Terpaksa Menikahi Om Duda Sombong

Terpaksa Menikahi Om Duda Sombong
BAB 37.


__ADS_3

"Oh iya, kok aku bisa sampai lupa yah?" Ucap Bara yang sekarang ini sudah duduk kembali di meja kerjanya.


"Pas waktu kejadian tadi Tania sama preman-preman itu kan, tadi aku lagi ngejar perempuan yang mirip banget sama Rika yah?" Ucapnya lagi dalam hati, yang baru saja mengingatnya.


"Dan aku juga sangat yakin! Perempuan tadi itu, pasti memang beneran Rika!" Ucapnya lagi dalam hati dengan sangat yakin. Karena tadi itu, ia memang melihatnya dengan cukup jelas, dan juga melihatnya dengan jarak yang lumayan dekat. Kalau perempuan tersebut memang terlihat benar-benar sama persis dengan Rika, yang tak lain adalah mantan istrinya yang selama ini pergi meninggalkannya entah kemana.


"T_tapi,,, kalau perempuan itu memang beneran Rika, kenapa yah? Tadi itu, Rika langsung buru-buru lari pas ngeliat aku?" Ucapnya lagi dalam hati bingung. Ia berbicara seperti itu karena memang benar, kalau ternyata tadi itu, saat ia menghampiri perempuan tersebut, perempuan tersebut memang langsung buru-buru lari saat melihatnya. Bahkan tadi itu, ia pun sempat lari-lari untuk mengejarnya. Namun sayangnya, ia kehilangan jejak perempuan tersebut.


"Apa mungkin, Rika itu memang benar-benar udah nggak mau ketemu lagi yah sama aku?" Ucapnya lagi dalam hati kecewa dan sedih. Kemudian ia pun langsung menghela nafas pelan dan membuang kasar.


"Sebenarnya apa sih, yang sudah terjadi kepada Rika selama ini? Kenapa coba, dia itu bisa sampai tega ninggalin aku dan juga Raya begitu saja?" Ucapnya lagi dalam hati bingung, dengan raut wajah yang semakin sedih lagi. Namun disaat ia sedang bingung dan sedih seperti itu, tiba-tiba ia pun mengingat sesuatu.


"Eh, tapi tunggu dulu! Tadi pagi itu kan kalau nggak salah, aku ngeliat Rika itu kan baru keluar dari dalam rumah sakit yah?" Ucapnya.


"Kira-kira, tadi itu Rika habis ngapain yah? Kok bisa sih, dia itu sampai keluar dari dalam rumah sakit? Terus kira-kira lagi, siapa juga yah yang sedang sakit?" Ucapnya lagi dalam hati, semakin bingung dan terus bertanya-tanya. Kemudian ia pun langsung terdiam sambil terus memikirkan hal tersebut.


"Nggak, nggak bisa! Aku nggak bisa diem terus kayak gini, dan terus bertanya-tanya sendiri seperti ini, dalam kebingungan aku selama ini!"


"Kayaknya sekarang ini, memang sudah waktunya aku harus selidiki semua ini! Aku harus mencari tau, sebenarnya apa alasan Rika, kenapa dia bisa sampai tega meninggalkan aku dan juga Raya begitu saja, tanpa ada kabar."


"Ia, bener! Secepatnya aku memang harus selidiki semua ini! Aku harus mencari tau semuanya, kenapa Rika bisa sampai setega itu meninggalkan aku dan juga Raya begitu saja!" Ucapnya lagi dalam hati, yang benar-benar sudah sangat bulat dengan keputusannya itu.


"Nggak papa! Kalaupun pada akhirnya, nantinya aku dan Rika itu udah nggak bisa bersatu lagi! Tapi setidaknya aku bisa tau, apa sebenarnya alasannya itu, mengapa dia bisa sampai setega itu meninggalkan aku dan juga Raya!" Ucapnya lagi dalam hati, sambil terus terdiam dan terbengong memikirkan hal tersebut. Sampai-sampai ia tidak menyadari, kalau ternyata dari tadi, Alex sahabatnya itu masuk kedalam ruangannya, dan sedang berdiri tepat disampingnya.


"Woy, pak bos! Lagi mikirin apa sih? Bengong terus dari tadi!" Ucapnya.


"Eh, l_loh Lex! Ngagetin gue aja sih loh! Sejak kapan loh ada disini?" Ucap Bara yang tiba-tiba langsung terbangun dari bengongnya.


"Yaaaah, ini pak bos! Makannya dong pak bos, kalau pagi itu, jangan ngelamun! Kesambet setan baru tau rasa nih pak bos!" Ucap Alex sambil tersenyum meledeknya.

__ADS_1


"Apaan sih loh kalau ngomong!" Ucap Bara yang tanpa senyum, dan tetap terlihat dingin meskipun dengan sahabatnya.


"Eeehhh! B_Bara, tunggu dulu! I_itu muka ganteng loh kenapa? Kok muka ganteng loh itu, bisa sampai bonyok-bonyok kayak gitu?" Ucap Alex lagi, yang baru saja menyadari dan baru saja melihat hal tersebut. Kemudian ia pun langsung buru-buru mengecek lukanya itu.


"Ya ampuuun, kasian banget muka ganteng loh ini! Jadi bonyok-bonyok, dan jelek banget kayak gini!" Ucapnya lagi sambil tersenyum meledeknya, dan terus mengecek-ngecek lukanya itu.


"Udah deh Lex! Udah udah udah! Udah loh nggak usah ngeledekin gue terus kayak gini!" Ucap Bara.


"Yaaaah, eloh bro! Kemarin aja pas muka loh ganteng, loh nggak laku-laku! Gimana dengan keadaan muka loh yang sekarang? Yang pada bonyok-bonyok kayak gini! Siapa coba, perempuan yang akan mau sama loh?" Ucap Alex lagi yang terus-terusan meledeknya. Bahkan ledekannya itu, sudah makanannya sehari-hari untuk ia lontarkan kepadanya. Lantaran ia tau, kalau Bara sahabatnya itu, sejak dia ditinggal pergi oleh Rika mantan istrinya, dia itu tidak pernah sekalipun terlihat dekat dengan seorang perempuan mana pun, apalagi sampai berkencan.


"Udah deh Lex! Udah udah udah, udah cukup!" Ucap Bara lagi yang sudah benar-benar sangat bosen mendengar ocehannya itu.


"Sebenarnya loh mau ngapain sih, pagi-pagi kesini?" Ucapnya lagi.


"Eits, sabar bro! Loh nggak usah marah-marah juga kali!" Ucap Alex. Kemudian ia pun langsung buru-buru duduk di atas meja kerjanya, tetap dihadapannya.


"Gini loh bro! Sebenarnya gue ini sekarang kesini, itu karena gue ini lagi pengin banget ketemu sama salah satu karyawan cantik loh, yang kemarin pernah gue ceritain ke loh!" Ucapnya.


"Iya, gue masih inget! Kenapa emang?" Ucap Bara yang terlihat masih tetap dingin.


"Gini loh bro, sebenarnya gue ini pengin banget nawarin salah satu karyawan cantik loh itu, untuk kerja sama di perusahaan gue! Kerja sama sebagai model iklan salah satu produk di perusahaan gue, yang sebentar lagi mau launching!" Ucap Alex serius ingin menawarkan perempuan tersebut, yang tak lain adalah Tania, untuk kerja sama di perusahaannya sebagai model iklan salah satu produk di perusahaannya itu, yang sebentar lagi akan launching.


"Gimana? Kira-kira loh ngizinin nggak?" Ucapnya lagi meminta izin kepadanya.


"Soalnya kalau gue lihat-lihat, itu perempuan tuh! Kayanya bener-bener berpotensi banget dalam bidang modeling!"


"Apalagi kalau sampe itu perempuan benar-benar mau jadi model iklan salah satu produk di perusahaan gue, itu perempuan tuh! Bener-bener cocok bangeeet!" Ucap Alex lagi yang benar-benar sangat cocok dengannya.


"Gue nggak bisa ngebayangin lagi deh! Kalau semua itu, sampai beneran terjadi!" Ucapnya lagi. Kemudian ia pun langsung tersenyum, sambil membayangkan betapa senangnya kalau seandainya semua itu sampai beneran terjadi.

__ADS_1


"Itu perempuan mandi sambil tiduran di dalam bathtub yang sedang gue iklanin, dengan keadaan tubuh yang basah, dan juga terlihat sangat seksi tanpa pakaian, wajahnya yang cantik, kulitnya yang putih, mulus, ditambah lagi bodynya yang menggoda,,,, Beuuuuh! Pokoknya gue bener-bener udah nggak bisa berkata-kata lagi deh, kalau semua itu sampai beneran terjadi!" Ucapnya lagi sambil tersenyum mesum membayangkan hal tersebut.


"Yaaaah, ini anak! Mesum aja pikirannya!" Ucap Bara yang sudah sangat tau akal bulusnya itu.


"Lah, emang kenapa? Emang itu kok tujuan utama dari gue! Sekalian supaya gue ini bisa pedekate! Biasa, pedekate!" Ucap Alex sambil terus tersenyum.


"Soalnya nih yah bro, gue kasih tau loh! Sekarang ini, gue tuh bener-bener serius loh! Gue ini benar-benar jatuh cinta pada pandangan pertama sama itu perempuan! Dan loh percaya nggak? Sebelumnya, gue ini benar-benar belum pernah merasakan perasaan seperti ini, dengan perempuan mana pun!" Ucapnya lagi serius.


"Pokoknya bisa nggak bisa, gue ini harus bisa dapatin itu perempuan! Mau bagaimana pun caranya, gue ini harus bisa dapatin!"


"Loh mau kan bantuin gue?" Ucap Alex lagi.


"Ya gue sih mau-mau aja! Tapi masalahnya, perempuan, atau karyawan gue yang loh maksud itu, yang mana? Siapa? Gue nggak tau!" Ucap Bara.


"Gue sih bersyukur, malahan gue ini bersyukur banget! Kalau Alex, sahabat gue ini yang suka mempermainkan perempuan, bisa menemukan pujaan hatinya, dan bisa insyaf secepat mungkin, dari perebutan bejatnya!" Ucap Bara yang memang selalu menasehatinya seperti itu.


"Yaelah, udah deh! Loh nggak usah ngungkit-ngungkit terus masalah itu! Gue janji deh, kalau gue ini bisa sampai pedekate sama itu perempuan, apalagi kalau gue ini sampai bisa memiliki itu perempuan seutuhnya! Gue janji sama loh! Secepatnya, gue akan ninggalin dunia gue yang kelam itu, selamanya!" Ucap Alex serius berjanji seperti itu kepadanya.


"Loh, kok loh janji ke gue sih? Janji tuh ke Allah! Udah capek tuh! Malaikat utusan Allah, nulis dosa-dosa loh yang banyak banget itu!" Ucap Bara.


"Iya deh iyaaaa. Gue janji deh sama Allah! Kalau gue ini sampai bisa pedekate sama itu perempuan, apalagi kalau gue ini bisa sampai memiliki itu perempuan seutuhnya! Gue janji deh! Gue akan ninggalin dunia kelam gue itu, selamanya!" Ucap Alex lebih serius lagi.


"Tapi ngomong-ngomong, loh beneran kan, mau bantuin gue?" Ucap Alex mencoba untuk memastikannya lagi.


"Iyaaa, gue pasti mau kok bantuin loh!" Ucap Bara lebih serius lagi. Ia tidak tau sama sekali, kalau ternyata perempuan pujaan hati Alex sahabatnya itu, adalah Tania istrinya sendiri.


"Bagus deh kalau gitu!" Ucap Alex sambil tersenyum senang.


"Ya udah kalau gitu! Sekarang juga, loh kumpulin semua karyawan-karyawan loh! Biar nanti gue bisa lihat satu persatu, dan kasih tau loh, yang mana sebenarnya orangnya!" Ucap Alex yang tiba-tiba langsung menyuruhnya seperti itu.

__ADS_1


"Aduuuuh, sorry banget Lex! Tapi kayaknya, gue nggak bisa bantuin loh sekarang deh! Soalnya sekarang ini gue harus,,,,," seketika ucapan Bara pun langsung terpotong.


"Mas Baraaaa, sekarang Tania udah selesai ganti bajunyaaa!" Ucap Tania yang baru saja keluar dari dalam ruang ganti tersebut, sambil tersenyum dengan sangat manja kepadanya.


__ADS_2