
di keluarga Sanjaya yang sudah mendapat kan kabar tentang keadaan Mila saat ini , mereka langsung pergi menuju rumah sakit untuk melihat kondisi Mila saat ini .mereka sekeluarga sangat lah mencemas kan keadaan menantu nya itu apa lagi saat ini menantu nya itu harus melahir kan dengan cara tidak normal dan bayi pun belum cukup umur untuk lahir .
" do , kau rupa nya ingin cari masalah sama kakak ya " ucap Reza mencengkeram kerah leher baju Aldo dan menindih nya ke tembok .
" za , sudah donk jangan begitu , sebaik nya kita segera berangkat ke rumah sakit untuk melihat keadaan adik kamu , kalau kita menyelesai kan nya dengan kekerasan tidak akan ada guna nya do " ucap ibu Irma menasehati anak nya itu .
" iya habby sudah lah , betul kata ibu tuh lebih baik kita berangkat terlebih dahulu ya sayang " ucap Fika menenang kan sang suami
cupp...
Fika pun mencium pipi Reza agar bisa meredakan amarah sang suami .
" ya sudah kita segera pergi saja ke rumah sakit untuk melihat kondisi Mila " ucap mama risa
mereka pun pergi berangkat ke rumah sakit untuk mengetahui keadaan Mila saat ini .
di lorong rumah sakit di depan ruang IGD terlihat dua pria dewasa yang sedang terlibat pertengkaran , suara keras mereka menarik perhatian para perawat dan orang yang berlalu lalang .
Jakson mengusap sudut bibir nya yang berdarah , kepala nya sedikit berdenyut saat Bagas memukul nya tanpa aba aba , Bagas merasa sangat lah kesal dengan adik nya itu dan juga Jakson karena gara gara jakson dan Aldo Mila sampai begini keadaan nya .
melihat apa yang di alami Mila beberapa bulan ini Bagas sangat lah merasa kasian tetapi ia juga tidak bisa membantu nya ,ia hanya lah bisa melindungi dan menganggap nya sebagai adik nya sendiri .
" do , kau harus bertanggung jawab kalau sampai Mila kenapa napa , aku tidak akan terima " ucap Fika yang sudah merasa kesal .
"kejadian ini gak bakalan terjadi kalau Lo bisa tegas dalam mengambil sebuah keputusan Do " ucap Fika yang sudah sangat emosi sekali .
" sudah lah sayang lebih baik kita tunggu saja dokter di dalam yang sedang berusaha menyelamat kan sahabat kamu itu " ucap mama risa yang ingin menenang jan suasana sementara Aldo hanya terdiam dan menunduk saja ia juga bingung apa yang harus ia laku kan sekarang untuk anak anak nya dan juga istri nya itu sementara beberapa Minggu lagi ia juga akan menikah dengan Pina dan juga akan mempunyai seorang anak dari Pina .
begitu sangat lah lama mereka menunggu keputusan dari dokter , dan mereka juga sangat mencemas kan keadaan Mila saat ini .
" Tante , perut aku sakit banget ini Tan ,aww " ucap Pina sambil memegangi perut nya yang sakit seperti di pulas di dalam perut nya itu .
" jangan jangan kamu mau melahir kan nak , do cepat panggil dokter Pina mau melahir kan ini " ucap ibu Irma memberi tau Aldo , dan Aldo pun langsung memanggil dokter dan dokter tersebut membawa Pina ke ruangan bersalin namun sebelum masuk ke ruangan bersalin dokter menyaran kan untuk berjalan jalan Dulu terlebih dahulu karena Pina masih mengalami pembukaan ke delapan dan belum lengkap .
" aww , aku Uda gak tahan lagi Tante rasa nya sakit banget " ucap Pina yang merasa kesakitan
" sebentar lagi ya sayang , soal nya pembukaan nya belum lengkap ni " ucap mama risa yang menuntun Pina untuk berjalan .
__ADS_1
" mas , aku mohon jika nanti nya aku tidak bisa bertahan maka rawat lah anak kita ya mas dan jangan pernah beda beda kan anak kita dan anak kak Mila ya mas " ucap Pina yang menggenggam tangan Aldo.
" hus jangan bicara begitu , kita berdoa saja semoga lahiran kamu ini lancar dan tidak terjadi apa apa ya sayang " ucap mama risa .
" iya gak usa lah mendahului takdir , yang penting berusaha saja sudah cukup " ucap Aldo.
sementara di ruang rawat Mila dokter tersebut sudah sangat lah berusaha untuk melaku kan yang terbaik untuk pasien , sekarang ke dua bayi kembar sudah lahir tetapi mereka tidak menangis dan sangat lah lemah kemungkinan di karena kan usia kandungan yang belum tepat .
dokter pun keluar dari ruangan untuk memberi kabar tentang keadaan Mila saat ini .
" selamat siang , apa kah saya bisa bertemu dengan bapak Aldo " ucap dokter tersebut .
" mohon maaf dok , Aldo lagi tidak berada di sini tetapi kami juga keluarga dari pasien saya papa mertua nya , dan ini ayah kandung nya berserta kakak kakak nya " ucap papa Rudi .
" begini pak keadaan ibu mila sekarang sangat lah kritis , kami juga sudah menyelamat kan kedua bayi ibu mila pak namun bayi ke tiga masih berusaha untuk kami selamat kan karena bayi ke tiga ini terlilit tali pusar " ucap dokter tersebut .
" ya sudah ya pak saya masuk ke dalam terlebih dahulu untuk mengecek keadaan ibu Mila ," ucap dokter tersebut dan langsung kembali ke ruangan rawat di mana Mila melahir kan mereka sangat lah senang karena anak anak Mila bisa di selamat kan namun mereka juga sangat lah cemas tentang gimana keadaan Mila saat ini , dan gimana juga tentang keponak kan nya yang sedang brusaha untuk melahir kan anak nya itu .
" di , kita sudah memiliki cucu dan sudah menjadi seorang kakek ya di " ucap Rudi memeluk sahabat nya itu .
" iya Vin , aku pun sangat lah bahagia karna cucu pertama ku itu kembar " ucap Rudi membalas pelukan sang sahabat nya itu.
" iya ya , Fika akan susul ibu sekarang , dan Habby tolong temenin aku ya buat susul ibu " ucap Fika yang sudah menarik tangan Aldo .
" ihhh, manja nya ini " ucap Reza yang meledek istri nya itu .
" yaudah Gendong lah ya habby aku capek tau dari tadi harus jalan trus . ucap Fika yang manja terhadap Reza .
" nanti ya sayang , kan ini masih di rumah sakit malu tau yank , ada ayah tuh ada Bagas ada om juga masa minta gendong sih "ucap Reza yang malu dan bingung melihat tingkah istri nya itu karena belakangan ini ia selalu ingin minta di manja oleh Reza .
" habby kan gitu , gak pengertian sama istri nya sendiri " ucap Fika yang sudah memasang tampang mode merajuk nya .
" turuti aja pa za timbang gak dapat jatah bulanan nanti malam baru tau Lo " ucap Bagas berbisik ke telinga Reza .
" ya Uda deh ayo " ucap Reza yang harus terpaksa menggendong Fika ke tempat ruangan Pina .
sementara di ruangan Pina yang sedang berjuang untuk lahir kan anak nya ke dunia ini .
__ADS_1
ia terus saja mengenggam tangan Aldo dan berusaha sekuat tenaga .
dan akhir nya dengan usaha dan upaya yang ia lalui akhir nya ia berhasil melahir kan anak nya itu .
oek..oek... oek ....
" selamat ya pak , Bu , bayi anda perempuan " ucap dokter tersebut .
" terima kasih dok , atas batuan anda " ucap Aldo .
" kalau begitu akan saya bersih kan terlebih dahulu " ucap dokter tersebut .
" selamat ya nak kamu sudah menjadi seorang ibu , " ucap mama risa ..
" iya Tante , terima kasih " ucap Pina tersenyum bahagia
" mudah mudahan saja kamu mendapat kan kasih sayang dari papa mu ya nak , maaf kan mama mungkin ini terahir kali nya kita bertemu , karena mama tidak ingin membuat Tante kamu bersedih dan terus bersedih karena sudah banyak masalah yang ia hadapi dan mama iklas jika harus pergi meninggal kan papa mu nak , jaga diri mu baik baik ya nak suatu saat nanti kita bisa bertemu kembali , mama sayang banget sama kamu nak " ucap Pina dalam hati saat anak nya di bawah ke luar ruangan rawat nya untuk di bersih kan .
" nak apa kamu sudah punya nama untuk anak mu ini " ucap mama risa terhadap Aldo .
" Aldo belum kepikiran ma , lagi pula biar pah itu tanggung jawab ibu nya " ucap Aldo .
setelah selesai di bersih kan ,Aldo langsung menggendong anak nya untuk di azan kan , ....
" selamat ya do , akhir nya kamu menjadi seorang ayah , dan jadi lah ayah yang bijak sana dan memberi perhatian terhadap anak anak mu nanti nya " ucap Reza menepuk pundak Aldo .
" iya kak maksih , aku akan berusaha untuk lebih menjadi yang terbaik walau pun itu sangat sulit karena di usia ku yang belum menginjak dua puluh tahun aku harus menjadi seorang ayah dari ke empat anak ku dan menjadi seorang suami dari ke dua istri ku nanti nya " ucap Aldo yang masih senantiasa menggendong anak nya itu.
" oiya kira siapa nama nya nak " ucap ibu Irma.
" Pingkan Anggraini Sanjaya " ucap Pina yang menyebut kan nama anak nya , ia sengaja menambah menggabung kan nama nya dengan nama kakak nya itu , karena ia juga sangat lah merasa bersalah telah merebut suami kakak nya itu .
" bagus banget , apa kamu setuju nak " ucap mama risa .
" setuju aja sih , nama nya juga bagus dan tentu nya putri papa ini juga cantik ya kan sayang " ucap Aldo sambil menciumi baby Pingkan .
maaf ya readers baru bisa update lagi soal nya ada perkerjaan yang harus di selesai kan ni jadi gak bisa update setiap hari untuk beberapa Minggu ini.
__ADS_1
dan jangan lupa like coment dan vote ya readers karena dukungan kalian adalah semangat bagi author untuk melanjut kan cerita ini