Terpaksa Menikahi Pria Dingin

Terpaksa Menikahi Pria Dingin
Bab 5


__ADS_3

"woy laki laki berengsek .... ucap Aldo yang


sudah menghujani laki laki itu dengan tinju


yang bertubi tubi ......


"hmmm .... oiya dimana rumah mu. udah


jangan cengeng gitu kau. ucap Aldo masih setia


dengan wajah datarnya


"ehh .. di dekat gang depan belok kanan;


ucap Mila yang masih belum berhenti menangis


setelah sampai dirumah mila..


Mila pun mepersilakan Aldo untuk masuk


"hmmm.... silakan di minum dulu pak..


sekali lagi saya terima kasih ya pak atas bantuan bapak ! ucap Mila


"iya" ucap Aldo singkat sambil minum teh


"oiya kau tinggal di rumah ini sendiri.


ucap Aldo penasaran


"gak aku Tinggal sama orang tua aku tapi


mereka lagi pergi tempat paman di Bandung.


ucap Mila


" oh" di jawab Aldo hanya ber oh doank


" yasudah yah aku permisi dulu makasih minuman nya. gak usah cengeng jadi cewek .


ucap Aldo tidak suka dengan sikap Mila


yang terus menangis dari tadi


tring ..tring ...tring ...


" assalamualaikum Bu ada apa ya Bu ..tanyak Mila penasaran


"waalaikum salam nak. kami akan pulang nanti sore dan ada yang ingin kami bicarakan sama mu nak... ucap Irma ragu ragu


"emangnya ada apa Bu apa gak bisa bicara


lewat telpon aja Bu. tanyak Mila penasaran


" gak bisa nak? ini penting banget ... ucap Bu Irma


"baik kalo gitu Bu .hati hati di jalan ya di bu. ucap Mila


" hmm .... sebenernya ibu kenapa ya kok


kayak ada yang gak beres ni" tanya Mila pada


dirinya sendiri


sementara di tempat lain wanita paruh baya


dan lelaki paruh baya sedang berdebat.


" mas apa gak terlalu cepat mas" kita untuk menikahkan mila. ucap Irma ragu ragu


" pokoknya keputusan ayah Uda bulat bu.


Mila harus menikah dengan nak aldo"


" ayah sudah berjanji pada keluarga Sanjaya untuk menikah menikah Mila dan aldo.


ucap Kevin dengan tegas


" tapi mas" ... belum sempat Irma selesai bicara


sudah dipotong oleh Kevin


" ingat ayah tidak ingin ada penolakan ok.


" dan satu lagi Mila harus menerima perjodohan ini" ucap Kevin tegas pada istrinya


" baiklah mas kalo itu udah jadi keputusan

__ADS_1


kamu aku akan ikutin. tapi mas?


jangan terlalu keras berbicara dengan Mila ya mas ... ucap Irma sambil berlutut memohon


" Uda Uda ngapain hrus bigitu.


ayah tau harus gimana bicara nya.ucap Kevin


mencoba untuk menenangkan istrinya


setelah 2 hari akhirnya orang tua Mila kembali


ke rumah Mila. tetapi Irma merasa gelisah


kalau sampai membuat putri nya terkejut.


atas berita perjodohan yang


sangat mendadak


tok....tok...tok..


"assalamualaikum Mila ini Bu mil" ucap Irma


"waalaikum salam bu ..gimana kabar ibu sama ayah .tanyak Mila sambil mencium kedua tangan orang tua nya.


"baik nak? gimana kabar mu nak" ucap Kevin


" baik juga yah" ibu kenapa kok melamun


aja dari tadi. apa ibu sedang sakit. tanyak Mila


" tidak apa apa nak .ucap Irma berbohong


" oiya nak kamu masak apa hari ini nak.


ibu lapar nih .ucap Irma mengalikan pembicaraan


"makanan kesukaan ibu sama ayah " ucap Mila


" tau aja kamu nak kalau kami sedang lapar '


" oiya nak malam Minggu ikut dengan


kami ya nak . ucap Kevin


" oiya Bu tadi katanya ibu mau ngomong


penting emngnya mau ngomong apa Bu ?


tanyak Mila penasaran


"eh... itu nak ... itu ... eh.. oiya ibu ke kamar


dulu ya mau istirahat . ucap Irma gugup


" yah emngnya ibu kenapa yah. apa ibu sakit ?


tanyak Mila penasaran


" tidak nak .mungkin ibumu lagi lelah


karena perjalanan jauh .kalo gitu ayah ke kamar dulu ya " ucap Kevin sambil mengelus kepala putri nya


"maaf ayah nak. ayah terpaksa ngelakukan ini.


karena ayah tidak ingin kamu hidup susah


seperti kami nak " ucap kevin pada dirinya sendiri tanpa sadar ia meneteskan air mata


***


***


***


di pagi hari yang cerah Mila sudah bersiap siap


untuk berangkat ke sekolah karena hari ini


hari upacara bendera


" ibu kenapa ya ? apa aku samperin ke kamar ibu aja ya . ucap Mila sambil berjalan ke arah


kamar ibu nya .


" assalamualaikum Bu .... ibu sudah makan ?

__ADS_1


" apa ibu baik baik saja ? tanya Mila khawatir


" ibu tidak ap ap nak ibu cuman lelah saja .


nanti ibu makan lekas lah berangkat nanti terlambat .ucap Irma berbohong


setelah berpamitan dengan ibu nya Mila


pun berangkat ke sekolah nya.


Sementara di tempat lain seorang pemuda yang sedang mengemudi mobil nya dengan ugal ugalan


" Huuu... Kenapa papa ini ingin menjodohkan aku ya. Padahal kan aku masih sekolah " ucap Aldo pada dirinya


Aldo pun melihat jam yang ada di hp nya jam menunjukan pukul 08:12


" Aduh terlambat lagi. Lebih baik aku ke kape aja deh dari pada sekolah " ucap Aldo pada dirinya


Aldo pun segera menghubungi sepupunya


Tut...Tut...Tut...


" halo fir dimana posisi sekarang ? tanyak Aldo


" biasa di kape kenapa ? tanyak firman


" btw aku kesana ya bosen aku ni sekarang.


tanya aldo


" oiya apa Lo gak kesekolah do? tanyak firman atusias


" gak aku telat tadi mobil ku mogok jadi aku


telat masuk ke sekolah .ucap Aldo sedikit berbohong


" banyak banget alasan mu do, kalau om om tau


pasilitas mu pasti akan di cabut do ..ucap firman sedikit mengancam


" hmm.. jangan bagi tau la fir.. ucap Aldo takut


" oke lah tapi ada syaratnya .ucap firman


"oke lah aku tau ap maumu nanti langsung aku kirim " ucap Aldo sambil mematikan telponnya secara sepihak


sesampainya di kape Aldo segera bergegas untuk masuk ke dalam kape


" woy sob duduk dulu sini ada yang ingin aku


cerita kan ni. ucap Aldo


" emangnya ada apa sih do sampai harus


bolos sekolah segalah" ucap firman


" begini fir aku mau di jodohkan sama papa fir.


ucap Aldo


" what.. seriusan Lo do. gue bakal punya adik ipar ni ..senang lah kalau gitu Lo. Uda punya binik" ucap firman sedikit tertawa


plaaakk..


Aldo pun memukul bahu firman dengan kuat


sampai firman meringis kesakitan


" dasar Lo bukan bantuin gue lo. malah


ngedukung papa? ngapain gue harus curhat sama Lo " ucap Aldo kesal


" sabar lah do. kalau gak gini aja do,


kau terima dulu perjodohan itu, supaya kan pasilitas mu gak di cabut " ucap firman


" yasudah lah aku coba dulu , daripada


semua pasititas di cabut papa" ucap Aldo pasrah


" tapi kan do nanti jatuh cinta Lo sama dia.


tanya firman


" ahhh... mana mungkin mejijikan. lagi pula


pernikahan ini kan terpaksa gak ada saling suka, aku pun belum pernah ketemu dia"

__ADS_1


ucap Aldo sambil meninggalkan firman


__ADS_2