Terpaksa Menikahi Om Duda Sombong

Terpaksa Menikahi Om Duda Sombong
BAB 25.


__ADS_3

DI RUANG UTAMA BARA.


Terlihat Bara dan Tania yang baru saja sampai dan masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Waaah! I_ini beneran mas, ini ruang utama mas?" Ucap Tania kaget dan tak percaya, sambil menengok ke kanan dan kiri seisi ruangan tersebut.


"Gilaaaa! Ruangannya gede bangeeet?" Ucapnya lagi yang benar-benar kagum, karena ia benar-benar baru tau dan baru melihat, ada raungan kerja sebesar itu. Bahkan dari ruangan kerja Pak Ilham Ayahnya, saat dulu ia masih sukses pun, ruangan tersebut terlihat jauh lebih besar lagi.


"Tania bener-bener baru tau deh mas, kalau Perusahaan yang gede, tinggi, mewah, dan besar tempat Tania magang ini, ternyata Perusahaan milik keluarga mas!" Ucapnya lagi sambil tersenyum dan terus terbengong memperhatikan seisi ruangan tersebut, sehingga Bara yang dari tadi sedang berdiri di sampingnya pun, tersenyum dingin melihatnya.


"Terus emang kenapa, kalau perusahaan ini memilik keluarga mas? Berubah pikiran kamu! Jadi jatuh cinta kamu sama mas?" Ucapnya dengan percaya dirinya.


"N_nggak, kata siapa? Emang mas pikir, Tania ini cewek matre apa?" Ucap Tania tak terima.


Mendengar jawaban darinya, lagi-lagi Bara pun malah justru tersenyum dingin. Ia pun langsung melangkah dan berdiri tepat dihadapannya, kemudian ia pun langsung mendekatkan wajahnya tepat di depan wajah cantiknya, sehingga Tania yang melihatnya pun gugup dan ketakutan dibuatnya.


"M_mas, m_mas Bara mau ngapa,,,,,," seketika ucapannya itu pun langsung terpotong, karena tiba-tiba Bara pun langsung berbisik tepat ditelinganya.


"Tapi emang kenyataannya kayak gitu kan? Kalau semua perempuan itu, MATRE!" Bisiknya dengan jelas berbicara seperti itu. Kemudian ia pun langsung melangkah menjauh lagi darinya.


"Dan selama ini, selama yang mas tau! Semua perempuan yang mendekati mas dan juga keluarga mas! Semuanya itu, MATRE!" Ucapnya lagi-lagi berbicara seperti itu. Namun ia berbicara seperti itu, bukan karena tanpa alasan, ia berbicara seperti itu karena memang benar, kalau selama ini semua perempuan yang mendekatinya dan juga mendekati keluarganya, semuanya itu memang matre, dan hanya mengincar harta kekayaannya saja. Namun sepertinya juga ia pun lupa, dengan siapa sosok orang yang sudah membantu dan membuat keluarganya bisa sampai sesukses seperti sekarang ini, sehingga dengan beraninya ia berbicara sekasar itu kepada Tania istrinya.


"N_nggak kok! T_tapi Tania sama keluarga Tania nggak kayak gitu! Tania sama keluarga Tania nggak mat,,,,,,," lagi-lagi ucapan Tania itu pun langsung terpotong.


"Aaahhhh, udah deh terserah kamu aja! Yang jelas menurut mas, semua perempuan itu memang MATRE!" Ucap Bara lagi.


"Dan lagian, sekarang juga mas udah nggak mau membahas masalah ini lagi!" Ucapnya.


"Karena apa? Karena ada hal yang lebih penting lagi dari ini yang harus kita kerjakan! Jadi mulai dari sekarang, kamu ini harus siap-siap!" Ucapnya lagi dengan sangat tegas menyuruhnya seperti itu.


"Dan asal kamu tau! Menjadi sekertaris mas itu, tidak lah mudah!" Ucapnya lagi.

__ADS_1


"Karena apa? Karena yang pertama, mas paling tidak suka dengan karyawan yang tidak bisa disiplin, datang terlambat, apalagi kalau sampai bolos kerja tanpa ada keterangan yang pasti! Yang kedua, mas juga tidak suka dengan karyawan yang bawel, manja, centil, ceroboh, suka mengeluh, apalagi kalau sampai tidak bisa mengerjakan pekerjaannya dengan benar, dan tidak bisa menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu sesuai dengan apa yang mas perintahkan! Dan untuk yang ketiga, yang terakhir! Mas juga paling tidak suka dengan karyawan yang tidak sopan, dan tidak mempunyai etika!" Ucapnya lagi dengan sangat jelas mengikatnya seperti itu.


"Jadi mas peringatin sama kamu! Selama kamu berada dilingkungan kerja, jangan pernah sekalipun mas dengar, kamu panggil mas, dengan sebutan mas lagi! Dan selama kamu berada dilingkungan kerja, kamu panggil mas itu Pak, Pak Bara! Karena apa? Karena mas nggak mau, kalau sampai semua karyawan mas, apalagi kalau sampai rekan-rekan bisnis mas tau, kalau mas ini mempunyai istri seorang gadis yang statusnya masih pelajar! Yang kelakuannya brutal, ceroboh, centil, bawel, manja, dan nggak bisa diatur kayak kamu!"



Ucapnya lagi dengan sangat tegas berbicara seperti itu, sehingga membuat Tania pun kesal mendengarnya.


"Iiiihhh! Mas ini tega banget sih, ngata-ngatain kayak gitu terus sama Tania!" Ucapnya kesal.



Namun sayang, lagi-lagi Bara suaminya itu pun tidak menghiraukannya.


"Ya udah, ini meja kerja kamu!" Ucapnya sambil menunjuk kearah meja kerja tersebut, yang masih satu ruangan dengan ruangan kerjanya, dan hanya dibatasi oleh dinding kaca, yang berada persis didepan pintu masuk ruangan tersebut.


"Jadi mulai sekarang, kamu sudah boleh duduk di tempat kerja kamu! Dan mulai dari sekarang juga, tolong siapkan semua tenaga dan juga mental kamu!" Ucapnya lagi.


"Dan ingat apa kata saya tadi! Saya paling tidak suka, dengan karyawan yang tidak bisa menyelesaikan pekerjaannya dengan benar, dan tidak bisa menyelesaikan pekerjaannya itu tepat waktu, sesuai dengan apa yang saya perintahkan!" Ucapnya lagi-lagi mengingatkannya seperti itu.


"Tapi jangan salah! Saya juga paling tidak suka, dengan karyawan yang memaksakan lembur untuk menyelesaikan pekerjaannya itu, dijam dan diwaktu yang tidak pernah saya perintahkan! Mengerti?" Ucapnya lagi dengan sangat jelas dan tegas mengingatkannya seperti itu.


"I_iya mas, Eh! P_Pak Bara maksudnya!" Ucap Tania gugup.


"Ya udah, sekarang kamu duduk dimeja kerja kamu!" Ucap Bara lagi dengan sangat tegas dan dingin. Kemudian ia pun langsung melangkah menuju meja kerjanya, sehingga Tania yang melihatnya pun, seketika langsung menghela nafas pelan dan membuangnya kasar.


"Aduuuuuh, gila!" Ucapnya dalam hati.


"Mas Bara itu ternyata bener-bener seorang Presdir yang sangat tegas dan dingin banget yah? Nggak ada lemah lembutnya sama sekali!" Ucapnya lagi dalam hati, sambil meliriknya dengan tatapan sinis.


"Kalau kayak gini ceritanya! Mana ada, sekertaris yang bisa bertahan lama sama Presdir yang dingin, kaku, galak, dan kasar kaya dia!" Ucapnya lagi dalam hati kesal.

__ADS_1


"Sabar Tania, sabaaar! Kamu pasti bisa kok bertahan menjadi sekertaris mas Bara!" Ucapnya lagi dalam hati, mencoba untuk menguatkan dirinya sendiri.


"Ingat Tania! Kamu menjadi sekertaris mas Bara itu, hanya untuk sementara! Hanya selama kamu magang di perusahaan ini! Jadi kamu pasti bisa bertahan! Iya, kamu pasti bisa bertahan! Dari pada kamu harus jadi OB?" Ucapnya lagi dalam hati.


"Iya bener, gue harus bisa bertahan! Gue nggak mau jadi OB! Gue bener-bener nggak mau jadi OB di perusahaan in,,,,,,," seketika ucapannya itu pun langsung terpotong.


"Kamu kenapa, diem aja dari tadi?" Ucap Bara yang tiba-tiba sudah berdiri kembali tepat dihadapannya, sambil membawa cukup banyak tumpukan berkas-berkas dan juga dokumen ditangannya.


"Eh, P_pak Bara! A_ada apa yah pak?" Ucap Tania gugup dan kaget.


Melihatnya segugup dan sekaget itu, lagi-lagi Bara pun langsung tersenyum dingin.


"Makanya, kamu itu jangan bengong terus!" Ucapnya.


"Nih! Tolong kamu antar semua berkas-berkas dan dokumen ini ke ruangan Ibu Ayu!" Ucapnya lagi. Dengan secara tiba-tiba ia menyuruhnya seperti itu, sehingga membuat Tania pun bingung dibuatnya.


"I_Ibu Ayu? Ibu Ayu yang mana yah mas, Eh! P_pak Bara maksudnya!" Ucapnya yang lagi-lagi lupa dengan sebutannya itu.


"I_Ibu Ayu, Mba Ayu?" Ucapnya lagi.


"Iya! Emang Ibu Ayu yang mana lagi?" Ucap Bara kesal.


"T_tapi Pak, Tania kan nggak tau ruangan Ibu Ayu itu dimana?" Ucap Tania.


"Ruangan Ibu Ayu, ada di lantai 18! Untuk lebih jelasnya lagi, nanti kamu tanya ke OB kek, atau ke siapa, nanti juga ketemu!" Ucap Bara menyuruhnya seperti itu.


"Ya udah nih! Tolong kamu antar semua berkas dan dokumen-dokumen ini ke raungan Ibu Ayu!" Ucapnya lagi sambil memberikan tumpukan berkas-berkas dan dokumen yang cukup banyak itu kepadanya, sehingga Tania yang memang sangat manja, dan belum pernah membawa barang-barang seberat itu pun keberatan, dan bahkan karena saking keberatannya, berkas-berkas dan dokumen tersebut pun sampai terjatuh BRUUUUUUG! dan berserakan di lantai.


######


Jangan lupa like, coment dan vote! Biar Author semangat nulisnya, dan maaf juga jika visualnya kurang pas 🙏

__ADS_1


__ADS_2