
" diam kau jangan asal bicara di sini ada mertua ku , ada kakak ku ada orang tua ku , ada istri ku jangan ngomong gitu habis aku di bantai mereka nanti " ucap Aldo yang mulai malas membahas kalau tentang yang nama nya club' malam karena ia memang sudah bertekad untuk berubah dan tidak ingin mengingat ingat lagi masa lalu nya yang cukup kelam itu .
ketika fika lagi asik mengendong baby Kezia dan intan lagi asik memberi minyak kayu putih terhadap baby Kezia tiba tiba saja Fika merasa ingin muntah dan perut nya seperti di aduk aduk .
huek ... huek ... huek ... huek
Fika langsung saja menyerah kan baby Kezia kepada intan dan ia langsung saja pergi ke kamar mandi dan memuntah kan semua isi perut nya yang iya makan .
" sayang , kenapa kamu ini apa ada yang sakit , kalau memang sakit kita ke rumah sakit ya sayang , dan kakak takut kalau sampai terjadi apa apa sama kamu " ucap Reza yang khawatir akan keadaan istri nya saat itu .
" iya ada apa Fika ini , sebaik nya kamu bawa aja dulu ke rumah sakit " ucap ayah Kevin yang merasa juga khawatir .
" aku gak apa apa kok kak , mungkin hanya masuk angin biasa aja kok kak , dan Uda dua hari ini Fika ngerasa mual , gak nafsu makan, kadang pusing kepala ku kak tapi karena ingin menyambut Mila pulang jadi aku gak berani bilang sama kakak " ucap Fika tersenyum .
" yaudah ayok kita bawa aja ke rumah sakit segera " ucap papa Rudi .
" ayok om " ucap Reza yang langsung memapah istri nya ke mobil .
***
***
***
__ADS_1
sedang kan Aldo dan Mila tidak bisa ikut di karena Mila masih lemas dan harus banyak banyak beristirahat serta mereka juga harus menjaga putra dan putri mereka.
"kenapa dengan Fika ya mas " ucap Mila kepada Aldo .
" mas pun kurang tau , gak usa banyak pertanyaan kenapa , jangan terlalu kepo dengan urusan orang lain mengerti " ucap Aldo .
" mengerti mas " ucap Mila .
" Mila , bisa kamu pegang kenzi sebentar ini , aku mau bicara sebentar dengan firman dan kak Bagas " ucap Aldo sambil memberi kan baby Kenzi kepada Mila .
" baik lah mas , tidur kan saja dulu di situ mas , aku masih ganti kan popok sih Kezia nanti biar di gendong sama intan " ucap Mila yang lagi mengganti popok putri bungsu nya itu.
" oke , sayang ayah keluar sebentar ya , jagain bunda nya ya , kalau bunda nya nakal hajar aja dia , memang keras kepala bunda mu itu " ucap Aldo sambil mencium baby Kenzi .
" apa kamu bilang aku keras kepala , liat saja kamu itu ucapan mu tadi akan menjadi hukuman , bersiap lah nanti malam aku akan menghukum mu dan membuat kan adik buat Kenzia ya kan sayang " ucap Aldo mencium bibir Mila dengan cepat dan menahan tengkuk Mila , Mila yang mendadak mendapat kan serangan dari suami nya itu mencoba untuk melepas kan nya namun semua sia sia karena tenaga nya tidak cukup kuat dan iya juga masih lemas .
Tetapi tiba tiba saja dari arah luar intan dan juga Nadira masuk ke kamar Aldo dan Mila mereka melihat kejadian tersebut dan alhasil mereka sangat lah terkejut mengapa mereka melaku kan nya di siang hari apa lagi pintu kamar di biar kan terbuka lebar begitu .
" ahhhhhhhhh,,. teriak intan dan juga Nadira saat melihat Aldo dan Mila saling memadu kasih satu sama lain . dan alhasil Aldo dan Mila langsung buru buru melepas kan ciuman mereka berdua dan segera mengelap bekas noda lipstik di bibir Aldo .
" kalian berdua ini telah membuat mata kami kotor saja , kami ini masih suci tidak ada dosa sedikit pun " ucap intan yang terus mengomel .
" cih , tidak konon kau bilang " ucap Aldo .
__ADS_1
" ya sudah lah aku mau keluar dulu , masih ada pekerjaan yang harus aku kerja kan , dan gara gara kalian berdua mata anak ku ternodai " ucap Aldo yang malu akan kejadian itu di lihat oleh sahabat nya Mila .
" cie cie , Mila gimana rasa nya mantap tidak, apa lagi pas malam pertama gimana mantap " ucap Nadira yang selalu kepo dan ingin tau apa pun tentang Sahabat nya itu .
" mantap gundul itu , mau hilang ginjal ku satu kau pikir apa lagi pas waktu melahir kan , sakit nya lebih parah dari pada sakit hati kau pikir " ucap mila yang ingin berniat menakut nakuti kedua sahabat nya itu .
" masa iya begitu , tapi kenapa kau ketagihan " ucap intan yang polos .
" intan intan , sudah lah kenapa kalian mala bahas yang tidak tidak sih , seharus nya kalian membahas tentang pernikahan kalian kapan akan di selenggara kan " ucap Mila tersenyum .
" oiya kemarin aku dapat info dari pengawal yang di tugas kan sama mas Aldo untuk menjaga aku dan juga anak anak kami , aku menyuruh nya untuk mencari tau tentang keberadaan Jesi Sahabat kita .
ya aku sudah tau di mana sekarang Jesi tinggal , tetapi dengan info yang aku dapat kata nya Jesi sudah memiliki suami dan juga memiliki satu orang anak cowok .
" ucap Mila yang mencoba untuk menjelas kan mengenai keberadaan sahabat mereka yang telah menghilang dan tanpa memberi kabar .
" kalau begitu gimana kalau kita langsung samperin aja tuh rumah sih Jesi , aku Uda kangen banget sama tuh anak " ucap intan .
" kalau sekarang gak bisa soal nya baby sister nya anak anak aku belum pada datang , aku gak bisa ninggal kan anak aku sendiri di rumah walau pun di rumah ada bibi dan juga mamah tapi aku tidak mau merepot kan mamah .dan juga aku belum bisa bergerak kemana mana Soal nya baru saja melahir kan nanti kalau aku Uda membaik kita ke tempat Jesi lagi pula Fika kan lagi sakit , jadi kita harus rame rame ke sana mungkin Fika juga kangen dengan Jesi begitu pun aku ." ucap Mila yang mencoba menjelas kan kepada ke dua sahabat nya itu mengapa ia tidak bisa pergi menemui Jesi di karena kan ia baru saja habis melahir kan .
" oiya mil , emang nya melahir kan itu sakit banget ya " ucap intan secara tiba tiba bertanya .
" sakit banget , sampai sampai nyawa kita jadi taruhan nya dan asal kalian tau ya ngelahir kan itu butuh perjuangan " ucap Mila yang mencoba untuk menakut nakuti sahabat itu , ia pun tidak tau gimana rasa nya melahir kan orang dia aja melahir kan secara sesar namun ketika selesai melahir kan memang rasa nya sakit banget apa lagi perut nya harus di jahit begitu
__ADS_1