Terpaksa Menikahi Pria Dingin

Terpaksa Menikahi Pria Dingin
bab 64


__ADS_3

" dia sudah hampir mati dan tidak berdaya lagi " jawab Nadin dengan nada suara sedingin es ." masih ingin kamu untuk memuas kan nya " ucap Nadin seraya bertanya pada wanita yang ada di balik telpon sana .


Nadin masih berpikir siapa dalang di balik semua ini di karena kan setau Nadin sepupu Fika ada empat orang cewek dan tiga orang cowok namun ia masih binggung siapa yang di maksud dengan Fika tersebut .ia harus segera memecah kan permasalahan ini dan harus segera bertindak cepat untuk menyelamat kan keluarga besar Nugroho . ia tidak ingin terjadi apa apa pada majikan nya itu karena majikan nya itu sekarang dalam keadaan mengandung dan anak yang pertama bagi nya , Nadin sungguh sangat lah bersalah tidak bisa cepat menyelamat kan Fika dan ia sangat lah yakin jika Fika sekarang pasti sangat terima dengan kejadian yang baru ia alami ,


setau Nadin Fika adalah wanita yang sangat di manja oleh keluarga Nugroho dan wanita yang murah hati nya dan cantik . Reza sangat lah beruntung bisa mendapat kan Fika dan meperistri nya karena ia sangat tau perjuangan Fika untuk mendapat kan kasih sayang dari Reza sewaktu SMP , ia sampai rela menyatah kan perasaan cintai nya terhadap reza di hadapan para teman teman nya dan juga guru nya , walau pun cinta Fika di tolak dan Reza sempat menjalin hubungan ****asmara**** dengan teman sekelas nya agar Fika bisa melupah kan nya , namun Fika tidak semudah itu untuk menyerah ia terus berusaha memperjuang kan cinta nya walau pun bertepuk sebelah tangan , namun akhir nya ia sangat bahagia di karena kan impian nya untuk menjadi istri dari seorang Reza Rahadian tercapai sudah .


" oh astaga..... apa kah kalian berhasil menemukan nya ? apa kah ia berhasil meniduri sepupu ku itu ? ucap wanita itu


lagi lagi wanita tidak tahu malu itu terkikik panjang . Nadin benar benar sangat lah muak tetapi ia harus menahan panggilan itu sedikit lebih lama lagi .


" sayang nya tidak , Fika benar benar menghanjar nya dengan habis habisan , bisa kupasti kan setelah ia sadar nanti . ia tidak akan bisa lagi untuk memuas kan mu di atas ranjang . yang kau sebut sepupu itu memukuli pangkal paha nya sampai menjadi bubur , biar aku kirim kan segera Poto nya pada mu biar supaya kamu tau " ucap nadin .


Nadin masih terus memikir kan siapa sepupu majikan nya itu , karena semua sepupu dari majikan nya itu sangat lah ia kenali baik itu cewek maupun cowok .


" oh ,dear aku tidak tertarik , masih ada banyak pria lain yang bisa memuas kan ku , um , satu lagi jangan pernah sia sia kan tenaga mu itu untuk melacak ku " ucap seseorang wanita dari balik telpon .


Tut .


" sial " umpat Nadin dalam hati .


Nadin mengumpat kesal ketika melihat sambungan telepon nya di putus , padahal tinggal sepuluh persen lagi , rasa kesal nya menjadi berkali kali lipat karena merasa seakan bisa melihat seringai mengejek dari wanita tadi , ia melakuh kan panggilan ulang dengan sedikt terburu buru .


nomor yang ada tuju tidak terdaftar. silah kan memeriksa kembali nomor tujuan anda.


suara operator yang terus berulang setiap kali Nadin mencoba menghubungi nomor nomor tanpa nama di hp Deri .tak ada satu pun yang bisa dapat terhubung gadis itu gemetaran ,sangat ingin menghancur kan ponsel dalam genggaman nya dengan sebongkah batu , tapi ia tahu itu tidak akan menghasil kan apa apa .


" dari mana ia tahu kalau aku sedang melacak nya ?" human Nadin sambil berpikir keras , " apakah dia memiliki sacam frewall .


sial kenapa susah sekali menemuh kan dalang di balik semua ini


" kapten , bagaimana dengan pria itu "


Nadin bangkit , menatap pada anak buah nya yang baru saja bertanya lalu menatap Deri yang nafas nya mulai tersenggal .


" bawa ke rumah sakit terdekat , pakai saja mobil .setelah dokter memberi kan perawatan pertama nya , segera bawa ia ke markas kita , aku yang akan mengurus nya nanti di sana " ucap Nadin memerintah .


" baik " ucap anak buah Nadin dia sigap .


" bagaimana dengan hasil pemeriksaan kalian " ? ucap Nadin seraya bertanya .

__ADS_1


pria itu menggeleng ." kecuali tripod , dan ponsel untuk menyiar kan siaran langsung , tidak ada apa apa pun di sini nona " ucap pria itu .


Nadin menghela nafas " beres kan semua mayat yang ada di sini lalu kalian kembali ke markas kita akan berjumpa di sana nanti nya " ucap Nadin memerintah .


" siap kapten "


Nadin memasuk kan ponsel Deri ke bakc pack nya sambil bergumam " semoga tim lain bisa menemuh kan sesuatu dari benda ini " ucap nya dalam hati .


ia sungguh sangat lah berharap rekan nya itu bisa melacak sesuatu dari ponsel Deri .setidak nya sesuatu yang menjadi titik balik , gadis itu berjalan ke luar dan menuju mobil , setelah memberih kan intruksi yang lebih detail . ia memuntah supir untuk membawa nya ke markas .


***


***


***


***


***


mata Fika yang terpejam bergerak pelan , tetapi tak kunjung terbuka , entah sudah berapa kali Reza menganti kompres nya . Suju tubuh gadis itu tidak kunjung turun meski pun sudah di beri suntik kan pereda panas .kata dokter , istri nya sedang berusaha melepas kan diri dari trauma dan tubuh nya memberih kan reaksi seperti itu ., tapi tetap saja ... hal itu membuat Reza sangat lah cemas , apa lagi sekarang ia mendapat kan kabar duka , kalau kandungan Fika tidak bisa di selamat kan , karena sedari mengandung memang kandungan Fika sangat lah lemah , dan rentan untuk keguguran , ia tidak tau gimana menjelas kan nya nanti kalau istri nya itu sudah sadar nanti nya .


UMM


Reza terkesiap ketika mendengar Fika mengerang pelan, ia mendekat dan mengusap wajah gadis itu dengan penuh kasih sayang.


"Hanny , mana yang sakit , sayang ? kata kan pada ku " bisik Reza pelan , satu tangan nya tidak melepas kan gengaman pada jari istri nya .


kelopak mata Fika bergetar , buku bulu mata nya yang identik saling beradu , tetapi manik bulat yang sangat lah di rinduh kan oleh Reza itu tak kunjung juga terbuka , nafas gadis itu tersengal sengal , laku butiran bening meluncur dari sudut mata nya yang indah itu .


" sayang aku mencintaimu , bangun lah sayang aku sangat lah merinduh kan mu " ucap Reza .


Reza merengkuh wajah istri nya dan menciumi nya tanpa melewat kan satu senti pun , ia sungguh ingin sekali memeluk tubuh mungil itu dan mendekap nya kuat kuat .sama sekali tidak ingin melepas kan nya .


" jangan ... jangan sentuh aku ... " desah Fika masih dengan mata terpejam dengan erat nya .kening nya berkerut dalam , seakan sedang menahan rasa sakit yang teramat sangat .


tangan Reza kini terkepal erat di udara . ia tidak sanggup menyaksih kan istri nya itu menanggung penderitaan seberat itu ia sungguh sangat lah merasa bersalah .


" maaf kan aku sayang ... aku memang suami tidak berguna , sama sekali tidak berguna bagi diri mu " lirih nya di telinga Fika .

__ADS_1


" Reza "


" ya , aku di sini sayang ."


" kamu bukan Reza , kamu Deri kan kamu Deri ,pergi dari sini dan jangan sentuh aku " ucap Fika .


Reza sangat lah panik melihat istri nya itu mengingau seperti itu , telapak tangan nya yang mengenggam jemari Fika terasa , .semakin sangat lah panas , sedang kan monitor menunjuk kan detak jantung istri nya terus meningkat secara derastis .


" dokter , dokter tolong istri ku dokter " ucap Reza panik .


reza menyimgkir ketika seorang dokter masuk bersama dua orang perawat , dengan perasaan cemas ia terus memperhatih kan istri nya itu yang di periksa dan di beri obat melalui suntikan . hati nya sangat lah kalut dan cemas ,bagai mana kalau istri nya Fika itu tidak bisa melewati fase kritis ini ? bagai mana kalau trauma yang dibalami oleh istri nya itu mengedap selama nya di dalam jiwa nya , apa yang harus ia laku kan ? pertanyaan demi pertanyaan yang berputar dalam kepala nya membuat Reza Merasa sangat lah putus asa .


" bagai mana keadaan nya ? tanya Reza ketika dokter selesai merawat istri nya itu .


" luka fisik nya tidak terlalu para , hanya saja .... kondisi psikis nya cukup sangat lah terguncang , saya sudah memberi obat penenang untuk membantu nyonya beristirahat .perawat juga akan datang setiap dia jam sekali untuk memeriksa istri anda " ucap dokter tersebut .


" baik " ucap reza singkat .


dokter dan juga para perawat mengangguk sekilas , sebelum berjalan keluar ruangan , Reza kembali menghampiri ranjang Fika , menatap istri nya itu yang sudah tertidur pulas tanpa berkedip sedikit pun . semua penderitaan itu seharus nya ia yang wajib menanggung nya bukalah sang istri tercinta ,walau pun ia tidak tau bentuk permasalan yang telah telah terjadi kepada keluarga istri nya di masa lalu , namun ia sebagai seorang suami yang sangat lah mencinta sang istri ia merasa sangat lah tidak berguna tidak bisa membantu sang istri di saat kesusahan .


" bagaimana keadaan nya " ucap seorang dari balik pintu .


Reza terlonjak dan berbalik dengan cepat .


" Bagas "? panggil nya dengan raut wajah sedikit terkejut .


" aku sudah mengetuk pintu sejak tadi , tapi kamu tidak menjawab ," Bagas mengangkat tangan kanan nya yang memegang buket bunga liliy , dan berjalan menghampiri Reza .


dalam sekejap Reza kembali tenang dan membalas tatapan Bagas , ia tau mengapa sahabat nya itu menghawatir kan nya ,


" kau , kesini dengan siapa gas " ucap Reza bertanya .


" sama , adik mu , Aldo dan juga om dan tante , sama mama , kalau om Heru dan Tante Sarah mereka belum bisa menjenguk soal nya mereka masih ada di luar kota , sementara sahabat istri mu yang lain masih dalam perjalanan " ucap Bagas menjelas kan .


" ohw , tetapi kenapa kau izin kan Mila datang kerumah sakit ini , aku takut nanti my baby twins sakit karena di sini banyak orang sakit " ucap Reza yang sangat lah khawatir dengan kesehatan keponak kan nya itu apa lagi keponakan nya itu gampang sekali sakit sakit Tan karena mereka lahir belum waktu nya .


" tidak mereka hanya berdua , my baby twis sudah di titip kan oleh bibi di rumah " ucap Bagas menjelas kan ,


" sebaik kau ,pergi saja makan dan beristirahat lah , kalau soal Fika kami yang akan menjaga nya secara bergantian di karena kan tidak boleh terlalu banyak orang yang menjenguk nya karena itu akan mengganggu istirahat nya ." ucap Bagas menjelas kan .

__ADS_1


" tidak perlu gas , kau memikir kan kesehatan ku , yang paling terpenting sekarang adalah kesehatan istri ku ini " ucap Reza


__ADS_2