Terpaksa Menikahi Pria Dingin

Terpaksa Menikahi Pria Dingin
bab 31


__ADS_3

kabar tentang penyakit yang di derita oleh mama risa cukup mengejut kan semua anggota keluarga Sanjaya, terutama papa Rudi . papa Rudi adalah lelaki yang sangat mencintai istri nya . dia tidak sungkan sungkan menunjuk kan betapa besar nya cinta nya untuk seorang istri .


karena rasa khawatir nya terhadap istri nya Risa itu .


di usia yang sudah tidak lagi muda, impian papa Rudi adalah hidup bahagia bersama anak, mantu dan cucu cucu nya kelak itu ada lah impian setiap orang tua . namun harapan pupus karena mendengar kalau istri nya mengalami penyakit yang menurut nya berbahaya , mama risa istri yang paling di sayang Rudi kini di vonis dokter menderita kanker payudara. penyakit yang tidak pernah ia bayang kan sama sekali


beruntung karena mama risa memberitahu nya tidak terlambat , papa Rudi dan seluruh anggota keluarga sangat mencemas kan keadaan istri nya itu .


sehingga papa Rudi bisa bertindak cepat untuk mencari kan dokter terbaik untuk kesembuhan sang istri tercinta . papa Rudi hanya ingin mama risa sembuh dan hidup bersama nya sampai di usia tua nya kalau masalah tentang biaya ia tidak memikir kan nya yang terpenting kesehatan istri nya Nomor satu .


kata seorang motivator ,


orang sehat impian nya banyak , sedang kan orang sakit impian nya hanya satu yaitu hanya ingin sembuh dan bisa berkumpul kembali dengan keluarga tercinta nya .


namun hal itu tidak lah berlalu untuk mama risa , melihat betapa terpukul nya Aldo dan juga Mila mendengar penyakit itu , ia pun tak ingin melewat kan kesempatan ini untuk membuat anak dan menantu nya untuk saling mendekat kan diri mungkin dengan cara ini mama risa bisa mendekat kan ke dua insan itu untuk bersatu .


dengan sakit nya mama risa , mama risa bisa membujuk seorang Aldo yang hati nya sungguh sangat keras , memang kan setiap musibah itu ada hikmah nya , dan ini mungkin salah satu hikmah mama risa , bisa meminta sesuatu yang sulit dari Aldo .


masih di ruang keluarga , Mila terus menangis memeluk mama risa sedih , sedang kan papa Rudi sibuk menelpon Bagas supaya segera pulang .


karena sore nanti papa Rudi langsung beranjak pergi ke luar negeri untuk mengajak sang istri berobat agar lekas sembuh nanti nya ia tidak ingin membuang buang waktu lagi apa lagi ini untuk kesembuhan istri tercinta nya itu..


" do ...tolong hubungi kakak mu ya suruh dia segera pulang ya do " ucap papa Rudi


" sudah pa cuman kakak gak aktip , tapi uda aku kirim pesan kok , mudah mudahan kakak akan segera pulang pa " ucap Aldo


" ya sudah nanti juga ia pulang paling lagi di kantor , nanti papa hubungi sekertaris papa untuk minta tolong agar kakak mu segera pulang " ucap papa Rudi


" tapi kan mas harus hubungi kak Bagas biar kak Bagas cepet pulang " ucap Mila memberi saran


" kau tidak usa banyak bicara kau tidak tau apa apa , kau masih anak kecil jadi kau gak bakal tau gimana sibuk nya orang kerja di kantor itu "


ucap Aldo kesal dengan istri nya itu


" cih , dasar aku kan cuman memberi saran kalau di terima ya syukur kalau gak ya gak papa , gitu aja repot . aku memang masih anak kecil aku belum dewasa , tapi ingat anak kecil seperti ku bisa membuat anak kecil tau kamu " ucap Mila geram dan menekan kan kata anak kecil .


" dasar alien menyebal kan " umpat aldo kesal


" selalu saja mengumpat aku , gak mau gitu menimpali omongan aku ....misal bilang ya , ya udah yuk mil ... kita praktekan buat anak kecil gitu kek kan enak " ucap Mila sambil mencebikkan bibir nya .


" gak tau malu bicara seenak nya saja " ucap Aldo


" biar kan saja Weee ! " ucap dengan menjulurkan lidah nya mengejek sang suami


" dasar tidak tau sopan santun sedikit dengan suami , kukutuk jadi perkedel baru tau rasa lu durhaka banget sama suami " ucap Aldo tersenyum dan langsung mencium kening sang istri


sementara yang sedang di cium hanya bengong dan merasa heran kenapa Aldo bisa


" hahaha ...." tawa mama risa dan papa Rudi begitu saja , suasana sedih tadi menjadi tawa mendengar ocehan dari anak sahabat nya itu yang kini telah menjadi menantu nya .


" bagi ku kamu hanya seorang anak kecil yang tidak tau apa apa , dan soal tadi jangan gr kamu kalau aku cium hanya tidak sengaja saja tadi tuh , dan jangan pernah kau berharap lebih ke pada ku ingat itu " ucap Aldo tegas .


deg !

__ADS_1


" Aldo !" mama risa meninggi kan suara nya .


" oke fine , kita lihat saja ...sampai kamu mau bertahan melihat aku sebagai anak kecil ? karena tidak akan lama .aku pasti kan kamu akan melihat ku kelak sebagai wanita yang berstatus istri kamu !" kata Mila dengan penuh penekanan , Aldo hanya bisa menggeleng kan kepala nya dengan tatapan meremeh kan sang istri .


" Mila permisih kembali ke kamar dulu ya ma , pah " ucap Mila langsung berdiri dan berjalan meninggalkan suami nya dan mertua nya menaiki tangga .


***


***


***


Aldo hanya bisa diam menatap ke arah lain .ketika ke dua orang tua nya duduk di hadap nya menatap nya dengan penuh harap .


terlahir sebagai lelaki cerdas , secara logika namun minum kalo menyangkut soal perasaan ,berbeda dengan Bagas yang bisa memahami perasaan ,Aldo sudah bisa memprediksi apa yang akan orang tua nya bicara kan. ya inti nya pasti tidak akan jauh jauh dari hubungan nya dengan Mila .


" do .... mama " ucap mama risa gugup


" mama jangan pernah meminta ku untuk meng nganggap dia seprti istri aku mah , dia itu belum dewasa dia itu masih bocah belum bisa berpikir layak nya seorang istri yang mematuhi suami nya , bahkan umur nya pun masih di bawah aku mah " ucap Aldo tegas memotong ucapan mama risa .


" hei do ... jaga ucapan mu itu do ! apa selama ini papa ngajarin kamu untuk menyela ucapan orang lain , apa lagi ucapan mama kamu sendiri , kamu kan tau kalau mama mu sekarang ini lagi sakit harus nya kamu menghibur nya bukan malah membentak nya seperti tadi , papa gak suka saat orang lain berbicara belum selesai sudah kamu potong omongan nya " ucap papa Rudi dengan nada tinggi dan penuh penekanan .


"sudah donk mas yang sabar menghadapi nya , jangan pakai emosi ya mas lagi pula kan memang begitu kelakuan nya " ucap mama risa Dan mengusap lembut lengan suami nya .


cih , gara gara Mila , Aldo di tampar papa Rudi papa yang selama ini iya sayangi , dan gara gara Mila pula Aldo di bentak oleh papa nya sendiri .


" Aldo mama minta maaf ya , karena mama meminta kamu untuk menikahi Mila .


mama hanya berpikir kalau di sisa umur mama yang sudah di vonis dokter , mama cuman ingin melihat kamu bahagia dan mama juga ingin segera meminang cucu dari mu dan juga mama juga ingin melihat Bagas menikah dan memberi kan mama cucu " ucap mama risa dengan nada lembut dan memohon


" lalu kenapa kamu menerima menikahi nya "? ucap papa Rudi menatap tajam .


" aku menerima nya karena emosi , karena papa dan mama tiba tiba menjodohbkan ku " ucap aldo


" dasar kamu bodoh " decak papa Rudi


" nak seorang ibu yang paham dan memprioritas kan kebahagian anak nya akan tau mana yang terbaik untuk anak nya dan mana yang tidak terbaik untuk anak nya .seperti hal nya menikah kan mu dengan Mila itu yang menurut kami terbaik nak .dan untuk masalah cinta mama yakin kalian bisa melewati nya bersama sama dengan penuh rasa bahagia bahkan cinta itu akan datang sendiri nya kalau kalian sering ke temu " ucap mama risa tersenyum .


" jadi maksud mama aku tidak boleh mencntai Bahkan memiliki ajora untuk pendamping hidup ku mam ,! mama kan tau dari dulu aku mencintai ajora mah sejak kami kecil pun kami sudah bersama sama " ucap Aldo sedih


" mama sangat tau kalau kalian itu saling mencintai tapi kan lihat coba sekarang apa ada dia disisi kamu saat kamu terpuruk begini . liat kabar dia pun tidak ada kan sampai sekarang apa itu yang di nama kan cinta " ucap mama risa


Aldo hanya bisa terdiam lagi pula kalo pun ia menjawab pertanyaan mama nya , semua yang di kata kan oleh mama nya memang benar mereka sudah sangat lama tidak menjalin komunikasi lagi


" nak sekarang kan kamu sudah menikah dengan Mila , jadi coba lah untuk mencintai nya dan coba lah untuk menerima nya sebagai istri mu, mama yakin kalau kalian bisa saling mencintai satu sama lain walau pun itu butuh proses nak " ucap mama risa


" itu tidak akan pernah terjadi mah ... aku tidak ingin mengganti kan posisi ajora di hati ku . untuk selama lama nya , dan aku tidak ingin ada yang mengganti kan nya di hati aku mam ?' aku sangat yakin pasti kalau ia sudah menyelesai kan pendidikan nya ia pasti akan pulang menemui ku dan kami pasti langsung menikah ma dan segera mungkin memberi kan mama cucu " ucap Aldo tegas .


" kamu sangat keterlaluan do " bentak papa Rudi yang hendak menampar anak nya .namun papa Rudi mencoba untuk menahan emosi nya dan harus bersikap sabar terhadap sang putra


" ayo tampar aku lagi pah , ayo tampar aku pah , gara gara bocah gak jelas itu kemarin papa tampar aku kan . tampar aja lagi pa biar papa puas ! karena kalian sebagai orang tua tidak mengerti bagaimana perasaan ku kalian gak bisa adil . hanya karena mama dan papa mengingin kan cucu aku yang kalian korban kan itu semua tidak adil buat ku , kenapa bukan kak Bagas saja yang mama dan papa paksa buat menikah kenapa harus aku , kenapa " ucap Aldo tegas .


papa Rudi hanya bisa diam dan tidak bisa berbicara apa apa

__ADS_1


" mama tidak tau harus bicara gimana lagi sama kamu nak , laku kan lah apa yang ingin kamu laku kan , laku kan lah selagi mama masih hidup dan bisa melihat segala apa yang kamu ingin perbuat , jika kamu tetap keras kepala seperti ini ! bukan hanya kanker yang bisa buat mama tiada . tapi segala sikap kamu yang tidak mau mengalah sedikit pun dan tidak mau membuka hati kamu untuk istri kamu sekarang " ucap mama risa langsung pergi meninggal kan kedua nya .


" sayang ... jangan bicara begitu papa yakin kamu pasti akan sembuh kok , yang terpenting kita berusaha dan berdoa saja " panggil papa Rudi .


" Aldo , papa peringat kan ya sama kamu , jika sampai kondisi mama kamu makin memburuk karena kamu membuat nya kepikran , jangan harap papa akan memaafkan mu ya ". ucap papa Rudi penuh dengan penekanan


di ruang keluarga hanya tinggal Aldo sendiri , mata Aldo berkaca kaca .dalam lubuk hati nya yang terdalam dia tidak ingin menyakiti hati mama kesangan nya itu , namun ia juga tidak mungkin mengingkari janji nya terhadap ajora untuk membina rumah tangga bersama dengan nya .


aldo memilih untuk keluar sebentar sebelum orang tua nya pergi ke luar negeri , tempat tujuan nya adalah apartemen milik firman sepupu nya itu . sepupu nya yang otak nya 180°. namun selalu memberi kan solusi yang tepat untuk Aldo .


" Aldo segera kembali ke kamar untuk mengambil kunci mobil nya dan ponsel nya .


ceklek


" milaaaaaaa !" teriak Aldo yang tidak bisa santuy melihat apa yang terjadi dengan istri nya itu .


spontan teriak kan Aldo membuat Jihan dan Mila yang tengah asyik mengerja kan sesuatu itu menutup telinga nya rapat rapat .


" hei kenapa kamu ada di kamar aku " ucap Aldo kaget melihat sepupu nya tiba tiba ada di kamar nya .


" cih , aku akan mau temenani besok kan om dan Tante berangkat ke luar negeri , dan aku berkenalan dengan istri kakak nih " ucap Jihan


" kakak pun teriak teriak gak bisa apa gitu pelan sedikit ngomong nya " ucap Jihan kesal .


" jihan ! keluar dari kamar aku sekarang juga .. " perintah Aldo


" tah ... jangan dong mas kan belum kelar ... " ucap Mila menahan tangan Jihan .


" Jihan keluar " ucap Aldo dengan penuh penekanan , wajah Aldo benar benar sudah memerah dan emosi .


udah dari bawah emosi karena obrolan nya dengan papa Rudi dan nama risa, sampai kamar malah di bikin emosi lagi .


"dasar kakak nyebelin tukang marah marah gak jelas cepat tua baru tau rasa " ucap Jihan langsung beranjak pergi sedang kan Mila beringsut mencari selimut tebal untuk menutupi tubuh nya yang hanya memakai bikini .


" besok kita lanjut kan lagi ya kak " ucap Jihan menaik kan kedua alis nya pada Mila tanda sebuah konkalikong terjadi .


setelah Jihan keluar


" ngapain kamu masih diam di situ ?" bentak Aldo dengan tatapan tajam pada Mila .


" terus di mana di hati kamu kan gak mungkin kan ?" Mila menjawab dengan santai nya sambil menyadar kan kepala nya di ranjang menatap suami nya yang sudah berkacak pinggang menghadap nya .


" cepat segera beres kan kamar nya , ganti seprei nya ! saya tidak mau kamar saya berantakan apa lagi bau bunga melati seperti ini .


" tolong kamu catat ya , suami ku sayang yang sangat tampan ...ini kamar kita bukan hanya kamar kamu , tapi ini adalah KAMAR KITA , kamu dan aku menjadi kita " ucap Mila lagi lagi dengan nada centil nya


" cepat segera beres kan! dan satu lagi pakai lah pakaian yang sopan jangan berpakaian yang kurang bahan begitu " ucap Aldo kesal


" aduh mas orang tadi kita mau luluran kok .masak mau pakek gamis terus yang di lulurin apa nya donk gamis nya yang di lulurin kan gak lucu " ucap Mila .


" saya tidak mau tau ,cepat beres kan semua nya dan buat aroma melati ini hilang dari kamar ini saya tidak suka bau nya . " perintah nya lagi dengan gaya bossy .


" keluar dulu , aku mau pake baju dulu " .ucap Mila

__ADS_1


"siapa kamu berani berani nya menyuruh saya ?" Aldo memberi tatapan yang menantang pada Mila


__ADS_2