
MASIH DI RUMAH BARA.
Satu jam kemudian,,,,
Terlihat Pak Ilham, Ibu Savira, dan juga Tania yang baru saja datang dan masuk ke dalam rumah tersebut.
"Akhirnyaaa! Pak Ilham, Ibu Savira, dan juga nak Tania, kalian sampai juga berkunjung ke rumah Tante!" Ucap Ibu Risma sambil tersenyum dengan raut wajah yang sangat bahagia.
"Ya udah, ayo masuk, masuk!" Ucapnya lagi menyuruh mereka semua untuk masuk dan duduk di dalam rumahnya, hingga mereka semua pun akhirnya duduk di dalam rumah tersebut.
"Ya ampun nak Taniaaa, cantik banget sih nak Tania ini!" Ucapnya lagi memuji-muji kecantikan Tania calon menantunya itu.
"Apaan sih Tante, Tante bisa aja deh!" Ucap Tania sambil tersenyum malu mendengar pujiannya itu. Sehingga membuat Pak Ilham, dan Ibu Savira pun ikut tersenyum melihatnya.
"Beneran loh Pak Ilham, Ibu Savira juga! Putri kalian ini bener-bener cantik banget!" Ucapnya lagi-lagi memuji-mujinya seperti itu.
"Tante yakin deh sayang! Mas Bara pasti nggak akan pernah keberatan dijodohin sama perempuan secantik kamu!" Ucapnya lagi dengan sangat yakin sambil tersenyum.
"I_iya Tan," ucap Tania gugup, kemudian ia pun langsung terdiam.
"Ya iya lah! Om-om gila dan nggak jelas itu sih nggak akan pernah keberatan dijodohin sama perempuan secantik dan seseksi gue! Tapi gue yang keberatan dijodohin sama Om-om gila dan nggak jelas kayak dia! Udah galak, pelit, kaku, mana dingin banget lagi!" Ucapnya dalam hati kesel, kemudian ia pun langsung menarik nafas pelan dan membuangnya kasar.
__ADS_1
"Aduuuuh! Mau dijadiin apa nanti gue kalau udah jadi istrinya? Baru ketemu sekali aja, perlakuannya udah kayak gitu banget sama gue! Apa lagi nanti kalau gue udah nikah sama dia dan udah beneran jadi istrinya?" Ucapnya lagi dalam hati tak tau lagi bagaimana dengan nasibnya nanti kalau ia beneran menikah dengannya.
"Mamah sama papah ini bener-bener keterlaluan! Asal main jodo-jodohin gue aja tau enggak sih sama Om-om gila dan nggak jelas kayak mas Bara! Mana udah nggak bisa gue ganggu gugat lagi ini perjodohan! Kalau perjodohan ini gue tolak lagi, gue nggak tau lagi deh apa yang akan terjadi sama mamah! Bisa-bisa mamah nangis-nangis lagi kayak tadi! Iiiiiihhhh ngeselin banget sih semuanya!" Ucapnya lagi dalam hati semakin kesel, Ia berbicara seperti itu karena tanpa sepengetahuan dari kita, tadi itu setelah Bara pulang dari rumahnya, pak Ilham, dan Ibu Savira yang tak lain adalah kedua orangtuanya langsung menyampaikan tentang perjodohan tersebut kepadanya, dan memaksanya untuk mau menerima perjodohan tersebut. Dan sebenarnya tadi itu Tania juga sudah berkali-kali menolak perjodohan tersebut, akan tetapi sayang, Ibu Savira mamahnya itu langsung nangis-nangis, bahkan sambil memohon-mohon dibawah kakinya, sehingga membuatnya pun tak tega, dan dengan sangat terpaksa akhirnya ia pun menerima perjodohan tersebut, meskipun ia sama sekali tidak mencintai Bara calon suaminya itu.
"Oh iya Bu Risma, ngomong-ngomong Bara sama putrinya pada kemana nih? Kok dari tadi kita ngobrol di sini mereka pada enggak ada?" Ucap Ibu Savira penasaran, dengan secara tiba-tiba ia bertanya seperti itu, sehingga membuat Tania yang sedang terdiam pun seketika langsung terbangun dari bengongnya.
"A_apa! Putrinya? J_jadi maksudnya, Om-om gila dan nggak jelas itu udah punya anak? Dan lebih tepatnya lagi, Om-om gila dan nggak jelas itu adalah seorang duda?" Ucapnya dalam hati gugup karena saking kagetnya mendengar hal tersebut, karena sebelumnya Pak Ilham dan Ibu Savira memang tidak pernah menceritakan tentang hal tersebut kepadanya.
"Mamah sama papah ini emang bener-bener keterlaluan banget yah? Masa ia sih putrinya sendiri yang secantik dan seseksi ini dijodohin dengan seorang duda beranak satu!" Ucapnya lagi dalam hati semakin kesel, karena ai tak habis pikir lagi dengan kelakuan kedua orangtuanya itu.
"Oooh Bara sama putrinya yah? Bara sama putrinya ada kok, tadi sih mereka lagi siap-siap di kamar! Maklum lah, namanya juga mau ketemu sama perempuan secantik Tania! Jadi ya, mungkin Bara pengin kelihatan rapi dan ganteng di depan calon istrinya ini!" Ucap Ibu Risma sambil tersenyum.
"Ya udah yah kalau gitu, biar saya panggilin Bara dulu!" Ucapnya lagi, kemudian ia pun langsung buru-buru melangkah menuju depan kamarnya.
"Ia mah, sebentar!" Teriak Bara dari dalam kamarnya.
"Ya udah cepetan!" Teriak Ibu Risma lagi, kemudian ia pun langsung buru-buru melangkah lagi menuju Pak Ilham, Ibu Savira, dan juga Tania.
"Sebentar dulu yah Pak Ilham, Ibu Savira juga nak Tania! Sebentar lagi juga Bara nya keluar." Ucapnya lagi yang sekarang ini sudah duduk kembali bersama mereka.
"Oh ya udah nggak papa." Ucap Pak Ilham sambil tersenyum.
__ADS_1
"Iya nggak papa kok Bu Risma." Ucap Ibu Savira yang juga ikutan tersenyum, akan tetap tidak dengan Tania, ia pun langsung terdiam sambil terbengong.
"Kenapa Om-om gila dan nggak jelas itu lama banget yah nggak keluar-keluar dari dalam kamarnya? Apa mungkin, Om-om gila dan nggak jelas itu juga nggak mau yah dijodohin sama gue?" Ucapnya dalam hati bertanya-tanya, kemudian ia pun langsung tersenyum dengan raut wajah yang sangat bahagia.
"Hemmm, tapi bangus juga sih kalau gitu! Lagian gue juga kan nggak mau dijodohin sama Om-om gila dan nggak jelas kayak di,,,,,,," Seketika ucapnya itu terpotong.
"Nah, itu Bara nya udah keluar!" Ucap Ibu Risma sambil tersenyum menunjuk ke arah Bara putranya yang baru saja keluar dari dalam kamarnya dan sedang berdiri tepat di depan pintu kamar tersebut.
"Apaan sih itu gadis brutal! Kenapa harus pakai pakaian terbuka banget kayak gitu sih?"
Ucapnya dalam hati kesal dengan raut wajah yang sangat dingin, sambil menatap kearah Tania calon istrinya itu yang memang memakai pakaian cukup terbuka dan juga sangatlah seksi, bahkan saking seksinya sampai-sampai memperlihatkan dengan sangat jelas belahan dadanya disetiap orang memandang.
"Aduuuuh! Kenapa setelah Mamah sama Papah kasih tau gue, kalau gue mau dijodohin sama Om-om gila dan nggak jelas itu! Gue jadi enggak nyaman dan canggung banget kayak gini sih ngeliatnya!"
Ucap Tania dalam hati bingung dengan perasaannya sendiri mengapa jadi berubah seperti itu setelah mendengar kabar perjodohan tersebut.
"Sorry banget yah Om, Tan, Om sama Tante udah pada nungguin Bara lama yah? Soalnya tadi itu Bara baruuu aja selesai mandi." Ucap Bara sambil tersenyum.
__ADS_1
"Loh, kok minta maaf nya cuma sama Om Ilham dan Tante Savira doang? Sama Tania juga minta maaf dong! Tania juga kan dari tadi udah nungguin kamu lama!" Ucap Ibu Risma menyuruhnya seperti itu.
"Iya mah." Ucap Bara singkat.