Terpaksa Menikahi Om Duda Sombong

Terpaksa Menikahi Om Duda Sombong
BAB 34.


__ADS_3

"I_iya bener! P_perempuan itu tuh, benar-benar mirip banget sama Rika! A_aku yakin, p_perempuan itu tuh, pasti Rika!" Ucapnya lagi dalam hati dengan sangat yakin, sambil terus menatap kearah perempuan tersebut yang masih berada tepat di depan rumah sakit tersebut. Ia menyebutkan nama Rika, karena memang benar, kalau perempuan berpakaian rapi dan berhijab itu, memang benar-benar terlihat dari jauh sangat mirip dengan Rika, mantan istrinya yang selama ini masih ia cari-cari keberadaannya.


"T_Tania, k_kamu tunggu disini dulu yah!" Ucapnya lagi gugup, sambil buru-buru melangkah keluar dari dalam mobilnya. Karena ia berniat ingin mengejar perempuan tersebut.


"T_tunggu dulu disini sebentar? E_emang mas Bara mau kemana?" Ucap Tania bingung.


"I_itu! M_mas mau, eeemmm? I_itu, mas mau kesana dulu sebentar!" Ucap Bara lagi masih gugup.


"Kesana dulu sebentar? E_emang mas Bara mau ngapain?" Ucap Tania semakin bingung.


"Aduh Taniaaaa! Udah deh, kamu ini nggak usah bawel! Yang jelas, sekarang ini mas mau kesana dulu sebentar!" Ucap Bara lagi.


"Tapi ingat! Kamu tunggu mas disiniiii, tetap diam di dalam mobil, dan jangan kemana-mana!" Ucapnya lagi dengan sangat jelas dan tegas menyarankannya seperti itu.


"I_iya mas, t_tapi masalahnya! S_sekarang ini mas Bara mau keman,,,,," seketika ucapan Tania itu pun langsung terpotong, karena Bara suaminya itu pun langsung melangkah kembali untuk pergi, dan meninggalkannya hanya sendiri di dalam mobil tersebut.


"Iiiiiihhhh! Mas Bara itu sebenarnya mau kemana sih?" Ucapnya kesal, sambil terus menatap kearahnya, yang sekarang ini sudah semakin menjauh darinya.


"Kira-kira, mas Bara lama nggak yah perginya?" Ucapnya lagi.


Setengah jam kemudian,,,,


Terlihat Tania yang dari tadi masih terus menunggu Bara suaminya, yang sampai sekarang pun tak juga kunjung kembali.


"Aduuuuuh! Sebenarnya mas Bara itu kemana sih?" Ucapnya kesal, karena ia sudah menunggunya cukup lama.


"Mana gue udah BT banget lagi, dari tadi diem terus kayak gini di dalam mobil! Apa gue keluar aja yah?" Ucapnya lagi bingung.


"Ah, iya deh! Mendingan sekarang gue keluar aja. Gue nunggu mas Bara nya, di luar aja!" Ucapnya lagi yang lupa dengan apa itu pesan dari Bara tadi. Kemudian, ia pun langsung buru-buru melangkah keluar dari dalam mobil tersebut. Namun baru saja ia keluar dari dalam mobil tersebut, tiba-tiba ia sudah dibuat kaget. Karena dengan secara tiba-tiba, ia melihat segerombolan pereman yang berbadan besar, kekar, seram, dan dipenuhi dengan tato ditubuhnya, yang seperti sedang berjalan menghampirinya.


"M_mereka siapa?"



Ucapnya gugup dan ketakutan, sambil terus menatap kearah pereman-pereman tersebut, yang semakin mendekat kearahnya.

__ADS_1


"Neng, mau kemana nih neng? Sendirian aja. Abang temenin, mau nggak?" Goda salah satu dari Pereman tersebut, yang sudah berada tepat di hadapannya bersama dengan pereman-pereman yang lainnya, sambil terus memandangi tubuh seksinya itu dari ujung kaki sampai ke ujung kepala. Apalagi dengan pakaian yang sedang Tania kenakan sekarang ini, yaitu kemeja putih yang cukup seksi, dan terlihat sedikit transparan, dan juga rok mini hitam diatas lutut, semua itu pun membuat penampilannya sekarang ini terlihat sangat-sangagtlah seksi, dan sangat menggoda. Sehingga para preman-preman tersebut pun semakin tergoda lagi melihatnya.


"Iya nih neng, sendirian aja! Abang temenin, mau nggak?" Saut dari salah satu preman yang lainnya lagi, sambil memegang dagunya.


"Awas! Jangan pegang-pegang! Abang apa-apaan sih?" Teriak Tania marah, sambil mencoba untuk menyingkirkan tangan preman tersebut dari dagunya itu.


"Yaaah, ini si Neng, sok jual mahal banget sih sama Abang?" Ucap preman tersebut yang justru malah langsung tertawa-tawa bersama dengan teman-teman yang lainnya. Sehingga membuat Tania pun semakin ketakutan dibuatnya.


"Ya Tuhaaan! Sekarang gue harus gimana nih? Gue harus kemana? Nggak mungkin dong, sekarang gue tetep diem disini bareng sama Pereman-pereman ini?" Ucapnya dalam hati panik dan bingung.


"T_tapi,,, kalau sekarang ini gue kabur, i_itu juga nggak mungkin! Soalnya kan, Pereman-pereman ini tuh banyak bangeeet! Gue nggak bakalan sanggup ngelawan mereka!" Ucapnya lagi dalam hati, dengan raut wajah yang semakin panik dan semakin ketakutan lagi. Sehingga para Pereman-pereman tersebut pun semakin tertawa lagi melihatnya.


"Udah broooo, mau tunggu apa lagi? Mendingan, sekarang kita sikat aja ini perempuan!" Ucap salah satu dari pereman tersebut lagi, mencoba untuk memberi saran seperti itu.


"Waaaaah, bener juga kata loh! Udah ayo, mendingan sekarang kita sikat aja ini perempuan!" Saut salah satu dari pereman yang lainnya lagi, yang langsung setuju dengan saran dari temannya itu. Kemudian dengan segera, mereka semua pun langsung memulai aksinya, mereka semua pun langsung memegang-megang bagian-bagian dari tubuh Tania.


"Awas! Lepasin! Jangan pegang-pegang Tania! Tolooooong! Tolooooong!" Teriak Tania meminta tolong, sambil berusaha untuk terus berontak dari mereka semua.


"Diam kamu!" Bentak salah satu dari pereman tersebut, sambil mendorong tubuhnya itu masuk kembali ke dalam mobil milik Bara, dengan sangat kuat. Sampai-sampai Tania pun terjatuh dan terkapar tepat di atas jok mobil tersebut.


Melihat Tania kesakitan seperti itu, alih-alih kasihan, para pereman-pereman tersebut pun malah justru terus mendorongnya lagi masuk ke dalam mobil tersebut, karena sepertinya preman-preman tersebut mau menikmati tubuh seksinya itu rame-rame.


"Hiks,, hiks,, lepasin! Hiks,, hiks,, jangan! Hiks,, hiks,, jangan lakukan ini sama Tania! Hiks,, hiks,, tolooooong! Hiks,, hiks,, tolooooong!" Teriak Tania lagi meminta tolong sambil menagis, berharap ada seseorang yang akan menolongnya.


"Gue bilang, diem kamu! Karena sampai kapanpun, nggak akan pernah ada orang yang akan menolong kamu!" Teriak salah satu dari para pereman-pereman tersebut lagi, yang justru malah memegangi tangan dan tubuhnya dengan sangat kuat, sehingga Tania pun sudah tidak sanggup lagi untuk melawannya.


"Hiks,, hiks,, jangan! Hiks,, hiks,, jangan lakukan ini! Hiks,, hiks,, Tania mohon, hiks,, hiks,, jangan lakukan ini!" Ucap Tania lagi mohon sambil terus menangis, dengan keadaan yang sudah tidak bisa berkutik.


"Nah gitu dong, kamu ini diem!" Teriak salah satu dari pereman-pereman tersebut lagi, sambil terus memegangi tangan dan tubuhnya dengan sangat kuat. Kemudian ia pun langsung tersenyum seperti orang gila, sambil memandangi wajah cantiknya, dan membelai-belainya.


"Kalau kamu diem kayak gini, kan jadi lebih cantik lagi dilihatnya!" Ucapnya lagi sambil tersenyum mesum, bersama dengan semua pereman-pereman yang lainnya.


"Ya Tuhaaan, gimana ini? Apa yang harus gue lakukan sekarang? Sekarang ini gue bener-bener udah nggak kuat lagi untuk melawan mereka, apalagi jika gue ini harus kabur dari mereka! T_tapi,,, g_gue juga nggak mau, kalau sampai mereka semua berhasil memperkosa gue," Ucap Tania dalam hati panik dan bingung, dengan keadaan yang sudah sangat lemas dan tak berdaya. Sehingga membuat para pereman-pereman tersebut pun, semakin tertawa-tawa lagi melihatnya.


"Sekarang, kamu udah siap kan ngelayanin Abang?" Ucap salah satu dari pereman tersebut lagi, sambil terus membelai-belai wajah cantiknya, dengan raut wajah yang penuh dengan nafsu binatang.

__ADS_1


"Cuih!" Suara Tania yang tiba-tiba langsung meludahinya tepat dibagian wajahnya. Sehingga pereman tersebut pun seketika langsung emosi dibuatnya.


"Kurang ajar! Berani-beraninya loh ludahin gw? Loh mau main-main rupanya sama gw?" Teriaknya dengan suara yang sangat kencang, sambil memegang dagunya dengan sangat kuat.


"Hiks,, hiks,, lepasin! Hiks,, hiks,, lepasin!" Ucap Tania sambil terus berusaha untuk berontak lagi darinya.


"Udah Brooo, mau tunggu apa lagi? Mendingan sekarang kita sikat aja ini perempuan!" Ucap salah satu dari pereman-pereman yang lainnya lagi, yang lagi-lagi memberinya saran seperti itu.


"Iya Bro, bener banget Bro! Mendingan sekarang kita sikat aja ini perempuan!" Saut pereman yang lainnya lagi, yang setuju dengan sarannya itu.


"Ok, kalau ini memang mau kalian! Sekarang juga, ayo kita sikat ini perempuan!" Ucap preman tersebut. Kemudian ia beserta dengan semua pereman-pereman yang lainnya itu pun, langsung buru-buru melanjutkan lagi aksinya, bahkan mereka pun terlihat menarik-narik kemeja seksi yang sedang Tania kenakan itu, sampai sobek.


"Hiks,, hiks,, nggak mau! J_jangan! Hiks,, hiks,, toloooong! Hiks,, hiks,, toloooong!" Teriak Tania lagi-lagi meminta tolong, dengan suara yang sangat kencang, dengan keadaan yang masih terus menangis.


"Mas Baraaa! Hiks,, hiks,, mas Bara dimana maaas? Hiks,, hiks,, tolongin Tania maaas! Hiks,, hiks,, tolongin Taniaaa!" Teriaknya lagi dengan suara yang lebih kencang lagi, memanggil-manggil Bara suaminya, berharap Bara suaminya itu akan datang kembali untuk menolongnya.


"Udah diem! Tadi kan gue udah kasih tau kamu, diem! Karena disini tuh, nggak akan pernah ada orang yang akan nolongin kam,,,," Seketika teriakan preman tersebut pun langsung terpotong.


"Apa-apaan ini? Apa yang udah kalian lakukan, sama istri gue?"



Teriak Bara yang tiba-tiba sudah berdiri tepat di belakang mereka semua, dan menyaksikan semua kelakuan bejat para pereman-pereman tersebut, kepada Tania istrinya, dengan raut wajah yang sangat marah. Namun tanpa ia sadari, akhirnya ia mengakui juga kepada umum, kalau sekarang ini, Tania itu adalah istrinya.


"Hiks,, hiks,, m_mas Bara?" Ucap Tania gugup sambil terus menangis. Kemudian, ia pun langsung mengencangkan suara tangisannya.


"Hiks,, hiks,, hiks,,," Suara Tania yang terus mengencangkan suara tangisannya, karena sekarang ini ia benar-benar sangat takut dengan apa yang telah terjadi kepadanya. Namun ia pun benar-benar merasa sangat-sangat lega, karena akhirnya Bara suaminya itu datang kembali diwaktu yang tepat untuk menolongnya.


"Ooooh, jadi ini suaminya?" Ucap salah satu dari pereman-pereman tersebut lagi, sambil tersenyum menantangnya.


"Semuanya! Ayo sekarang juga, kita hajar laki-laki ini!" Teriaknya lagi mengajak semua teman-temannya itu untuk menghajarnya. Hingga akhirnya mereka semua pun langsung berantem melawan Bara yang hanya sendiri.


Mereka berantem cukup lama, Bahakan sesekali Bara pun terlihat terkena pukulan dari mereka. Namun yang bikin anehnya, belum juga selesai pereman-pereman tersebut berantem, dan menghajar Bara, tiba-tiba ada seseorang yang menelepon salah satu dari mereka, dan memintanya untuk berhenti. Hingga akhirnya mereka semua pun berhenti menghajarnya dan langsung buru-buru kabur meninggalkannya.


"Woy! Mau lari kemana kalian?" Teriak Bara penuh dengan emosi, sambil terus menatap kearah preman-preman tersebut, yang terlihat semakin menjauh darinya.

__ADS_1


"Aaaaah, sial!" Ucapnya lagi kesal, sambil memegangi bibirnya yang sedikit berdarah, karena terkena pukulan dari salah satu pereman-pereman tersebut.


__ADS_2