Terpaksa Menikahi Pria Dingin

Terpaksa Menikahi Pria Dingin
bab 60


__ADS_3

telinga Fika bergeming, gadis itu mengerang dengan suara serak yang tertahan di tenggorokan nya , samar di depan nya bunyi gemericik bunyi gemericik di samping kanan . ia menajam kan telinga .mata nya masih terasa berat untuk di buka .


Fika menarik nafas dengan dalam .mengumpul kan energi dan konsentrasi .ia mengerjap pelan ,bulu bulu mata nya bergetar ketika bergerak naik .silau , repleks , gadis itu mencoba mengang Kat tangan untuk menghalau cahaya yang menyakiti pupil nya .sial nya pergelangan tangan nya tersetak kuat setelah terangkat beberapa senti meter .


" AW .... " Fika mengerang pelan saat jemari nya menghantam ranjang .rupa nya ke dua tangan nya di ikat ke ranjang .ia berusaha membuka mata dan melihat ke bawah dan mengangkat kaki nya bebas tidak terikat .


gadis itu menajam kan penglihatan nya , lalu berusaha melihat ke sisi kanan dan kiri , ruangan itu terihal cukup sangat luas , meski pun tidak terbilang mewah , hanya ada meja dan juga kursi tua di dekat jendela yang searah dengan kaki nya .satu buah lemari putih di sebelah kiri dan sebuah pintu yang terlihat seperti kamar mandi umum atau pun pintu keluar .


cahaya di luar masih sangat lah cukup terang tapi mengapa lampu masih tetap di nyalah kan .


gadis itu menoleh cepat ketika suara gese kan besi dengan lantai kembali terdengar dari bagian atas kepala nya , ia mendongak , mendapati seseorang pria yang memakai topeng hitam sedang sibuk melaku kan sesuatu sekitar dua meter dari tempat nya terbaring .


jantung Fika berdentan dengan .tanpa di beri tau pun ia sudah mengira apa yang sedang akan terjadi .gadis itu berusaha untuk mencoba menarik tangan nya lagi .tetapi simpul simpul di pergelangan nya terlalu sangat lah kuat . rasa perih dan panas menjalar ketika tali pengikat menggesek permukaan kulit nya yang halus dan lembut .


" apa yang ingin kau laku kan " tanya Fika ketika pria itu membalik kan tubuh dan berjalan ke arah nya .


tenggorok kan Fika terasa sangat kering dan perih .apa yang sudah di laku kan pria itu terhadap nya apa lagi saat ini ia sedang hamil muda .Fika bertanya tanya pada diri nya sendiri . mengapa otot nya terasa lemas , apa kah pria tersebut menyuntik kan sesuatu terhadap nya sesuatu ketika dia tidak sadar kan diri .


pria itu tidak menjawab , ia hanya berdiri di tepi ranjang dan diam di sana , tidak melaku kan apa apa , hanya diam dan mengamati Fika dengan ekpresi di balik topeng nya itu .


Fika merasa gelisah , ia berusaha mengatur tari kan nafas nya agar tidak membuat gera kan dada nya yang naik turun dan tidak terlalu terlihat . kini ia sungguh menyesal berpergian dengan mengguna kan mide dress .benar benar sangat lah sial bagi nya .


" apa yang kau laku kan " ulang Fika , hawa di ruangan ini membuat nya merasa sangat lah gelisah .


ceklekk .


Fika tersentak ketika pintu di sisi kanan nya berderit ketika terbuka , dua orang pria bertopeng hitam masuk ke dalam ruangan , mereka sibuk memasang sesuatu yang terlihat seperti handycam pada sebuah tripod . Fika kembali terbelalak saat seorang pria yang sangat ia kenal masuk tak lama kemudian .


" kau "

__ADS_1


gadis itu melotot dan terkejut .meski ia sudah menduka siapa dalang di balik semua ini , terap saja ia masih terkejut ke Tika melihat Deri muncul dengan cara seperti itu ." breng**k maki nya dengan penuh amarah .


Deri terkekeh puas , " maki lah aku sepuas mu karena setelah ini ... hanya ******* e**tis yang akan keluar dari mulut mu itu cantik " ujar pria itu seraya mendekati Fika


Fika mendengus dan menatap Deri dengan tatapan mengejek , " terus lah kau bermimpi , aku tidak akan Sudi , apa lagi harus bersama mu " ucap nya dengan penuh permusuhan dan juga rasa takut yang membawa bagaimana kalau Deri mantan kekasih nya itu berbuat sesuatu terhadap nya.


" hehehe ... aku suka gadis pembang kang seperti diri mu , biasa nya mereka menjerit lebih kencang " bisik Deri seraya mengusap bibir Fika perlahan dengan ibu jari nya .


" singkir kan tangan busuk mu itu , membuat ku merasa mual saja , kau tak pantas menyentuh ku hanya suami ku yang boleh menyentuh ku , kau cam itu " " desis Fika , ia benar benar ingin sekali bangun dan menghajar pria mesum di depan nya itu mengapa ia bisa sampai kenal dengan pria sebejat ini dan mengapa juga ia dulu sempat mencintai pria semacam ini .


""stttt , tenang lah sayang , hemat hemat lah tenaga mu , ingat sayang waktu kita masih panjang sayang , balas Deri lalu kembali terkekeh kekeh hingga kepala nya mendongak .


ia berhenti tepat di dekat kepala Fika , menunduk dan mengusap pipi gadis itu ." beri kan teriak kan terbaik mu sayang , karena suami mu itu dan juga papa mu akan melihat dan menyaksi kan siaran langsung .


" apa maksud mu menyaksi kan ? jangan macam macam kamu suami ku dan juga keluarga ku akan mencari ku dan membinasah kan Mu " ucap Fika dengan geram nya .


" cantik juga ternyata menantu keluarga Rahardian ini , bisa kita jadi kan alat pem**s na*su " ucap pria tersebut .


" benar sekali itu tetapi aku yang akan mencoba nya terlebih dahulu " ucap Deri .


" baik lah , aku mengalah , yang terpenting aku bisa membalas kan dendam ku terhadap keluarga Rahardian ." ucap pria tersebut dengan sombong nya .


" jangan berani benari nya kalian menyentuh ku ya atau kalian akan menyesal seumur hidup nanti nya " ucap Fika yang mulai takut akan apa yang akan ke dua pria tersebut laku kan terhadap nya .


Deri menjentik kan jari nya pada pengawal yang sudah selesi masang handycamp .


Fika menatap tripod yang berjarak sekitar tiga meter di sebelah kiri nya dengan cemas .tiga orang pengawal yang memakai topeng hitam masih berada dalam ruangan. dari orang mengoperasi kan handycam, satu orang berada di dekat pintu , sedang kan satu lagi berada di belakang Deri .


" psikopat gila itu tidak mungkin berniat melaku kan hal itu di depan ku di depan para pengawal nya ,atau jangan jangan ia memang akan melaku kan nya di depan para pengawal nya emang benar gila nih sih mantan . ini lagi siapa pria ini kenapa ia menatap ku seperti itu " ucap Fika dalam hati .

__ADS_1


gadis itu berusaha memejam kan mata dan berusaha kemungkinan terburuk yang bisa di laku kan olehantan nya itu .ia tidak mau memikir kan nya tidak mau juga menduga duga .juga tidak mau juga diam dan pasrah , ia kembali membuka mata dan menperhati kan pengawal di belakang Deri .ada sepucuk colt m45A1 terselip di pinggang pria itu , dan ia pernah belajar ilmu bela diri dan berbagai macam senjata jadi ia tau senjata apa apa saja .


" tenang lah aku akan melaku kan nya dengan sangat lah perlahan ,ujar Deri dengan ekspresi penuh arti ,sangat lah lembut sampai kau yang akan memohon terhadap ku agar aku jangan berhenti " lanjut nya seraya menj**at bibir .


Fika merasa muak sekali Gus marah ," kau tidak mungkin bersungguh sungguh " kata Fika ketika melihat Deri kini hanya berjarak sekitar tiga langkah dari sisi nya .


ia sebenar nya tidak menduga Deri akan senekat ini .pria itu tampak nya benar benar telah kehilangan akan sehat nya , dendam apa yang telah membuat orang sampai senekat ini , Fika sungguh sangat lah tidak mengerti .ia tercekat ketika Deti menanggal kan jas dan memberi kan nya pada sang pengawal nya , dengan seringai licik , pria itu melonggar kan ikatan dasi nya dan juga kancing kemeja nya itu , Fika tau pria itu sengaja melaku kan nya dengan gera kan lambat agar mereka terimidasi , dan hal itu memang cukup sangat berhasil , gadis itu mulai merasa gentar ia benar benar berada di dalam posisi yang benar benar terancam .


" kenapa apa kamu pikir aku tidak bersungguh sungguh gitu menurut mu , ? mata di ganti mata , nyawa di ganti nyawa , bukan kah begitu sayang ku cinta ku "? balas Deri seraya melepas kan kancing terakhit , dada nya yang bidang dan terlihat jelas , aroma maskulin menguar di udara .


Fika menoleh kan kepala nya karena jengah , ia tidak mau merusak mata nya dengan menatap pemandangan tidak senonoh itu . lagi pula aroma parpum pria itu membuat nya merasa mual.


" huek huek .... huek ...huek ...


" Deri tolong lepas kan sebentar aku mau ke kamar mandi soal nya aku kau muntah akibat parfum mu itu " ucap Fika .


" kalau mau muntah muntah kan saja , ngapain juga harus pakai ke kamar mandi " ucap Deri tersenyum licik .


pelupuk matanya terasa sangat lah panas , ia sangat lah merindu kan suami nya itu yaitu Reza , ingin bergelung dalam peluk kan pria itu yang membuat nya merasa sangat lah nyaman , merasa di cintai , di sayangi dan juga tidak pernah kasar terhadap nya walau pun sering sekali buat Fika emosi karena Reza yang nyebelin itu , namun walau pun begitu Fika sangat lah mencintai Reza dengan setulus hati dan jiwa raga nya itu .


" kenapa kak Reza lama sekali sih , apa kak Reza belum menghubungi keluarga di rumah untuk menghubungi keluarga Rahardian atau pun keluarga Sanjaya " batin Fika dalam hati nya .


ia melirik pria yang sedang berada di belakang Deri dan pria itu membalas nya dengan senyuman man dan Fika lansung saja mengalih kan padangan nya ke tempat lain .


gadis itu mengigit bibir nya kuat kuat , ia tidak siap di permalu kan dengan cara seperti ini , lebih baik mati , ya , ia lebih memilih untuk mati dari pada harus menanggung beban ini seumur hidup .


bantu like , komen dan vote nya ya readers


semoga kalian suka ya dengan cerita author

__ADS_1


__ADS_2