
sesampai nya di rumah sakit , Reza langsung mengantar kan istri nya ke ruangan dokter. agar Fika segera lekas di periksa , setelah melaku kan administrasi Reza pun buru buru pergi ke ruangan .
" selamat siang pak , Bu silakan duduk dulu pak " ucap dokter tersebut mempersilah kan pasangan suami istri itu .
" dok , jadi bagaimana dengan keadaan istri saya dok, apa kah ia baik baik aja dok " ucap Reza bertanya ?
" selamat pak , bu, kalian berdua sebentar lagi akan menjadi orang tua " ucap dokter tersebut .
" berarti dok istri saya hamil dok " ucap Reza terkejut dengan penjelasan sang dokter .
" benar sekali pak , istri bapak sedang hamil dan sekarang usia kandungan nya lima Minggu pak , sebaik nya ibu jangan terlalu kecapean dan jangan terlalu banyak pikiran karena kandungan ibu masih terbilang mudah " ucap dokter tersebut menjelas kan .
" baik lah Dok , saya akan menjaga kandungan saya dok " ucap Fika tersenyum .
" iya dok, saya akan menjaga istri saya dan menjaga kandungan nya agar ia tidak terlalu banyak pikiran dan kecapean " ucap Reza ini
" makasih banyak ya sayang , kau telah membuat kelengkapan di keluarga kecil kita dan kau juga telah mempercai ku untuk menjadi suami mu dan juga akan menjadi seorang ayah nanti nya " ucap Reza sambil memeluk istri nya dan mencium bibir istri dengan lembut .
" hmm hmmm , pak , bisa di laku kan di rumah saja kenapa harus di sini " ucap dokter tersebut yang melihat adegan romantis pasien nya itu .
" hehe , maaf lah ya dok , saking senang nya jadi tidak liat liat tempat " ucap Reza yang malu malu sementara dengan Fika ia sudah sangat malu dan kesal dengan tingkah suami nya itu
" itu lah bikin malu saja kamu ni kak, aku malu tau kak , saat dokter tadi lagi melihat kita ciuman itu , kakak sih main sosor aja gak bisa apa di tahan terlebih dahulu tuh " ucap Fika yang terus mengomel sampai di tempat parkiran , ia sangat lah kesal ketika melihat suami nya bersikap begitu kepada nya ,apa lagi saat di ruangan dokter tadi
" ya gak papa Lo kan kamu sudah menjadi istri sah aku , aku bebas untuk ngapain kamu aja itu terserah ku ." ucap Reza terhadap Fika .
" kakak kok begitu sama aku kak , kenapa kakak bicara kasar terhadap ku , apa aku ada buat kakak salah , aku kan hanya ngomong yang sebenar nya kak ," ucap Fika bersedih ketika mengetahui suami nya itu membentak nya .
" maafin kakak ya sayang , kakak salah dan kakak janji deh gak bakal ngelaku kan hal sama lagi , dan kakak tadi hanya bercanda aja kok , jangan sedih ya cantik nanti baby nya ikut sedih juga Lo " ucap Reza sambil mengelus perut Fika dengan lembut .
" iya tapi jangan di ulangi lagi ya , aku malu tau kak di liatin dokter tadi tuh " ucap Fika yang mulai memeluk suami nya itu .
__ADS_1
" iya sayang qu kakak janji deh , kakak gak bakal begitu lagi " ucap Reza tersenyum dan Fika pun ikut tersenyum ia sangat lah legah karena ia bisa juga membujuk istri nya itu untuk tidak marah lagi
" yaudah kita pulang saja yok , adek akan beri tau kabar berita gembira ini sama orang rumah pasti semua orang rumah akan gembira dan senang " ucap Fika tersenyum lembut .
" yaudah yok lah cap cus deh " ucap Reza dan langsung memegang kendali kemudi .untuk membawa istri tercinta nya itu pulang .
sementara di kediaman keluarga besar Sanjaya Mila masih sibuk untuk mengurusi keluarga kecil nya itu dan ia sungguh sangat lah repot harus mengurusi empat anak sekaligus .
namun suami nya itu tetap senantiasa membantu nya untuk mengasuh ke empat anak anak nya .
" kak Bagas mau minum apa biar aku buat kan kak " ucap Nadira tersenyum .
" jus apel aja deh " ucap Bagas .
" baik lah kak biar aku buat kan dulu ya " ucap Nadira yang hendak pergi namun tiba tiba saja tangan nya di halang dari bela kang seperti ada yang memegang pergelangan tangan nya .
" hey kenapa kau menarik tangan ku begitu " ucap intan yang melepas kan gengaman tangan firman .
" oke baik lah biar intan nanti yang buat kan minuman buat mu, emang nya kau mau minum apa " ucap Nadira .
" hmm , kopi susu aja lah " ucap firman.
" kenapa aku harus ikut ikut kamu saja yang bikin kan buat dia biar aku buat kan buat kak Bagas " ucap intan dengan tegas .
" sudah kenapa kalian malah bertengkar di sini , kalau tidak mau bikin kan ngapain nawarin tadi gitu aja repot " ucap firman dengan nada tegas .
" yaudah pergi lah ke dapur kakak sudah harus ni " ucap Bagas secara tiba tiba.
" baik kak kami akan buat kan sekarang " ucap intan dan juga Nadira secara bersamaan .
" sekalian buat kan juga untuk firman ya " ucap Bagas sedikit berteriak karena Nadira dan intan sudah mulai pergi .
__ADS_1
" kalau ingat tapi ya ,hahaha " ucap intan yang seolah mengejek firman dari balik pintu .
" sabar bro jangan coba membenci nya nanti kamu mencintai nya baru tau rasa " ucap Bagas tertawa sambil memukul pundak firman .
" tapi kamu ingat , kalau Nadira tuh milik kakak , karena sejak pertama kami bertemu kakak sudah ada rasa sama dia .maklum lah Uda jomlo lama hehe " ucap Bagas tersenyum .
" pede banget kakak di terima sama dia , siapa tau juga dia sudah punya pasangan , apa lagi kan usia kalian berdua terpaut cukup lah jauh kak " ucap firman menjelas kan .
" ya gak pede pede kali sih tapi kakak ingin mencoba nya terlebih dahulu , karena kau tau lah mama kakak sudah mendesak kakak buat menikah " ucap Bagas .
" jadi kapan rencana nya kamu menyusul kakak dan Aldo untuk segera lekas lekas berumah tangga " ucap firman .
" belum ada pikiran kak soal nya belum ada calon nya , lagi pula aku masih mau sekolah " ucap firman .
" tapi kan jodoh mu sudah ada ,yang hendak di jodoh kan sama papa dan mama mu itu " ucap Bagas bertanya .
" sudah lah kak gak usa di bahas lagi , lagian kan aku juga gak suka yang nama nya di jodoh jodoh kan ,dan aku juga bisa mencari jodoh ku sendiri kak " ucap firman yang kesal dengan Bagas , setelah mereka berdebat cukup lama akhir nya intan dan Nadira datang menghampiri Bagas dan firman di ruangan tamu , dan mereka juga telah membawa minuman yang telah di minta oleh Bagas dan firman .
" ini kak minuman nya kak " ucap intan dan Nadira secara bersamaan .
" makasih ya Nadira , makasih ya intan " ucap Bagas .
" ya Uda kak , kami ke kamar mila dulu mau liat anak anak nya kak " ucap intan .dan di tanggapi dengan senyuman oleh Bagas .
***
***
***
sementara Mila di dalam kamar ia sangat repot dengan ke empat anak nya itu , apa lagi saat ini Aldo telah pergi ke luar .
__ADS_1
dan anak anak nya sangat lah rewel dan susah untuk di tenang kan ia pun sampai pusing harus bagaimana lagi ia menenang kan buah hati nya itu