
setelah selesai Fika membeli makanan untuk para sahabat nya Fika pun langsung segera menghampiri sahabat sahabat nya
tetapi tiba tiba Fika teringat akan pertemuan nya dengan Reza yang tidak sengaja
" hmmm kenapa kak Reza minta nomor telepon aku ya " ucap Fika dalam hati
" ah tapi ya sudah lah mungkin kak Reza cuma menganggap aku adik " ucap Fika merasa kecewa sambil berjalan menuju tempat di mana para sahabat nya kumpul
" lama banget si Lo ka , Uda laper ni gue " ucap Nadira kesal
" ia ni ntah kemana aja gak tau apa cacing gue Uda pada demon " ucap Jesi
" ya nama nya antri nya panjang ini aja pegal Lo
" ucap Fika sambil memijat lutut kaki nya
mereka makan dengan lahap nya tidak ada yang bicara hanya deringin garpu yang terdengar
" ka kau kenapa , aku liat tadi kaya gak bersemangat gitu apa ada masalah , atau apa gitu " tanya Mila penasaran
" ehhh... gak papa kok , gak ada cuman lagi pusing sedikit aja " ucap Fika berbohong
" ohw kalau ada apa apa cerita aja Lo ka sama kami " ucap Mila tersenyum manis
" kalo gitu kita pulang yok, lagi pula Uda sore ni " ucap Fika
setelah mereka selesai makan , akhirnya mereka memutuskan pulang ke rumah karena waktu semakin sore
sementara di tempat lain Aldo sedang bersenang senang dengan wanita malam bayaran nya dan ke tiga orang suruhhan nya
" jadi bos kami akan culik dia gitu bos , pas acara resepsi pernikahan bos ya " ucap lelaki pertama
" bener banget tapi ingat jangan lukai gadis tersebut , cuma kalau dia gak hadir di acara resepsi pernikahan pasti pernikahan ini akan batal " ucap Aldo tegas
setelah para pria itu keluar Aldo segera mengajak wanita malam itu untuk ke kamar sekedar melayani nya
suara pintu terbuka dengan lebar dan sudah tersedia kasur dan berbagai sopa untuk bersantai
" bang Aldo langsung kita mulai aja ya bang Dari pada tunggu lama lagi bang " ucap wanita itu langsung membuka baju Aldo
" hmmm " ucap Aldo hanya berdehem , dan tidak melawan saat wanita itu membuka pakaian Aldo dengan gesit nya
akhirnya wanita malam langsung membuka pakaian nya dengan cekatan dan masih duduk di atas tempat tidur bersama aldo
waktu terus berjalan dan akhirnya mereka sampai pada masa kepuasan akhirnya wanita malam itu membaringkan tubuhnya di samping Aldo dan memeluk nya dengan erat.
__ADS_1
sementara ya sedang di peluk tidak bergeming sama sekali
jam di dinding menunjukkan pukul 21 : 30 dan akhirnya Aldo keluar kamar bersama wanita malam itu
" hei kenapa kau masih disini , pergilah sekarang aku sudah mentransfer nya ke rekening mu " ucap Aldo tegas
"terima kasih bang" ucap wanita malam itu sambil tersenyum
wanita malam itu pun segera meninggalkan Aldo dan tidak ingin mengganggu acara nya
ya berkesan sok sibuk dengan para teman dan sepupu nya sekaligus pemilik kafe clum malam di kota ini
" kenapa wajah mu itu muram begitu " tanya firman penasaran
" hmm aku masih bingun gimana jalan pikir orang tua aku , aku akan menikah dalam waktu dekat ini tapi apa aku sendiri saja tidak mencintai nya " ucap Aldo kesal sambil meneguk minuman yang ada di atas meja
" kan gue Uda pernah bilang ,
nikahin aja tuh cewe kalo masalah Lo suka atau gak ya terserah Lo kan tapi point' penting ,om dan Tante tidak mencabut pasilitas yang telah mereka berikan " ucap firman menyemangati sepupu nya
" kalo Lo gak mau ngelakuin malam pertama itu dengan gadis pilihan orang tua mu,
biar aku yang gantikan " ucap lelaki yang dari tadi ikut kumpul dengan Aldo dan firman
" gila Lo itu kan istri gue harusnya gue yang nikmatin bukannya lo " ucap Aldo kesal sambil memukul lengan lelaki yang bicara seenak nya itu
" Uda lah gue mau pulang lagi pula tugas sekalah gue banyak , kalau gue gak kerja kan
habis gue di panggil guru BP " ucap Aldo dengan wajah datar dan langsung meninggalkan kafe sementara di luar sedang terjadi hujan deras
" huh dasar tukang ngambek " ucap firman yang masih belum berhenti tertawa
***
***
***
sementara di sebuah rumah dengan cuaca pagi yang sangat cerah seorang gadis sedang memasak di dapur untuk menyiapkan sarapan untuk seluruh keluarga danmembersihkan seluruh ruangan dapur begitupun ruangan lainnya walaupun masih terlihat sangat pagi gadis tersebutmenyiapkan semuanya sendiri iya ingin belajar mandiri ketika nanti dia menjadi seorang istri
waktu menunjukkan pukul 06:00 yang artinya waktu sudah pagi parah seluruh keluarga belum bangun kecuali seorang pria yang sedari tadi sibuk dengan laptopnya dan tidak berbicara sedikit pun
" kak Reza sudah bangun mau minum apa kak biar aku bikinkan " ucap mila tersenyum
"tidak usah dek lagipula kakak nggak ingin minum apa apa pun , sebaiknya kamu bersiap-siap pergi ke sekolah jangan sampai terlambat dan ingat pernikahan mu tidak akan lama lagi jadi belajarlah untuk menjadi seorang istri dan belajar lah untuk menerima pria yang sudah menikahimu nanti jangan pernah sesalkan ke putusan orang tua kita " ucapkan reza tersenyum
__ADS_1
"iya kak tapi aku masih keberatan karena kan aku masih sekolah aku tidak ingin meninggalkan sekolahku hanya karena aku menikah ranti dan menjadi seorang istri" ucap mila sendiri tanpa sadar ya meneteskan air mata nya
"ya sudah jangan menangis lagi bersiaplah untuk pergi ke sekolah dan sarapan jangan lupa belajar yang rajin ya kakak sayang kamu " ucap Reza sambil mengusap pipi Mila yang basah karena air mata
Reza tidak ingin melihat adik ke sayangan nya menangis dan menerima penderitaan ini tetapi Reza tidak bisa apa apa hanya bisa berdoa dan menyemangati adik nya agar tetap tersenyum dan jangan bersedih
tapi ada alasan nya mengapa kedua orang tua mila ingin segera menikah kamu putri kandung nya kepada anak dari rekan kerja nya sekaligus sahabat kecil nya dulu begitupun sahabat dari orangtua mila berharap agar putranya bisa berubah setelah ia menikah bagi keluarga kebahagiaan putra dan putri mereka sangat diutamakan walaupun mereka salah dalam menjatuhkan kedua hati yang saling tidak mengenal satu sama lain
bagi mereka cinta bisa datang sendiri asal keduanya mau berusaha untuk mendapatkan cinta itu sendiri walaupun sifat Aldo yang selalu dingin dan tidak pernah menunjukan ekspresi wajahnya yang bahagia tetapi di dalam hatinya aldo menyayangi kedua orang tua nya dan kakak kandung nya tapi untuk berkomunikasi dengan orang lain aldo menjaga jarak
***
***
***
setelah mila berada di kelas iya termenung memikirkan perkataan dari sang kakak pagi tadi apakah benar dia bisa menjadi seorang istri yang sempurna dan bisa hidup bahagia bersama pria yang tidak dicintai nya
bagaimana kalau kebalikannya terjadi dia tidak bahagia dan malam menderita menikah dengan pilihan kedua orang tuanya tapi bagi mila ia tidak ingin mengecewakan orang yang paling disayang yang sudah merawat dia dari kecil hingga sekarang
" aku akan coba terima keputusan dari ayah dan ibu untuk menikahi pria batu es itu " ucap Mila dalam hati
walaupun rasanya sangat berat Mila berusaha tegar menghadapi semua cobaan yang sedang di hadapi nya
ia tidak menyangka akan menjadi seorang istri dalam usia muda dan menikahi pria yang tidak dicintainya
" jes gimana kalau kita bantu buat hibur mila, biar supaya dia tidak terbebani oleh pernikahan terpaksa ini " ucap Nadira merasa kasihan atas penderitaan sahabat nya itu
" iya kita akan membantu untuk menghibur Mila supaya dia tidak bersedih lagi karena memang cobaan dia terlalu berat harus menikah muda di usia nya yang belum genap 20 tahun " ucap Jesi
mereka andalan jessy intan nadira dan pika mencari keberadaan Mila areal kantin karena tidak menemuinya di kelas tadi setelah jam istirahat mereka juga tidak melihat di kelas
" kemana mila ya woy " ucap Jesi khawatir
" sedari tadi gue lihat di kelas nggak ada dia apa dia nggak masuk sekolah ya " ucap intan
" dia masuk kok aku melihatnya tadi pas waktu istirahat dia sedang termenung di kelas " ucap Nadira
" tapi gue kok nggak liat tadi ya " ucap intan yang sedang memikirkan sesuatu
sementara Fika Masi asik memainkan ponsel nya dan menghubungi Mila berkali kali tapi tidak di angkat
" hei tunggu sebentar apa kami boleh bertanya , apa kalian nampak Mila " tanya Fika penasaran
" lihat si tadi di areal perpustakaan sedang baca buku bersama seorang pria " ucap gadis itu jujur
__ADS_1
" apa siapa dia " tanya Nadira atusias
" kami tidak melihat langsung ,kami hanya melihat dari belakang " ucap gadis itu sambil pergi meninggalkan Fika , intan ,Nadira , dan Jesi