Terpaksa Menikahi Pria Dingin

Terpaksa Menikahi Pria Dingin
bab 36


__ADS_3

keringat Mila sudah bercucuran deras karena terkena sinar matahari yang sangat panas di siang hari ini , karena musim ini adalah musim kemarau jadi cuaca nya sangat lah panas .namun Mila dan sahabat nya itu masih aktip membagi kan box pizza yang tadi ia pesan di restoran kepada pemulung dan orang orang kira nya tidak mampu yang mereka temui di pinggir jembatan layang itu untuk membantu mereka yang sedang mengalami kesusahan makanan tersebut .


mungkin untuk Mila dan para sahabat nya , pizza adalah makanan yang sangat mudah bagi mereka untuk mendapat kan nya kalau mereka mau dan kapan pun mereka ingin pasti mudah untuk mendapatkan nya .


namun bagi anak anak jalanan dan para pemulung , dan anak panti asuhan mereka tidak mampu untuk membeli sekotak pizza saja , bagi mereka untuk membeli pizza uang nya terlalu sayang karena bisa makan saja mereka sudah lah sangat bersyukur untuk mencukupi kehidupan nya setiap hari . tapi bagi mereka yang paling penting adalah gimana cara nya agar mereka bisa bertahan hidup dan tidak meminta minta selagi mereka bisa berusaha dengan tenaga yang mereka punya , walau pun hasil nya tidak seberapa yang perting bisa cukup untuk makan keluarga Saja sudah lah sangat bersyukur banget bagi mereka .


tapi begini hidup setiap orang pasti punya peran Masing masing , sesungguh nya jika kita ada di bawah jangan pernah putus asa dan jangan pernah menyerah untuk terus berusaha dan berdoa karena berusaha tanpa berdoa itu hasil nya tidak lah seimbang maka setiap usaha dan kemauan harus lah di iringi dengan doa dan usaha serta beriktiar agar bisa mencapai tujuan hidup nya


dan jika kita berada di posisi di atas maka jangan pernah sombong serta jangan pernah merasa kalau kita paling kaya , paling beruntung , dan tidak memerlukan bantuan orang lain , sebenarnya di atas langit masih ada langit begitu pun dengan kita jika kita kaya maka masih ada yang lebih kaya dari kita , jadi bersikap lah sewajar nya saja dan selalu membantu orang yang lagi kesusahan dan membutuh kan bantuan dari kita , karena sesungguhnya kekayaan yang kita punya di dalam nya ada hak orang lain .dan bukan kah jika kita mau membantu sesama maka Tuhan akan memudah kan segala rezeki dan masalah masalah kita kalau kita iklas untuk membantu sesama , dengan membantu mereka sama saja kita sudah meringan kan beban hidup yang mereka alami .


sudah satu jam lebih Aldo mengamati Mila dari dalam mobil dari jarak yang cukup jauh , dia tidak lah ingin sampai ketauan sang istri kalau ia sedang mengikuti nya secara diam diam .


jika ia sampai ketauan mau di taruh di mana harga diri nya seorang Aldo Sanjaya mengikuti sang istri secara diam diam begitu .


beberapa kali Aldo menarik bibir nya untuk lah tersenyum menatap tingkah Mila dan para sahabat nya dari arah kejauhan . namun Aldo belum lah menyadari kalo Aldo benar benar tersenyum saat melihat Mila .


berkali kali Aldo melirik jam tangan nya Aldo sudah lah tidak sabar akan kejutan yang ia buat buat sang istri nya yang super super nyebelin itu .


matahari sudah lah sedikit bersembunyi di ufuk barat , menampil kan warna kemerahan yang sangat cantik di langit ya layak nya terpesona dengan ciptaan Tuhan yang maha kuasa dan keagungan nya itu .


Mila dan para teman teman nya itu sedang beristirahat di bawah jembatan layang . Mila mengipas ngipas kan kardus bekas kotak pizza untuk mengurangi rasa gerah dan panas karena terpaan cahaya matahari yang sangat terik .


dari arah kejauhan nampak lah dua orang lelaki seperti pegawai restoran yang sedang melakukan masa training nya itu . karena mereka berdua memakai atasan putih dan bawahan hitam berserta sepatu hitam yang melekat yang membuat penampilan nya makin oke di pandang .


ternyata dua lelaki itu mendatangi Mila dan para sahabat nya yang sedang beristirahat .dari arah kejauhan Aldo masih saja mengamati gerak gerik Mila . hal itu tentu saja membuat mata seorang Aldo fokus pada target nya itu dan membuat senyuman nya mengembang .


ahh rasa Aldo tidak lah sabar untuk mengabadi kab moment di katak nya yang melihat Mila sangat lah kebingungan dengan ekspresi wajah nya aldo bisa menyimpul kan kalau seorang Mila pasti sedang bertanya tanya sekarang .


" permisi mbak mbak sekalian apa benar ini dengan mbak Mila , ya " ucap seorang lelaki itu


" iya ada apa ini saya sendiri " tanya Mila bengong yang tidak mengenali kedua orang itu .


" pesanan Mbak Mila saya taruh di mana ya mbak " tanya seorang lelaki itu .


" ohh pesanan , pesanan apa ya pak setau saya saya tidak pernah memesan nya pak " mila nampak kebingungan .


" mil emang nya Lo pesan apalagi mil gue Uda capek banget Lo " ucap Fika bingung .


" ia mil kok pesan lagi gak ngomong ngomong kami sih kalau begini ceritanya kan tugas kita jadi belum kelar deh mana hari ini panas banget lagi " ucap Jesi menambahi .


" aku gak ada pesan apa apa kok , lagi pula aku cuman pesan yang kita bagikan itu saja kok gak yang lain " ucap Mila bingung seingat nya ia tidak pernah memesan makanan lagi selain pesanan nya yang di restoran bersama dengan Aldo itu


" kami dari restoran cepat saji , ingin mengantar kan paket pesanan Mbak Mila . paket sejuk yang berisi ayam , nasi juga teh kemasan dan lengkap dengan kerupuk nya sebanyak seribu porsi , kira kira pesanan nya saya taruh di mana ya mbak " ucap lelaki itu .


" apa pesanan , pesanan apa ?dan sebanyak itu saya tidak merasa memesan nya kok pak mungkin saja bapak salah orang kali pak mungkin saja nama saya dan nama " tanya Mila dengan wajah bingung .


" bused dah Lo serius nih mil mau bagi bagi kan seribu nasi box ini ?


sumpah kami udah capek banget mil tadi aja seratus box pizza ini malah nambah seribu box nasi "keluh intan yang menang sudah tercium bau parpum sinar matahari , memang sih wajah mereka sudah terlihat sangat lelah .


pizza satu box saja baru habis di bagi kan ini datang pula seribu paket nasi box .


" mas jangan becanda deh , jangan ngaco donk mas .... saya tidak pernah memesan paket itu mas mungkin saja mas salah orang atau salah alamat kali mas " ucap Mila mulai emosi maklum Mila emosi karena sudah terlihat sangat lelah Karena membagi kan pizza .


" Lo kok mbak yang bentak saya mbak , saya mengantar kan nya sesuai pesanan dari pelanggan mbak bukan asal mengantar kan saja "salah satu lelaki itu sudah mulai emosi di buat Mila karena tidak mengakui pesanan yang ia pesan .

__ADS_1


" ehh .. ya sudah ya sudah bawa sini semua nya biar di ambilin orang orang yang lewat kelar kan gitu aja pake pusing yang terpenting aku tidak ada memesan sebanyak itu gitu aja repot kali kalian ini " ucap Mila ingin segera menyelesaikan masalah yang ada namun tanpa ia sadari Mila sudah mendatang kan masalah itu sendiri .


dua pegawai cepat saji itu menghela nafas nya menghadapi gadis labil bernama Mila tersebut untung saja Mila adalah pelanggan nya jadi mereka harus bersikap sopan terhadap pelanggan nya .namun mereka harus bersikap baik karena mereka masih karyawan training ,sehingga harus bersikap baik apa lagi sampai memesan seribu porsi itu adalah pesan yang sangat besar jadi mereka harus menjaga kenyamanan para pelanggan nya itu apa lagi ini adalah tugas pertama nya untuk menjadi seorang karyawan teladan nanti nya .


" baik lah kalau begitu mbak saya akan menaruh nya di sini agar di ambilin orang yang lewat .... oh iya mbak ini tagihan nya mbak silakan lunas kan pembayaran nya mbak Agar kami segera pergi " salah satu pegawai makanan cepat saji itu pun menyodorkan struk yang harus Mila lunasi .


mata mila dan para sahabat nya terbelalak melihat berapa yang harus ia lunasi , satu paket nya sudah termasuk pajak PPN empat puluh juta per paket nya .


" hahh.. serius Lo mil Lo punya uang apa untuk membayar nya sebanyak itu itu uang Lo mil bukan daun " ucap Nadira


" woy Ra lo kalau ngomong di jaga tuh mulut , adik ipar aku tuh suami nya pengusaha sukses terkenal di kota ini tau kau pasti dia punya uang donk apa lagi hanya segitu ya kan mil " ucap Fika bangga


" hei pika omongan mu itu ya siapa juga yang mau jadi adik ipar mu , umur ku aja lebih tua dari mu , aku aja belum merestui hubungan kalian dari mana juga aku menjadi adik ipar mu " ucap Mila


" pliss deh adik ipar aku mohon , restui aku dengan kakak mu ya dex aku mohon " ucap Fika


" panggil lagi aku adek ku hajar kau nanti kau baru tau rasa " ucap Mila


" mas , saya tidak memesan paket ini ya mas .mas jangan begini donk mas masa mas tega dengan saya sih " ucap mila


"gak pesan gimana mbak ? orang mbak nya yang pesan .. orang jelas kok di suruh kirim ke sini. ayo cepetan bayar mbak saya harus kembali ke restoran mbak untuk berkeja lagi lagi pula mbak ini adalah kerja pertama saya Lo mbak " ucap salah satu karyawan restoran itu


" hmm .. saya gak mau , saya gak mau bayar orang saya saja tidak merasa pesan kok mas ngapain saya harus membayar nya mas jangan begitu donk " ucap Mila


" iya mas mana mungkin Mila memesan makanan sebanyak itu mas " ucap Jesi berusaha membela Mila


" kalian tidak usa ikut Campur karena yang memesan makanan nya adalah mbak ini , tapi kalau kalian mau membayar pesanan Mbak ini tidak apa apa silakan saja agar supaya kami bisa langsung balik ke restoran tersebut untuk menerus kan pekerjaan kami " ucap salah satu karyawan restoran cepat saji itu .


" maaf mbak buka nya mbak nya yang telpon ya mbak maka nya kami datang kemari mengantar kan pesanan nya ke mari mbak " ucap salah satu karyawan itu dengan sopan .


" saya aja tidak mempunyai nomor telepon restoran cepat saji itu lagi pula saya juga tidak memiliki hp bagaimana saya bisa menghubungi kalian "ucap Mila membenar kan .


" hmmm aku gak merasa pesan kok ! jadi aku gak mau bayar dan tidak ingin bayar paham kalian itu " ucap Mila dengan mode keras kepala.


" mil ... elo serius gak pesan makanan satu box trukc itu " ucap Nadira


" iya mil mungkin kau lupa sudah memesan nya tadi " ucap Fika menambahi ucapan Nadira .


" mas coba lah cek lagi alamat nya mas , mungkin mas nya yang lupa alamat nya " ucap Jesi .


" ngak lah gila Lo gue mana pernah pesan sebanyak itu dari mana aku uang untuk membayar nya aku aja jajan sekolah ku pas pasan " ucap Mila .


" cepat lah bayar mbak kami ini bekerja Lo mbak " ucap karyawan itu .


" mas aku beneran gak pesan mas mohon maaf lah mas yang sebesar besar nya saya tidak pernah merasa memesan nya mas , mas nya pasti salah deh lagi pula aku gak bawak duit dan gak bawa debit card maupun credit card atau uang tunai mas jadi gimana saya membayar nya mas " ucap Mila


namun salah satu pegawai restoran itu terus memaksa dan memojok kan Mila karena sekarang status pekerja nya yang ingin ia taruh kan sementara mereka pun hanya menjalani training saja sudah mengalami masalah seperti ini .


" hmmm nanti aja deh aku bayar mas , tulis saja restoran kalian dimana dan aku nanti akan borong semua nya oke mas " ucap Mila malas menanggapi nya .


" enak saja kamu mbak ! kalau gak ada duit jangan coba coba ngerjain kami mbak , kami hanya ingin mencari uang untuk kehidupan kami mbak " ucap karyawan itu .


" mbak ... tolong lah mbak kerja sama nya mbak ..saya saja batu saja kerja dengan gaji kecil tapi udah berurusan dengan tagihan empat puluh juta " ucap karyawan itu .yang terlihat lebih tenang dan bijak sana dan masih menghargai Mila sebagai pelanggan terbesar nya itu menurut nya menghargai pelanggan itu sangat lah baik .


" kalau mbak nya gak mau bayar , nanti kami yang akan di mintaain tanggung jawab ,kami saja buat makan saja pas Pasan mbak ... di tambah ibu saya sedang sakit mbak ... dan saya ada adik sekolah yang harus saya biayai mbak dan kami belum karyawan tetap jadi nya gaji nya masih sangat kecil . kami juga tidak mungkin mampu mbak mwngganti rugi uang sebanyak itu " ucap karyawan itu .

__ADS_1


Mila merasa tersentuh hati nya mendengar penuturan karyawan itu .


" lah gimana mas ...aku gak merasa pesan kok , aku saja tidak memiliki nomor telepon restoran kalian bagaimana saya menghubungi nya mas


dan saya saja tidak membawa uang cash atau kartu keredit mas gimana saya harus membayar nya mas " ucap Mila yang merasa tidak enak terhadap karyawan itu .


mereka berdebat cukup lama hingga menarik segala perhatian banyak orang yang sedang berada di sana .karyawan itu benar benar memohon pada Mila untuk membayar tagihan empat puluh juta itu .


dan karyawan tersebut benar benar memohon terhadap Mila untuk membayar nya secara baik baik tanpa ada nya sikap kekerasan yang terjadi .namun gimana ? Mila bukan nya mau niat mengerjai para karyawan tersebut memesan nasi box tapi memang benar Mila tidak pernah memesan nya apa lagi dalam hal sebanyak itu iya juga tidak membawa uang tunai saat ini apa lagi dalam jumlah segitu banyak nya .


namun justru hal tersebut membuat semua orang di sekiran sana ikut semakin bekerumun mendekati Mila dan para sahabat nya itu . dan hendak menghakimi nya dan membawa nya ke kantor polisi karena tindakan penipuan yang mengakibat kan kerugian empat puluh juta rupiah dan kerugian yang sangat besar .


dengan santai nya itu aldo melaju kan kendaraan nya , sesuai perhitungan yang ia petediksi tadi . mobil Aldo berhenti saat lampu merah dan tepat Mila berdiri di sisi lampu merah .


dengan santai nya dan tidak merasa bersalah Aldo membuka kaca mobil nya , namun pura pura ia tidak melihat Mila .


" mas Aldo ..oh mas ." gumam Mila.


" mas ... mas Aldo .. tolongin aku mas... tolongin aku mas ya tolongi aku pless " teriak Mila dengan keras dan mencoba untuk mendekati mobil Aldo yang masih berada di lampu merah .andai saja ia membawa uang atau sahabat nya itu ada yang membawa uang pasti ia tidak akan mau meminta bantuan terhadap Aldo .


Aldo pura pura mengenyit mencoba mencari sumber suara yang memanggil nya .


" bentar pak itu ada suami saya .. dia yang akan membayar nya " ucap Mila.


" Lo itu Aldo mil kebetulan banget lah ada Aldo bisa minta tolong ya kan mil jadi gak harus terjebak begini kan " ucap Nadira .


" iya biar supaya cepat kelar masalah nya kan " ucap Fika


Mila lari menghampiri mobil Aldo untung saja lah lampu merah di sini sangat lah lama , yaitu dua menit jadi cukup lah lama .


" hei , ada apa " tanya Aldo merasa tidak ada masalah .


" mas aku mohon mas tolongin aku , aku pinjem deh uang kamu empat puluh juta mas nanti aku ganti deh " ucap Mila


" hah ? buat apa " ucap Mila pura pura terkejut .


" cerita nya panjang mas . sebaik nya mas parkirin mobil mas dulu deh nanti aku ceritain deh " ucap Mila


Mila menunggu Aldo yang tengah memarkirkan mobil nya .tentu nya Mila masih di awasi orang di sekitar nya supaya ia tidak lah kabur .


Aldo berjalan dengan wajah datar nya menghampiri Mila .


" hmm ada apa ini sebenar nya ?dan apa yang sebenarnya terjadi saat ini " tanya nya dengan aura dingin .


" begini pak apa ini istri anda pak " ucap karyawan itu


" iya " ucap Aldo dingin.


salah satu karyawan makanan cepat saji itu pun mencerita kan itu pun mencerita kan kronologi nya kejadian yang ingin nya inti nya Mila di minta bayar uang sebesar empat puluh juta rupiah untuk seribu paket makanan cepat saji .


" mas tolongin aku lah mas , aku beneran gak pesan Lo mas tolong lah masa mas gak mau tolongin istri sendiri sih " rengek Mila .


" gak bisa , udah cukup tadi seratus loyang pizza yang kamu pesan ini mau tambah lagi kau mau memeras aku ya emang nya " ucap Aldo .


" maaf deh mas maafin aku ya mas " ucap mila .

__ADS_1


" gak nggak akan " ucap Aldo yang masih keras kepala .


" please suami ku sayang ... yang paling ganteng yang paling macho tolongi istri mu ini ya mas " ucap Mila membuat bulu kuduk Aldo berdiri seketika membuat Aldo merinding .


__ADS_2