
DI KAMAR BARA.
Waktu menunjukkan pukul 10:00 Malam.
Terlihat Bara dan Tania yang baru saja masuk kembali, ke dalam kamar tersebut.
"Akhirnyaaa! Malam ini, mas bisa tidur lagi di kamar mas, ini!" Ucap Bara yang terlihat sangatlah lelah, dan langsung buru-buru berbaring di atas tempat tidur miliknya.
"Ya udah yah mas, Tania mau cuci muka dulu!" Ucap Tania yang langsung saja melangkah masuk menuju kamar mandi, untuk mencuci mukanya.
"Iya sayang, hati-hati sayang jalannya!" Ucap Bara.
"Masih sakit, nggak?" Teriaknya.
"Udah nggak terlalu, mas!" Jawab Tania, dari dalam kamar mandi tersebut. Kemudian, ia pun langsung buru-buru mencuci mukanya. Setelah selesai mencuci mukanya, ia pun langsung keluar lagi dari dalam kamar mandi tersebut.
"M_mas Bara, mas Bara lagi nonton film, apaan?"
Ucapnya yang terlihat sangatlah penasaran, melihat Bara suaminya yang sekarang ini terlihat sedang sangat asyik, menonton sebuah film di laptop-nya.
"Kenapa sayaaang? Kamu pengin ikutan nontooon?"
Ucap Bara, sambil buru-buru meng skip film tersebut.
"E_emang boleh? Tania ikutan nonton film, bareng sama mas?" Ucap Tania yang terlihat masih sedikit ketakutan, kalau Bara suaminya itu akan melarangnya untuk nonton film bersamanya. Sehingga Bara yang melihatnya pun, tersenyum.
"Ya boleh dong, sayaaaang! Masa istrinya sendiri, nggak boleh nonton film bareng sama suaminya, sih!" Ucapnya. Kemudian, ia pun langsung buru-buru menarik tangannya, dan langsung buru-buru mengajaknya, untuk ikut berbaring disampingnya.
"T_tapi mas Bara, emang itu film apaan? E_emang sekarang, kita mau nonton film apaan?" Ucapnya lagi, yang dengan sangat bawelnya bertanya-tanya seperti itu.
"Udah sayaaaang, kamu nggak usah banyak tanya!" Ucap Bara.
"Nanti juga, istri kecil kesayangan mas, yang sekarang udah gede ini, nih! Tau! Film apa, yang sekarang ini mau kita tonton!" Ucapnya lagi, sambil tersenyum. Kemudian, ia pun langsung buru-buru melanjutkan lagi, untuk menonton film tersebut.
"Oooh! Y_ya udah kalau gitu mas! Sekarang, kita nonton filmnya bareng-bar,,,,,,," seketika ucapan Tania itu pun, langsung terpotong. Ia pun langsung kaget bukan main, melihat film apa yang ternyata dari tadi sedang Bara, suaminya itu tonton.
"Iiiiiiihhhh, m_mas Baraaaa! I_itu film, apaaan? Iiiihhh, nggak mau ah mas! Nggak mauuuu! T_Tania nggak mau nonton film, kayak gituuu! Geli, maaas!" Ucap Tania gugup dan tergesa-gesa, sambil buru-buru menutupi kedua matanya, menggunakan kedua tangannya. Sehingga Bara yang melihatnya pun, seketika langsung tersenyum.
"Kenapa sayaaaang? Kok matanya, ditutupin sih?" Ucapnya pura-pura bodoh.
"Iiiiiiihhhhh! N_nggak mau ah, mas! Nggak mauuuu! Tania, geli maaaaaas!" Ucap Tania lagi, sambil terus menutupi kedua matanya. Karena sekarang ini, ia benar-benar sangat geli menonton film tersebut. Film tersebut, yang tak lain adalah film dewasa, yang sedang Bara suaminya itu, tonton. Iya, film dewasa! Karena ternyata dari tadi, Bara suaminya itu sedang asyik menonton film tersebut, di laptopnya.
"Kenapa geliiiiii? Nanti juga kamu pasti suka kok, sayang! Kan nontonnya, bareng sama mas!" Ucap Bara, yang lagi-lagi malah justru tersenyum melihat tingkah laku polosnya itu.
"Udah ayo cepetan, buka matanya!" Ucapnya lagi, sambil mencoba untuk membukakan matanya.
"Iiiihhh! N_nggak mau, mas! Jangan, maaas! Geliiiiii!" Ucap Tania, yang lagi-lagi merengek seperti itu. Karena ia memang belum pernah sekalipun, menonton film seperti itu sebelumnya.
"Sebentaaaar aja, buka matanya yah, sayang!" Ucap Bara lagi, memohon.
"Nggak mau, maaas! Geliiii!" Ucap Tania, yang mencoba untuk terus menolaknya.
"Sayaaaang, mas mohon! Buka yah, matanya! Sebentaaaar aja, sayang!" Ucap Bara lagi-lagi memohon, dan sedikit memaksa. Kemudian, ia pun langsung mencoba untuk mengangkat kedua tangannya yang sekarang ini pun, masih terus menutupi kedua matanya.
"M_mas Baraaa, t_tapi,,,,, Tania takuuuut!" Rengek Tania gugup, dan sedikit ketakutan.
"Kenapa harus takut, sayaaang? Kan nontonnya, bareng sama mas! Nanti kalau kamu takuuuuut, kamu bisa langsung peluk mas, yaaaaah!" Ucap Bara lagi, mencoba untuk terus merayunya dengan sangat pelan.
"T_tapi, sebentar aja nontonnyaaaa!" Rengek Tania, yang masih sedikit ketakutan.
"Iya sayaaaang, sebentar aja!" Ucap Bara lagi, dengan penuh sabarnya.
"Y_ya udah! S_sekarang, Tania buka mata!" Ucap Tania dengan sangat terpaksa. Perlahan, ia pun mencoba untuk membukakan matanya, dan mencoba untuk memberanikan dirinya, untuk menonton film tersebut bersama dengannya.
"Iiiiiiihhhhh! M_mas Baraaaa, geliiiii! I_itunya gede banget, banyak bulunyaaaa!" Rengek Tania, yang langsung saja memeluknya, dengan begitu eratnya, karena sekarang ini ia memang benar-benar sangat geli melihatnya. Sehingga Bara yang melihatnya pun, lagi-lagi tersenyum.
"Kenapa geliiiiii? Punya mas juga kayak gitu kan semalam, sayang? Gede, banyak bulunya lagi!" Ucapnya, yang malah justru tersenyum menggodanya.
"Iiiiiiihhhh! Mas Bara, apaan sih?" Rengek Tania lagi, malu.
"Nih! Mas gedein yah sayang, volumenya! Biar istri kecil mas ini, bisa denger suaranya!" Ucap Bara lagi, yang malah justru langsung saja mengencangkan volume, film tersebut.
"Ah ah ah ah ah ah ah ah ah!" Suara ******* dari seorang perempuan didalam film tersebut, dengan keadaan tubuh tanpa busana sehelai pun, dan raut wajah yang sangatlah kenikmatan. Sehingga Tania yang melihat dan mendengarnya pun, seketika langsung teringat dengan ******* dan rengekan manjanya semalam, kepadanya.
"M_mas Baraaaa?" Ucapnya gugup, sambil menatap dalam wajah tampannya, yang sekarang ini masih terus asyik menonton film tersebut.
"Iya sayaaaang, kenapaaa?" Ucap Bara, sambil tersenyum.
"Sekarang, kita nonton bareng-bareng yaaah?" Ucapnya lagi, sambil mengusap-usap rambutnya, dengan penuh kasih sayang.
"I_iya mas!" Ucap Tania, masih gugup. Kemudian, ia pun mencoba untuk menonton film tersebut lagi bersama dengannya.
"Ah ah ah ah ah ah!" Suara ******* dan rintihan perempuan, dari dalam film tersebut lagi, yang semakin mengingatkannya tentang kejadiannya semalam bersama dengannya.
"M_mas Baraaaa?" Rengek Tania lagi dengan sangat manjanya, sambil menatap dalam wajah tampannya. Sepertinya sekarang ini, ia sudah mulai meresapi dan terangsang oleh film tersebut.
__ADS_1
"Kenapaaa?" Ucap Bara lagi, sambil tersenyum. Karena sekarang ini, ia sudah tau perasaan apa yang sedang Tania istrinya itu rasakan, disaat menonton film tersebut. Karena memang itulah tujuannya, mengapa ia mengajaknya untuk menonton film tersebut bersama-sama.
"Istri kecil mas ini, suka kan? Nonton film kayak gini, bareng sama mas nya?" Ucapnya lagi pelan, sambil mengusap-usap rambutnya dengan penuh kasih sayang.
"I_iya mas, Tania suka!" Ucap Tania, yang langsung saja menggunakan kepalanya, sambil tersenyum. Kemudian, ia pun langsung menonton film tersebut kembali, bersama dengannya, dan bahkan ia pun terlihat sudah tidak takut ataupun geli lagi, ia pun malah justru terlihat sangat asyik, menonton film tersebut.
"Iiiiiiihhhhh, mas Baraaaa! Itu kok suaminya kayak dede bayi sih, mas?" Ucapnya.
"Kayak dede bayi, kayak mas semalam, maaas!" Ucapnya lagi yang secara tiba-tiba berbicara seperti itu. Sehingga Bara yang mendengarnya pun, bingung.
"K_kayak dede bayi, kayak mas semalaaam? Maksudnya?" Ucapnya.
"Iya, maaas! Kayak Dede bayi, kayak mas semalaaam!" Ucap Tania, lebih jelas lagi.
"Kan semalam juga, mas kayak laki-laki itu, tuh! Mas kayak, dede bayi!" Ucapnya lagi, sambil menunjuk kearah pria yang ada di dalam film dewasa tersebut.
"M_maksudnya, sayang?" Ucap Bara, masih bingung.
"Iya, maaas! Mas kayak dede bayi, semalaaam! Kan semalam juga, mas nen di Tania terus, iya kan mas?" Ucapnya lagi, dengan sangat polosnya berbicara seperti itu. Sehingga Bara yang mendengarnya pun, lagi-lagi tersenyum dibuatnya.
"Ya ampun, Taniaaa! Kamu ini polos benget, sih?" Ucapnya lagi dalam hati, sambil terus tersenyum memandangi wajah cantiknya, yang sekarang ini pun masih terus asyik, menonton film tersebut. Kemudian, ia pun langsung buru-buru memeluknya.
"Eeeemmmm! Iya sayaaaang, semalam mas kayak dede bayi!" Ucapnya.
"Emang kenapa, sayang? Istri cantik mas ini, pengin di nen lagi yah, kayak semal,,,,,,," seketika ucapannya itu pun, terpotong.
"Eeehhh mas Bara, lihat deh! Kok itu, perempuannya sih mas, yang mainin diatas?" Ucap Tania, yang benar-benar heran dan kaget, melihat hal tersebut. Karena semalam, disaat ia melakukan hubungan dengan Bara suaminya, sekalipun Bara tidak mengajarkannya, ataupun memintanya untuk main diatas, dikarenakan Bara kasihan kepadanya. Karena jangankan untuk main diatas, main di bawah saja, ia merayunya sudah setengah mati, karena Tania istrinya itu selalu kesakitan, dan bahkan sampai menangis.
"Iiiiiihhhh, mas Baraaaa! Itu tuh, perempuannya yang bobo di atas suaminya, maaaas!" Ucapnya lagi, yang benar-benar sangat heran melihatnya.
"Lucu banget sih mas? Itu perempuannya, yang mainiiiin!" Ucapnya lagi sambil tersenyum, dan terlihat semakin asyik lagi menonton film tersebut. Sehingga Bara yang melihatnya pun, lagi dan lagi tersenyum.
"Dasar anak kecil! Tadi aja nggak mau, nonton film kayak ginian! Giliran sekarang aja, seneng banget kayak gitu!" Ucapnya, dalam hati.
"Kamu suka banget yah, sayang? Nonton film kayak ginian, sama mas?" Ucapnya lagi, sambil mengusap-usap rambutnya dengan penuh kasih sayang.
"Iya, Tania sukaaaa!" Rengek Tania, dengan sangat manjanya.
"Kalau sama mas di kayak gituin, suka nggak?" Ucap Bara yang langsung saja bertanya seperti itu, sambil menunjuk adegan ranjang di dalam film tersebut.
"Iiiiiiihhhh! Mas Baraaa, Tania nggak mauuuu! Masih sakit, maaaas!" Rengek Tania, serius. Kalau bagian bawahnya itu, sekarang ini memang masih terasa sedikit sakit.
"Tapi mas nya mau, gimana dong sayang?" Ucap Bara yang lagi-lagi bertanya seperti itu.
"T_tapi Tania nya nggak mau, maaas! Ini Tania nya, masih sakiiiit!" Rengek Tania lagi, sedikit ketakutan. Sehingga Bara yang melihatnya pun, seketika langsung tersenyum.
"Eeemmmm! Makasih yah, sayaaang? Dari semalaman, istri kecilnya mas ini, udah puasin mas nya terus!" Ucapnya lagi, sambil membelai-belai rambutnya.
"I_iya mas," ucap Tania, yang langsung saja menganggukkan kepalanya.
"Oh iya sayang, tapi ngomong-ngomong gimana semalam? Enak kan sayang? Bikin dedek bayi, sama mas?" Ucap Bara lagi, yang tiba-tiba bertanya seperti itu.
"Iya, enaaaak! Tapi sakit banget, maaaas! I_ini Tania, sekarang jadi leceeet, perih banget kalau mau pipis, maaaas!" Rengek Tania dengan sangat manjanya, sambil memegangi bagian bawahnya, yang sekarang ini memang lecet, dan juga terasa sangat perih.
"Uuuuuuhh, kasihaaaan! Sakit yah, sayang?" Ucap Bara lagi, dengan penuh perhatiannya.
"Besok kita periksa ke dokter, yaaah?" Ucapnya lagi, sambil mengusap-usap rambutnya dengan penuh kasih sayang
"T_tapi Tania malu maaaas! Kalau Tania, diperiksa ke dokteeer! Nanti Tania, ngomong ke dokternya kayak gimana?" Rengek Tania lagi, bingung.
"Udaaaah, kamu tenang aja! Nanti mas yang ngomong ke dokternya!" Ucap Bara.
"Lagian kan, dokternya juga dokter pribadi keluarga mas, sayang! Malahan dokternya juga, temen mas!" Ucapnya lagi, serius.
"T_temen mas? Maksudnya, D_dokternya laki-laki mas?" Ucap Tania, yang langsung saja ketakutan. Sehingga Bara yang melihatnya pun, lagi-lagi tersenyum.
"Sayaaang, ya perempuan lah! Masa ia sih, mas rela? Mainan mas setiap malam ini, nih! Yang enak banget nih, kalau lagi dimainin sama mas! Dilihatin laki-laki laiiiin, hah?" Ucapnya lagi sambil mengusap-usap bagian bawahnya, dan juga mencubit gemas gunung kembarnya.
"Awas, sssssttt! S_sakit mas, jangan dicubiiiiit!" Rengek Tania yang langsung mereunyi kesakitan, sambil mengusap-usap gunung kembarnya itu, yang ternyata juga lecet lumayan parah.
"Oh, i_iya sayang! M_maaf sayang! Mas lupa!" Ucap Bara, dengan sangat tergesa-gesa.
"S_sakit banget yah, sayang?" Ucapnya lagi, yang benar-benar merasa semakin bersalah.
"Iyaaaa, sakit maaaaas!!" Rengek Tania lagi.
"Eeemmmm! Maaf, yaaaaaah?" Ucap Bara, yang langsung buru-buru memeluknya kembali.
"T_tapi nggak boleh kayak gitu, lagiiiii! Sakit, maaas!" Rengek Tania lagi, dengan sangat manjanya.
"Iya, sayaaaang!" Ucap Bara, dengan penuh perhatiannya. Kemudian ia pun langsung mengusap-usapnya.
"Sekarang, udah nggak sakit lagi kan sayang?" Ucapnya lagi.
"I_iya, udah nggak terlalu!" Ucap Tania.
"Maafin mas, yaaaaah!" Ucap Bara, yang lagi-lagi meminta maaf kepadanya.
"I_iya mas," Ucap Tania, yang langsung menganggukkan kepalanya. Sehingga Bara yang melihatnya pun, tersenyum.
__ADS_1
"Makasih yah, sayang?" Ucapnya.
"I_iya mas," ucap Tania lagi.
"Oh iya, sayang! Tapi ngomong-ngomong, semalam itu kamu kenapaaa? Kok dari pertama mas lagi main, kamu minta udahan teruuus?" Ucapnya lagi, serius. Kalau semalam itu, dari saat pertama mereka berdua sedang berhubungan suami istri, Tania istrinya itu tak henti-hentinya meminta permainannya itu, dihentikan.
"Kan semalam itu, mas nya lagi nanggung sayaaaang! Bentar lagi, punya mas nya keluaaar!" Ucapnya lagi.
"H_habisnya semalam itu, Tania takut pipis di kasuuur!" Ucap Tania, yang langsung saja menjawabnya seperti itu. Sehingga Bara yang mendengarnya pun, bingung.
"P_pipis di kasur? Emang semalam, istri cantik mas ini, pengin pipisssss?" Ucapnya.
"Iyaaa! Semalam Tania, pengin banget pipissss!" Ucap Tania, lebih jelas lagi.
"T_tapi, pas udah selesai bikin dedek bayi sama mas, Tania udah nggak pengin pipis lagi!"
"Kenapa sih mas, kok Tania suka kayak gitu?" Ucapnya lagi, bingung.
"Setiap kali kita lagi bikin dedek bayi, setiap kali mas lagi mainin ini Tania, Tania jadi pengin pipis terus?"
"Terus tadi juga, pas Tania lagi nonton film bareng mas, Tania juga pengin pipis! Kenapa sih mas?" Ucapnya lagi yang dengan sangat polosnya, mengakuinya seperti itu. Sehingga Bara yang mendengarnya pun, seketika langsung tersenyum. Kemudian, ia pun langsung menghela nafas pelan dan membuangnya kasar.
"Ya Tuhaaaan! Baraaaa, Bara! Kok bisa sih, kamu punya istri, polos banget kayak gini?" Ucapnya lagi sambil terus tersenyum, memandangi wajah cantiknya. Kemudian, ia pun langsung buru-buru memeluknya.
"Eeeemmmm! Istri kecil kesayangan mas banget, ini mah!" Ucapnya lagi gemas, sambil terus memeluknya semakin erat lagi.
"M_mas Bara, kok mas Bara malah peluk, Tania sih?" Ucap Tania, semakin bingung.
"Eh! I_iya sayang, kenapa?" Ucap Bara.
"Semalam, kamu pengin pipis terus yah?" Ucapnya lagi.
"Iya maaas, semalam Tania pengin pipis teruuus!"
"Emang kenapa sih, mas?" Ucap Tania, yang lagi-lagi bertanya seperti itu. Sehingga Bara yang mendengarnya pun, seketika langsung mengusap-usap rambutnya.
"Sayaaaang, nih mas kasih tau yaaah! Semalam ituuu, kamu nggak lagi pengin pipis, sayaaaang! Tapiii, semalam itu kamu udah mulai terangsang, sama permainan mas!" Ucapnya, dengan penuh sabarnya.
"E_emang iya mas?" Ucap Tania, yang masih bingung.
"Iya sayaaaang, emang semalam kamu nggak kerasa?" Ucap Bara.
"Kan semalam, ini kamu langsung basah sayang! Pas lagi dimainin, sama mas!"
"I_iya mas, Tania kerasa! S_semalam, ini Tania basah!" Ucap Tania yang benar-benar mengingat dengan jelas, kejadian tersebut. Sehingga Bara yang mendengarnya pun, seketika langsung tersenyum.
"Terus gimana sayang? Pas ini kamu lagi dimainin sama mas, terus basah, enak nggak?" Ucapnya
"Iya enak, mas! Tania sukaaaaa!" Ucap Tania.
"Tania pengin lagi, maaas! Kapan-kapan dimainin ini nya lagi, sama maaaaas!" Rengek Tania lagi, yang benar-benar semakin ketagihan dengan permainan nakalnya itu.
"Iya sayang! Nanti mas mainin deh, ini nya yang lamaaaaa banget!" Ucap Bara.
"T_tapi syaratnyaaaa, kamu harus main diatas!" Ucapnya lagi, sambil tersenyum nakal.
"Iiiiihhh mas Baraaa, tapi kan Tania nggak bisaaaa! Tania ini kan, belum pernaaah!" Rengek Tania.
"Ya ampun, sayaaaang! Gampang banget, sayaaaang! Kamu tinggal boboan doang, diatas mas! Terus habis itu, kamu goyangin deh, pelan-pelan!" Ucap Bara.
"Atau nggak, nanti biar mas aja deh, yang ajarin kamu!" Ucapnya lagi, yang sepertinya benar-benar sudah tidak sabar, ingin cepat-cepat merasakan permainan nakal darinya.
"T_tapi Tania tetep nggak bisa, maaas!" Ucap Tania, yang lagi-lagi berbicara seperti itu.
"Yaaaa, kalau kamu tetep nggak bisa, terpaksa dong sayang! Lain kali, mas harus pemanasan yang lama dulu, kayak semalam! Biar mas tambah bergairah! Biar mas bisa muasin, istri kecil mas ini!" Ucap Bara sambil tersenyum menakut-nakutinya, agar Tania istrinya mau menuruti apa itu keinginan darinya.
"Iiiiiiihhh mas Baraaaa, tapi Tania nggak mau mas tambah bergairaaah! Tania nggak kuat, sakiiiiit! Terus Tania juga nggak mau, main di ataaas!" Ucap Tania, yang malah justru langsung merengek-rengek seperti itu. Sehingga Bara yang melihatnya pun, lagi-lagi tersenyum.
"Iya iya sayang, nggaaaak!" Ucapnya.
"Mas cuma bercanda doang, kok!" Ucapnya lagi.
"Ya udah, ayo sayang! Lebih baik sekarang kita bobo! Udah malam!"
"Lagian kan besok, habis mas dari kantor, mas harus anterin kamu ke dokter! Terus habis itu, kita juga harus anterin Raya ke taman!" Ucapnya lagi, yang ternyata masih ingat juga akan janjinya kepada Raya, putri semata wayangnya.
"Y_ya udah mas, Tania mau bobo! Tapi syaratnya, mas nggak boleh tambah bergairaaah! Terus, Tania juga nggak mau main di ataaaas!" Rengek Tania, yang lagi-lagi masih meributkan hal seperti itu. Sehingga Bara yang mendengarnya pun, lagi dan lagi tersenyum.
Iya sayang, nggaaaak! Mas cuma bercanda doang kok!" Ucap Bara lagi. Kemudian, ia pun langsung buru-buru memeluknya, sambil mengusap-usap rambutnya dengan penuh kasih sayang.
"Muaaaaach!" Bara yang tiba-tiba saja langsung mencium keningnya.
"M_mas Bara, Tania sayang sama mas?" Ucap Tania sambil menatap dalam wajah tampannya.
"Iya sayang, mas juga sayaaaang banget, sama kamu!" Ucap Bara lagi, sambil tersenyum.
"I Love You!" Ucapnya lagi.
"I Love You to!" Ucap Tania, dengan sangat manjanya.
__ADS_1