
DI PERJALANAN.
Waktu menunjukkan pukul 11:00 Malam.
Terlihat Tania, Pak Ilham, dan juga Ibu Savira yang sedang dalam perjalanan pulang dari rumah Bara menuju rumahnya.
"Kira-kira salah nggak yah kalau gue cepet-cepet ambil keputusan ini! Terus nantinya gue juga bakalan nyesel nggak yah?" Ucap Tania dalam hati bingung, namun entah apa yang sebenarnya sedang ia pikirkan itu.
"Aaahhh, udah lah terserah! Mau gue nyesel atau nggak, toh semua ini juga pasti akan terjadi sama gue! Karena gue juga sangat yakin, mamah sama Papah pasti akan terus mkasa gue sampai gue mau menuruti apa kemauannya itu!" Ucapnya lagi dalam hati kesal sambil terus terdiam dan termenung, sehingga Ibu Savira yang sedang duduk disampingnya pun bingung melihatnya.
"Sayaaang, kamu kenapa? Perasaan mamah perhatiin dari tadi kamu diam aja?" Ucapnya penasaran.
"Eh, i_iya mah ada apa? E_enggak kok, Tania enggak papa!" Ucap Tania gugup, kemudian ia pun langsung terdiam lagi.
"Kayaknya ia deh, lebih baik gue cepet-cepet aja ambil keputusan ini! Biar secepatnya gue juga bisa satu rumah sama Om-om gila dan nggak jelas itu! Terus abis itu, gue juga bisa dengan mudah deh ngelanjutin rencana gue yang tadi!" Ucapnya lagi dalam hati, namun entah rencana apa yang sebenarnya akan ia lakukan itu.
"Sayang, kamu ini sebenarnya kenapa sih? Ada apa? Kok dari tadi kamu diem aja! Apa kamu keberatan dengan perjodohan antara kamu dan Bara?" Ucap Pak Ilham yang juga bingung dan penasaran melihat Tania Putrinya yang dari tadi terus terdiam seperti itu, dengan secara tiba-tiba ia bertanya seperti itu, sehingga membuat Tania pun seketika langsung terbangun dari bengongnya.
"Oh e_enggak pah! T_Tania enggak keberatan kok! Malahan Tania mau hari pernikahan Tania ini dipercepat!" Ucapnya dengan sangat gugup dan tergesa-gesa, namun entah apa yang sebenarnya sedang ia pikirkan sekarang ini, sehingga dengan secara tiba-tiba ia berbicara seperti itu, sampai-sampai membuat pak Ilham, dan Ibu Savira pun kaget mendengarnya.
"A_apa! K_kamu serius sayang?" Ucap mereka berdua dengan suara tinggi sambil tersenyum karena saking senangnya mendengar kabar tersebut, karena ia tau betul kalau Tania Putrinya itu tadi siang sempat menolak mentah-mentah perjodohan tersebut.
"I_iya mah bener!" Ucap Tania masih gugup.
"Tania mau hari pernikahan Tania sama mas Bara ini dipercepat mah! Dipercepat jadi besok pagi!" Ucapnya lagi serius, dengan secara tiba-tiba ia pun berbicara seperti itu lagi, sehingga lagi-lagi pak Ilham dan Ibu Savira pun kaget mendengarnya.
"Jadi besok pagi? Kamu ini serius sayang?" Ucap mereka berdua lagi secara bersamaan sambil tersenyum karena saking senang dan tak percayanya mendengar ucapannya itu.
"Iya mah, Tania serius! Enggak papa kan mah?" Ucap Tania mencoba untuk meyakinkannya lagi sambil tersenyum.
__ADS_1
"Iya sayang, enggak papa, enggak papa! Pasti Tante Risma seneng banget nih denger kabar ini!" Ucap Ibu Savira tergesa-gesa karena saking senangnya, sehingga membuat Tania pun seketika langsung tersenyum.
"Bagus deh kalau gitu! Lagian pernikahan ini juga kan cuma pernikahan siri, yang artinya pernikahan ini hanyalah pernikahan main-main." Ucapnya dalam hati sambil terus tersenyum, ternyata dengan pemikirannya yang polis itu, ia mengira kalau pernikahan siri itu hanyalah pernikahan main-main.
"lihat aja yah Om Bara! Apa yang akan gue lakukan sama Om!" Ucapnya lagi.
"Secepatnya gue akan lanjutin rencana gue! Gue akan bikin Om bener-bener jatuh cinta dan tergila-gila sama gue! Sampai-sampai Om nggak akan pernah bisa jauh dari gue sedetik pun! Karena apa? Karena Om udah berani-beraninya meremehkan perempuan secantik dan seseksi gue!" Ucapnya dalam hati sambil terus tersenyum, ternyata itulah rencana yang akan ia lakukan nanti setelah ia menikah dengannya, karena sepertinya sekarang ini ia bena-benar sangat dendam kepadanya.
DI TEMPAT BERBEDA, DI RUMAH BARA.
30 Menit kemudian,,,,,
Terlihat Ibu Risma dan Bara yang lagi-lagi sedang berdebat.
"Apa mamah bilang? Dipercepat jadi besok pagi?" Ucap Bara kaget.
"Enggak mah, enggak! Mamah ini udah gila kali yah? Menikah itu suatu hal yang sangat sakral dan bukan main-main mah! Jadi semuanya nggak semudah itu!" Ucapnya lagi mencoba untuk menasehati Ibu Risma mamahnya seperti itu.
"Lagian Bara heran deh sama mamah! Emang mamah ini nggak mikirin apa nasib Raya nanti itu akan kayak gimana kalau sampai beneran Bara ini menikahi Tania? Raya itu belum kenal sama Tania mah! Bahkan Raya juga belum pernah ketemu sama dia sekali pun! Jadi kita ini belum tau, Raya itu suka nggak sama dia, cocok apa nggak!" Ucapnya mencoba untuk menasehati Ibu Risma mamahnya lagi. Ia berbicara seperti itu karena ternyata tadi saat mereka semua makan malam bersama dirumahnya, Raya putri semata wayangnya itu tak sengaja tertidur dan tidak bisa ikut makan malam bersama mereka. Sehingga Ibu Risma pun tidak bisa mengenalkannya kepada keluarga pak Ilham, lebih tepatnya lagi kepada Tania calon mamahnya.
"Terserah kamu aja deh Bara, kamu mau ngomong apa! Yang jelas pernikahan kamu sama Tania akan tetap dilaksanakan besok pagi!" Ucap Ibu Risma dengan sangat tegas dan jelas, kemudian ia pun langsung melangkah pergi menuju kamarnya.
"Mah! Mamah ini apa-apaan sih mah? Gadis brutal kayak Tania itu nggak cocok buat Bara mah! Gadis brutal kayak Tania itu nggak akan pernah bisa menjadi istri dan juga mamah yang baik buat Bara dan Raya!" Teriak Bara dengan raut wajah penuh dengan emosi.
"Aaahhhh, sial!" Ucapnya lagi sambil menjambak rambutnya karena pusing, kemudian ia pun langsung duduk terdiam untuk menenangkan pikirannya. Setelah pikirannya itu sedikit tenang, ia pun langsung melangkah menghampiri Raya putri semata wayangnya itu yang masih tertidur pulas di dalam kamarnya, ia pun hanya bisa menatapnya sambil tersenyum dengan perasaannya yang sangat hancur, kemudian ia pun langsung duduk tepat disampingnya.
"Raya sayang, maafin papah yah! Papah ini bener-bener nggak bisa menolak apa kemauan Oma Raya!" Ucapnya dalam hati dengan mata yang berkaca-kaca.
"Tapi Raya tenang aja! Sampai kapan pun Papah nggak akan pernah biarin putri Papah yang polos ini deket-deket sama gadis brutal kayak Tania! Karena Papah ini bener-bener nggak mau kalau sampai nanti putri Papah yang polos ini berprilaku sama kayak dia! Apalagi kalau sampai gaya pakaiannya juga sama kayak dia yang memperlihatkan semua bagian-bagian tubuhnya! Papah ini bener-bener enggak mau!" Ucapnya lagi dalam hati, ia berbicara seperti itu karena menurutnya Tania itu memang seburuk itu dimatanya, dan ia pun benar-benar tidak mau kalau sampai Raya putri semata wayangnya itu nantinya mengikuti perilaku dan gayanya. Kemudian ia pun langsung mengambil sebuah foto yang berada di atas meja kamar tersebut yang berisikan ia, Raya, dan juga Rika mantan istrinya di dalam foto tersebut.
__ADS_1
"Karena sampai kapanpun Raya ini cuma punya mamah satu, yaitu kamu Rika! Yang selalu bertutur kata lembut, dan juga selalu berpakaian sopan, yang nggak akan pernah bisa tergantikan oleh siapapun! Baik dihati Raya, maupun dihati mas!" Ucapnya lagi dalam hati sambil tersenyum memandangi wajah Rika mantan istrinya didalam foto tersebut. Ia berbicara seperti itu, karena seperti yang kita tau kalau Rika yang tak lain adalah mantan istrinya itu adalah sosok perempuan yang kesehariannya selalu berhijab, bahkan selama ia menjadi suaminya, yang ia tau Rika mantan istrinya itu adalah sosok perempuan yang sangat solehah dan selalu nurut kepadapnya, kra-kira seperti ini lah gaya dan penampilan Rika mantan istri Solehah nya itu dalam sehari-hari.
RIKA.
Yang pastinya sangat berbanding terbalik dengan gaya dan penampilan Tania, seorang gadis yang menurutnya sangatlah brutal yang tak lain adalah calon istrinya sekarang ini.
TANIA.
Sepertinya sekarang ini ia pun benar-benar masih sangat menyayanginya, dan bener-bener masih berharap kalau Rika mantan istrinya itu akan kembali lagi ke padanya.
Kemudian setelah puas memandangi foto tersebut, ia pun menaruhnya lagi di tempat semula, dan langsung buru-buru merapikan selimut yang menutupi tubuh Raya putri semata wayang itu yang terlihat berantakan, namun baru saja ia merapikan selimut tersebut, tiba-tiba ia pun dibuat tersenyum melihat tingkah laku Raya saat tertidur, karena Raya putri semata wayangnya itu tertidur sambil terus memeluk gambar yang tadi pagi sempat kakak-kakak cantik yang tak lain adalah Tania itu gambarkan untuknya, yang berisikan ia, Bara, dan juga Tania didalam gambar tersebut. Sepertinya gambar tersebut benar-benar sangat berarti untuknya, dan sepertinya juga ia pun benar-benar serius ingin mempunyai mamah seperti kakak-kakak cantik tersebut yang tak lain adalah Tania.
"Hemmm! Kenapa aku selalu tersenyum kayak gini sih setiap kali lihat gambar ini?" Ucap Bara dalam hati sambil terus tersenyum lucu memandangi wajah-wajah yang ada di dalam gambar tersebut.
"Sebenarnya siapa sih kakak-kakak cantik yang udah ngegambar wajah aku jadi jelek kayak gin,,,,," seketika ucapannya itu pun terpotong.
"Aw, Sssttttt! Aduh, aduh!" Ucapnya sambil memegangi kepalanya.karena tiba-tiba pusing.
"Aaaw, Sssttttt! Kenapa tiba-tiba aku ingat sama anak kecil itu lagi yah?" Ucapnya dalam hati bingung, karena dengan secara tiba-tiba kejadian 12 tahun yang lalu antara ia dan anak kecil tersebut yang kita pun belum tau sebenarnya seperti apa kejadiannya itu, dan sebenarnya siapa juga anak kecil itu sekarang, tiba-tiba muncul lagi di kepalanya.
"Muachhh!" Pada saat itu dengan secara tiba-tiba anak kecil tersebut menciumnya.
"Kakak baik deh, ganteng lagi! Kakak mau kan jadi pacar aku? Pleaseeee!"
__ADS_1
Ucap dan wajah anak kecil 12 tahun yang lalu tersebut, yang lagi-lagi muncul di kepalanya.