Terpaksa Menikahi Pria Dingin

Terpaksa Menikahi Pria Dingin
bab 19


__ADS_3

Aldo segera keluar dari kamar untuk sarapan pagi bersama di tempat mertua nya itu


" pagi semua nya " ucap Aldo menyapa semua orang yang sedang berada di meja makan


" pagi nak silakan duduk nak " ucap Kevin mempersila kan Aldo untuk segera sarapan


" lama banget kau di kamar Uda lapar nih , emang nya kau ngapain aja sih di kamar tuh " ucap Reza kesal melihat tingkah laku adik ipar nya itu


" kenapa nya kakak ini ribut kali dari tadi , kalo memang kakak sudah lapar ngapain harus nunggu mas Aldo makan " ucap Mila sambil mengambil piring yang sedang di pegang aldo


" biar Mila ambil kan mas " ucap Mila yang masih senantiasa menatap Aldo dan Tersenyum ramah


" tidak usa aku bisa sendiri " ucap Aldo yang menghalangi Mila buat mengambil piring dari tangannya


" biar kan saja nak lagi pula kan itu memang tugas Mila sebagai istri mu " ucap Irma menasehati Aldo


" ia deh Bu " ucap Aldo yang memaksa kan untuk tersenyum


mereka makan dengan lahap kecuali Mila yang seperti tidak selera makan nya dan mereka tidak ada yang berbicara saat makan, hanya detingan suara garpu saja yang terdengar .


"Bu besok aku sekolah kan Bu " ucap Mila tersenyum


" jangan donk nak lagi pula kan kamu pengantin baru dan sudah ibu minta izin pada ke sekolah mu untuk beberapa hari ini kamu gak masuk sekolah dulu " ucap Irma tersenyum


" kalian apa gak ada niatan gitu nak buat bulan madu " ucap Kevin tiba tiba


dan membuat Mila dan Aldo terkejut dan sampai tersedak


" maaf maaf ayah gak berniat bahas itu di saat makan begini " ucap kevin meminta maaf


" hufss kalau gitu aku pigi dulu ya Bu , ayah


Aldo jaga adik ku dengan baik ya , ingat kalau sampai kau buat dia sedih kau akan berurusan dengan ku " ucap reza mengingat kan Aldo


" iya kak pasti aku jaga kok kan memang Uda tanggung jawab ku kok untuk menjaga Mila " ucap Aldo sambil tersenyum rama kepada Reza


***


***


***

__ADS_1


" ayah , ibu aku berniat untuk mengajak Mila tinggal di apartemen ku Bu ,karena aku ingin hidup mandiri dan ingin tinggal berdua dengan istri ku , ya kan sayang " ucap Aldo Rama dan tersenyum ke pada ke dua mertua nya itu


" ehh iya mas, " ucap Mila gugup


sebener nya Mila tidak siap untuk hidup berdua dengan Aldo dia takut kalau Aldo akan memukul nya dan melakukan kdrt


" ohw gitu ya tapi kan gak sebaik nya kalian tinggal disini aja atau tinggal di rumah kamu nak ,lagi pula kan ini rumah kalian juga " ucap Irma yang tidak rela lihat putri nya tinggal berdua dengan Aldo


" biar kan saja lah Bu lagi pula kan apartemen Aldo dekat dari sini kita bisa kunjungi setiap saat , dan mereka kan harus hidup mandiri dan biar supaya mereka bisa menjalani rumah tangga mereka suka maupun duka nanti nya , tetapi kalau kalian ingin tinggal di rumah ini juga gak apa apa kok rumah ini terbuka untuk kalian kok " ucap Kevin menasehati istri nya itu .


Aldo yang mendapat kan lampu hijau dari ayah mertua nya sangat senang sekali karena kalau ia tinggal di apartemen dia bisa se suka nya mengatur Mila dan tidak harus ber pura pura romantis dengan Mila ia sangat lah muak jika harus bersikap manis terhadap Mila


" mila nak jadi gimana apa kamu ingin pindah rumah dan mau tinggal di apartemen suami kamu nak " ucap Irma


" ehhh mi Mila ikut apa kata mas aldo aja Bu , lagi pula kan Mila harus patuh sama suami Mila Bu


apa pun yang di kehendaki suami Mila pasti itu yang terbaik untuk keluarga kecil Mila nanti nya " ucap Mila yang menetes kan air mata nya


" eh kamu kenapa kok nangis sayang " ucap Aldo dan mengusap air mata Mila dengan lembut


" iya kenapa kamu nangis nak " ucap Irma khawatir


" kalau kamu gak ingin pindah tidak apa apa kita akan tinggal disini atau tinggal di rumah mama " ucap Aldo yang memasang wajah datar nya ia sudah sangat capek ber perilaku seperti ini apa lagi saat di Rinya memanggil Mila dengan srbutan sayang


ia tau kalau Aldo hanya berpura pura saja berperilaku seperti itu terhadap nya , karena saat ini Aldo sedang lah bersama dengan ke dua mertua nya itu


" ayah , ibu aku keluar sebentar ya Bu ada sedikit masalah di kantor Bu " ucap Aldo


" apa kenapa harus kamu yang turun ke kantor lagi pula kan kamu masih sekolah nak , kan bisa asisten mu lagi pula ini masih masa pengantin baru Lo " ucap Kevin serius


" iya sih yah aku akan tetap sekolah dan akan tetap lanjut kan sekolah ku tapi aku harus belajar buat ngurus kantor papa yah. aku kan sekarang bukan lagi seorang pelajar lagi aku kan sudah punya istri dan kewajiban ku menafkahi istri ku nanti nya " ucap Aldo dan tersenyum sinis melihat ke arah Mila ia merasa tidak suka dengan kehadiran Mila di sisi nya .


" bagus banget tuh nak ayah suka dengan pemikiran mu yang dewasa walaupun umur mu masih muda tapi pikiran mu sudah dewasa ayah tidak salah pilih menjadi kan mu sebagai menantu kami " ucap Kevin bangga dengan menantu nya itu


" hmmm bersiap siap lah kau , kau harus membayar semua ini kau telah menjatuh kan harga diri Aldo Sanjaya di depan orang tua mu setelah sampai di apartemen nanti nya kau akan tau siapa sebenar nya Aldo Sanjaya ini " ucap Aldo dan menatap sinis ke arah Mila


" jadi kapan kalian akan pindah nak " ucap Irma bertanya


"bsok kami akan menginap dulu di rumah mama Bu dan lusa mungkin kami akan pindah ke apartemen dan akan mulai hidup kami yang baru " ucap Aldo


" tapi mas aku kan be ,,langsung di potong oleh aldo

__ADS_1


" sayang " ucap Aldo yang penuh dengan penekanan yang sangat jelas sekali


" baik lah aku akan ikut kemana mas Aldo pergi Bu dan patuh sama mas Aldo Bu " ucap Mila yang ingin menangis karena ia pasti akan di siksa di apartemen Aldo tapi ia tidak ingin menunjukan kalau ia tidak bahagia dengan Aldo


" Bu aku ke kamar Luan ya Bu " ucap Mila dan langsung beranjak ingin pergi tapi tiba tiba saja tangan Mila di cekal oleh aldo dan tiba tiba Aldo memeluk Mila dan berbisik


" kau jangan pernah mimpi untuk jadi istri Aldo Sanjaya perlakuan ku tadi hanya untuk menghormati ayah dan ibu mu bukan untuk mengagumi mu sebagai istri ku cam kan itu " ucap Aldo berbisik dan meniup telinga Mila


" oy oy ada kami di sini Lo " ucap Kevin berdehem.


" hehehe maaf ya cuman kangen aja kan aku mau keluar ke kantor jadi rasa nya kangen gitu sama istri yah " ucap Aldo tersenyum


" oawalah lah dasar pengantin baru gak bisa jauh jauh ya " ucap Kevin


"kalau gitu aku permisi ya Bu, yah , kamu jangan ke capean ya istirahat lah mungkin aku akan malam pulang nya , jangan menunggu ya kalau sudah ngantuk " ucap Aldo mencium kening Mila dan Mila membalas mencium tangan Aldo


" mereka sangat serasi ya Bu , serasi banget " ucap Kevin senang


***


***


***


Mila pun masuk ke kamar sedang kan Aldo pergi ke se buah taman tempat di mana mereka sudah membuat janji


" bos maaf kan kami bos kami tidak berhasil menculik nya" ucap kepala preman


" dasar bodoh menculik gadis manja gitu saja tidak bisa kalian laku kan , percuma gelar preman kalian ini hanya di tugas kan menculik satu orang saja kalian lemah banget " ucap Aldo sambil membogem pipi kiri kepala preman tersebut


" bukan gitu bos kami sudah berusaha tapi gadis itu tidak keluar rumah bahkan waktu pulang sekolah pun dia tidak lewat hanya teman teman nya saja yang terlihat bos " ucap kepala preman sambil memegang pipi nya itu


" apa kalian pertama kali menjadi prman di kota ini , kalian bisa menculik salah satu sahabat nya dan menelpon nya agar menemui sahabat nya , atau kalian menyelinap masuk ke rumah bikin ke rusuhan supaya gadis itu ke luar rumah kan , saya membayar kalian cukup tinggi Lo karena saya percaya dan sangat yakin dengan kalian tapi apa nyata nya kalian sama aja dengan sampah " ucap yang sangat kesal akan rencana nya yang ia susun rapi akhir nya gagal total akibat ke bodohan preman bayaran nya itu tau begitu ia sendiri yang akan turun tangan untuk masalah ini namun ia tidak bisa berbuat apa apa lagi sekarang nasi sudah menjadi bubur


mereka hanya tunduk dan terdiam tidak bisa menjawab pertanyaan yang Aldo berika pada mereka dari pada mereka kena hajar lagi , mereka juga merasa bersalah dan kenapa mereka gampang sekali untuk menyerah begitu saja .


" jadi bos apa yang bisa kami laku kan bos sekarang " ucap kepala preman itu


" tidak ada , saya akan panggil kalian jika saya butuh nanti , kalian belum bekerja saja sudah minta bayaran tinggi ini gagal pun mau minta bayaran kalian dasar tidak berguna tidak bisa di andal kan kalian ini " ucap Aldo kesal dan melempar kan amplop tipis ke arah wajah prman itu


" makasih banyak bos kami akan senantiasa mengikuti apa yang bos kata kan dan bos printah kan ke pada kami bos tidak perlu sungkan terhadap kami bos , kalau bos ada masalah hubungi kami saja kami tidak akan meminta bayaran bos " ucap kepala prman tersebut dengan hormat terhadap Aldo

__ADS_1


Aldo pun bergegas untuk pergi dan meninggalkan kelompok para preman yang di anggap nya tidak berguna


__ADS_2