
" sebaik kau ,pergi saja makan dan beristirahat lah , kalau soal Fika kami yang akan menjaga nya secara bergantian di karena kan tidak boleh terlalu banyak orang yang menjenguk nya karena itu akan mengganggu istirahat nya ." ucap Bagas menjelas kan .
" tidak perlu gas , kau memikir kan kesehatan ku , yang paling terpenting sekarang adalah kesehatan istri ku ini " ucap Reza
" tapi jika kamu sakit , istri mu juga akan sedih " ucap Bagas dan akhir nya Reza keluar ruangan dan di luar ruangan sudah ada keluarga nya yang menunggu .
" kak , aku turut berduka ya kak , dan kakak juga jangan sampai kayak gini pasti kalau Fika tau dia akan sedih kak " ucap Mila yang merangkul sang kakak .
" sudah , sudah di sini kakak yang sedang kena musibah kenapa kamu yang nangis , seperti anak kecil saja ,uhhhh" ucap Reza sambil mencubit pipi Mila dan tersenyum.
" sakit tau kak , sembarangan aja main cubit cubit , gitu donk kak senyum kan makin tambah jelek kalau senyum " ucap Mila tertawa .
" dasar adik laknat " ucap Reza yang mulai bisa terhibur dengan kecerian sang adik yang selalu bisa membuat ia selalu tersenyum .
" jadi gimana dengan Fika nak " ucap ibu Irma khawatir terhadap menantu nya itu ,
" ya , begitu lah Bu , aku Mala bingung gimana cara menjelas kan nya nanti kalau ia sudah sadar " ucap Reza yang mulai murung kembali .
" do , ayo temenin kakak cari makanan , kalian ada yang ingin pesan tidak " ucap Bagas menawar kan .
" oke ayo kak , kamu mau makan apa " ucap Aldo bertanya .
" mie goreng aja lah satu sama jus jeruk satu " ucap Mila .
" aku gak lah gas , blm laper juga " ucap Reza tiba tiba .
" sudah belikan saja gas , jangan dengar kan reza ngomong , pokok nya kmu harus mkn nak " ucap ibu Irma .
" tapi bu, aku ingin menunggu istri ku sadar " ucap Reza .
" Uda Bu , biar kan saja kalau dia memang tidak mau makan , nanti kalau lapar makan nya dia tuh ngapain harus di bujuk bujuk seperti anak kecil saja " ucap Mila .
" Mila gk boleh gitu sayang , lagi pula kakak kamu kan lagi sedih makanya nafsu makan nya berkurang " ucap mama risa .
" tapi ma "
" sudah donk kenapa kamu jadi bawel begini hemm , apa belum di kasih tadi malam ya sama Aldo maka nya kamu terus saja bawel " ucap Reza berbisik kepada Mila .
" kakak jangan gitu donk " ucap Mila .
" maka nya jangan jadi bawel donk " ucap Reza
dan tiba tiba saja seorang dokter keluar dari ruangan Fika dan menghampiri Reza dan seluruh anggota keluarga yang lain nya . sementara intan dan juga Nadira sudah hadir di rumah sakit begitu pun dengan Jesi , namun kehadiran Jesi belum di ketahui oleh Mila .
" apa disini ada keluarga pasien atas nama Fika " ucap dokter tersebut bertanya ?
" iya dok , saya sendiri , saya adalah suami nya dan ini semua adalah keluarga nya dok " ucap Reza .
" begini pak , ibu Fika sudah sadar dan ia juga sudah kami beri kan vitamin , tetapi mungkin trauma nya belum bisa di hilang kan karena fsikis nya sangat lah rentan " ucap dokter tersebut .
" baik lah Dok kalau begitu terima kasih ,saya akan menjaga istri saya dok , oiya dok kapan istri saya boleh pulang ya dok " ucap Reza .
" sebenar nya istri anda sudah boleh pulang , tetapi kalau ingin di rawat juga di sini tidak apa apa " ucap dokter tersebut menjelas kan .
" yaudah dok saya akan membawa pulang saja istri saya , mna tau klw ia berada di rumah bisa membantu nenghilang kan sedikit demi sedikit trauma nya itu .
" baik lah kalau memang itu sudah menjadi keputusan bapak , saya akan terima , dan silah kan urus biaya rumah sakit nya pak " ucap dokter tersebut .
__ADS_1
" hai mil " ucap seorang wanita dari arah belakang nya.
" hai , astaga .... Jesi , ini kamu benar Jesi kan sahabat aku " ucap Mila yang langsung memeluk sahabat nya dengan erat ia sungguh sangat lah terkejut akan kedatangan Sahabat nya itu namun di satu sisi ia sangat lah bahagia bisa di pertemu kan kembali dengan Sahabat nya yang sudah lama pergi itu mininggal kan mereka ,
" aku mohon maaf ya Mila , aku gak bisa liat kamu saat melahir kan anak anak mu " ucap Jesi sedih .
" aku pun juga sangat lah sahabat tidak berguna ,di saat Fika dan Reza menikah " ucap Jesi lagi .
" sudah donk Jes , Fika pasti mengerti dengan keadaan mu. kalau kamu menceritah kan yang sebenar nya ke pada nya ,aku yakin Fika pasti paham dengan keputusan yang kamu ambil saat itu ". ucap Nadira .
" emang nya sebenar nya apa yang terjadi , kenapa kamu tidak pernah menghubungi kami dan kenapa kamu tidak pernah cerita apa yang kamu alami , padahal nomor telepon mu setiap aku hubungi masih aktip nya hanya beberapa bulan ini saja tidak aktip lagi " ucap Mila .
" maaf kan aku mil , aku tidak ingin membebani para sahabat ku , aku tau jika aku minta bantuan kalian pasti kalian bantu , namun aku malu mil setiap aku ada masalah atau kesulitan pasti aku minta bantuan kalian sedang kan kalian waktu kesusahan aku tidak pernah bisa membantu apa apa aku.hanya bisa menjadi beban kalian saja " ucap Jesi sedih .
" kau tidak perlu sungkan dengan kami , aku kan selalu bilang apa pun yang kamu butuh kan bilang sama kami, kami akan membantu mu , kami sudah menganggap mu seperti keluarga kami sendiri " ucap intan memeluk Jesi .
" ya sudah kita temui Fika , pasti ia sangat lah senang , melihat kamu sudah kembali dan bergabung lagi bersama kami " ucap Mila merangkul bahu Jesi .
" yaudah ayok otw gais " ucap Jesi tersenyum.
" assalamualaikum besti", ucap Nadira dan intan secara bersamaan .
" waalaikum salam , Lo besti gue datang rupa nya , Lo Uda tau belum kalau Lo berdua sebentar lagi bakal jadi ante " ucap Fika mengelus perut nya yang masih datar .
" maksud nya jadi ante " ucap intan yang kurang paham dengan omongan Fika .
" ohww iya gue tau , tapi bukan nya Lo Uda gak ha ..." ucap intan dan langsung di tutup mulut intan dengan Mila .
" iya kakak ipar kami akan segera menjadi ante nanti nya " ucap Mila yang muncul tiba tiba bersama dengan Jesi .
" Lo Jesi , sini gue kangen banget sama Lo tau " ucap Fika memeluk Jesi dan memukul bahu Jesi .
" Lo punya hutang penjelasan sama kami kenapa Lo pergi meninggalkan kami begitu saja dan sekarang Lo muncul dengan tiba tiba " ucap Fika bertanya ?
" gue mohon maaf sama kalian , karena gue gak kasih kabar kalian dulu , tetapi gue laku kan ini semata mata hanya untuk membantu orang tua gue " ucap Jesi bersedih .
" orang tua gue mempunyai hutang terrhadap keluarga Brawijaya jadi orang tua gue memutuskan bahwa gue akan di nikah kan dengan putra bungsu Brawijaya untuk menilai hutang keluarga gue .maka nya sewaktu gue bercerita terhadap kalian tentang perjodohan yang gue lakukan itu adalah benar sekarang gue sudah menikah dan memiliki seorang putra " ucap Jesi sedih .
" lalu kenapa Lo gak ngundang kami waktu itu " ucap intan bertanya?
" gue memang sengaja gak undang kalian karena gue pun bingung di hari itu harus bahagia atau sedih , jangan kan kalian para keluarga gue aja banyak yang gak kami undang hanya keluarga dekat saja yang hadir di acara itu , gue merasa sangat lah terpuruk ketika gue mengetahui ternyata suami gue adalah seorang pria yang keterbelakangan mental , sebenar nya gue sedih gue gak sanggup buat ceritain ini sama kalian namun gue akan tetap cerita yang sejujur nya sama kalian , kalian tau waktu awal pernikahan gue merasa sangat tidak bahagia namun gue sempat berpikir apa kah gue harus pergi meninggalkan pria keterbelakangan mental ini , tetapi gue juga berpikir kalau gue pergi apa kah gue sanggup untuk membayar seluruh hutang keluarga gue " ucap Jesi sedih .
Jesi pun menceritah kan semua kejadian yang ia alami sampai saat ini suami nya menyayangi nya karena ia melahirkan anak untuk suami nya dan ia terus sabar dan kuat menghadapi tingkah dan prilaku suami nya itu , sampai sampai ia bisa membuat pria tersebut luluh dan mencintai nya setulus hati begitu pun dengan Jesi yang mencintai suami nya dengan penuh kasih sayang yang tak pernah tergantih kan oleh nya.
" lalu siapa nama anak kamu " ucap Mila .
" jordan Syahputra Brawijaya " ucap Jesi .
" Pasti ganteng tuh , oiya Jes apa kah kamu mau ikut mengantar kan Fika pulang ke rumah " ucap Mila .
" boleh sekalian aku ingin bertemu dengan ibu , aku Uda kangen banget sama ibu karna Uda lama gak ke temu " ucap Jesi .
" oiya ibu tadi baru aja ke mari juga ya gk terlalu lama sih sejak kamu datang, namun ibu pulang karena anak aku rewel di rumah " ucap Mila .
" oke ayok kita pulang , mari kami bantu ka " ucap intan dan Nadira secara bersamaan .
setelah mereka bersiap siap untuk mengantar Fika ke rumah akhir nya setelah beberapa jam akhir nya mereka sampai juga di Rumah Mila keluarga besar Rahardian , dan mereka di sambut meriah oleh orang rumah .
__ADS_1
" assalamualaikum " ucap Fika dan yang lain nya secara bersamaan .
" waalaikum salam nak , mari masuk , za bantu istri mu duduk " ucap ibu Irma .
" iya Bu " ucap Reza yang membantu Fika untuk duduk di sofa .
" oiya Jesi kapan kembali " ucap ibu bertanya.
" baru kemarin Bu kembali soal nya Jesi kangen sama suasana di sini makanya Jesi dan suami pulang ke rumah mama " ucap Jesi .
" ibu sendiri gimana kabar nya " ucap Jesi bertanya .
" Alhamdulillah sehat nak , " ucap ibu sambil memeluk Jesi karena ia sangat lah kangen dengan anak angkat nya itu .
" dasar manja , begitu saja nangis dasar anak cengeng sudah punya suami dan menjadi ibu juga tetap saja menangis " ucap Reza yang mencubit pipi Jesi secara tiba tiba .
" kakak. .... sakit tau biarin lah , kok kakak pula yang ribut orang aku kangen sama ibu emang nya kakak gak kangen sama ku , mentang mentang sudah dapat kan hati sahabat aku kakak lupa sama adek sendiri dari tadi kakak pun gak pernah ku dengar nanya kan kabar aku gimana " ucap Jesi cemberut seperti layak nya seorang anak kecil .
" dasar bawel , untuk apa kakak pertanya kan kabar mu orang kakak pun sudah melihat kalau kamu baik baik saja , jangan kan kabar mu kabar adik adik kakak yang sok cantik ini pun malas kakak tanya kabar nya " ucap Reza .
" tapi kalau untuk yang ini kakak sangat menyayangi nya ,karena dia adalah istri dan akan menjadi ibu dari anak anak kakak nanti nya " ucap Reza yang langsung mencium bibir Fika dan ******* nya dengan lembut.
" kakak , apa yang kakak laku kan ,kakak telah
menodai mata kami " ucap intan dan Nadira .
" oek oek oek oek .
" anak mama cup cup jangan nangis donk " ucap Mila sambil mengendong baby Kezia .
"anak anak mu berapa si mil kok banyak sekali " ucap Jesi bertanya
" ada empat Jes " ucap Mila yang sedang mengendong baby Kezia .
" what empat , maksud mu kau melahirkan anak kembar empat gitu " ucap Jesi sangat lah terkejut dengan perkataan Mila .
" iya ini anak pertama ku nama nya , nama aku Pingkan Anggraini Sanjaya ante ,
dan ini anak ke dua aku yang paling ganteng nama nya , nama aku Kenzo putra Sanjaya ante , dan yang ini anak ke tiga aku nama nya , nama ku Kenzi putra Sanjaya ante , dan ini anak bungsu aku nama nya ,nama ku Kezia Anggraini Sanjaya ante " ucap Mila yang memperkenal kan anak anak nya ke pada Jesi dengan nada seperti anak kecil .
" halo ganteng , halo cantik , imut imut banget keponakan ante ini " ucap Jesi mencium pipi gembul Kenzi
" nak , lain kali bawa suami dan anak mu kemari , ibu pingin tau gimana menantu dan cucu ibu , salah nya ayah mu lagi pergi ke luar kota jadi ayah mu tidak bisa melihat mu hadir di sini " ucap ibu yang sangat merinduh kan jesi .
" ibu ... " ucap intan dan Nadira .
" uluh uluh sini sini anak anak ibu sudah besar kapan kalian menikah seperti yang lain " ucap ibu Irma bertanya .
" aku akan segera memberih kan kabar terbaik tentang pernikahan ku Bu , sebentar lagi aku akan menikah Bu " ucap Nadira tiba tiba dan ucapan itu tentu saja membuat yang hadir di rumah itu nampak sangat lah terkejut dengan ucapan Nadira itu .
" maksud mu Ra , kau akan menikah dengan siapa , dengan siapa , hey dengan siapa " ucap intan dan Jesi yang terus mengoyang kan tubuh Nadira , sementara Nadira hanya tersenyum saja .
" iya kakak pun penasaran , kamu kan gak pernah dekat dengan laki laki lalu tiba tiba saja kamu ingin menikah , atau jangan kamu menyukai kakak ya dan ingin menjadi istri ke dua kakak ya " ucap Reza sepontan .
" habby ....... sini sini , ngomong apa tadi mau cari istri ke dua awas saja kalau sampai itu terjadi akan aku jadi kan sate kamu tau kau " ucap Pina dan menarik telinga Reza .
" iya ampun sayang " ucap Reza meminta ampun terhadap sang istri karena ia tau jika istri nya itu meeajuk maka akan susah untuk menenang kan nya .
__ADS_1
" hahah ternyata kakak takut dengan istri ya " ucap Nadira dan Jesi yang selalu mengejek Reza .
mereka pun asik bercanda gurau Serta melepas kan rasa rindu mereka karena ke hadiran Jesi di tengah tengah mereka