Terpaksa Menikahi Pria Dingin

Terpaksa Menikahi Pria Dingin
bab 6


__ADS_3

" habby ....... sini sini , ngomong apa tadi mau cari istri ke dua awas saja kalau sampai itu terjadi akan aku jadi kan sate kamu tau kau " ucap Pina dan menarik telinga Reza .


" iya ampun sayang " ucap Reza meminta ampun terhadap sang istri karena ia tau jika istri nya itu merajuk maka akan susah untuk menenang kan nya .


" hahah ternyata kakak takut dengan istri ya " ucap Nadira dan Jesi yang selalu mengejek Reza .


mereka pun asik bercanda gurau Serta melepas kan rasa rindu mereka karena ke hadiran Jesi di tengah tengah mereka


" jadi kapan kalian berdua akan menikah ni , masak kalian mau menjadi perawan tua sih " ucap Jesi


" kalau aku nya sebentar lagi tuh , paling dekat dekat ini lah " ucap Nadira malu malu .UU


" what, dekat dekat ini , emang nya siapa calon mu Ra rupa nya kok gak pernah nampak kau jalan sama cowok ,jadi penasaran aku siapa sih calon mu itu " ucap Jesi penasaran .


" rahasia , kalian ini pengen tau aja lah siapa , tapi kalian sendiri pun kenal kok siapa nanti nya calon suami ku itu , tapi ya aku belum yakin kali sih gimana kelanjutan nya tapi kami sudah membicarah kan tentang masalah Kelanjutan hubungan kami dan bulan ini rencana nya kami ingin mempertemu kan kedua keluarga kami " ucap Nadira .


" ya kenal kan lah ra , Kami ini kan sahabat mu bukan lagi sekedar sahabat kami seperti saudara mu sendiri Ra " ucap Fika .


" iya betul itu kata Fika ,masa masalah tentang masa depan mu kami tidak di beri tau " ucap intan .


" maaf lah ya bukan nya aku gak mau ngenal kan calon ku itu sama kalian tapi aku pun belum pasti kalau itu benar benar jodoh ku , kami pun belum ada ikatan apa apa baru hanya pendekatan saja , tetapi kami sudah membicarah kan tentang masalah pernikahan kami " ucap Nadira sedih .


" ya sudah jangan bersedih , kalau kamu memang gak mau menceritah kan nya sekarang sama kami ya gak papa tapi kan kalau memang ada masalah cerita kan sama kami ya , semoga pilihan jodoh mu nanti yang terbaik buat mu karena kita menikah hanya sekali saja dan perlu sampai dua kali atau sampai selingkuh dengan sepupu sendiri " ucap Mila sambil melirik ke arah Aldo yang sedang berbincang dengan Reza dan juga Bagas .


" iya makasih ya mil hanya kamu yang bisa ngertiin aku " ucap Nadira bersedih .


" jadi maksud Lo kami gak ngertiin perasaan Lo ya , hanya Mila la yang mengertiin perasaan Lo berarti ya " ucap Fika cemberut .


" kakak , gak usa gitu ngomong kali kakak dan yang lain nya kan sahabat Nadira dan juga aku jadi pasti nya tuh Nadira juga sayang sama kakak dan yang lain nya " ucap Mila .


" tapi dek , kakak kan ngertiin perasaan sahabat kakak tapi apa yang di bilang Nadira kata nya cuma kamu yang bisa ngertiin perasaan nya " ucap Fika cemberut .


"bukan gitu maksud nya Lo kak " ucap Mila tersenyum .


" sudah kenapa malah kalian yang ribut sih gak tenang kali , kalo Uda emak emak gabung selalu aja berisik kalian tuh " ucap Aldo yang tiba tiba .


" ikut campur aja kau urusan kami anak gadis ni " ucap Fika .


" apa kau bilang anak gadis , sudah mau jadi nenek gitu. pun di bilang masih gadis kaya nya , kalau pun kau menikah lagi tidak ada yang mau lagi sama mu " ucap Aldo yang tidak mau kalah dengan Fika .


" jadi kau mau melawan ku ha , walau pun aku perempuan tetapi aku tidak pernah takut dengan mu paham Kau " ucap Fika

__ADS_1


" jadi maksud mu , sini lah kalau kau berani maju sini " ucap Aldo .


" kau do jangan mentang mentang kami perempuan , kami gak berani sama mu kami masih menghargai mu karna kau suami dari sahabat aku " ucap Nadira tiba tiba yang ingin membela Fika dan Reza dan juga Bagas yang melihat keributan itu segera ingin melerai mereka semua karena di rumah ini banyak anak kecil apa lagi saat ini Fika sedang sakit .


" Dira , berhenti cukup jangan kamu malah menambah keributan harus nya kamu yang membantu melerai nya bukan nya malah membuat keributan juga " ucap Bagas tiba tiba memperingat kan Nadira dengan tatapan tajam dan menusuk.


" iya kak , aku minta maaf karena ikut campur masalah mereka " ucap Nadira menunduk.


" kamu juga do , bikin ribut aja kerja mu kau gak nyadar apa berapa anak mu sekarang sudah empat bukan jadi jangan lah lagi bersikap seperti anak kecil " ucap bagas menasehati .


" begitu pun dengan Fika , apa pantas nanti nya seorang ibu bersikap seperti itu " ucap Bagas lagi


" iya kak aku minta maaf " ucap Fika .


" iya aku juga minta maaf kak " ucap Aldo .


" gitu donk kalau akur kan enak di lihat nya jangan berantem Mulu " ucap Bagas .


" Dira apa kamu gak pulang , ayok kakak antar pulang sekalian ada yang ingin kakak bicara kan dengan mu " ucap Bagas tiba tiba saja kepada Nadira .


" baik lah kak , gais aku permisi dulu ya , lagi pula ini sudah sore kapan kapan aku akan kemari lagi untuk menjenguk keponakan Tante yang gembul ini ." ucap Nadira yang mencubit pipi gembul baby Kenzo .


" hati hati Ra , kalau sudah sampai rumah kabari dan hati hati juga dengan kakak ipar ku itu dia tuh jomlo tahunan " ucap Mila terkekeh geli .


" awww , sakit tau kak main cubit sembarang aja " ucap Mila mengelus hidung nya .


" itu maka nya jangan durhaka kamu itu " ucap bagas .


" yauda deh mil aku pulang juga nanti suami ku nyariin aku pula , tadi dia Uda chat aku pas anak aku nangis kata nya " ucap Jesi pamit dengan Mila


" yaudadeh hati hati ya Nadira sayang lain kali bawa putra mu kemari main main ya " ucap Mila dan langsung memeluk Jesi melepas rasa kangen...


"oke aku akan datang nanti bersama suami dan juga putra ku , kamu cepat sembuh ya Fika aku menyayangimu " ucap Jesi memeluk sahabat nya itu .


" Tan kamu gak ikut aku pulang gitu , ayo biar aku antar kan kamu pulang Tan lagi pula kita kan searah " ucap Jesi.


" baik lah ayo , kalau begitu kami pulang ya Mila , Fika kamu cepat sembuh dan banyak beristirahat kamu harus kuat dan harus bisa menerima kejadian ini , aku tau kamu berat tapi ini kehendak yang di atas " ucap Mila memberi semangat .


" maksud mu itu apa Tan , apa yang harus aku terima , hey sini dulu kok langsung pergi " ucap Fika yang penasaran dengan ucapan intan sementara intan dan juga Nadira sudah pergi


***

__ADS_1


***


***


di perjalanan mereka pulang tidak ada yang membuka suara untuk berbicara , dan. pada akhirnya Bagas tiba tiba saja menggenggam tangan Nadira dan karena terkejut Nadira pun menarik tangan yang di pegang oleh Bagas .


" kenapa Dira , apa kakak gak boleh memegang tangan kamu " ucap Bagas bertanya .


" hmm , bukan begitu kak " ucap Nadira .


" oh ya , kakak mau tanya emang nya kamu sudah punya pasangan , sampai sampai kamu ingin menperkenal kan pasangan mu kepada sahabat sahabat mu itu " ucap Bagas bertanya .


" bukan begitu kak , aku tidak memiliki pasangan aku hanya malu saja kak , karena para sahabat ku semua sudah menikah dan memiliki pasangan jadi aku merasa malu kak , kalau aku belum memiliki pasangan kak , tapi aku juga bingung sampai kapan aku harus berbohong seperti ini " ucap Nadira sedih .


" kakak paham apa yang kamu rasakan , tapi berbohong itu tidak baik Nadira " ucap Bagas sambil menepihkan mobil nya .


" Lo kak kenapa kok berhenti kak " ucap Nadira .


" sebenarnya Uda lama sih kakak nahan perasaan ini , tapi kakak takut jika kakak tahan terlalu lama kakak akan menyesal nanti nya , makanya sekarang selagi ada waktu kakak ingin bicara serius dengan kamu " ucap Bagas dengan mode serius nya .


sementara Nadira yang sudah di genggam tangan nya pun merasa gemetar karena ia belum pernah bersentuhan dengan kaki laki walau pun hanya sekedar genggaman tangan biasa .


" Dira , apa kah kamu mau menjadi ibu dari anak anak ku nanti nya , aku tau aku dan kamu usia nya berbeda jauh namun aku sudah lama suka dengan mu Dira , makanya aku berani kan diri untuk ngungkapin perasaan aku terhadap kamu ," ucap Bagas


" tapi kak , aku gak mau kakak hanya merasa kasian dengan ku karena aku belum mempunyai pasangan , aku gak mau di kasiani , memang sih aku mencari seorang pendamping namun aku mencari seorang yang bisa mencintai ku dan menghormati keluarga ku serta membimbing ku ke jalan yang benar " ucap Nadira .


" Dira , kakak benar benar mencintai mu , kakak benar benar sayang terhadap mu , namun kakak juga gak pernah maksa buat kamu jawab pertanyaan kakak sekarang " ucap bagas .


" oke kak aku pun suka sama kakak , aku jawab pertanyaan kakak , aku akan terima kakak jadi kekasih ku kak " ucap Nadira .


" terima kasih Dira kakak seneng banget akhir nya kakak bisa mendapatkan cinta sejati kakak " ucap Bagas tersenyum .


" jadi kapan kakak ingin melamar ku " ucap Nadira tiba tiba.


" uluh ... uluh ... buru buru banget neng sabar atuh , Uda gak sabar ya bisa cepet cepet punya Dedek bayi hehehe " ucap Bagas tersenyum sambil mencubit hidung Nadira gemes .


" apa lah kakak ni , gak lucu tau aku kan hanya bercanda tadi " ucap Nadira sambil memanyunkan bibir nya itu .


" uluh .... uluh ... cayank aku ngambek ni hehehe , nanti cepat tua Lo ," ucap Bagas tersenyum .


" biarin tua , tua tua gini masih cantik tau " ucap Nadira yang masih dalam mode ngambek nya itu.

__ADS_1


" udah donk jangan ngambek lagi kita beli es krim ya sayang " ucap Bagas sambil mengendari mobil nya kembali ke tempat kedai es krim tersebut


__ADS_2