
HAPPY READING OLL
selesai membersikan diri , Mila sejenak termenung , dia tidak tau harus bersikap seperti apa dan harus melaku kan apa .
dia masih ingin menikmati masa muda nya bersama teman teman nya, namun permintaan mama risa , Mila tidak bisa menolak nya. bagai mana pun Mila sangat menyayangi wanita yang sekarang menjadi mertua nya itu .
" tuhan aku harus bagaimana ini ? aku sama sekali tidak mencintai Aldo ? aku bingun ..... " gumam Mila sambil menyisir rambut nya
" jika aku mengikuti permintaan mama risa , maka aku akan kehilangan masa muda ku .namun jika aku tidak menuruti nya kan aku sudah berjanji dengan mama risa , tidak mungkin aku melanggar janji yang sudah aku buat .Ahhhhh pusing nya !"' Mila prustasi menjambak rambut nya sendiri
" ternyata saya sudah menikahi gadis gila seperti kamu ya , yang suka menjambak Jambak rambut nya sendiri ." ucap Aldo yang baru masuk ke dalam kamar melihat tingkah Mila yang menurut nya sangat aneh .
" mas , mas sejak kapan berada disitu " ucap Mila terkejut
" kamu tidak perlu tau saya disini sejak kapan , ini rumah saya , ini kamar saya , dan kamu milik saya , jadi jangan lagi bertanya . kamu mengerti " . ucap Aldo tegas dan masih setia menampil kan wajah datar nya .
" apa dia barusan mendengar apa yang aku ucapin ? moga saja gak lah !" ucap Mila dalam hati
aldo berjalan mendekati Mila , jantung Mila berdegup kencang ,
" fix dia pasti denger apa yang aku ucapin . ayo mil ....mikir mil ! kamu harus cari alasan yang masuk akal !" batin Mila lagi .
kedua tangan Aldo mendarat di kedua pundak Mila , mata aldo menatap tajam ,
dengan sedikit mencondong kan tubuh nya kini wajah mereka sejajar dan saling menatap satu sama lain , mata mereka saling mengunci
namun dengan cepat Aldo memutus tatapan nya karena takut jatuh cinta duluan sama Aldo
" saya pringat kan sama kamu , sekali saja kamu berani mencerita kan saya kamu akan dapat hukuman dari saya . dan saya akan mengurung mu di rumah selama satu Minggu,
kamu pasti ingat kan. segala tanggung jawab orang tua kamu sudah diberi kan pada saya jadi kamu harus menuruti segala ucapan saja paham kamu
" ucap Aldo sinis
"gila , sedeket ini semakin terlihat ganteng banget ... jauh banget lah sama cowok cowok di kelas aku . rupa nya suami aku lebih macho , ayo om cium aku lagi om ..." gumam Mila dalam hati
" i ... iya mas " ucap Mila gugup
" anak pintar jangan berbuat yang aneh aneh kamu ya " ucap Aldo sambil mengacak ngacak rambut Mila lalu berlalu menuju ke kamar mandi untuk mandi .
setelah selesai menyelesai kan ritual mandi nya . Aldo pun bergegas mengena kan pakaian nya dan langsung membuka pintu kamar mandi
nya
" oh ya , jangan turun dulu ... kita turun bersama untuk sarapan ". perintah Aldo yang sadar bahwa dia adalah sepasang pengantin baru yang baru saja menikah .
" ya ampun ... kenapa jantung aku mau meledak begini ya .... astaga kenapa dia gak cium aku lagi sih kayak kemarin " ucap Mila dalam hati
Mila sadar akan lamunan nya
" cih, kenapa aku memikir kan nya ya ,ada apa sih dengan ku ini ". ucap Mila dalam hati
" astaga kenapa ... tiba tiba otak ku berpikirran seperti itu ya " ucap nya dalam hati
***
***
***
Aldo dan Mila melangkah menuruni anak tangga dengan hati hati .Aldo menggenggam tangan Mila dengan erat , sudah seprti pasangan romantis saja yang di saksi kan oleh ke dua orang tua nya yang sedang asik sarapan pagi bersama keluarga besar Sanjaya .
__ADS_1
" di genggam gini aja , jantung ku udan kayak habis muterin stadion GBK! ada apa sih dengan ku ini " batin Mila merasa sangat bingung
" eh ada adik ipar ni .... sila kan sarapan sini adik ipar yang cantik gabung sama kamu " sapa Bagas yang terlihat sangat bahagia melihat adik nya akhir nya bisa menikah dengan wanita yang baik dan sopan menurut nya .
" kak Bagas ... ia kak ini aku mau sarapan kok , kak Bagas sendiri gimana kuliah nya lancar kan kak ? tanya Mila tersenyum penuh arti
" lancar donk dx , lagi pula kakak sekarang tidak ke luar negeri lagi . karena kakak ingin membantu usaha perusahaan papa dan ingin membantu suami mu dalam menjalan kan bisnis nya sekarang biar supaya bisa belajar bekerja tuh si Aldo bukan nya hanya malas malasan saja kerja nya " ucap Bagas sambil tersenyum ramah
" cih ! akur banget ya , kenapa tidak kakak saja yang menikah dengan Mila , kenapa harus aku , liat kakak bisa tersenyum saat bersama dengan Mila " ucap Aldo
" kenapa kalau kakak peduli dengan Mila emng nya tidak boleh ya , lagi pula kakak pun tau nya kau pun sudah punya pacar.
pacar mu itu yang selama ini kamu sembunyi kan di kantor kan " . ucap Bagas tegas
" pah, mah coba liat kakak tuh , cocok banget bukan , mungkin lebih cocok kakak nikah dengan Mila dari pada aku mah , lagi pula kan aku tidak pernah mencintai nya . dan aku tidak tau aku bisa sanggup atau tidak " ucap Aldo
nampak sedih ,Mila yang menyadari kalau ia sedang di bicara kan ia pun hanya menunduk diam tanpa arti dan tidak berani memotong pembicaraan suami nya dan papa mertua nya .
" tapi pilihan papa cantik kan do .
papa mengerti kalian berdua belum saling mencintai tapi papa berharap kalian akan bisa membangun rumah tangga yang harmonis tanpa ada keributan satu sama lain " ucap papa Rudi tegas kepada Mila dan Aldo
" iya pah Mila paham , Mila akan tetap berada di samping mas Aldo , dan selalu menjaga nya dengan jiwa dan raga saya " ucap Mila asal
" astaga apa yang sudah aku kata kan , bagaimana bisa aku bertahan hidup dengan pria aneh seperti ini " ucap.mila dalam hati
Mila sadar ia harus nya tidak berbicara seperti itu , itu sama saja mengundang ke marahan suami nya .
" mah seperti nya aku mengganggu kalian berbicara , aku pamit keluar lah dulu ya mah " ucap Bagas meminta izin
" ikut aku kak , aku bosen di rumah sekali sekali liburan gitu kak , mumpung masih libur sekolah kak .boleh ya " ucap Aldo memohon
" tidak kau merepot kan aku saja nanti " ucap Bagas langsung beranjak pergi .
" kamu semalam tidur di mana nak ? " tanya mama risa penasaran .
" diruang belajar ku ma . gak mungkin juga aku tidur sama dia dengan baju kekurangan bahan ." ucap Aldo
" kan kamu bisa meminta hak kamu sebagai suami nak , kenapa kamu harus tidur sampai di ruangan belajar mu itu " ucap mama risa
" gak mungkin ma .... aku gak mungkin melaku kan itu tanpa cinta "! kata Aldo berbohong ia gengsi kalau ia sudah melaku kan hubungan suami istri dengan Mila karena ke tidak sasaran nya saat ia sedang mabuk kalau tidak sedang mabuk gak mungkin ia melaku kan itu dengan Mila .
" mama risa cukup memaklumi , jika Aldo butuh waktu , namun sudah kemajuan , pagi ini Aldo sudah banyak bicara bahkan bercerita lagi . dengan kedua orang tua nya setelah kejadian perjodohan yang secara tiba tiba . Aldo menjadi pendiam dan tidak banyak bicara
" sayang ... makan dulu sini ." ajak mama risa pada Mila menantu nya itu .
" iya ma ..." jawab Mila langsung berlari menuju meja makan .
" cih , itu lah tingkah pun macam anak anak , sudah menikah pun gak tau malu gak bisa bersikap dewasa ". ucap Aldo sinis
" mama ... kenapa wajah mama teelihat pucat gitu ? apa kah mama sakit ?" tanya Aldo menatap lekat wajah mama nya itu
" kamu kenapa sayang , apa kah kamu sakit kalau sedang sakit kita ke dokter ya biar periska gak boleh di diem kan aja kalau memang sakit " ucap papa Rudi yang baru menyadari sedari tadi istri nya terlihat sangat pucat sekali .
" gak ...mungkin mama hanya kurang makan sayur aja , dan kurang istirahat lagi pula mama baik baik aja kok " ucap mama risa
" kamu yakin apa yang kamu kata kan itu tidak berbohong kan " ucap papa Rudi menemu kan kejanggalan pada ekspresi wajah istri nya .
" i.... iya mas ..ayo kita sarapan sudah dingin nanti tidak enak lagi , kamu mau sarapan dengan apa mas ,biar aku ambil kan " tanya mama risa mengalih kan pembicaraan.
" kamu jangan coba coba mengalih kan pembicaraan ku , dan aku tau kamu sedang membohongi ku Risa kamu tidak pandai untuk berbohong " . ucap papa Rudi dengan nada tinggi membuat semua terkejut dan terdiam .
__ADS_1
" papa kenapa sih ? pagi pagi udah mau emosi aja ? gak seperti biasa nya yang mama liat " ucap mama risa
" kita sarapan dulu ya mas ... nanti kita ngobrol berdua setelah sarapan ya mas ' . ucap mama risa lembut , papa Rudi hanya mengangguk .
" mama jika sakit istrirahat mah jangan di paksa kan , dan jangan lelah ya mah dan jangan juga banyak pikiran " ucap Mila lembut dan khawatir akan kesehatan mertua nya itu .
" iya sayang mama sedikit lelah saja , cuman butuh istirahat saja sudah baik kan kok , kamu jangan cemas kan mama ya , pokus aja bikin nama cucu ya .... hehehe " ucap mama risa tertawa
" iya mah " ucap Mila
" mama are you oke ?" tanya Aldo khawatir
" oke sayang , mama tidak apa apa kok " ucap mama risa
" iya ... soal nya kamu pucat banget sayang , maka nya kami khawatir , kalau gak papa panggil kan dokter aja ke rumah ya biar periksa kamu " ucap papa Rudi
" sudah sudah ayo sarapan dulu ....mama oke sayang , mama baik baik saja , kalian perhatian sekali sih sama mama ,mama bahagia banget deh punya anak dan menantu yang sayang sama mama nya " ucap mama risa tersenyum hangat
" mil ambil kan makan untuk suami kamu sayang " ucap mama risa .
" oh iya .. mah " ucap Mila langsung beranjak mengambil alih piring suami nya .
" tidak perlu saya bisa mengambil ... makanan saya sendiri , kau tidak perlu repot repot untuk hal itu " ucap Aldo
" Aldo " .tegur papa Rudi pada anak nya
" saya tidak suka hidup saya di recokin begini " jawab nya singkat ..
" di pikir aku suka gitu ngambilin makanan buat kamu , nggak ! kalau kamu memang tidak ingin aku ambil kan , its oke tidak apa apa aku pun tidak akan memaksa jika kamu tidak mau dan aku juga gak perlu repot untuk itu " ucap Mila langsung menaruh kembali piring yang sempat ia ambil dari hadapan Aldo .papa Rudi menggaruk tengkuk nya melihat kelakuan menantu nya yang ajib banget ..
"sudah sudah ... ayo kita makan ... ada yang ingin mama obrolan kan sama kalian kenapa malah kalian bertengkar " ucap mama risa
" tentang ?" Aldo penasaran
" makan dulu .... " ucap mama risa
akhir nya mereka pun menikmati sarapan mereka , meja makan disana dipenuhi dengan rasa khawatir tentang apa yang ingin mama risa sampai kan , sementara Mila yang sudah mengetahui tentang kebenaran yang di alami oleh mama mertua nya itu .
niat awal mama risa hanya ingin berbicara dengan papa Rudi , namun melihat kondisi nya seperti ini , anak anak lebih baik tahu .
dan di ruang keluarga semua nya sudah berkumpul.
" apa yang ingin kamu bicara kan sayang ?" ucap papa Rudi cemas
" ini mas ... ". mama risa menyerah kan amplop putih belebel kan rumah sakit , pada suami nya papa Rudi . penasaran papa rudi mendadak tidak enak .
namun demi mengobati rasa penasaran nya ,papa Rudi segera membuka amplop itu dengan teliti .
" apa kanker payudara " ucap papa Rudi dengan mata berkaca kaca dan kertas itu pun jatuh ke lantai .
" maksud nya apa pah jangan yang aneh aneh la " Aldo segera mengambil kertas itu yang sedari tadi di jatuh kan papa nya dan langsung membaca nya .
" mama ... kata kan pada Aldo ini diagnosa dokter ini salah kan mah , ini tidak benar kan mah ? nggak mungkin mama mengidap kanker aku tau mama tuh wanita kuat jadi gak mungkin mama mengalami penyakit itu " .teriak Aldo histeris
" sayang ini gak lucu loh ...gak lucu becan da nya sayang ... ini gak lucu ... aku tau kamu Miss drama queen tapi ini bukan untuk becandaan sayang , kamu jangan bikin penyakit itu becandaan ya sayang " ucap papa Rudi , papa rudi menatap mama risa dengan air mata yang mengalir
mama risa mengapus air mata suami nya lalu ia tersenyum hangat
" aku gak lagi becanda mas ...memang itu lah fakta nya mas ,oleh sebab itu... ini alasan aku ingin Aldo dan Mila menikah , aku juga ingin menikah kan Bagas nanti nya , minimal di sisa umur mama , mama ingin melihat anak anak mama menikah , di sisa umur mama ini dan mama ingin menggendong ke dua cucu mama dari Aldo dan juga Bagas hanya itu ke inginan mana saat ini pah " ucap mama risa menangis terharu
" nak mama ingin melihat kamu dan Aldo bagagia " ucap mama risa menangis
__ADS_1
" mama jangan bicara begitu mah , mama pasti sembuh kita akan laku kan perobatan yang cukup baik berapa pun biaya nya aku tidak perduli mah , yang penting mama bisa sembuh dan sehat seperti biasa nya aku rela jika harus mengeluar kan biaya sebesar apa pun asal kan mama bisa sembuh , aku sayang banget sama mama " ucap Aldo yang menggenggam tangan mama risa
" ya tuhan , aku gak tega banget melihat mama seperti ini , oke sekarang aku benar benar bertekad akan buat Aldo jatuh cinta pada ku " ucap mila dalam hati