Terpaksa Menikahi Om Duda Sombong

Terpaksa Menikahi Om Duda Sombong
BAB 14.


__ADS_3

1 Jam kemudian,,,,,


Terlihat Bara, Pak Ilham, Ibu Savira dan juga Ibu Risma yang sudah siap untuk pulang, hanya tinggal menunggu Tania dan Raya yang dari tadi sedang membersihkan badannya seusai dari pantai, dan sedang mandi di sebuah kamar mandi yang berada di dalam kamar Villa tersebut.


"Mah, kok Raya sama Tania mandinya lama banget sih? Bisa-bisa Bara telat nih ketemu sama klien bisnis Bara!" Ucap Bara yang sudah sangat gelisah, karena ia benar-benar takut kalau sampai ia telat dan tidak jadi bertemu dengan klien bisnisnya itu.


"Ya sabar dong sayang! Tunggu aja seben,,,,," seketika ucapan Ibu Risma pun terpotong.


"Papaaaah!" Teriak Raya yang baru saja selesai mandi dan keluar dari dalam kamar Villa tersebut sambil tersenyum, kemudian ia pun langsung buru-buru berlari menghampiri Bara Ayahnya itu dan langsung memeluknya.


"Aduh sayaaaang, kok anak cantik papah ini mandinya lama banget sih?" Ucap Bara sedikit kesel.


"Iya Pah, soalnya tadi itu kan Raya dimandiin sama mamah cantik! Terus tadi itu Raya juga dipakein sabun mamah cantik, shampo mamah cantik, pokoknya banyak deh perawatan mandi mamah cantik!" Ucapnya serius kalau tadi itu ia memang dimandiin oleh Tania mamah cantiknya itu, dan memakai semua perawatan kecantikan miliknya, karena seperti yang kita tau ia itu adalah perempuan yang sangat mengutamakan penampilan dan juga kecantikan, yang pastinya ia itu memiliki banyak sekali perawatan kecantikan untuk tubuh dan wajahnya agar tetap terlihat sehat, cantik, dan seksi.


"Raya boleh yah paaah, dibeliin perawatan kecantikan kayak mamah cantiiiiiik? Biar badan Raya ini mulus dan wangi kayak mamah cantik Paaah!" Ucapnya lagi sambil merengek-rengek meminta hal seperti itu kepadanya, sehingga membuat Bara pun seketika langsung menarik nafas pelan dan membuangnya kasar.


"Aduh Taniaaa! Apa sih yang udah kamu ajarin sama anak mas?" Ucapnya dalam hati kesal dan pusing.

__ADS_1


"Papah, kok papah diem aja? Raya boleh kan dibeliin perawatan kecantikan kayak mamah cantik! Boleh yah Paaaaah, Pleaseeee!" Ucapnya lagi-lagi merengek-rengek meminta hal seperti itu kepadanya, sehingga Bara pun hanya bisa pasrah kalau sudah putrinya yang berbicara.


"Iyaaa, nanti papah beliin! Yaaah.?" Ucapnya sambil tersenyum dan mengusap-usap rambutnya dengan penuh kasih sayang.


"Asyiiiiik! Sebentar lagi Raya punya perawatan kecantikan kayak mamah cantik! Sebentar lagi Raya bisa cantik dan wangi kayak mamah cantik! Hore! Horeeee!" Teriak Raya sambil tersenyum dengan raut wajah yang sangat bahagia, sehingga membuat seisi ruangan tersebut pun ikut tersenyum bahagia melihatnya.


"Oh iya sayang, tapi ngomong-ngomong mamah cantiknya mana?" Ucap Ibu Risma yang baru ingat akannya.


"Mamah cantik ada kok Oma, tapi tadi sih mamah cantik belum selesai mandinya!" Ucap Raya serius.


"Ya ampun Taniaaaa! Kebiasaan deh, itu anak kalau mandi emang lama banget!" Ucap Ibu Savira kesel karena Tania putrinya itu memang selalu memakan waktu lama jika sedang mandi.


"Ya udah lah Bara, kamu enggak usah marah-marah terus kayak gini! Dari pada kamu marah-marah terus kayak gini, mendingan sekarang kamu temui Tania! Suruh istri kamu itu cepet-cepet mandinya!" Ucap Ibu Risma mencoba untuk memberinya saran seperti itu.


"Iya Bara, bener apa kata mamah kamu! Lebih baik sekarang kamu temui Tania gih! Suruh dia cepet-cepet mandinya! Enggak tau apa dia kalau lagi ditungguin kayak gini!" Ucap Ibu Savira masih kesal, ia pun mencoba untuk memberinya saran seperti itu, sehingga Bara pun lagi-lagi hanya bisa menarik nafas pelan dan membuangnya kasar.


"Ya udah kalau gitu! Mah, pah, Bara panggil Tania dulu yah?" Ucapnya yang terpaksa menuruti apa saran dari kedua mamahnya itu, kemudian ia pun langsung buru-buru melangkah naik menuju sebuah kamar yang berada di dalam Villa tersebut.

__ADS_1


"Bener-bener yah itu gadis brutal! Bikin susah aja tau enggak sih?" Ucapnya dalam hati masih kesal, sambil terus berjalan naik menuju kamar tersebut.


"Mandi aja lama banget! Sebenarnya apa aja sih yang dia pakai?" Ucapnya lagi yang sekarang ini sudah sampai tepat di depan pintu kamar tersebut, kemudian ia pun langsung buru-buru membuka pintunya, namun baru saja ia membuka pintunya sedikit, tiba-tiba ia pun dibuat kaget, DEG! Seketika jantungnya pun berdetak dengan sangat kencang, bahkan badannya pun terasa sangat gemetaran.


"I_ ini serius! A_ aku ngeliat gadis brutal itu dengan keadaan,,,,,,,," seketika ia pun langsung terdiam sambil terus menatap kearah Tania istrinya itu yang sedang duduk di atas kasur, dengan keadaan tubuh yang tidak memakai pakaian sehelai pun, sambil meluluri seluruh tubuh seksinya itu menggunakan Lotion kecantikannya, sehingga memperlihatkan dengan sangat jelas bagian-bagian dari tubuhnya yang sangat seksi, putih, dan mulus itu kepadanya, bahkan bukan cuma itu! Bahkan semua bagian-bagian yang paling terpenting dalam tubuhnya pun terlihat sangat jelas olehnya, dari bagian bawahnya yang sangat montok sampai kedua gunung kembarnya yang masih sangat padat dan berisi seperti belum pernah terjamah oleh laki-laki mana pun, yang sekarang ini sedang ia luluri dengan Lotion kecantikannya itu.


"Eeemmmm wangiiiiiiiiii," Ucapnya sambil tersenyum dan terus meluluri kedua gunung kembarnya itu secara bergantian menggunakan Lotion kecantikannya dengan sangat perlahan. Sehingga Bara yang sedang melihatnya pun hanya bisa terdiam sambil terbengong.


"E_enggak, i_ ini semua enggak mungkin!" Ucapnya dalam gugup dan tak percaya dengan keadaan tubuh yang semakin gemetaran. Mulut bisa berbicara seperti itu, namun naluri kelelakiannya malah justru semakin penasaran lagi ingin terus melihatnya.


"Tuh kan! Badan aku sekarang jadi tambah segar!" Ucap Tania lagi sambil terus tersenyum.


"Pokoknya aku ini harus tetap terlihat cantik, seksi, dan sempurna didepan siapa pun!" Ucapnya lagi sambil terus tersenyum dan terus meluluri kedua gunung kembarnya itu secara bergantian menggunakan Lotion kecantikannya dengan sangaaaaaat perlahan, sehingga Bara yang dari tadi masih memperhatikannya pun seketika sinyalnya langsung nyambung.


"Aw, Sssttttt! Aduh, aduh, aduh!" Ucapnya sambil memegangi junior nya itu yang secara tiba-tiba mengeras dan menegang, sepertinya sekarang ini ia tidak bisa mengelak dan memungkiri lagi kalau kenyataannya tubuh Tania istrinya itu memang sangatlah seksi. Bagaimana tidak, baru segitu saja ia sudah bisa membangunkan gairah kelelakiannya itu.


"Aaahhh sial! Kenapa aku harus ngeliat pemandangan kayak gini disaat mepet kayak gini sih!" Ucapnya lagi dalam hati kesal, karena ia tidak bisa menahannya lagi.

__ADS_1


"Aw, Sssttttt! Aduh, aduh! Aku harus kemana nih sekarang?" Ucapnya lagi bingung dan panik.


"Aw, sssttttt, aduuuuh! mana udah mau keluar lagi nih!" Ucapnya lagi yang sudah benar-benar semakin tak tahan lagi, sambil terus memegangi juniornya itu yang semakin mengeras dan menegang bahkan sampai hampir mengeluarkan sesuatu dari juniornya itu.


__ADS_2