Terpaksa Menikahi Om Duda Sombong

Terpaksa Menikahi Om Duda Sombong
BAB 16.


__ADS_3

DI RUMAH IBU RISMA.


Waktu menunjukkan pukul 11:00 malam.


Terlihat Bara yang baru saja pulang meeting bersama dengan kliennya, dan sedang berbaring di atas tempat tidurnya dengan keadaan yang sangat lelah.


"Akhirnyaaaa, bisa berbaring juga aku kayak gini!" Ucapnya.


"Mas, emang mas nggak mau mandi dulu? Mandi dulu sana, bau tau!" Ucap Tania yang dari tadi sedang sibuk memakai krim perawatan kecantikannya di depan cermin yang ada didalam kamar tersebut.


"Emang kenapa kalau mas bau? Kamar-kamar mas! Kalau kamu terganggu, ya udah sana keluar!" Ucap Bara ketus dan dingin dengan keadaan mata yang terpejam, karena malam ini ia benar-benar merasa sangat lelah dan ingin langsung istirahat, kemudian tidur.


"Mas ini sebenarnya kenapa sih? Kalau Tania ngomong, mas ini pasti selaluuu aja jawabnya ketus! Tania kan tadi cuma kasih saran doang, kalau emang mas nggak mau mandi, ya udah! Nggak usah marah juga kali!" Ucap Tania kesel dengan perlakuan Bara suaminya itu yang selalu kasar kepadanya.


"Lagian kamu sih! Nggak tau orang lagi capek kali yah? Bikin kesel aja bisa,,,,,,," seketika ucapan Bara pun terpotong, kemudian ia pun langsung terdiam sambil menelan salivanya, karena ia baru membuka matanya dan baru menyadari



betapa seksinya penampilan Tania istrinya itu malam ini, karena malam ini Tania istrinya itu memakai pakaian yang sangat ketat dan terbuka, bahkan lebih ketat dan lebih terbuka lagi dari pakaian yang pernah ia lihat sebelumnya, sehingga memperlihatkan dengan sangat jelas lekuk tubuhnya yang sangat seksi dan indah itu kepadanya, sehingga membuat mata laki-laki normal manapun yang melihatnya pasti akan tergoda, bahkan bukan hanya itu saja, bahkan bagian dadanya yang masih sangat berisi, kenyal, montok, dan padat itu pun menonjol keluar dan terlihat sangat jelas olehnya, karena seperti yang kita tau belum pernah ada seorang lelaki pun yang pernah meraba-raba bagian tubuhnya itu, ditambah lagi dengan kebiasaannya disetiap malam yang memang selalu melepas bra nya disaat ia hendak tidur, semua itu pun membuatnya semakin menggoda dan menggairahkan lagi, karena bagian dadanya itu yang seperti sudah sangat siap untuk ia mainin, untuk ia kecup- kecup, dan untuk ia cium-cium itu pun menonjol keluar dengan sangat jelas, sehingga membuatnya pun semakin tak tahan lagi melihatnya.


"Aduuuuh, sial! Kenapa itu gadis brutal harus memakai baju seksi dan terbuka banget kayak gitu sih?" Ucapnya dalam hati panik, karena ia takut kalau sampai ia tergoda dan tidak bisa menahan nafsunya lagi setelah melihat betapa seksinya tubuh Tania istrinya itu seperti apa yang terjadi kepadapnya tadi sore.


"Kalau itu gadis brutal terus-terusan memakai pakaian seseksi itu, bisa gawat nih! Lama-lama aku bisa enggak tahan lagi ngelihatnya!" Ucapnya lagi dalam hati semakin panik, sambil terus menatap kearahnya yang baru saja selesai memakai krim perawatan kecantikannya.


"Eeemmm, pakai apa lagi yah sekarang? Pakai ini udah, pakai itu udah, terus pakai krim juga udah! Tinggal pakai apa lagi yah?" Ucapnya bingung, ia dari tadi sesibuk itu memakai semua perawatan kecantikannya, karena itu semua memang sudah rutinitasnya setiap malam disaat ia hendak tidur.


"Oh iya, kan aku belum pakai Lotion!" Ucapnya lagi sambil tersenyum karena ia baru mengingatnya, kemudian ia pun langsung buru-buru mengambil Lotion kecantikannya itu yang ia taruh di atas meja rias tersebut, dan langsung buru-buru melulurkannya keseluruh tubuh, ke bagian tangannya, dan juga bagian kakinya yang sangat seksi, putih dan mulus itu.



"Eeemmmm, wanggiiiii," ucapnya lagi sambil tersenyum dan terus meluluri seluruh tubuhnya menggunakan Lotion kecantikannya itu, sehingga Bara yang dari tadi sedang memperhatikannya pun seketika langsung menelan salivanya kembali, karena ia terbayang-bayang betapa menggoda dan menggairahkannya tubuh seksi Tania istrinya itu tadi sore saat sedang memakai Lotion kecantikannya itu dengan keadaan tubuh tanpa pakaian sehelai pun.


"Eeemmmmm, wanggiiiii," kejadian tadi sore saat Tania istrinya itu meluluri suluruh bagian dadanya secara bergantian menggunakan Lotion kecantikannya itu dengan sangaaaaaat perlahan.


"E_enggak, kamu ini apa-apaan sih Bara! Kamu ini sekarang harus sadar! Kamu ini enggak boleh mengingat-ingat terus kejadian itu!" Ucapnya lagi dalam hati berusaha untuk sadar dari otak mesumnya itu, karena ternyata dari tadi otak mesumnya itu terus membayang-bayangkan kejadian tersebut, membayang-bayangkan betapa nikmatnya jika bagian tubuh seksi Tania istrinya yang masih sangat padat, berisi, kenyal, dan montok itu sedang ia kecup dan sedang ia mainkan.


"M_ mas Bara, mas Bara kenapa? Kok dari tadi mas Bara diam aja ngelihatin Tania?"


__ADS_1


Ucap Tania yang sekarang ini sudah selesai dengan rutinitas malamnya itu, dengan secara tiba-tiba ia bertanya seperti itu, sehingga membuat Bara pun seketika langsung terbangun dari bengongnya.


"Oh e_ enggak, k_ kata siapa? M_ mas enggak lagi lihatin kamu kok! GR kamu!" Ucapnya dengan sangat gugup.


"Tadi mas ngelihatin Tania!" Ucap Tania yang memang melihat dengan sangat jelas kalau dari tadi Bara suaminya itu memang sedang memperhatikannya.


"E_ enggak! Kata siapa?" Ucap Bara masih gugup.


"Ooooh, ya udah deh kalau gitu lupain! Lagian enggak penting juga," ucap Tania yang tidak curiga sama sekali dengan otak mesumnya itu terhadapnya. Kemudian dengan penampilannya yang seseksi dan sewangi itu, ia pun langsung melangkah menghampiri Bara suaminya yang sekarang ini masih berbaring di atas tempat tidurnya, kemudian ia pun langsung ikut berbaring tepat disamping, sehingga membuat jantungnya pun DEG! Seketika langsung berdetak dengan sangat kencang.


"E_ enggak, i_ ini semua enggak bisa dibiarin! A_ aku enggak mungkin tidur satu ranjang dengan gadis brutal ini!" Ucap Bara dalam hati gugup dan semakin panik, tanpa berani menatapnya sedikit pun, karena ia benar-benar takut kalau sampai ia tidak bisa menahan nafsunya lagi jika menatapnya dekat-dekat, apa lagi dengan penampilannya yang seseksi dan sewangi itu, karena diam-diam ternyata ia itu sangat menyukai aroma wangi parfum ditubuhnya.


"Eeehhh! Mau ngapain kamu berbaring disini?" Ucapnya yang tiba-tiba berubah menjadi sangat dingin.


"Ya mau bobo lah maaas! Emang mau ngapain lagiiii?" Rengek Tania dengan sangat manjanya, sehingga membuatnya pun lagi-lagi langsung menelan salivanya, kemudian ia pun langsung buru-buru menghela nafas pelan dan membuangnya kasar.


"Aduuuuuh! Sabar Bara, sabaaaar! Kamu enggak boleh tergoda dengan rengekan manja dari gadis brutal ini!" Ucapnya dalam hati sambil mengusap-usap juniornya yang sudah sedikit menegang.


"A_apa tadi kamu bilang? Kamu mau tidur di tempat tidur mas ini!" Ucap Bara sambil menunjuk ke arah tempat tidurnya itu yang sangat mewah, besar, dan nyaman.


"Ya iya lah mas, emang Tania mau tidur di mana lagi?" Ucap Tania sambil buru-buru berbaring kembali tepat disampingnya.


"What! T_ tadi mas nyuruh apa? Tania yang secantik, seseksi, dan sewangi ini, harus tidur diatas sofa yang sekecil itu!" Ucapnya tak percaya sambil menunjuk ke arah sofa tersebut yang memang terlihat sangatlah kecil.


"Iya, emang kenapa? Keberatan?" Ucap Bara dengan raut wajah yang semakin dingin.


"Kalau kamu emang keberatan, ya udah kamu tidur tuh disitu! DI LANTAI!" Ucapnya lagi dengan sangat jelas sambil menunjuk kearah lantai tersebut, dengan teganya ia memberinya pilihan seperti itu, sehingga membuat Tania pun semakin kesal dibuatnya.


"Iiiiiihhhh! Mas ini pelit banget sih jadi suami!" Ucapnya sambil cemberut.


"Udah enggak usah banyak protes! Pokoknya setiap malam kamu ini harus tidur diatas sofa itu! Jangan pernah sekalipun mas lihat kamu menyentuh tempat tidur mas, apalagi sampai berbaring disini!" Ucap Bara mencoba untuk mengancamnya seperti itu, sambil menunjuk kembali tempat tidurnya yang sangat mewah, besar, dan nyaman itu kepadanya.


"T_ tapi mas, T_Tania enggak mau tidur disitu maaaas, dingiiiiiiiiin!" Rengek Tania sambil menarik-narik baju Bara suaminya, berharap ia akan kasihan kepadanya.


"Tadi kan mas ngomong sama kamu enggak usah banyak protes! Jadi lebih baik sekarang juga cepetan kamu pindah tidur di sana!" Ucap Bara sambil mendorong-dorong tubuhnya, sehingga membuatnya pun tidak bisa berbuat apa-apa, karena ia memang tidak ada kuasa juga di dalam kamar tersebut, dan dengan sangat terpaksa akhirnya ia pun menuruti apa perintahnya itu.


"Ya udah, iya, iya! Tania tidur disofa nih sekarang! Tapi mas enggak usah dorong-dorong Tania kayak gini juga kali!" Ucapnya kesal sambil buru-buru beranjak dari tempat tidur tersebut dan melangkah menuju dimana sofa kecil itu berada, namun baru saja ia melangkah, tiba-tiba kakinya itu tak sengaja tersandung selimut yang sedang menutupi tubuh Bara suaminya, sehingga ia pun akhirnya terjatuh.


"Aaaaahhhhhhhh! Awas mas, awas mas, Awaaaaas!" Teriaknya tergesa-gesa dengan suara yang sangat kencang BRUGGGG! Seketika ia pun terjatuh tepat di atas tubuhnya, bahkan bagian dadanya yang masih sangat padat, berisi, kenyal dan montok itu pun tak sengaja menutupi seluruh bagian wajahnya, sehingga membuatnya yang sedang terbaring tepat di bawah tubuhnya itu pun lagi-lagi hanya bisa menelan saliva nya, bahkan tak terasa juniornya itu pun seketika langsung mengeras dan menegang, karena merasakan sensasi yang begitu dahsyat dari bagian tubuh seksinya yang sangat kenyal itu.

__ADS_1


"Aw, Sssttttt!" Ucapnya sambil merasakan juniornya itu yang semakin mengeras dan menegang lagi, sehingga membuat Tania yang memang masih sangat-sangat polos itu pun ikut merasakannya.


"M_mas Bara, i_ ini apaan? K_kok keras banget?" Ucapnya bingung sambil menggesek-gesekkan bagian tersebut tepat ke bagian bawah miliknya, sehingga membuat Bara pun benar-benar tak tahan lagi, seketika ia pun langsung mendesah kenikmatan.


"Aaahhhh, Sssttttt! Aaaahhh!" Suara desahannya yang terdengar seperti orang yang sangat kesakitan, sehingga Tania istrinya itu pun panik mendengarnya.


"M_mas Bara, m_mas Bara nggak papa kan? K_kok mas Bara kayak kesakitan?" Ucapnya gugup dan tergesa-gesa, karena ia benar-benar tidak tau mengapa ia bisa sampai mendesah seperti itu.


"Aw, Sssttttt, sial! Kenapa aku lagi-lagi merasakan hal seperti ini sih!" Ucapnya dalam hati kesal, karena lagi-lagi ia tidak bisa mengontrol nafsunya itu disetiap kali dekat dengannya.


"M_mas Bara, kok mas Bara diem aja? M_mas Bara nggak papa kan?" Ucap Tania lagi semakin panik, lagi-lagi ia bertanya seperti itu kepadanya, sehingga membuatnya pun seketika langsung terbangun dari bengongnya.


"Aw, Ssssttt! Aduh, aduh, aduuuh! Awas! Berat tau!" Teriak Bara pura-pura marah dengan alasan seperti itu, agar Tania istrinya itu berhenti bertanya dan tidak curiga kepadapnya. Kemudian dengan segera ia pun langsung buru-buru mendorongnya dengan kencang dari atas tubuhnya, sehingga membuatnya pun terjatuh dan tersungkur di atas kasur tersebut.


"Aw, Sssttttt! Kok mas dorong Tania sih? Sakit tau!" Ucapannya kesal, karena Bara suaminya itu benar-benar mendorongnya dengan kencang.


"Lagian kamu sih! Ngapain lama-lama berbaring di atas tubuh mas? Kamu pikir badan kamu yang gendut ini nggak berat apa?" Ucap Bara lagi, dengan secara tiba-tiba ia menyebutnya seperti itu, sehingga membuat Tania yang sedang kesakitan pun seketika langsung kaget mendengarnya.


"A_apa tadi mas bilang? Mas ngatain badan Tania yang seproporsional ini, gendut?" Ucapnya gugup, karena ia benar-benar tidak percaya dengan ucapannya itu.


"Iya, emang kenapa? Emang kenyataannya badan kamu ini gendut kan!" Ucap Bara lagi-lagi menyebutnya seperti itu, sehingga membuat Tania pun seketika langsung terdiam sambil menatapnya dengan tatapan penuh dengan dendam.


"Iiiihhh, mas Baraaa! Badan Tania ini nggak gendut maaas! Badan Tania ini seksiiiii, badan Tania ini ideal, badan Tania ini proporsionaaaal!" Teriak Tania sambil merengek-rengek dan menjambak-jambak rambutnya dengan sangat kencang, karena ia benar-benar tidak terima dengan sebutannya itu,, sehingga membuat Bara pun tak tahan lagi dengan tingkah lakunya itu.


"Iya, udah, udah, stoooooooooop!" Teriaknya sambil buru-buru melepaskan rambutnya itu dari cengkeramannya.


"Iya, iya! Badan kamu ini nggak gendut! Badan kamu ini seksi, badan kamu ini ideal, badan kamu ini proporsional!" Teriaknya lagi terpaksa mengakui itu semua, agar Tania istrinya itu berhenti merengek-rengek seperti itu lagi kepadanya.


"Puas kamu!" Ucap Bara lagi dengan sangat jelas tepat di hadapannya, sehingga membuat Tania pun seketika langsung tersenyum karena saking senang mendengarnya, kemudian dengan sangat manjanya ia pun langsung mendekat kearahnya.


"Lagian mas sih, ngata-ngatain badan Tania kayak gitu! Kan badan Tania ini nggak gendut mas! Badan Tania ini kan seksi, badan Tania ini kan ideal, badan Tania ini kan proporsio,,,,,," Seketika ucapnya itu pun terpotong.


"Eeehhh iya, iya, udah! Stop! Stop nggak usah dilanjutin lagi, yah!" Ucap Bara yang sudah benar-benar capek mendengar ucapannya itu.


"Lebih baik sekarang kamu cepet-cepet pindah ke sofa, terus tidur! Karena mas juga sekarang mau tidur, dan mas nggak mau kalau sampai tidur mas ini diganggu sama kamu! Ngerti!" Ucapnya lagi mencoba untuk menyuruh dan mengingatkannya seperti itu.


"Iya deh, iya! Tania pindah ke sofa nih sekarang!" Ucap Tania, kemudian ia pun langsung buru-buru beranjak kembali dari tempat tidurnya itu, dan langsung buru-buru melangkah menuju sofa tersebut, sehingga Bara yang melihatnya pun langsung menghela nafas pelan dan membuangnya kasar.


"Aduuuuuh!" Ucapannya.

__ADS_1


"Harus sampai kapan aku bertahan hidup dengan gadis brutal, manja, centil, labil kayak dia!" Ucapnya lagi sambil menatap kearahnya yang sudah berbaring di atas sofa tersebut, sepertinya sekarang ini ia benar-benar sudah merasa sangat kepusingan menghadapi tingkah laku labil istrinya itu.


__ADS_2