
"Kok loh nggak kasih tau gue sih? Kalau di perusahaan loh ini, ada karyawan cantik!" Ucapnya lagi yang tiba-tiba bertanya seperti itu kepadanya, sehingga Bara yang mendengarnya pun semakin bingung dibuatnya.
"Karyawan cantik,,, siapa?" Ucapnya yang benar-benar tidak tau sebenarnya siapa karyawan cantik yang ia maksud.
"Soalnya, tadi itu gue nggak sengaja nabrak itu karyawan!" Ucapnya lagi serius, kalau tadi itu ia memang tak sengaja menabrak karyawan cantik tersebut, yang tak lain adalah Tania. Iya Tania, karena ternyata seorang pria yang tadi sudah menabrak Tania itu adalah Alex, sahabat dari Bara, suaminya sendiri.
"Gilaaaaa! Loh tau nggak? Itu perempuan tuh, cantik bangeeeeet! Body nya itu,,, Aduhhaaay! Pokoknya kalau itu perempuan sampai bisa gue miliki, beneran deh! Gue nggak bakalan keluar-keluar dari dalam kamar sama itu perempuan, selama satu bulan! Pokoknya gue mau kekepin terus itu perempuan, sampai itu perempuan bisa punya anak dari gue!" Ucapnya lagi yang tiba-tiba berpikiran mesum seperti itu, sehingga Bara yang mendengarnya pun, seketika langsung menghela nafas pelan dan membuangnya kasar.
"Udah yah Lex, kalau loh balik lagi kesini cuma mau ngomongin masalah nafsu liar loh ini yang nggak penting, lebih baik sekarang loh pulang! Soalnya sekarang, gue ini lagi banyak banget kerjaan!" Ucap Bara yang sudah sangat bosan mendengar curhatan darinya, tentang hal-hal seperti itu. Karena tanpa sepengetahuan dari kita, ternyata Alex itu sering sekali curhat masalah seperti itu kepadanya, terutama tentang perempuan-perempuan malam yang sering ia boking, untuk memuaskan nafsu liarnya itu.
"Yaelah, tega banget sih loh sama gue! Asal main usir-usir gue begitu aja. Gue ini bener-bener serius loh, gue ini nggak lagi main-main kayak biasanya! Gue ini bener-bener pengin miliki itu perempuan, gue ini bener-bener udah jatuh cinta pada pandangan pertama sama itu perempuan!" Ucap Alex serius, kalau sekarang ini ia sedang tidak main-main lagi seperti biasanya, dan sekarang ini ia pun benar-benar sangat yakin, kalau dirinya telah jatuh cinta pada pandangan pertama kepada perempuan tersebut, yang tak lain adalah Tania, yang ternyata adalah istri dari Bara sahabatnya itu.
*******
__ADS_1
Malam pun tiba,,,,,,,
DI KAMAR BARA.
Waktu menunjukkan pukul 08:00 Malam.
Terlihat Tania dan Raya yang dari tadi sedang bermain-main di dalam kamar tersebut, sambil asyik memakai cat kuku di kuku-kuku cantiknya.
"Mamah cantik mamah cantik, Raya bagusnya pakai cat kuku warna apa yah? Biar kuku-kuku Raya ini, cantik juga kayak kuku-kuku mamah cantik?" Ucap Raya yang seperti sudah sangat tertular oleh gaya dan fashion dari Tania mamah cantiknya itu.
"Eeemm, pakai warna apa yah?" Ucap Tania bingung, sambil memilih-milih beberapa warna cat kuku miliknya itu.
"Kayaknya ini deh! Yang warna pink juga cantik! Cocok buat kuku anak mamah yang imut-imut ini!" Ucap Tania sambil tersenyum gemas mencubit pipinya.
"Eeemmm mamah cantiiiiik, Raya seneng deh, punya mamah kayak mamah cantik!" Ucap Raya sambil tersenyum, dan langsung buru-buru memeluknya.
"Iyaaaa," ucap Tania sambil mengusap-usap rambutnya dengan penuh kasih sayang. Kemudian setelah itu, mereka berdua pun langsung melanjutkan lagi untuk mengecat kuku-kuku cantiknya itu, namun disaat mereka berdua sedang asyik mengecat kuku-kuku cantiknya, tiba-tiba Bara yang memang dari tadi masih berada di kantor pun, pulang.
"Hallo kesayangan papaaaah, papah pulang!"
Ucapnya yang sekarang ini sudah berdiri tepat di depan pintu kamar tersebut, sambil tersenyum dengan sangat tampannya.
"P_papaaaaaah!" Teriak Raya kaget, sambil tersenyum dengan raut wajah yang sangat bahagia, kemudian ia pun langsung buru-buru lari menghampirinya dan langsung memeluknya.
"Eeemmm papah, Raya kangeeen!" Rengeknya dengan sangat manjanya. Akan tetapi tidak dengan Tania, melihat Bara suaminya yang tiba-tiba pulang dari kantor, seketika ia pun malah justru langsung terdiam, sambil cemberut.
__ADS_1
Karena ia benar-benar masih sangat kesal kepadanya, dengan kejadian tadi saat ia dituduh-tuduh olehnya di kantor. Sehingga Bara yang melihatnya pun, seketika langsung meghela nafas pelan dan membuangnya kasar.